Yang Perlu Anda Tahu Tentang Klamidia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/12/2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri chlamydia trachomatis. Walaupun Anda mungkin tidak merasa akrab dengan namanya, klamidia adalah salah satu penyakit menular seksual paling umum. Karena sering tidak terlihat adanya gejala, banyak orang yang menderita penyakit ini dan tidak mengetahuinya.

Bakteri ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual baik anal maupun vaginal, dan kemungkinan melalui oral seks. Bila seseorang menyentuh cairan tubuh yang mengandung bakteri dan kemudian menyentuh matanya, infeksi mata klamidia (konjungtivitis klamidia) mungkin terjadi. Klamidia juga bisa diturunkan dari ibu ke bayinya pada saat melahirkan. Hal ini menyebabkan pneumonia dan konjungtivitis, yang bisa menjadi sangat serius pada bayi bila tidak diobati. Anda tidak bakanisa tertular klamidia dari handuk, kenop pintu, atau dudukan toilet.

Jika saya wanita, bagaimana cara mengetahui bila saya terkena klamidia?

Akan sulit bagi wanita untuk mengetahui apakah mereka menderita klamidia atau tidak karena kebanyakan wanita tidak mengalami gejala apapun. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memeriksakan diri ke dokter setahun sekali bila Anda aktif secara seksual. Dokter Anda bisa memberi tahu tes terkait untuk pemeriksaan klamidia, bahkan jika Anda tidak memiliki gejala apapun.

Terkadang, gejala hadir dan menyebabkan keputihan pada vagina yang tidak biasa dan berbau atau nyeri selama buang air kecil. Beberapa wanita penderita klamidia juga merasakan nyeri pada perut bagian bawah, sakit selama hubungan seksual, atau perdarahan vagina di luar periode menstruasi.

Jika saya pria, bagaimana cara mengetahui bila saya terkena klamidia?

Seorang pria bisa juga mengalami kesulitan dalam mengenali gejala penyakit ini dan sebaiknya diperiksa oleh dokter setidaknya setahun sekali bila aktif secara seksual. Ketika terdapat gejala, seorang pria mungkin mengeluarkan cairan berwarna jernih atau keruh dari ujung penisnya (urethra – tempat air seni keluar), atau gatal serta sensasi panas di sekitar lubang penis. Terkadang juga muncul bengkak dan nyeri pada testikel. Sering kali, seorang pria penderita klamidia mengalami sedikit gejala atau tidak ada gejala sama sekali, sehingga dia bahkan tidak mengetahui bila terjangkit penyakit ini.

Kapan gejala klamidia muncul?

Seseorang yang terjangkit klamidia mungkin akan melihat gejala beberapa minggu kemudian. Pada beberapa orang, gejala membutuhkan waktu 1 sampai 3 minggu hingga akhirnya muncul dan banyak orang tidak mengalami perkembangan gejala.

Apa efeknya jika saya terkena klamidia?

Jika dibiarkan tidak diobati pada wanita, klamidia bisa menyebabkan infeksi pada urethra (tempat keluarnya air seni) dan peradangan (bengkak dan nyeri yang disebabkan infeksi) pada serviks. Bisa juga menyebabkan penyakit radang panggul, infeksi pada uterus, rahim, atau saluran tuba. Penyakit radang panggul bisa menyebabkan ketidaksuburan dan kehamilan ektopik di kemudian hari.

Bila tidak diobati pada pria, klamidia bisa menyebabkan peradangan pada urethra dan epididimis (struktur yang melekat pada testikel dan membantu memindahkan sperma).

Bagaimana cara mengobati klamidia?

Bila Anda berpikir Anda memiliki klamidia atau bila Anda memiliki pasangan yang menderita klamidia, Anda perlu untuk memeriksakannya ke dokter, atau ginekologis. Beberapa klinik kesehatan setempat, juga bisa memberikan pemeriksaan dan mengobati orang dengan klamidia.

Dokter biasanya mendiagnosis klamidia dengan memeriksa urin orang tersebut. Bila Anda pernah terpapar dengan klamidia atau didiagnosis dengan klamidia, dokter akan meresepkan antibiotik, yang bisa menyembuhkan infeksi dalam 5 sampai 7 hari.

Semua pasangan seksual Anda dalam waktu dua bulan terakhir juga perlu diperiksa dan diobati untuk klamidia, karena mungkin orang tersebut telah terinfeksi dengan penyakit ini tanpa adanya gejala terlihat. Bila pasangan seksual terakhir Anda melakukan kontak seksual dalam waktu lebih dari dua bulan sebelum gejala pertama muncul, ia pun perlu diperiksakan. Penting bagi penderita klamidia untuk tidak melakukan hubungan seks sampai mereka dan pasangannya diobati.

Bila pasangan seks Anda menderita klamidia, pengobatan secepatnya akan menurunkan risiko komplikasi dan akan menurunkan risiko Anda terinfeksi kembali bila Anda berhubungan seks dengan pasangan Anda (Anda bisa terinfeksi kembali dengan klamidia bahkan ketika Anda usai diobati karena hal tersebut tidak membuat Anda kebal akan penyakit ini).

Lebih baik mencegah klamidia daripada mengobatinya, dan satu-satunya cara yang benar-benar pasti dapat mencegah infeksi adalah dengan tidak melakukan jenis hubungan seksual apapun. Bila Anda melakukan seks, selalu gunakan kondom. Hanya ini metode yang dapat membantu pencegahan klamidia.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

    Kebanyakan orang harus dirangsang dan distimulasi dulu baru mencapai klimaks. Namun, ada juga yang bisa orgasme tanpa disentuh sama sekali. Kok bisa, sih?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Seks & Asmara, Fakta Unik 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Begini Cara yang Benar Membersihkan Vibrator

    Mainan seks berupa vibartor harus Anda bersihkan dengan rutin. Namun, bagaimana cara membersihkan vibrator? Lihat di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Ada beberapa cara memenuhi hasrat kepuasan seksual wanita, salah satunya memakai vibrator. Tapi kalau terlalu sering pakai vibrator, apa efeknya?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Hubungan Seks Secara Rutin Bisa Mencegah Pikun, Benarkah?

    Penelitian menemukan bahwa ubungan seks secara rutin tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tapi juga membantu mencegah pikun. Mengapa demikian?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 15/04/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat ginseng buat pria

    Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
    pijat prostat

    Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit
    penyakit menular seksual

    7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 13 menit
    cara tahan lama

    Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 3 menit