Pelajari Selengkapnya Mengenai Gejala, Penyebab, dan Diagnosis Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Kanker (tumor ganas) menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di dunia. Penyakit ini terjadi akibat adanya sel abnormal dalam tubuh dan bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa, hingga lansia. Namun, tahukah Anda apa gejala (ciri-ciri), penyebab, dan lantas bagaimana jika Anda ingin periksa kesehatan terkait penyakit kanker? Yuk, pelajari lebih dalam pada ulasan berikut ini.

Tanda dan gejala penyakit kanker yang umum terjadi

Kanker terdiri dari berbagai jenis, tergantung sel tubuh mana yang mengalami kerusakan sistem instruksi. Setiap jenisnya, dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Itulah sebabnya, ciri-ciri orang terkena penyakit kanker sangat beragam.

Meskipun begitu, beberapa tanda-tanda umum yang dirasakan orang yang terkena penyakit kanker, di antaranya:

1. Berat badan turun drastis tanpa sebab

berat badan naik menopause

Turunnya berat badan tanpa penyebab yang jelas, misalnya diet, bisa menjadi salah satu gejala umum dari penyakit kanker. Menurut Cancer Research UK, sekitar 60 dari 100 orang dengan penyakit kanker mengalami kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Penurunan berat badan ini umumnya terjadi pada orang yang terserang kanker esofagus, kanker perut, kanker pankreas, atau organ lainnya yang berada di saluran cerna atas.

2. Demam

berkeringat saat demam

Ciri-ciri lain yang perlu Anda waspadai pada orang yang terkena kanker adalah demam. Pada orang yang terkena kanker darah, seperti leukemia dan limfoma, demam sering menjadi gejala awal.

Akan tetapi, pada jenis kanker lain, demam menjadi pertanda bahwa sel kanker mulai menyebar ke jaringan lain di sekitarnya. Ciri tumor ganas ini, bisa muncul dan juga menghilang namun persisten atau terjadi sering kali terjadi.

3. Tubuh merasa lelah

penyebab kelelahan

Gejala kelelahan tubuh umumnya muncul ketika sel kanker mulai tumbuh dan menyebar. Akan tetapi, pada pasien leukemia, bisa menjadi gejala awal penyakit.

Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa jenis kanker merangsang tubuh melepaskan protein yang disebut sitokin, yang kemudian memicu tubuh mengalami kelelahan. Kelelahan juga bisa disebabkan oleh sel kanker melemahkan otot, mengubah hormon, dan mengurangi fungsi-fungsi organ sehingga tubuh memakan lebih banyak energi dan akhirnya menimbulkan tubuh lelah.

Selain karena gejala itu sendiri, kelelahan juga bisa terjadi karena efek samping kemoterapi dan radioterapi.

4. Muncul rasa nyeri di tubuh

Rasa nyeri kemungkinan besar menjadi ciri-ciri penyakit kanker tulang atau kanker testis. Pada orang yang terkena kanker ovarium atau kanker kolorektal, rasa nyeri akan terjadi di sekitar punggung. Munculnya rasa sakit ini, menandakan sel kanker telah bermetastasis (menyebar ke jaringan sehat lainnya).

Sementara, pada orang yang mengalami kanker otak, rasa nyeri dirasakan di sekitar kepala yang tidak kunjung sembuh. Rasa nyeri mungkin akan membaik setelah minum obat pereda nyeri, namun akan terus kembali kambuh.

5. Kulit mengalami perubahan

kanker kulit melanoma

Kanker yang menyerang sel-sel di kulit dapat menimbulkan perubahan pada kulit. Gejala kanker ini dapat Anda lihat dan amati dengan mata telanjang. Perubahan kulit pertanda kanker ini biasanya berupa:

  • Warna kulit yang lebih gelap dari kulit sekitarnya (hiperpigmentasi).
  • Kulit disertai putih mata menjadi kekuningan (jaundice).
  • Kemerahan pada kulit (eritema).
  • Kulit terasa gatal tanpa penyebab yang jelas (pruritus).

Penyakit kanker kulit dapat menimbulkan gejala berupa luka yang tidak sembuh. Selain luka, jenis kanker ini juga menimbulkan leukoplakia, yaitu ciri-ciri prakanker yang ditandai dengan bercak putih di dalam mulut atau lidah.

Contohnya, kanker mulut akan menimbulkan luka di sisi mulut. Begitu juga dengan luka pada alat kelamin yang menunjukkan kanker penis atau kanker vagina.

6. Pembengkakan kelenjar getah bening

limfoma Hodgkin

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang bisa membantu melawan infeksi.

Ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan membengkak. Oleh karena itu, pembengkakan kelenjar getah bening (baik pada leher, ketiak, atau selangkangan) perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda atau gejala kanker, seperti kanker leukimia dan limfoma.

7. Kebiasaan buang air yang berubah dan gangguan pencernaan

obat susah buang air besar

Kebiasaan buang air ini bisa berubah; lebih sering atau kurang dari biasanya karena penyakit, salah satunya kanker kandung kemih atau kanker ginjal.

Gejala lain yang mungkin menyertai adalah munculnya rasa nyeri saat buang air. Pada pria dengan kanker prostat, pria umumnya akan lebih sering buang air kecil di malam hari namun butuh waktu lama untuk mengeluarkan urine dari penis. Kadang, urine yang dikeluarkan juga mengeluarkan darah.

Sementara pada kanker kolorektal, ciri-ciri khas yang dialami adalah sembelit, diare, atau feses berdarah sering terjadi dalam jangka panjang.

Gangguan pencernaan, seperti disfagia (kesulitan menelan) bisa menjadi gejala khusus dari kanker perut, kerongkongan, atau tenggorokan. Gejala kanker inilah yang nantinya membuat berat badan pasien terus menurun dan lemah.

8. Muncul benjolan atau tanda lain di kulit

kanker kulit melanoma

Munculnya benjolan di kulit menjadi ciri-ciri kanker kulit yang paling khas. Benjolan ini bisa disebut tumor yang muncul akibat sel-sel yang membelah tanpa kendali mengalami penumpukan.

Munculnya benjolan di payudara menjadi gejala khas kanker payudara pada wanita maupun pria. Benjolan juga bisa muncul di sekitar vulva, yakni permukaan luar vagina dan menjadi tanda kanker vagina.

Kanker juga bisa menunjukkan tanda-tanda berupa tahi lalat (bintik hitam di kulit). Awalnya, bintik ini kecil dan berwarna kehitaman, tapi seiring waktu berubah bentuk, ukurannya menjadi lebih besar, kemerahan, dan terasa nyeri.

9. Perdarahan tidak lazim (gejala kanker khas pada wanita)

Anda harus berhati-hati jika mengalami perdarahan tidak biasa, yaitu di luar menstruasi disertai rasa nyeri parah. Pasalnya, ini bisa menjadi ciri-ciri dari kanker endometrium dan kanker serviks (leher rahim).

Adanya gejala, membuat Anda merasa siklus menstruasi jadi berantakan atau tidak normal. Coba cek siklus menstruasi Anda dengan kalkulator masa subur .

Tanda kanker yang khusus terjadi pada wanita selanjutnya adalah perdarahan setelah menopause. Padahal setelah mentruasi, haid tidak akan terjadi lagi. Keluarnya cairan vagina seperti keputihan berbau tidak sedap juga bisa menjadi gejala kanker yang menyerang serviks atau vagina.

Lantas, apa penyebab penyakit kanker?

Penyebab kanker utamanya adalah perubahan (mutasi) pada DNA di dalam sel. DNA ini berisi serangkaian instruksi perintah bagi sel untuk membelah dan mati.

Bila mutasi terjadi, instruksi perintah sel akan rusak dan menyebabkan fungsi sel jadi abnormal. Hal ini membuat sel membelah dan tidak mati secara terprogram. Mutasi DNA dalam tubuh bisa dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:

1. Makanan atau berbagai hal yang mengandung zat karsinogenik

sering pusing setelah makan daging

Karsinogenik adalah zat yang dapat menjadi pemicu kanker. Zat penyebab atau pemisu kanker ini ternyata bisa terkandung dalam makanan yang Anda konsumsi seperti daging yang dibakar hingga gosong, ikan yang terkontaminasi limbah pabrik, popcorn yang dikemas dalam kantong berbahan kimia perfluorinated (PFC), kopi yang mengandung acrylamide, dan makanan panas yang berwadah styrene.

Selain itu, zat karsinogenik juga ditemukan pada bedak talc yang dicampur asbes dan bahan pembersih atau perabotan rumah yang mengandung formaldehid. Bahkan, baru-baru ini obat Ranitidine ditarik dari pasaran oleh BPOM RI karena zat NDMA (N-Nitrosodimethylamine) yang bersifat karsinogen.

2. Faktor kesehatan dan keturunan

berat badan berlebihan obesitas berisiko varises

Sebagai orang yang sehat, tidak hanya gejala (ciri-ciri) yang perlu Anda pahami. Penyebab dan risiko kanker juga harus perlu diketahui. Pasalnya, beberapa hal bisa menempatkan Anda pada risiko kanker yang tinggi, salah satunya masalah kesehatan.

Orang yang memiliki penyakit diabetes dan hiperinsulinemia, penyakit gusi, dan radang usus memiliki risiko tinggi mengalami kanker di jaringan atau organ tubuh yang bermasalah. Begitu pula dengan orang yang mewarisi mutasi gen dari keluarga, berisiko tinggi terkena kanker di kemudian hari.

3. Gaya hidup tidak sehat dan pemicu kanker lainnya

pantangan makanan penyakit sakit maag

Suka makan berat di tengah malam, kurang konsumsi sayur dan buah tapi suka makanan berlemak, atau sering begadang bisa jadi penyebab obesitas. Kondisi ini bisa menjadi penyebab meningkatnya risiko kanker karena memicu peradangan pada tubuh sehingga mungkin membuat sel-sel jadi abnormal.

Peradangan ini akan semakin tinggi risikonya ditambah dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol secara berlebihan.

Di samping itu, penggunaan pil KB juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara dan serviks pada beberapa wanita. Kondisi tubuh yang terlalu tinggi dan terlalu sering terpapar sinar radiasi matahari juga turut meningkatkan risikonya menurut berbagai studi.

Prosedur medis seperti CT scan dan rontgen juga bisa merusak sel dan bila sering dilakukan mungkin akan meningkatkan risiko kanker. Akan tetapi, tetap digunakan hingga kini untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit dan dipantau oleh dokter prosedur pelaksanaannya.

Deteksi dini dan diagnosis penyakit kanker

biopsi kanker adalah

Bila mengalami gejala atau ciri-ciri yang dicurigai sebagai penyakit kanker, segera periksa ke dokter. Anda akan diminta untuk menjalani berbagai tes kesehatan untuk menegakkan diagnosis. Tes ini juga berlaku bagi Anda yang berisiko, dengan tujuan untuk deteksi kanker lebih dini.

Tes kesehatan yang direkomendasikan dokter untuk mendiagnosis dan mendeteksi kanker, meliputi:

  • Tes fisik dengan melihat gejala yang dialami dan riwayat kesehatan pribadi maupun keluarga dengan penyakit kanker.
  • Tes laboratorium, seperti tes darah untuk melihat kandungan zat tertentu dalam tubuh yang kadarnya tidak normal.
  • Tes pencitraan, seperti USG, MRI, CT scan dan PET scan untuk melihat bagian dalam tubuh, menentukan letak dan ukuran tumor.
  • Biopsi, yakni pengambilan jaringan abnormal yang dicurigai di dalam tubuh untuk dicek kembali di laboratorium.

Apa saja stadium kanker itu?

stadium kanker ovarium 4 bisa sembuh

Berdasarkan gejala dan hasil tes, dokter akan menyimpulkan jenis kanker mana yang Anda miliki beserta dengan tingkat keparahannya. Tingkat keparahan penyakit kanker ini dikenal dengan istilah “stadium” yang terdiri dari tingkat 0 (in situ neoplasma) tingkat 1 (awal), tingkat 2, tingkat 3, dan tingkat 4 (akhir).

Pada kanker stadium in situ, ditemukan sekelompok sel yang abnormal. Selanjutnya, pada kanker stadium 1, menandakan sudah ada sel kanker tapi relatif kecil. Pada kanker stadium 2, kanker/tumor berukuran lebih besar dan mungkin menyerang kelenjar getah bening terdekat.

Pada kanker stadium 3, kelenjar getah bening dan jaringan sekitar mungkin sudah terkena kanker. Sementara pada kanker stadium 4 (akhir), kanker sudah menyebar ke organ atau jaringan yang jauh dari lokasi awal kanker.

Kanker stadium 1,2, dan 3 yang belum parah bisa disembuhkan dengan pengobatan kemoterapi, radioterapi, atau operasi. Sebagian pasien kanker stadium 3 yang sudah parah, kemungkinan tidak bisa sembuh. Lantas, apakah kanker stadium 4 masih bisa sembuh?

Kanker yang sudah parah ini tidak bisa sembuh karena sudah menyerang banyak jaringan atau organ sehat. Meskipun begitu, pengobatan yang dilakukan bisa membantu meredakan gejala kanker sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.

Lakukan hal ini jika didiagnosis kanker

angka kematian kanker menurun

Setelah didiagnosis kanker, Anda mungkin akan sedih dan kecewa. Tidak apa, Anda butuh waktu untuk menerima hal. Akan tetapi, jangan sampai hal ini terus berlarut dan mengganggu kesehatan Anda.

Cobalah untuk memperbanyak wawasan mengenai penyakit yang Anda miliki, cari dukungan, jaga kesehatan, dan bangun harapan hidup untuk memotivasi Anda menjalani pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Pilihan Obat Sakit Gigi Antibiotik dan Apotek yang Ampuh untuk Anda

Obat apa yang Anda andalkan ketika sakit gigi menyerang? Berikut adalah obat sakit gigi paling ampuh yang bisa dijadikan pilihan!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suka gatal dan bersin saat di dekat hewan berbulu? Bisa jadi itu pertanda Anda alergi binatang seperti kucing atau anjing. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
vaksin MMR

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit