Merasa Sakit Saat Berhubungan Seks? 9 Hal Ini Bisa Jadi Alasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Sakit atau nyeri saat berhubungan seks dapat terjadi karena berbagai alasan, mulai dari masalah fisik hingga kekhawatiran psikologis. Kondisi ini mungkin pernah dialami setiap orang yang sudah berhubungan seks setidaknya 1 kali dalam hidup.

Istilah medis untuk kondisi nyeri saat berhubungan seks adalah dispareunia. Supaya tahu lebih lanjut mengenai dispareunia, mari simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu dispareunia?

sakit saat berhubungan seks

Dispareunia adalah rasa sakit di alat kelamin yang dapat terjadi sebelum, selama, dan setelah berhubungan intim.

Menurut artikel dari StatPearls, ada sekitar 7-46% orang yang pernah mengalami dispareunia di Amerika Serikat.

Jika Anda bertanya-tanya kenapa saat berhubungan intim terasa sakit, biasanya ini dirasakan bagi yang pertama kali melakukannya, khususnya wanita.

Namun, penyebab sakit atau nyeri saat berhubungan seks bisa berbeda-beda pada setiap wanita.

Apa saja gejala sakit saat berhubungan seks?

sakit punggung

Rasa nyeri yang timbul saat Anda sedang berhubungan seks bisa jadi pertanda adanya kondisi kesehatan tertentu pada tubuh.

Idealnya, berhubungan seksual terasa menyenangkan bagi kebanyakan pasangan.

Akan tetapi, jika hubungan seks terasa  menyakitkan, gejala berikut ini mungkin Anda alami:

  • Nyeri hanya pada awal penetrasi.
  • Nyeri setiap kali penetrasi penis dan vagina, bahkan saat memasukkan tampon.
  • Sakit yang baru muncul saat berhubungan seksual, padahal sebelumnya tidak terasa nyeri.
  • Rasa sakit yang mendalam selama penetrasi.
  • Rasa sakit seperti panas atau nyeri.
  • Nyeri berdenyut setelah selesai melakukan aktivitas seksual.

Apabila rasa sakit tak kunjung hilang dan terus muncul setiap kali Anda melakukan hubungan intim, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Apa penyebab sakit saat berhubungan seks?

Pasangan mengalami masalah disfungsi seksual

Penyebab kenapa saat berhubungan intim terasa sakit mungkin akan berbeda-beda pada setiap orang.

Dalam banyak kasus, seorang wanita dapat merasakan sakit saat melakukan hubungan seks jika vagina tidak memiliki pelumas yang cukup.

Rasa sakit baru dapat diatasi jika wanita lebih rileks dan melakukan pemanasan alias foreplay sebelum penetrasi.

Pilihan lain untuk mengatasi sakit atau nyeri saat berhubungan intim juga bisa dengan menggunakan pelumas vagina tambahan.

Namun, tak menutup kemungkinan rasa sakit yang muncul merupakan pertanda dari kondisi kesehatan lain.

Berikut adalah berbagai penyebab sakit atau nyeri saat berhubungan seks:

1. Vaginismus

Vaginismus adalah kondisi ketika otot vagina menutup saat seks sehingga penetrasi sulit dilakukan.

Wanita dengan vaginismus biasanya mengalami ejang pada otot vagina. Kejang inilah yang membuat penetrasi terasa menyakitkan.

2. Infeksi vagina

Infeksi vagina juga bisa menjadi salah satu penyebab sakit saat berhubungan seks.

Salah satu jenis infeksi yang umum ditemukan adalah vaginosis bakterialis. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih di dalam vagina.

3. Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual juga dapat memicu timbulnya rasa sakit saat melakukan aktivitas seks.

Beberapa contoh penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan sakit saat melakukan seks adalah klamidia, gonore, serta herpes.

4. Menopause

Saat seseorang memasuki masa menopause, dinding vagina dapat kehilangan kelembapan normal dan menjadi kering.

Kondisi yang kering dalam vagina ini menyebabkan rasa nyeri ketika melakukan aktivitas seks apa pun.

5. Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi rahim, malah tumbuh di luar rahim.

Penyakit endometriosis tak hanya menyebabkan sakit atau nyeri saat berhubungan intim, tetapi juga rasa sakit saat menstruasi.

6. Penyakit radang panggul

Adanya penyakit radang panggul dapat membuat jaringan yang ada di dalam panggul menjadi memburuk dan meradang.

Terlebih lagi, tekanan selama melakukan hubungan seksual dapat semakin memperparah rasa sakit yang muncul.

7. Masalah pada leher rahim

Rasa nyeri saat berhubungan seks mungkin juga berkaitan dengan adanya masalah pada leher rahim (serviks).

Biasanya, kondisi ini ditandai dengan rasa sakit ketika penis masuk atau penetrasi secara maksimal dan mencapai serviks.

8. Trauma atau cedera pada vagina

Cedera ini termasuk robekan pada saat melahirkan atau robekan di area perineum yakni antara vagina dan anus selama persalinan (episiotomi).

Biasanya, rasa sakit timbul ketika aktivitas seks terlalu cepat dilakukan setelah operasi atau melahirkan.

Padahal, vagina membutuhkan waktu sampai benar-benar pulih sebelum dapat kembali melakukan penetrasi saat berhubungan seks.

9. Faktor psikologis

Emosi sangat berkaitan dengan aktivitas seksual dan mungkin memainkan peran dalam setiap nyeri seksual.

Dilansir dari Mayo Clinic, faktor emosional yang berpengaruh pada psikologis Anda sehingga memicu timbulnya rasa nyeri saat berhubungan seksual meliputi:

Masalah psikologis

Kecemasan, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, ketakutan mengenai hubungan seksual, hingga masalah dalam hubungan, dapat berkontribusi pada berhubungan seks.

Sedar atau tidak, berbagai masalah psikologis di atas bisa menyebabkan penurunan gairah dan ketidaknyamanan sehingga seks terasa menyakitkan.

Stres

Otot panggul Anda cenderung menyempit dan tidak rileks saat melakukan aktivitas seksual dengan kondisi stres.

Kondisi ini tentu akan menimbulkan rasa nyeri atau sakit saat berhubungan seks.

Riwayat pelecehan seksual

Kebanyakan wanita yang mengalami nyeri saat melakukan seks pernah mengalami pelecehan maupun kekerasan seksual.

Terkadang, rasanya cukup sulit untuk menilai apakah rasa sakit saat berhubungan seks diakibatkan oleh faktor fisik atau psikologis.

Namun, jika tidak diatasi, rasa sakit di awal dapat menyebabkan ketakutan berulang untuk melakukan hubungan seks lagi.

Hal inilah yang membuat Anda sulit rileks sehingga justru menimbulkan rasa sakit atau nyeri yang lebih parah saat berhubungan intim.

Bagaimana cara mengatasi rasa sakit saat berhubungan seks?

pasangan butuh sendiri

Saat melakukan pemeriksaan ke dokter, Anda mungkin ditanyai mengenai riwayat kesehatan dan gejala medis yang pernah dialami.

Setelah itu, dokter akan merekomendasikan beberapa tes tambahan untuk mengetahui secara pasti apa penyebab kondisi yang Anda alami.

Tes tersebut biasanya meliputi pemeriksaan panggul atau USG panggul.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab rasa sakit saat berhubungan seks.

Ambil contohnya, pada wanita yang memasuki masa menopause, dokter mungkin meresepkan obat oles dengan kandungan estrogen untuk menambah produksi pelumas pada vagina.

Selain obat-obatan, dokter juga bisa menyarankan Anda untuk mengikuti terapi lainnya, seperti:

1. Terapi desensitisasi

Terapi ini dilakukan dengan cara melatih agar vagina Anda bisa lebih rileks.

Dengan begitu, rasa nyeri saat berhubungan seks diharapkan dapat berkurang.

2. Terapi seks atau konseling

Mengalami kondisi dispareunia kemungkinan dapat berdampak negatif pada kondisi emosional dan kehidupan seks Anda.

Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda dengan psikolog dapat membantu.

Selain dengan mendapatkan penanganan medis, penting juga bagi Anda dan pasangan untuk bekerja sama agar masalah ini dapat dilalui.

Anda bisa berkomunikasi dengan pasangan mengenai cara lain berhubungan seks tanpa penetrasi.

Anda dan pasangan juga sebaiknya mengerti kondisi satu sama lain serta tidak saling memaksakan kehendak.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Selalu Ngantuk Sehabis Seks?

Kenapa selalu ngantuk sehabis seks? Ternyata bukan ego dan rasa malas penyebabnya. Yuk simak lengkap artikel berikut tentang ngantuk sehabis seks.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Banyak yang mengira bahwa air mani pria dan sperma adalah dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Ini faktanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Obat kuat sering dijadikan solusi untuk menunjang stamina pria di ranjang. Tapi apakah obat ini efektif? Adakah efek samping yang berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 16 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Benarkah Alkohol Membuat Pria Sulit Ereksi?

Pernahkah Anda mengalami kesulitan ereksi setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak? Apa efek alkohol terhadap kemampuan ereksi?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Impotensi 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
hubungan intim sebaiknya seminggu berapa kali sehari

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu Agar Tetap Intim?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
merangsang payudara

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
penurunan libido rendah

Penurunan Libido

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit