Pneumonia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu pneumonia?

Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru (alveolus) meradang dan membengkak. Kondisi kesehatan ini sering kali disebut dengan paru-paru basah, sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir.

Pneumonia kerap disamakan dengan penyakit bronkitis. Padahal, berbeda dengan pneumonia, bronkitis merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan atau bronkus.

Walaupun berbeda, bronkitis bisa berkembang ke pneumonia. Kondisi ini bisa terjadi ketika pengidap bronkitis tidak berusaha menyembuhkan penyakitnya dengan baik.

Kondisi paru-paru basah ini dapat dialami oleh siapa pun. Namun, jika menyerang anak, pneumonia bisa sangat berbahaya. Tak hanya itu, pneumonia bisa juga menyebabkan kematian. Bahkan, badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan jika penyakit pneumonia adalah penyebab 16% kematian balita di dunia pada tahun 2015.

Sementara, di Indonesia sendiri, dilansir dari CNN, penyakit pneumonia pada anak menyebabkan 2-3 balita yang meninggal setiap jamnya. Kondisi ini bisa menyerang salah satu paru-paru, atau pneumonia pada dua paru-paru sekaligus.

Seberapa umumkah kondisi ini? 

Orang dari segala usia dapat terserang penyakit ini. Perokok, orang tua, dan mereka yang mengidap penyakit paru-paru kronis paling berisiko terserang pneumonia. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah karena kemoterapi secara khusus berisiko terjangkit pneumonia.

Orang dengan penyakit tertentu, seperti kanker payudara stadium 4 berisiko mengidap pneumonia. 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala penyakit pneumonia?

Tanda dan gejala pneumonia bervariasi dari ringan hingga berat, tergantung pada faktor-faktor, seperti jenis kuman penyebab infeksi, usia, dan kondisi kesehatan secara kesuluruhan.

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala yang umum muncul jika Anda terkena penumonia, antara lain:

  • Batuk terus-terusan, dengan disertai dahak
  • Demam
  • Berkeringat
  • Menggigil
  • Susah bernapas
  • Dada sakit
  • Nafsu makan menurun
  • Detak jantung terasa cepat

Sementara, gejala yang cukup jarang terjadi tetapi bisa tetap muncul seperti:

  • Kepala sakit
  • Lemas dan lelah
  • Mual dan muntah
  • Nyeri sendi dan otot
  • Batuk disertai dengan darah

Beberapa gejala tersebut umum dan sering terjadi pada orang yang mengalami penyakit pneumonia dan akan berlangsung sekitar 24-48 jam. Namun, hal ini tergantung juga dengan kondisi masing-masing individu.

Bahkan penyakit pneumonia pada anak juga dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Berikut adalah gejala yang akan muncul saat penyakit pneumonia pada anak terjadi:

  • Anak di bawah usia 5 tahun, bisa mengalami napas yang cepat dan tidak teratur.
  • Bayi akan menunjukkan gejala muntah-muntah, lemas, tidak berenergi, dan sulit makan serta minum.

Penyebab

Apa saja penyebab penyakit pneumonia?

Faktanya, pneumonia adalah penyakit infeksi yang bisa disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. Jadi, penyakit pneumonia sangat mudah ditularkan melalui udara. Biasanya, penularannya terjadi ketika seseorang yang terkena kondisi ini bersin atau batuk.

Virus dan bakteri penyebab pneumonia dapat dengan mudah keluar melalui hidung atau mulut saat bersin dan kemudian menginfeksi tubuh yang lain. Pasalnya, bakteri dan virus dapat dikeluarkan dengan mudah saat seseorang bernapas.

Faktor risiko

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko saya terkena kondisi ini?

Peluang Anda semakin besar untuk terkena penyakit pneumonia bila memiliki beberapa faktor risiko tertentu. Faktor-faktor yang membuat Anda berisiko lebih tinggi kena pneumonia adalah:

  • Bayi yang berusia 0-2 tahun
  • Lansia yang memasuki usia di atas 65 tahun
  • Pernah memiliki riwayat penyakit stroke sebelumnya
  • Cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, akibat penyakit atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti steroid.
  • Memiliki kebiasaan merokok. merokok dapat menyebabkan penumpukan lendir dan cairan di dalam paru, sehingga menyebabkan paru-paru basah.
  • Mempunyai riwayat penyakit kronis tertentu, seperti asma, diabetes, gagal jantung, cystic fibrosis, HIV dan AIDS.
  • Sedang menjalani pengobatan kanker. Pengobatan kanker seperti kemoterapi dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga bakteri atau virus penyebab paru-paru basah ini dapat masuk.
  • Sedang dirawat di rumah sakit. Bila Anda sedang dirawat di rumah sakit – meski bukan dirawat akibat infeksi paru – maka Anda berisiko tinggi untuk terkena pneumonia. Pasalnya, virus dan bakteri penyakit ini cukup banyak ditemukan di area rumah sakit.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis penyakit ini?

Selain melihat gejala yang muncul, kondisi paru-paru basah ini dapat diketahui jika Anda melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan khusus, seperti:

  • Rontgen dada. Dengan menggunakan sinar X, dokter dapat melihat bagian paru-paru yang terkena penyakit pneumonia.
  • Tes darah. pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui tipe virus atau bakteri yang menyebabkan paru-paru basah ini terjadi.
  • Tes dahak. Jika benar Anda mengalami paru-paru basah, maka virus atau bakteri yang menyebabkan gangguan kesehatan ini akan terlihat pada dahak.
  • Memeriksa kadar oksigen darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada di dalam darah Anda. Pasalnya, penyakit ini dapat menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam aliran darah.

Bila Anda menunjukkan beberapa gejala yang parah, maka dokter biasanya akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang lebih lanjut, seperti:

  • CT scan. Bila penyakit infeksi paru yang Anda derita tak kunjung sembuh, maka dokter akan meminta Anda untuk melakukan ct scan agar dapat dilihat kondisi paru Anda saat itu.
  • Kultur cairan paru. Pemeriksaan ini mengharuskan dokter mengambil cairan di dalam paru dan kemudian diperiksa kandungannya. Pemeriksaan ini membantu dokter untuk menetukan tipe infeksi yang terjadi.

Apa saja obat pneumonia yang sering digunakan?

Penyakit pneumonia adalah penyakit yang disebabkan infeksi, sehingga pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk menghentikan infeksi dan mencegahnya datang di kemudian hari.

Pengobatan untuk mengatasi pneumonia akan disesuaikan dengan tipe, keparahan dari infeksi paru yang terjadi, usia pasien, serta kondisi pasien secara keseluruhan. Perawatan tersebut pun dapat dilakukan di rumah maupun rumah sakit.

Umumnya, memang kondisi infeksi ini dapat disembuhkan hanya dengan minum obat dan gejala akan hilang dalam waktu yang sebentar. Setelah pengobatan diberikan, biasanya tubuh akan kembali pulih hanya dalam waktu beberapa minggu saja.

Macam-macam pilihan pengobatan pneumonia adalah:

Antibiotik

Obat antibiotik akan diberikan pada orang yang terserang penyakit pneumonia bakterial. Biasanya, tim medis akan memeriksa dulu jenis bakteri apa yang menyebabkan infeksi di organ paru, kemudian akan disesuaikan dengan jenis antibiotik yang akan diberikan. 

Ketika pemberian antibiotik tidak dapat mengatasi gejala infeksi yang dialami, maka bisa jadi bakteri telah kebal terhadap obat tersebut, sehingga dokter akan menggantinya dengan jenis obat yang baru.

Obat antivirus

Obat ini digunakan untuk pasien yang mengalami infeksi akibat virus. Virus tidak bisa dilawan dengan antibiotik, jadi kalau ada pasien yang mengalami infeksi paru setelah flu maka sebaiknya diberikan obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (relenza).

Obat batuk

Obat ini digunakan untuk meredakan gejala batuk yang biasanya dialami ketika infeksi paru menyerang. Biasanya akan diberikan untuk membuat Anda lebih nyaman dan supaya Anda tidak merasakan sakit akibat batuk terus menerus.

Obat penghilang rasa sakit

Bila Anda mengalami nyeri sendi atau otot, kepala pusing, atau demam, dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit untuk meredakan gejala yang Anda alami, seperti ibuprofen dan acetaminophen.

Bila gejala infeksi yang Anda alami ringan dan tidak terlalu parah, Anda hanya akan diberikan obat-obatan yang telah disebutkan sebelumnya. Anda akan dirawat di rumah sakit karena paru-paru basah yang Anda miliki jika:

  • Berusia lebih dari 65 tahun
  • Memiliki gangguan fungsi ginjal
  • Memiliki tekanan darah kurang dari 90/60 mm Hg. Selain itu, mengalami tekanan diastol kurang dari 90 mmHg atau memiliki tekanan darah sistol kurang dari 60 mmHg.
  • Pernapasan terasa cepat, bernapas 30 kali atau lebih dalam satu menit
  • Suhu tubuh di bawah normal
  • Detak jantung di bawah 50 atau di atas 100

Bila hal ini terjadi pada Anda, sebaiknya Anda segera pergi ke IGD untuk mendapatkan pertolongan pertama. Sementara pneumonia pada anak harus dirawat intensif di rumah sakit bila:

  • Kurang dari 2 tahun
  • Mengalami letargi atau penurunan kesadaran
  • Sulit bernapas
  • Mengalami dehidrasi
  • Memiliki kadar oksigen yang rendah pada darah

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa muncul akibat penyakit pneumonia?

Bila infeksi tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi atau masalah kesehatan lain. Komplikasi yang akan timbul akibat pneumonia adalah:

  • Bakterimia. Hal ini terjadi ketika bakteri penyebab infeksi masuk ke dalam darah sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah, peradangan di dalam darah, bahkan dalam beberapa kasus mengakibatkan kegagalan organ.
  • Luka pada organ paru. Infeksi yang ditimbulkan membuat paru semakin banyak mengalami luka.
  • Efusi pleura. Jika infeksi tidak ditangani dengan baik, cairan akan berkumpul pada bagian selaput paru dan menyebabkan pasien semakin sulit bernapas.
  • Infeksi pada salah satu bagian jantung. Bakteri dapat menginfeksi jantung juga meskipun tadinya berada di organ paru. Kondisi ini disebut dengan endokarditis. Penyebaran infeksi ke jantung ini harus segera ditangani, karena jika tidak pasien akan berisiko mengalami gagal jantung.

Pengobatan di rumah

Pengobatan rumahan dan gaya hidup seperti apa yang dapat saya lakukan saat sedang terkena pneumonia?

Perawatan di rumah juga harus diperhatikan untuk mencegah infeksi datang menyerang paru kembali. Berikut adalah tips jika Anda sedang menjalani masa pemulihan dari infeksi paru di rumah:

  • Istirahat yang cukup. Jangan kembali beraktivitas normal dulu jika gejala-gejala infeksi Anda belum sembuh betul, apalagi suhu badan masih tinggi. Meskipun Anda sudah merasa lebih baik, sebaiknya jangan terlalu lelah dan memaksakan diri. Hal ini dapat membuat kekebalan tubuh Anda kembali lemah dan infeksi dapat kembali di kemudian hari.
  • Minum air yang cukup. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dapat menolong Anda untuk mengurangi jumlah lendir atau dahak di dalam paru.
  • Mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran. Sebaiknya Anda konsumsi obat sesuai dengan anjuran yang diberikan. Bila Anda diminta untuk mengonsumsi antibiotik, habiskan obat tersebut. Pasalnya, jika tidak dihabiskan, bakteri penyebab infeksi dapat kebal terhadap obat yang Anda konsumsi.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah pneumonia?

Dalam banyak kasus, infeksi ini sebenarnya dapat dicegah. Beberapa pencegahan pneumonia yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian vaksin serta menghindari berbagai faktor risiko dari penyakit ini.

  • Vaksinasi. Vaksin dianggap sebagai cara yang cukup ampuh untuk menghindari infeksi paru ini terjadi. biasanya, ada vaksin yang memang khusus pneumonia dan ada vaksin untuk menangkal flu – karena infeksi sering terjadi setelah flu. Untuk mengetahui mana yang tepat untuk Anda, sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter.
  • Pastikan kalau anak-anak juga mendapatkan vaksin. Pneumonia pada anak juga dapat dicegah dengan cara vaksin. Biasanya vaksin yang diberikan pada anak yang berusia di bawah 2 tahun dengan anak yang berusia 2-5 tahun berbeda. Pneumonia pada anak cukup berbahaya, itu sebabnya sebaiknya segera berikan vaksin pada si kecil dan diskusikan hal ini pada dokter anak Anda.
  • Menerapkan pola hidup yang bersih. Pneumonia adalah penyakit infeksi. Untuk mengurangi risiko, Anda harus menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan. Sering-seringlah untuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir agar bakteri dan virus tak menempel di permukaan kulit.
  • Jauhi rokok. Kebiasaan ini hanya akan membuat saluran pernapasan Anda terinfeksi, termasuk organ paru.
  • Melakukan pola hidup yang sehat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan Anda secara menyeluruh. Selain itu, dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan berolahraga rutin, Anda akan memiliki sistem kekebalan yang kuat dan mampu menangkal berbagai zat asing masuk ke dalam tubuh.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan untuk Mengatasi Demam pada Anak

Mengatasi demam pada anak tidak boleh sembangan. Beberapa hal ini sebaiknya Anda hindari karena tidak efektif untuk meredakan demam.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 15/04/2020 . 3 menit baca

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 1 menit baca

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 09/04/2020 . 4 menit baca

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Demam pada anak adalah tanda tubuh sedang melawan bakteri. Anda cukup melakukan cara alami ini untuk mengatasi demam pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 09/04/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 7 menit baca
mimpi buruk saat demam

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
dampak menghirup udara kotor

Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020 . 6 menit baca
selulitis pada anak

Bagaimana Selulitis Terjadi pada Anak dan Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 4 menit baca