home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu agar Tetap Intim?

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu agar Tetap Intim?

Seks bisa dibilang sebagai salah satu pondasi utama untuk menjaga rumah tangga tetap awet, intim, dan harmonis. Ya, keintiman dan komunikasi adalah kebutuhan setiap insan yang menjalin cinta. Tak hanya memberikan kesenangan dan kenikmatan fisik semata, seks juga mendukung terciptanya hubungan yang lebih positif dan kuat. Namun, untuk mencapai semua itu, harus berapa kali sehari melakukan hubungan intim dalam seminggu?

Dalam seminggu, hubungan intim sebaiknya dilakukan berapa kali sehari?

seks di pagi hari

Hubungan intim alias seks memang sudah sering kali dikaitkan dengan pasangan yang bahagia.

Namun, tak sedikit yang mungkin masih bertanya-tanya, sebaiknya berapa kali sehari dalam seminggu Anda dan pasangan perlu melakukan hubungan intim.

Pasalnya, seiring berjalannya waktu, tak semua pasangan memiliki waktu luang yang sama seperti dulu waktu awal membina rumah tangga.

Karir dan kesibukan mungkin saja mulai menyita waktu.

Hal ini yang membuat Anda dan pasangan mulai memikirkan apakah jumlah hubungan intim yang dilakukan dalam seminggu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik dan emosional.

Sebuah studi yang diterbitkan jurnal Archives of Sexual Behavior melaporkan bahwa rata-rata orang dewasa di Amerika Serikat setidaknya berhubungan seks sebanyak 54 kali dalam setahun.

Itu artinya, orang Amerika rata-rata berhubungan seks seminggu sekali dalam setahun. Akan tetapi, angka di atas bukanlah tolak ukur yang menjadi sebuah keharusan.

Sebetulnya, tidak pernah ada patokan angka pasti untuk menentukan sebaiknya berapa kali sehari hubungan intim dilakukan dalam seminggu maupun setahun.

Penting dipahami bahwa frekuensi bercinta untuk setiap pasangan bisa dipengaruhi oleh banyak faktor berbeda.

Faktor tersebut mulai dari usia, kesibukan, gaya hidup, kesehatan, tingkat libido alami, hingga kualitas hubungan keseluruhan.

Itu sebabnya, standar “sering seks” setiap orang mungkin berbeda-beda. Ada pasangan yang butuh berhubungan intim setiap 2 hari sekali, 3-4 kali seminggu, hingga 1 kali dalam sebulan.

Semua ini sebenarnya masih tergolong normal dan sah-sah saja tergantung masing-masing pasangan.

Apalagi semakin tua usia Anda dan pasangan, sangat wajar bila semakin jarang berhubungan intim karena gairah seks menurun secara alami akibat satu dan lain hal.

Semakin sering seks belum tentu bahagia

seks setelah keguguran

Nyatanya, acuan berapa kali sehari Anda sebaiknya melakukan hubungan intim dalam seminggu tidak selamanya menjamin hubungan yang harmonis dan bahagia.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi dalam jurnal Social Psychology and Personality Science yang melakukan survei terhadap 30 ribu orang Amerika Serikat selama 40 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa pasangan yang diminta rutin berhubungan seks seminggu sekali tidak merasa lebih puas dan bahagia daripada waktu-waktu sebelumnya.

Ini tentu menjadi pengingat bahwa berapa kali frekuensi berhubungan intim yang baik bukanlah menjadi penentu utama tingkat kebahagiaan pasangan.

Kepuasan seksual tidak bisa hanya dinilai dari seberapa sering Anda berhubungan seks, tetapi lebih kepada kualitas komunikasi yang terbuka.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan keintiman tanpa harus berhubungan badan.

Melakukan aktivitas lain untuk quality time bersama pasangan, seperti memeluk, berpegangan tangan, mencium, pergi berkencan, olahraga bersama, hingga bekerja sama beres-beres rumah juga dapat mempererat ikatan batin Anda berdua.

Tips agar bisa sering-sering seks

melakukan seks kena infeksi jamur vagina

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tidak ada patokan angka yang mewajibkan berapa kali Anda sebaiknya melakukan hubungan intim dalam seminggu.

Meski begitu, seks tetap menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu meningkatkan keintiman rumah tangga.

Nah, agar gelora asmara Anda dan pasangan tetap membara, berikut beberapa tips yang bisa dicoba:

1. Bikin jadwal yang tepat

Jangan jadikan kesibukan pekerjaan dan mengurus anak sebagai alasan untuk mangkir dari sesi bercinta.

Hal ini mungkin terdengar remeh, tetapi tak sedikit yang akhirnya kehilangan momen penting ini untuk terkoneksi dengan pasangannya.

Keintiman dan rasa cinta yang dulunya membara, lambat laun bisa memudar seiring berjalannya waktu.

Alhasil, gairah Anda berdua lama-lama justru bisa padam total tak terselamatkan.

Coba luangkan waktu untuk duduk berdua sembari berembuk membuat jadwal bercinta yang bisa sama-sama disepakati.

Meski terdengar agak kaku, hal ini ternyata bermanfaat untuk kehidupan seks Anda, lho!

Jadi, walaupun tidak punya acuan khusus berapa kali sehari hubungan intim yang sebaiknya dilakukan dalam seminggu, keharmonisan hubungan Anda dan pasangan tetap tidak pudar.

Menurut situs Healthy Women, mengatur waktu berhubungan intim yang baik dapat membantu Anda bersiap-siap secara fisik dan emosional.

Secara tidak langsung, cara ini yang membuat Anda punya sesuatu untuk dinanti-nantikan.

Biasanya, Anda tentu merasa tidak sabar dan antusias saat menunggu-nunggu sesuatu, bukan? Nah, momen inilah yang akan membuat Anda berfantasi sekaligus merasakan peningkatan gairah.

Mengatur jadwal juga menunjukkan bahwa Anda dan pasangan sama-sama memprioritaskan hubungan intim selayaknya pekerjaan, hobi, teman-teman, dan lainnya.

Itu yang akan menciptakan rasa saling menghargai antara Anda dan pasangan.

2. Bangun mood seksi untuk bercinta

Anda juga tidak boleh memaksa jika pasangan sedang merasa capek dan mood atau suasana hatinya sedang tidak bagus untuk berhubungan seks.

Begitu pula sebaliknya, jika Anda yang merasa capek, jangan langsung menolak mentah-mentah rayuannya untuk bermesraan.

Untuk menyiasati suasana rumah tetap romantis dan intim, Anda berdua bisa lakukan hal-hal lain yang membangkitkan gairah tanpa harus buka baju.

Kegiatan yang bisa Anda dan pasangan lakukan misalnya pergi dinner romantis, berikan pijatan, atau sekadar kelonan di atas ranjang dengan berpelukan dan berciuman.

Anda juga bisa menawarkan memberikan “jasa” seks oral atau handjob saat ia benar-benar tidak punya tenaga yang tersisa.

Pada intinya, terlepas dari sebaiknya harus berapa kali sehari Anda melakukan hubungan intim dalam seminggu, komunikasi dan pengertian adalah kunci dari kehidupan seks yang memuaskan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Feintuch, S. (2018). Should You Try a Sex Schedule? – HealthyWomen. Retrieved January 29, 2021, from https://www.healthywomen.org/content/article/should-you-try-sex-schedule 

Will Having More Sex Improve Your Relationship? – IFAS Extension University of Florida. (n.d.). Retrieved January 29, 2021, from https://smartcouples.ifas.ufl.edu/married/sex-and-intimacy/will-having-more-sex-improve-your-relationship/ 

Whitbourne, SK. (2017). Why Sex Is So Good for Your Relationship – The Greater Good Science Center at the University of California. Retrieved January 29, 2021, from https://greatergood.berkeley.edu/article/item/why_sex_is_so_good_for_your_relationship 

Twenge, J., Sherman, R., & Wells, B. (2017). Declines in Sexual Frequency among American Adults, 1989–2014. Archives Of Sexual Behavior, 46(8), 2389-2401. https://doi.org/10.1007/s10508-017-0953-1  

Muise, A., Schimmack, U., & Impett, E. (2015). Sexual Frequency Predicts Greater Well-Being, But More is Not Always Better. Social Psychological And Personality Science, 7(4), 295-302. https://doi.org/10.1177%2F1948550615616462 

Loewenstein, G., Krishnamurti, T., Kopsic, J., & McDonald, D. (2015). Does Increased Sexual Frequency Enhance Happiness?. Journal Of Economic Behavior & Organization, 116, 206-218. https://doi.org/10.1016/j.jebo.2015.04.021

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 24/03/2021
x