Daftar Makanan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 September 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Penyebab dari kanker adalah mutasi gen di dalam sel. Kondisi ini menyebabkan sistem di dalam DNA rusak, dan sel berfungsi secara abnormal; tumbuh dan membelah tanpa kendali. Pilihan makanan yang tidak tepat ternyata menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya risiko penyakit kanker. Penasaran makanan apa saja yang menjadi pemicu kanker? Yuk, lihat ulasannya berikut ini.

Makanan yang jadi penyebab risiko kanker meningkat

Mencegah penyakit kanker dapat dilakukan dengan meningkatkan wawasan diri mengenai berbagai gejala kanker yang ditimbulkan. Selain itu, Anda juga bisa mencegah penyakit kanker dengan mengurangi berbagai hal yang bisa meningkatkan risikonya, salah satunya adalah pada pilihan makanan dan pola makan.

Sel-sel di dalam tubuh Anda membutuhkan berbagai nutrisi dari makanan. Jika kandungan makanan yang dikonsumsi tidak sesuai, ini bisa memengaruhi bagaimana sel bekerja.

Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu jenis makanan dan minuman yang bisa jadi pemicu penyakit kanker.

1. Ikan lele yang terkontaminasi

Lele adalah ikan air tawar yang mengandung berbagai nutrisi penting untuk tubuh, seperti protein, asam lemak omega-3, serta vitamin B kompleks. Jadi, lele itu sendiri sebenarnya tidak mengandung racun atau zat berbahaya untuk tubuh.

Akan tetapi, penelitian lama yang dilakukan University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences menunjukkan bahwa ikan lele bisa jadi makanan penyebab meningkatnya risiko kanker jika tercemar dengan zat karsinogen.

Para ahli mengambil ekstrak ikan lele yang tumbuh di perairan yang sudah sangat tercemar. Ekstrak ini disuntikkan pada sel-sel kanker payudara di laboratorium. Hasilnya, setelah disuntikkan dengan ekstrak ikan lele yang tercemar, ternyata sel-sel kanker tersebut tumbuh jadi berlipat ganda.

Setelah diteliti lebih jauh, ternyata ikan lele tersebut mengandung zat-zat kimia yang bersifat seperti hormon estrogen dalam tubuh manusia. Kadar estrogen yang terlalu tinggi dalam tubuh memang diketahui bisa meningkatkan risiko kanker payudara.

Makanan pemicu kanker ini kemungkinan besar hidup dan berkembang biar di perairan yang tercemar polutan. Namun tidak perlu khawatir, Anda tetap bisa menikmati ikan lele dari peternakan yang mengantongi sertifikat CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik), yang diawasi dan diatur oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

2. Makanan yang dibakar

menghindari bahaya makanan bakar

Makanan yang disajikan dengan dibakar apalagi hingga gosong juga bisa jadi penyebab meningkatnya risiko kanker.  Membakar makanan seperti daging, ayam, atau ikan dengan suhu tinggi dapat menyebabkan perubahan zat gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

Menurut National Cancer Institute, asam amino, kreatin, dan gula pada otot yang ada di dalam daging, ayam, atau ikan dapat bereaksi dengan suhu tinggi dari pembakaran dan membentuk senyawa karsinogenik.

Senyawa karsinogenik ini bernama heterocyclic amines (HCA). Selain itu, senyawa lain yang disebut sebagai policyclic aromatic hydrocarbon (PAH) juga bisa terbentuk dan meningkatkan risiko kanker. Senyawa PAH terbentuk saat lemak daging, ayam, atau ikan menetes ke bara panas dan menimbulkan asap yang mengendap dalam makanan.

HCA dan PAH mulai terbentuk ketika suhu pembakaran mencapai 100C dan bisa menjadi lebih berbahaya saat suhu mencapai 300C. HCA dan PAH dapat merusak komposisi DNA dalam gen Anda, sehingga dapat memicu perkembangan sel kanker.

Sel-sel kanker ini dapat berkembang menjadi kanker usus besar, kanker lambung, kanker payudara, kanker prostat, sampai kanker getah bening. Hal ini mungkin terjadi karena senyawa karsinogenik HCA dapat menyebar ke jaringan lain di seluruh tubuh melalui aliran darah.

Anda tidak harus berhenti mengonsumsi makanan yang dibakar, tapi Anda bisa membatasi atau mengurangi konsumsinya. Pastikan makanan yang dibakar juga tidak gosong.

3. Makanan tinggi lemak

Konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker. Meskipun tidak terbukti secara langsung, asupan lemak berlebihan dapat menyebabkan obesitas yang kemudian meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker hati, kanker ginjal, dan kanker pankreas.

Periset menyebutkan beberapa alasan kenapa obesitas jadi pemicu kanker, yakni:

  • Orang yang obesitas cenderung mengalami peradangan kronis yang seiring waktu bisa menyebabkan kerusakan DNA di dalam sel.
  • Jaringan lemak yang berlebihan juga akan menghasilkan jumlah estrogen berlebihan sehingga jadi memicu terjadinya kanker ovarium atau kanker endometrium.

4. Popcorn yang terpapar karsinogenik

Makanan pemicu kanker selanjutnya adalah camilan yang sering Anda konsumsi, yakni popcorn. Akan tetapi, bukan jagung si bahan dasar pembuat popcorn yang diduga jadi penyebab kanker dalam tubuh. Kambing hitamnya adalah bahan kimia perfluorinated (PFC) yang terkandung dalam kemasan kantong popcorn.

Para ahli kesehatan berteori bahwa ketika kemasan popcorn tersebut dipanaskan dalam microwave, PFC akan terurai menjadi perfluorooctanoic acid (PFOA). Nah, zat kimia PFOA ini kemungkinan akan masuk dan menetap di dalam aliran darah tubuh sehingga mengakibatkan pertumbuhan sel-sel kanker.

Paparan PFOA pada makanan ini pada manusia telah diselidiki efeknya sebagai penyebab meningkatnya risiko kanker seperti kanker tiroid, kanker kandung kemih, dan kanker prostat. Akan tetapi, peningkatan risikonya cukup rendah.

5. Makanan dan suplemen isoflavon yang tinggi

Kacang kedelai merupakan salah satu makanan yang kaya protein, serat, dan isoflavon. Perlu diketahui bahwa isoflavon bertindak seperti estrogen yang estrogen pada tanaman. Studi menemukan bahwa kadar isoflavon yang tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Mayo Clinic menjelaskan bahwa kandungan fitoestrogen pada kedelai tidak cukup tinggi untuk meningkatkan risiko kanker. Kadarnya bisa jadi berlebihan jika dibarengi dengan suplemen isoflavon, yang memang tinggi isoflavon.

Beberapa riset menyebutkan adanya peningkatan risiko kanker payudara dengan suplemen isoflavon pada wanita yang memiliki keluarga atau riwayat pribadi penyakit kanker payudara dan masalah tiroid.

Jika Anda memang tidak membutuhkan suplemen isoflavon, sebaiknya tidak perlu dikonsumsi. Cukup penuhi asupannya lewat makanan saja. Konsultasikan lebih lanjut hal ini dengan dokter maupun ahli gizi.

6. Makanan yang menggunakan wadah styrofoam

Styrofoam sangat umum digunakan sebagai wadah makanan, salah satunya wadah mie kemasan. Salah satu bahan kimia pembuat styrofoam adalah styrene, yang masuk dalam daftar bahan yang berpotensi karsinogenik. Menurut studi tahun 2011, paparan styrene pada tikus jangka panjang menyebabkan kanker payudara dan kanker paru-paru.

Styrofoam yang beredar di pasaran memang diawasi kadar styrene-nya dan studi di atas belum diujikan pada manusia. Meski begitu, ada baiknya Anda membatasi penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan panas.

Minuman juga bisa jadi penyebab risiko kanker meningkat

Tidak hanya pilihan makanan, minuman juga bisa meningkatkan risiko kanker. Berikut ini daftar minuman yang berpotensi memicu pertumbuhan sel-sel tubuh yang abnormal.

1. Kopi yang mengandung acrylamide

kopi mencegah kanker usus besar

Selain makanan, kopi juga punya kemungkinan menjadi penyebab meningkatkan risiko kanker. Alasannya, setelah diteliti, peningkatan risiko kanker ada pada kopi yang mengandung acrylamide.

Acrylamide merupakan bahan kimia dari hasil pemanggangan kopi, tepatnya pemanasan asparagin (asam amino) dan gula dengan suhu panas tekanan tinggi. Selain kopi, senyawa ini juga ditemukan pada kentang goreng atau produk tembakau.

International Agency for Research on Cancer (IARC) yang merupakan bagian dari WHO, memasukkan acrylamide sebagai bahan yang kemungkinan bersifat karsinogenik. Apalagi, mengingat kebiasaan beberapa orang yang cenderung minum kopi dibarengi dengan merokok sehingga risiko kanker meningkat lebih besar. Agar tidak mengganggu kesehatan, asupan kopi harus diperhatikan.

Namun, tidak semua kopi itu buruk. Kopi tanpa acrylamide dan kaya akan antioksidan kafein, flavonoid, lignan, dan polifenol, dapat mencegah kerusakan DNA dalam sel dan menurunkan risiko diabetes tipe 2.

2. Alkohol yang berlebihan

Alkohol masuk dalam kategori bahan yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) pada manusia. Bahkan, konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat menyebabkan secondary cancer, yakni munculnya kanker lain di dalam tubuh atau kambuhnya penyakit kanker.

Periset menemukan bagaimana mekanisme makanan atau minuman yang mengandung alkohol jadi pemicu risiko kanker, yaitu:

  • Etanol dalam alkohol berubah menjadi asetaldehida, yakni bahan kimia yang dapat merusak DNA.
  • Alkohol juga menghasilkan molekul reaktif kimia dapat merusak DNA, protein, dan lipid (lemak) dalam tubuh melalui proses oksidasi.
  • Alkohol mengganggu penyerapan vitamin A, vitamin B kompleks, folat, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E.
  • Alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dalam darah yang bila kadarnya tinggi dapat memicu sel-sel di payudara menjadi abnormal.

Sama seperti kopi, konsumsi alkohol sering kali berbarengan dengan penggunaan rokok. Hal ini membuat risiko kanker menjadi lebih besar. Itulah sebabnya, kebiasaan minum alkohol harus dibatasi.

Pola makan juga jadi penyebab meningkatnya risiko kanker

makan terlalu malam

Penyebab meningkatnya risiko kanker tidak hanya berdasarkan pilihan makanan yang tidak tepat saja, pola makan tertentu juga memberikan pengaruh. Sebuah studi yang dilakukan oleh Barcelona Institute yang diterbitkan pada International Journal of Cancer melaporkan waktu makan di malam hari bisa memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit kanker.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang yang makan malam sebelum pukul 9 malam atau makan setidaknya dua jam sebelum tidur memiliki risiko kanker payudara dan prostat lebih rendah sekitar 20 persen dibanding orang yang makan terlalu malam, yaitu di atas pukul 10.

Mengonsumsi sayur, buah, dan makanan yang mengandung protein nabati memang baik untuk tubuh. Sayangnya, jika Anda menggantikan asupan protein hewani dengan protein nabati, risiko kanker bisa meningkat hingga 40 persen, ketimbang orang yang makan keduanya dengan porsi seimbang.

Ternyata setelah diselidiki lebih dalam, orang-orang yang vegetarian sejak lama cenderung mengalami mutasi gen yang disebut ‘rs66698963’. Kondisi ini membuat mereka memiliki jumlah asam arachidonic omega 6 yang berlebihan di dalam tubuh, yang didapat dari makanan dan juga akibat mutasi yang terjadi.

Asam lemak arachidonic yang terlalu banyak di dalam tubuh dapat meningkatkan peradangan pada jaringan tubuh dan hal ini meningkatkan risiko kejadian penyakit jantung serta kanker. Meski studi tersebut membutuhkan pengamatan lebih lanjut, konsumsi protein hewani maupun nabati diutamakan tetap seimbang dan sesuai kebutuhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

    Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

    Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

    MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    masalah seks pada pria

    5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    pekerjaan rumah tangga saat hamil

    Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit