Mengulik Lebih Dalam Berbagai Fungsi dan Jenis Tes Urine (Urinalisis)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Ada beragam pilihan tes yang dapat dilakukan untuk memeriksa organ-organ di tubuh Anda. Jenis pemeriksaan yang sering digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan adalah tes urine yang penting bagi sistem urologi (perkemihan) Anda.

Yuk, kenali fungsi pemeriksaan urine dan apa saja jenis dari pengujian air kencing berikut ini!

Apa itu tes urine?

tes ph urine

Tes urine (urinalisis) adalah metode pemeriksaan yang menggunakan urine sebagai pendeteksi adanya gangguan dalam tubuh. Uji sampel urine biasanya dilakukan untuk mendiagnosis penyakit yang berkaitan dengan saluran kemih. 

Sebagai contoh, infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, hingga diabetes diperiksa lewat tes ini. Anda mungkin juga akan menjalani pemeriksaan ini ketika dirawat di rumah sakit, sebelum operasi, atau ketika sedang hamil. 

Urinalisis umumnya memeriksa warna, konsentrasi, komposisi, hingga bau urine. Hasil urinalisis yang menunjukkan adanya ketidaknormalan sering memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap penyebabnya. 

Fungsi tes urine

Proses pembentukan urine tidak terjadi begitu saja, melainkan melibatkan ginjal, ureter, kandung kemih, serta uretra. Organ-organ tersebut adalah bagian dari saluran kemih yang berperan penting dalam menyaring limbah dan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit. 

Apabila salah satu atau beberapa dari komponen tersebut rusak, tentu akan memengaruhi urine. Baik itu, volume, warna, tekstur, hingga kandungan di dalamnya.

Makaa dari itu, tes urine diperluka untuk menilai, apakah ada perubahan pada urine yang berkaitan dengan penyakit tertentu. Berikut ini beberapa fungsi dari prosedur uji urine.

  • Bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin.
  • Mendiagnosis masalah kesehatan jika mengalami gejala tertentu.
  • Memantau kondisi kesehatan jika telah didiagnosis menderita penyakit.
  • Menilai fungsi ginjal sebelum operasi.
  • Memantau perkembangan kehamilan yang tidak normal, seperti diabetes gestasional.

Ciri-ciri Urine yang Normal Menurut Warna, Bau, dan Jumlahnya

Apa saja yang perlu dipersiapkan? 

Jika hanya akan menjalankan prosedur urinalisis, Anda biasanya diperbolehkan makan dan minum sebelum tes urine dilakukan. Apabila Anda melakukan pengujian lain pada waktu yang bersamaan, berpuasa dalam jangka waktu tertentu mungkin perlu dilakukan.

Anda tidak perlu khawatir mengingat dokter akan memberitahu instruksi yang jelas mengenai hal yang perlu dipersiapkan sebelum pemeriksaan.

Adakalnya obat dan suplemen, baik dari resep maupun tanpa resep dokter, memengaruhi hasil tes. Oleh sebab itu, konsultasikan ke dokter tentang obat, vitamin, atau suplemen yang Anda konsumsi sebelum uji urine. 

Bagaimana tes urine dilakukan?

warna urine

Sampel untuk tes urine biasanya dilakukan tergantung kondisi Anda, entah itu dilakukan di rumah atau ruangan dokter. 

Pada umumnya, dokter akan memberikan wadah untuk sampel urine dan Anda diminta untuk mengambil sampel pada pagi hari dan diambil urin pancaran tengah. Anda dapat memulai mengambil sampel air kencing dengan langkah berikut ini. 

  • Buang air kecil sedikit di toilet (pancaran pertama).
  • Letakkan wadah ke dekat aliran urine.
  • Kumpulkan urine sekitar 30-59 ml ke dalam wadah pada pancaran kedua.
  • Tuntaskan buang air kecil.
  • Berikan sampel urine sesuai petunjuk dokter.

Sampel urine biasanya akan efektif digunakan dalam pengujian jika dibawa ke rumah sakit dalam waktu 60 menit setelah pengambilan. Jika tidak memungkinkan, sebaiknya sampel dimasukkan ke dalam lemari es atau ditambahkan pengawet sesuai anjuran dokter. 

Jenis tes urine

Selama urinalisis berlangsung, sampel urin Anda yang telah diletakkan di dalam wadah akan diperiksa melalui cara berikut ini:

Pemeriksaan visual

Selama tes visual urine, petugas laboratorium akan mengamati tampilan urine secara langsung. Hal ini meliputi beberapa hal, mulai dari tingkat kejernihan, bau, hingga warna urine. 

Salah satu tanda Anda mengalami penyakit tertentu yang ditunjukkan lewat visual urine adalah kencing berbusa dan berbau tidak sedap. 

Pemeriksaan mikroskopis

Dengan bantuan mikroskop, jenis tes urine ini ternyata tidak dilakukan oleh semua orang. Pemeriksaan mikroskopis biasanya akan dilakukan ketika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya hal yang tidak biasa pada pemeriksaan visual atau dipstick. 

Pengujian ini akan menganalisis sedimen urine, yaitu air kencing yang zat kimianya telah terpisah dengan memusatnya beberapa senyawa di dasar tabung. Cairan di atas tabung kemudian akan dibuang dan tetesan urine yang tersisa akan diperiksa dengan bantuan mikroskop.

Berikut ini beberapa senyawa yang dianggap penting dalam pemeriksaan mikroskopis.

Begini Akibat Jika Anda Terlalu Sering Menahan Kencing

Tes dipstick

Tes dipstick adalah pemeriksaan urine yang menggunakan stik plastik tipis dan dimasukkan ke dalam sampel urine Anda. Stik plastik biasanya akan berubah warna jika ada zat tertentu dengan kadar berlebihan yang terkandung dalam urine. 

Metode ini biasanya dilakukan untuk mendeteksi beberapa hal, seperti:

Keasaman (pH)

Tes tingkat pH urine adalah pemeriksaan yang digunakan untuk mengukur keasaman dan basa urine Anda. Tes ini adalah prosedur yang sederhana dan tidak menyakitkan. 

Beberapa penyakit, diet, dan obat akan memengaruhi kadar asam atau basa urine Anda, seperti:

  • Acetazolamide,
  • Amonium klorida,
  • Methenamine mandelate,
  • Potassium citrate,
  • Natrium bikarbonat, dan
  • Diuretik tiazid.

Tingkat keasaman atau basa yang tidak normal biasanya menunjukkan adanya penyakit ginjal atau masalah pada saluran kencing. 

Konsentrasi atau kekentalan urine

Pemeriksaan ini biasanya hanya memperlihatkan seberapa pekat urine Anda. Semakin kental urine, artinya semakin sedikit cairan yang didapatkan tubuh dari minuman. 

Sementara itu, ketika Anda minum air dalam jumlah banyak dalam waktu singkat atau mendapatkan infus cairan, urine mungkin akan terlihat seperti air biasa. 

Selain kedua komponen tersebut, ada beberapa senyawa lainnya yang juga turut diperhatikan saat tes dipstik. 

  • Protein, urine yang mengandung protein pertanda ada masalah ginjal.
  • Gula yang mengindikasikan Anda menyandang diabetes, tetapi dibutuhkan pemeriksaan lanjutan.
  • Bilirubin, yang seharusnya dibawa oleh darah untuk disalurkan ke hati.
  • Darah, yang umumnya menjadi gejala sakit ginjal dan kandung kemih.

Tes urine bisa dilakukan sendiri maupun digabungkan bersama dengan pemeriksaan lainnya. Dokter nantinya menentukan pemeriksaan mana yang sesuai dengan kebutuhkan dan kondisi Anda.

Jenis tes urine lainnya

medical checkup

Tes urine (urinalisis) tidak hanya dilakukan untuk mendeteksi penyakit urologi, melainkan masalah kesehatan lainnya. Selain ketiga tahapan urinalisis yang telah disebutkan, ada pemeriksaan urine lainnya yang ternyata cukup penting, yaitu uji urine katekolamin. 

Pemeriksaan urine katekolamin adalah prosedur yang dilakukan untuk mengukur jumlah beberapa hormon dalam urine, yaitu:

  • epinephrine,
  • norepinephrine,
  • metanephrine, dan
  • dopamine.

Katekolamin ini terbuat dari jaringan saraf, otak, dan kelenjar adrenal. Hormon ini juga membantu tubuh merespon stres atau ketakutan dan mempersiapkan tubuh terhadap reaksi fight or flight

Katekolamin juga dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, pernapasan, hingga tingkat kewaspadaan Anda. Selain itu, hormon ini juga menurunkan jumlah darah ke kulit dan usus, serta meningkatkan aliran darah ke organ penting lainnya.

Tes urine katekolamin ini diperlukan untuk melihat gejala dari pheochromocytoma, yaitu jenis tumor yang tumbuh pada kelenjar adrenal. Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa tumor ini bersifat jinak, alias bukan kanker. 

Walaupun demikian, pheochromocytoma tetap perlu diangkat karena dapat mengganggu fungsi normal adrenal. 

Selain mendeteksi adanya tumor, pemeriksaan ini juga dianjurkan untuk anak-anak yang diduga mengalami neuroblastoma. Pasalnya, penyakit ini sering dimulai di kelenjar adrenal, sehingga dapat meningkatkan jumlah katekolamin. 

Prosedur dari uji urine ini mirip dengan urinalisis pada umumnya. Namun, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak mengonsumsi makanan tertentu sebelum melakukan pemeriksaan.

Dengan demikian, hasil uji urine mungkin tidak akan terganggu oleh senyawa dari makanan yang Anda konsumsi.

Urologis, Dokter Spesialis yang Menangani Masalah Urologi

Cara membaca hasil tes urine

cek penuaan dengan tes urine

Pada dasarnya, hasil tes urine akan dijelaskan secara rinci oleh dokter Anda. Oleh sebab itu, Anda tidak perlu khawatir karena dokter akan memberitahu dalam bahasa yang mudah dimengerti. 

Begini, hasil dari uji urine sebenarnya memiliki banyak interpretasi. Temuan yang tidak biasa adalah sebuah peringatan bahwa ada sesuatu yang salah dan perlu didiagnosis lebih lanjut. 

Sebagai contoh, pemeriksaan pH urine akan menunjukkan kadar asam-basa dalam urine Anda. Nilai rata-rata pH urine adalah 6,0. Namun, angka tersebut juga bisa berubah antara 4,5-8,0. 

Jika hasil pH urine Anda berada di bawah 5,0 artinya urine bersifat asam. Sementara itu, hasil yang lebih tinggi dari 8,0 menandakan sifat basa. Apabila angkanya tergolong rendah, Anda mungkin berisiko terhadap batu ginjal. 

Oleh sebab itu, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kondisi kesehatan Anda. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hasil Tes Urine Menunjukkan Adanya Sel Darah Putih (Leukosit), Apa Artinya?

Pada hasil tes urine, Anda mungkin mendapati sel darah putih (leukosit) dalam urine. Beberapa kondisi berikut ini adalah penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Urine adalah hasil buangan dalam tubuh dan jika ada sel epitel dalam urine. Apa artinya dan berbahayakah? Simak penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Urologi 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Apa Itu Pemeriksaan Kreatinin dan Bagaimana Prosedurnya?

Kreatinin adalah produk limbah kimia hasil metabolisme otot yang digunakan selama kontraksi. Apa gunanya pemeriksaan kreatinin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Urologi 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

uretritis non gonore

Uretritis Non-Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
uretritis gonore adalah

Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit