Flu (Influenza)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa yang dimaksud dengan flu (influenza)?

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini biasanya datang secara tiba-tiba dan berlangsung selama 7-10 hari.

Penyakit ini biasanya bisa sembuh dengan sendirinya tanpa harus minum obat flu. Anda juga bisa menggunakan obat-obatan flu alami untuk meredakan gejalanya.

Pada negara-negara beriklim sedang, influenza biasanya terjadi secara musiman pada saat memasuki musim dingin atau penghujan. Sementara itu, di negara-negara beriklim tropis, kondisi ini mungkin dapat terjadi sepanjang tahun.

Bagi orang tua, balita, dan orang dengan imunitas lemah, kondisi ini bisa berlangsung lebih parah, bahkan kadang berisiko mengakibatkan kematian akibat komplikasi yang muncul.

Tipe lain dari influenza adalah flu babi (HIN1), flu burung (H5N1, H7N9), dan lain-lain.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa terjadi pada semua orang dari segala usia. Setiap tahun terdapat 10-15% kasus influenza, memengaruhi 250.000 – 500.000 orang.

Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa terkena flu sebanyak 6-7 kali per tahun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa sajakah tanda-tanda dan gejala dari flu?

Gejala flu umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24-48 jam setelah terpapar virus. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3-5 hari.

Beberapa gejala flu, antara lain:

  • Panas tinggi (sampai atau bahkan lebih dari 40°C)
  • Mengigil
  • Nyeri otot
  • Merasa sangat lemah atau lelah
  • Sakit kepala
  • Mata berair dan panas
  • Batuk dan bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Sakit perut (lebih sering pada anak-anak dibandingkan orang dewasa)
  • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu.

Mungkin ada beberapa tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda mempunyai kekhawatiran mengenai gejala influenza, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus ke dokter?

Kebanyakan orang yang terkena penyakit ini dapat melakukan pengobatan mandiri di rumah dan tidak perlu ke dokter.

Jika Anda menunjukkan gejala-gejala yang berisiko memicu komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi durasi terjadinya influenza. Antivirus juga bisa mencegah masalah yang lebih serius.

Penyebab

Apa penyebab flu?

Penyebab utama flu adalah virus influenza. Terdapat empat jenis virus influenza, yaitu tipe A, B, C dan D.

Influenza A dapat menyebabkan pandemi di seluruh dunia. Flu burung dan flu babi termasuk ke dalam jenis ini. Sementara itu, influenza B juga dapat menyebabkan epidemi flu musiman, tapi penyakit ini hanya menyerang manusia.

Influenza C bersifat lebih ringan dan tidak akan menciptakan wabah atau pandemi. Satu lagi, tipe D adalah virus yang sering kali menyerang ternak dan kemungkinan besar tidak menginfeksi manusia.

Bagaimana cara penularan virus flu?

Penularan virus flu biasanya terjadi akibat menghirup udara yang sudah terkontaminasi virus dari orang lain yang terinfeksi (misalnya melalui batuk atau bersin). Anda juga bisa tertular karena menyentuh benda yang sudah terpapar virus.

Orang yang terkena virus influenza mungkin menularkan penyakitnya bahkan sebelum mereka merasakan gejala. Kecenderungan menularkan virus itu berlanjut sejak gejala awal muncul hingga lima hari kemudian.

Anak-anak dan orang-orang dengan sistem kekebalan lemah mungkin menularkan virus tersebut untuk waktu yang lebih lama.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya kena penyakit ini?

Berikut ini ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda untuk terinfeksi virus influenza penyebab flu:

1. Usia

Influenza musiman cenderung menyerang balita dan orang tua. Kondisi ini umumnya menyerang anak-anak di bawah 1 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.

2. Kondisi tempat tinggal

Orang yang tinggal di fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo atau asrama, lebih sering terkena influenza. Orang yang dirawat di rumah sakit juga berisiko tinggi.

3. Sistem kekebalan tubuh lemah

Pengobatan kanker, obat antipenolakan, kortikosteroid, dan HIV/AIDS bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Hal ini bisa membuat Anda lebih mudah tertular influenza dan bisa juga meningkatkan risiko terkena komplikasi.

4. Penyakit kronis

Kondisi kronis, seperti asma, diabetes, atau jantung, bisa meningkatkan risiko Anda terjangkit komplikasi akibat influenza.

5. Hamil

Wanita hamil lebih mungkin untuk terjangkit komplikasi influenza, terutama dalam trimester kedua dan ketiga. Wanita yang baru melahirkan hingga dua minggu setelahnya juga berisiko mengalami komplikasi yang berhubungan dengan flu.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat influenza?

Jika Anda berusia muda dan sehat, influenza adalah kondisi yang tidak serius. Meskipun Anda mungkin merasa tidak nyaman ketika menghadapinya, influenza biasanya pergi dalam satu atau dua minggu tanpa efek apa pun.

Namun, komplikasi akibat influenza mungkin saja terjadi jika Anda termasuk ke dalam orang yang berisiko tinggi.

Menurut situs pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika (CDC), orang-orang dengan berat badan berlebih, memiliki penyakit kronis, dan berusia di bawah 19 tahun yang mengonsumsi aspirin dalam jangka panjang lebih berisiko mengalami komplikasi akibat flu.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, antara lain:

Pneumonia adalah komplikasi flu yang paling serius. Untuk orang tua dan orang dengan kondisi kronis, pneumonia dapat berakibat fatal.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukan merupakan pengganti anjuran medis. SELALU konsultasikan dengan dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk flu?

Beberapa pilihan pengobatan untuk menangani influenza adalah:

1. Obat-obatan medis

Flu tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik karena disebabkan oleh virus. Namun, ada beberapa obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejala flu atau obat antivirus agar Anda tak terlalu lama mengalami flu.

Beberapa pilihan obat flu, antara lain antinyeri dan penurun panas (paracetamol) serta obat batuk (dekongestan).

2. Pengobatan alami

Selain menggunakan obat-obatan medis, Anda juga bisa mencoba pengobatan flu alami yang sederhana, seperti menghirup uap hangat atau menggunakan minyak esensial.

Tes apa yang umum untuk mendiagnosis penyakit ini?

Dokter akan membuat diagnosis dari gejala-gejala yang Anda alami. Dokter juga bisa melakukan tes untuk memastikan diagnosis tersebut.

Tes tersebut bisa melibatkan sampel cairan dari ingus atau menggunakan sampel darah. Dokter juga bisa meminta rontgen dada untuk mengecek adanya pneumonia (komplikasi).

Pengobatan Rumahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang membantu mengatasi influenza?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah yang bisa membantu Anda mengatasi penyakit ini adalah:

  • Mandi air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas bisa membantu meringankan nyeri otot.
  • Menghirup uap hangat, misalnya dengan vaporizer dapat membantu mengencerkan ingus yang menyumbat hidung.
  • Berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur bisa meringankan sakit tenggorokan.
  • Minum air yang banyak adalah yang paling penting.
  • Perbanyak cairan dalam tubuh: minum 2 liter air putih setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang
  • Konsumsi suplemen atau vitamin untuk daya tahan tubuh
  • Istirahat yang cukup
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit

Sebelum meminum obat ataupun suplemen, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi Anda, sekalipun itu obat bebas.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah flu?

Menurut World Health Organization atau WHO, cara terbaik untuk terhindar dari penyakit ini adalah dengan mendapatkan vaksinasi flu. Virus flu adalah jenis virus yang akan berevolusi secara terus-menerus. Itu sebabnya, WHO juga membuat rekomendasi untuk terus memperbaharui bahan-bahan vaksin.

WHO menganjurkan vaksinasi tahunan untuk kelompok berisiko tinggi, termasuk petugas kesehatan. Idealnya, vaksin ini dilakukan sebelum musim flu dimulai. Namun, mendapatkan vaksinasi kapan pun masih dapat membantu Anda terhindar dari sakit flu.

Jika Anda mempunyai pertanyaan terkait pencegahan flu, silahkan konsultasikan dengan dokter Anda yang mengerti solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah iritasi kulit yang tidak berbahaya bagi kesehatan tetapi dapat mengganggu. Dermatitis kontak adalah penyakit yang disebabkan oleh paparan kulit terhadap penyebab iritasi (iritan), seperti bahan kimia pada kosmetik atau tanaman beracun. Simak lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan obat dermatitis kontak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Dermatitis 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Imunisasi penting untuk mencegah si kecil terkena penyakit berbahaya di kemudian hari. Untuk lebih jelasnya, berikut semua hal yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Daftar Imunisasi Anak yang Harus Diulang

Pemberian imunisasi lengkap pada bayi sangat diperlukan untuk melindunginya dari penyakit. Bahkan, ada imunisasi yang harus diulang pemberiannya. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Anak, Parenting 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kutil kelamin, obat kutil, cara menghilangkan kutil, obat kutil alami

Kutil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 8 menit
penyakit kulit menular

Ragam Penyakit Kulit Menular Beserta Penyebab dan Gejalanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit
Vaksin Flu dan COVID-19

Flu dan Potensi Imunitas terhadap COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
covid-19 vaksin yang terburu-buru

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit