home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Hati-Hati! Ini 10 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Hati-Hati! Ini 10 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

Ciuman bibir yang menjadi tanda kasih sayang atau ekspresi romantis pada pasangan ternyata memiliki efek samping. Pasalnya, air liur di dalam mulut dapat menjadi media penularan mikroorganisme penyebab penyakit, seperti bakteri dan virus.

Beberapa penyakit menular seksual pun bisa menyebar melalui ciuman bibir. Jadi, Anda dan pasangan harus berhati-hati terhadap efek dari ciuman bibir ini. Maka itu, ketahuilah berbagai infeksi yang bisa ditularkan melalui ciuman bibir dalam ulasan ini.

Penyakit yang jadi efek samping dari ciuman bibir

Beberapa studi menunjukkan bahwa ciuman bibir memiliki manfaat kesehatan, seperti melancarkan aliran darah dan meningkatkan produksi oksitosin yang membangun emosi positif.

Di samping itu, dibandingkan dengan aktivitas seksual lainnya, risiko virus penyakit menular seksual menyebar melalui ciuman bibir terbilang lebih rendah.

Namun, beberapa penyakit infeksi lain bisa menyebar dengan mudah melalui air liur atau luka terbuka di dalam mulut, apalagi saat terjadi kontak langsung seperti dari ciuman bibir.

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa muncul akibat dari berciuman bibir:

1. Influenza

flu

Virus influenza penyebab flu menular secara cepat dari satu orang ke orang lainnya.

Penyakit ini umumnya ditularkan melalui udara ataupun percikan air liur (droplet) orang yang terinfeksi ketika batuk, bersin, ataupun berbicara.

Ciuman bibir yang memungkinkan kontak langsung antar air liur tentunya bisa dengan mudah membuat seseorang terpapar virus ini.

Maka dari itu, saat Anda sedang flu, sebaiknya hindari dulu kontak erat dengan pasangan Anda untuk mencegah penularan virus.

Flu sebagai salahs atu penyakit akibat ciuman bibir ini memiliki gejala seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, hingga kelelahan.

2. Gondongan

obat gondongan ampuh

Gondongan adalah infeksi virus yang menyerang kelenjar ludah sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan. Ciuman bibir dapat membuat seseorang lebih mudah terpapar virus penyebab penyakit ini.

Selain itu, gondongan juga menyebar dari orang yang terinfeksi melalui udara ketika sedang pilek, batuk, ataupun bersin.

Gejala penyakit yang menjadi efek dari ciuman bibir ini adalah demam, sakit kepala, pegal linu, dan bengkak di bawah kedua pipi.

3. Mononukleosis

mononukleosis demam kelenjar adalah

Mononukleosis atau demam kelenjar adalah penyakit yang penularan utamanya terjadi lewat air liur saat melakukan ciuman bibir. Oleh sebab itu, penyakit ini juga dikenal dengan nama penyakit ciuman.

Selain merupakan efek samping dari ciuman bibir, virus Epstein-Barr (EBV) penyebab mononukleosis juga dapat ditularkan saat bersin, batuk, atau berbicara.

Studi dari Clinical Immunology menjelaskan bahwa infeksi virus EBV menyerang kelenjar getah bening sehingga bisa menyebabkan pembengkakan di sekitar leher atau limfadenopati.

4. Penyakit gusi

sakit gusi

Penyakit lain yang juga bisa muncul akibat ciuman bibir tidak lain adalah infeksi mulut seperti penyakit gusi.

Ada ratusan bakteri di dalam mulut yang dapat berkembang karena jarang menyikat gigi. Bahkan lama kelamaan, bakteri di dalam mulut dapat membentuk plak.

Plak bisa tumbuh di bawah garis gusi sehingga menyebabkan penyakit gusi yang juga dikenal sebagai periodontitis dan gingivitis (radang gusi).

Ciuman bibir memang tidak secara langsung menimbulkan penyakit gusi.

Akan tetapi, ciuman bibir dapat menjadi media transmisi perpindahan bakteri yang menginfeksi mulut sehingga menyebabkan penyakit gusi.

5. Herpes labialis (herpes oral)

penyebab herpes kulit

Herpes labialis atau oral merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks.

Gejalanya ditandai dengan munculnya lenting atau luka melepuh, terutama di sekitar mulut dan bagian wajah di sekitarnya.

Penularan penyakit ini berlangsung melalui kontak langsung dengan bagian kulit yang terinfeksi, luka herpes, atau selaput lendir pada air liur.

Kemungkinan besar penularan herpes di mulut merupakan efek samping dari ciuman bibir, meskipun bisa juga menyebar melalui seks oral.

Bagi Anda yang terinfeksi herpes dan sedang mengalami gejala, sebaiknya menghindari melakukan ciuman bibir sampai luka herpes benar-benar sembuh.

Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan herpes melalui ciuman.

6. Meningitis

Penyakit meningitis TB tuberkulosis efek samping ciuman bibir

Penyakit selanjutnya yang bisa menyebar akibat dari ciuman bibir adalah meningitis atau radang selaput otak. Banyak jenis virus, bakteri, jamur, dan parasit yang bisa menyebabkan meningitis.

Mikroorganisme tersebut menginfeksi membran pelindung yang menutupi otak dan sistem saraf tulang belakang sehingga menimbulkan peradangan.

Berciuman bibir dapat menjadi cara penularan meningitis akibat kontak langsung dengan air liur yang terinfeksi.

Efek samping dari ciuman bibir juga memudahkan penularan kuman penyebab meningitis masuk ke sel-sel pernapasan dan selanjutnya berpindah ke selaput otak.

7. Hepatitis B

Perempuan mengalami gejala hepatitis efek samping ciuman bibir

Efek samping ciuman bibir berisiko menyebabkan penularan virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B umumnya dapat menular melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti air mani dan darah saat melakukan hubungan intim

Penularan dari ciuman bibir sebenarnya belum pasti dan kemungkinannya kecil, tetapi terdapat risikonya.

Seseorang mungkin terinfeksi akibat berciuman bibir karena air liur yang mengandung HBV berkontak langsung dengan darah pada luka terbuka di dalam mulut.

Untuk itu, Anda sebaiknya menghindari ciuman bibir ketika memiliki sariawan atau luka lain pada mulut.

8. Sifilis

sifilis efek samping ciuman bibir

Sifilis merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini memang lebih umum menular melalui seks oral, vagina, dan anal.

Namun, sifilis dapat menyebabkan luka terbuka di mulut yang mana dapat menjadi jalan keluar bakteri penyebab sifilis untuk menginfeksi orang lain.

Ciuman bibir yang dalam, seperti french kiss, memungkinkan pasangan menyentuh luka terbuka tersebut dengan lidahnya sehingga meningkatkan risiko paparan terhadap virus.

Sifilis dapat menyebabkan gejala parah seperti ruam kulit, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kerontokan rambut.

Saat penyakit sudah berkembang cukup parah, Anda perlu menjalani pengobatan sifilis dengan antibiotik.

9. Infeksi HPV (human papillomavirus)

bahaya hpv

HPV adalah singkatan dari human papillomavirus. Infeksi virus ini dapat menyebabkan kanker di kemudian hari.

Cara paling umum untuk menularkan virus HPV aladah melalui hubungan seksual.

Meskipun jarang terjadi, terdapat risiko bagi seseorang untuk menularkan virus HPV melalui air liur sebagai akibat dari ciuman bibir.

HPV yang menginfeksi tenggorokan dan mulut dan dapat menyebabkan kanker pada orofaring, belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel.

10. Flu singapura

komplikasi akibat flu influenza

Flu singapura atau bahasa medisnya hand foot and mouth disease merupakan penyakit yang sangat menular.

Penyakit ini disebabkan oleh virus coxsackie dan bisa menyebar melalui luka terbuka di mulut, air liur, dan tinja.

Gejala yang biasa ditimbulkan dari penyakit yang merupakan efek samping dari ciuman bibir ini adalah demam disertai sakit leher, pilek, dan ruam pada bagian mulut, tangan dan kaki.

Cara mencegah penularan penyakit akibat ciuman bibir

obat kumur untuk mulut dan gigi

Upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan mulut agar terhindar dari berbagai efek samping ciuman bibir, yaitu:

  • Tidak melakukan ciuman apabila Anda atau pasangan memiliki luka pada bagian bibir ataupun mulut.
  • Rutin menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride minimal 2 kali per hari.
  • Ganti sikat gigi Anda atau kepala sikat gigi setiap 3-4 bulan sekali.
  • Sikat lidah Anda untuk menghilangkan bakteri sekaligus membuat napas lebih segar.
  • Gunakan obat kumur untuk mencegah pertumbuhan plak, karang gigi, atau infeksi kuman berbahaya lainnya.
  • Mengurangi makan makanan yang mengandung banyak gula.
  • Kunjungi dokter gigi satu sampai dua kali setahun untuk memeriksa dan membersihkan gigi.

Setiap aktivitas seksual memiliki risiko kesehatan tertentu, termasuk dengan ciuman bibir. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak boleh berciuman dengan pasangan.

Mengetahui jenis infeksi yang menjadi efek samping dari ciuman justru penting untuk mencegah penyakit menular ke pasangan maupun diri Anda sendiri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Limeres Posse, J., Diz Dios, P., & Scully, C. (2017). Viral Diseases Transmissible by Kissing. Saliva Protection and Transmissible Diseases, 53–92. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-813681-2.00004-4

Balfour, H. H., Jr, Dunmire, S. K., & Hogquist, K. A. (2015). Infectious mononucleosis. Clinical & translational immunology, 4(2), e33. https://doi.org/10.1038/cti.2015.1

World Health Organization. (2020). Hepatitis B. Retrieved 28 January 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b

Cleveland Clinic. (2021). Oropharyngeal Human Papilloma Virus (HPV) Infection. Retrieved 28 January 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15010-oropharyngeal-human-papilloma-virus-hpv-infection

Mayo Clinic. (2021). Mononucleosis – Diagnosis and treatment. Retrieved 28 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mononucleosis/diagnosis-treatment/drc-20350333

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 15/01/2021
x