Meski Terdengar Mirip, Ini Perbedaan Ureter dan Uretra

    Meski Terdengar Mirip, Ini Perbedaan Ureter dan Uretra

    Meski terdengar mirip, ureter dan uretra memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Bagian dari sistem urologi (perkemihan) ini tentu memiliki fungsi dan masalah yang berbeda. Lantas, apa yang membedakan ureter dan uretra?

    Perbedaan ureter dan uretra

    Memahami Penyakit Batu Saluran Kemih yang Harus Diwaspadai

    Pada dasarnya, ureter dan uretra merupakan bagian dari sistem kemih yang berperan penting dalam menyaring darah dan menghasilkan urine. Selain uretra dan ureter, organ sistem kemih meliputi ginjal dan kandung kemih.

    Untuk lebih jelasnya, ada beberapa hal yang menjadi perbedaan antara uretra dan uretra. Di bawah ini masing-masing penjelasan soal ureter dan uretra.

    Ureter

    Ureter adalah organ sistem kemih yang terdiri dari dua tabung tebal. Salah satu perbedaan yang terlihat antara ureter dan uretra adalah fungsinya.

    Kedua tabung ureter berfungsi mengangkut urine dari ginjal menuju kandung kemih. Masing-masing memiliki panjang sekitar 25 – 30 centimeter (cm) dengan diameter 3 – 4 milimeter (mm).

    Berkat otot dinding ureter yang terdiri dari epitel transisi, organ kemih lainnya dapat mengencang dan mengendur agar urine bisa turun dan melewati ginjal.

    Bila urine kembali naik, atau dibiarkan diam, Anda mungkin berisiko mengalami infeksi ginjal. Itu sebabnya, urine dalam jumlah kecil akan dikosongkan ke dalam kandung kemih dari ureter setiap 10 – 15 detik.

    Penyakit pada ureter

    Selain fungsi, perbedaan lain antara ureter dan uretra terletak pada masalah yang dapat terjadi pada organ ini, yaitu penyumbatan (striktur) ureter dan kanker ureter.

    Dibandingkan uretra, penyakit yang kerap dialami ureter jauh lebih sedikit. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ureter berisiko terhadap penyakit lainnya.

    Uretra

    Uretra adalah saluran yang berperan penting dalam mengeluarkan urine dari tubuh, yang mana berbeda dengan ureter yang menjauhkan urine dari ginjal. Perbedaan antara ureter dan uretra pun terletak pada cara kerja dan jumlah tabung yang dimiliki.

    Pada saat urine mencapai uretra, otak akan memberi sinyal pada otot kandung kemih untuk mengencang. Hal ini nantinya membuat tubuh memeras urine keluar dari kandung kemih.

    Sementara itu, otak juga mengirim sinyal pada otot sfingter agar lebih rilek, sehingga urine keluar dari kandung kemih melalui uretra. Bila pengiriman sinyal terjadi dalam urutan yang benar, buang air kecil yang normal pun akan terjadi.

    Perlu diingat bahwa semua proses di atas terjadi di bawah kendali kesadaran Anda, kecuali pada bayi, lansia, dan pasien cedera atau penyakit tertentu.

    Perbedaan bentuk uretra wanita dan pria

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, fungsi uretra memungkinkan urine keluar dari tubuh. Namun, bagian dari saluran kemih ini memiliki fungsi tambahan pada pria. Pasalnya, uretra digunakan sebagai saluran air mani ketika pria berejakulasi.

    Proses tersebut melibatkan jalur yang kompleks dengan melepaskan air mani dari duktus deferensi untuk ejakulasi. Itu sebabnya, uretra pada wanita dan pria berbeda.

    Wanita

    Panjang uretra pada wanita jauh lebih pendek daripada pria, yaitu berkisar 4 cm. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan anatomi kelamin wanita (vagina) dan pria (penis) pada daerah tersebut.

    Pria

    Sementara itu, ukuran uretra pria jauh lebih panjang, yakni sekitar 20 cm karena harus melintasi panjangnya organ penis. Fungsinya pun tak cuma keluarkan urine, tapi juga saluran air mani selama ejakulasi saat berhubungan seksual.

    Penyakit pada uretra

    Pada kondisi tertentu, uretra dapat mengalami masalah akibat sejumlah faktor. Beberapa masalah pada uretra di antaranya:

    Pengobatan

    Artikel Kesehatan Seputar Penyakit Urologi Lainnya

    Bila ureter atau uretra mengalami suatu masalah, dokter biasanya menyarankan untuk menjalani pemeriksaan urologi untuk mengetahui penyebabnya.

    Setelah itu, Anda mungkin akan dihadapkan beberapa pilihan pengobatan untuk mengatasi kedua masalah sistem kemih ini, antara lain:

    • kateterisasi, yaitu mengeringkan kandung kemih,
    • pelebaran uretra untuk meningkatkan aliran urine,
    • uretroplasti yang memperbaiki atau merekonstruksi uretra,
    • implantasi stent, yakni memasang tabung sementara di dalam uretra, dan
    • kateter permanen.

    Ureter dan uretra merupakan bagian dari sistem urologi yang berperan penting dalam mengeluarkan urine dan limbah lainnya. Bila salah satu di antara keduanya mengalami masalah, risiko berbagai penyakit pun bisa terjadi.

    Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter urologi (urologis) untuk mendapatkan solusi yang tepat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Ureter and Urethra Conditions and Treatments. (2021). Cedars Sinai. Retrieved 19 May 2021, from https://www.cedars-sinai.org/programs/urology-academic-practice/clinical/general/ureter-urethra.html 

    Chow, S. (2019). What is urethra. News Medical-net. Retrieved 19 May 2021, from https://www.news-medical.net/health/What-is-the-Urethra.aspx 

    Anatomy of the Urinary System. (n.d). John Hopkins. Retrieved 19 May 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/anatomy-of-the-urinary-system 

    Wakim, S., Grewal, M. (2021). 19.4: Ureters, Urinary Bladder, and Urethra. The Libretext Libraries. Retrieved 19 May 2021, from https://bio.libretexts.org/Bookshelves/Human_Biology/Book%3A_Human_Biology_(Wakim_and_Grewal)/19%3A_Urinary_System/19.4%3A_Ureters_Urinary_Bladder_and_Urethra 

    The Urinary Tract & How It Works. (2020). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Retrieved 19 March 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/urinary-tract-how-it-works

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui Aug 13, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro