home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyakit Menular Seksual (Penyakit Kelamin)

Pengertian penyakit menular seksual (penyakit kelamin)|Tanda & gejala penyakit menular seksual|Penyebab penyakit kelamin|Faktor risiko penyakit seksual|Diagnosis penyakit seksual|Pengobatan penyakit menular seksual
Penyakit Menular Seksual (Penyakit Kelamin)

Pengertian penyakit menular seksual (penyakit kelamin)

Penyakit menular seksual atau infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit infeksi yang menyebar dari hubungan intim ataupun aktivitas seksual lain.

Penyakit atau infeksi menular seksual ini biasanya melibatkan mulut, anus, vagina, maupun penis.

Terdapat berbagai jenis STD (sexually transmitted diseases) yang sering dialami akibat seks berisiko seperti chlamydia, sifilis, herpes genital, dan infeksi HIV.

Kendati demikian, beberapa penyakit menular seksual terkadang bisa ditularkan bukan dari aktivitas seksual, melainkan dari ibu ke anak melalui kehamilan dan melahirkan normal maupun operasi caesar.

Selain itu, penyakit kelamin juga dapat menular melalui transfusi darah atau pemakaian jarum bersama.

Gejala utama dari IMS adalah luka, ruam, dan nyeri pada organ intim. Namun, penyakit kelamin tidak selalu menunjukkan gejala.

Anda bisa saja tertular penyakit ini dari seseorang yang terlihat benar-benar sehat dan tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi.

Seberapa umumkah penyakit kelamin?

Penyakit menular seksual tergolong cukup umum, tetapi dalam beberapa kasus penyakit dapat menjadi lebih parah pada wanita daripada pria.

Jika wanita terkena penyakit kelamin dan hamil, ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius bagi janin.

Penyakit kelamin bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda & gejala penyakit menular seksual

Tergantung dari penyebab infeksinya, penyakit kelamin dapat memiliki berbagai tanda dan gejala.

Akan tetapi, gejala penyakit menular seksual tidak selalu muncul pada setiap orang.

Itu sebabnya, para pengidapnya mungkin tidak mengetahui kondisi tersebut sampai mereka mengalami komplikasi atau bahkan telah menularkannya pada pasangan.

Dikutip dari Mayo Clinic, gejala yang mungkin menjadi tanda penyakit menular seksual adalah:

  • Sakit atau benjolan di alat kelamin atau di area dubur.
  • Buang air kecil terasa menyakitkan atau panas.
  • Penis mengeluarkan cairan.
  • Vagina mengeluarkan cairan yang tidak biasa atau berbau aneh.
  • Perdarahan vagina yang tidak wajar.
  • Rasa sakit selama seks.
  • Kelenjar getah bening sakit dan membengkak, khususnya di selangkangan tetapi kadang lebih menyebar.
  • Sakit perut bagian bawah.
  • Gejala umum, seperti demam dan lesu.
  • Ruam di anggota tubuh, seperti tangan atau kaki.

Penting diingat bahwa terdapat beberapa penyakit kelamin yang bisa “bersembunyi” karena tidak menunjukkan gejala selama beberapa waktu.

Hal ini diketahui dari 80-90% wanita dan lebih dari 50% pria penderita klamidia tidak memiliki gejala.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas.

Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan atau skrining penyakit menular seksual jika dalam kondisi:

  • Aktif secara seksual dan sebelumnya pernah terpapar penyakit kelamin.
  • Memiliki tanda dan gejala penyakit menular seksual.
  • Sebelum Anda memulai berhubungan seks dengan partner baru.
  • Anda mulai akan aktif secara seksual.

Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain.

Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi Anda.

Penyebab penyakit kelamin

Aktivitas seksual memainkan peran besar dalam menyebarkan berbagai jenis infeksi menular lainnya.

Meskipun begitu, tetap ada kemungkinan seseorang bisa terinfeksi penyakit kelamin tanpa melalui kontak seksual.

Dalam hal ini contohnya adalah infeksi akibat virus hepatitis B dan C, shigella, dan Giardia intestinalis.

Penyakit menular seksual bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau parasit.

Ada lebih dari 20 jenis penyakit kelamin dengan penyebab yang berbeda.

Berikut adalah macam-macam penyakit menular seksual (STD) yang paling umum dialami beserta penyebabnya:

1. Klamidia

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri penyebab penyakit kelamin yakni Chlamydia trachomatis.

Klamidia adalah umum terjadi pada wanita di bawah 25 tahun.

2. Gonore

Infeksi menular seksual akibat gonore disebabkan oleh bakteri Gonococcus atau Neisseria gonorrhoeae.

Infeksi ini sering kali tidak menimbulkan gejala apapun.

3. Infeksi HIV/AIDS

Penyakit kelamin ini disebabkan oleh infeksi human immunodeficiency virus yang menginfeksi sistem kekebalan tubuh manusia.

Infeksi HIV bisa berkembang menjadi penyakit AIDS sehingga menimbulkan dampak yang lebih serius.

4. Infeksi Human papiloma virus (HPV)

Infeksi HPV merupakan penyakit seksual yang disebabkan oleh infeksi virus.

Jenis IMS ini secara umum tidak menunjukkan gejala berarti sehingga sering kali tidak disadari.

5. Sifilis

Penyakit yang dikenal dengan sebutan raja singa ini terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum yang bisa hidup di mana saja dan menyebar dengan cepat.

Orang yang terinfeksi sifilis bisa tidak merasakan gejala apapun selama bertahun-tahun.

6. Trikomoniasis

Penyakit seksual ini disebabkan oleh infeksi parasit Trichomonas vaginalis.

Trikomoniasis hampir tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun.

Jenis infeksi menular seksual (IMS) lainnya meliputi:

Faktor risiko penyakit seksual

Siapapun yang aktif secara seksual berisiko terpapar penyakit menular seksual atau penyakit kelamin.

Berikut faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit kelamin tersebut:

1. Berhubungan seksual tanpa pengaman

Penetrasi vaginal atau anal dari pasangan yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom meningkatkan risiko penyakit menular seksual (STD).

Penggunaan kondom yang tidak benar juga dapat meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi menular seksual (STD).

Seks oral bisa menyebabkan STD walau risikonya lebih kecil. Infeksi tersebut dapat menyebar jika Anda tidak menggunakan kondom.

2. Berhubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan

Semakin banyak orang yang melakukan hubungan seksual bebas dengan Anda, risiko terkena penyakit seksual akan semakin tinggi.

3. Punya riwayat terkena penyakit kelamin

Pernah mengidap penyakit kelamin membuat memungkinkan Anda terkena lagi.

4. Siapapun yang dipaksa melakukan hubungan seksual

Mengalami pemerkosaan atau pelecehan seksual merupakan hal yang sulit.

Namun, penting bagi Anda untuk segera memeriksakan kondisi pada dokter.

Anda mungkin akan menerima perawatan dan dukungan emosional.

5. Penyalahgunaan alkohol dan narkoba

Penyalahgunaan zat dapat membuat Anda melakukan perilaku berisiko yang mengakibatkan penularan penyakit kelamin.

6. Obat suntik

Berbagi jarum suntik dapat menyebarkan banyak infeksi serius, termasuk HIV, hepatitis B, dan hepatitis C.

7. Berusia muda

Setengah dari pengidap penyakit infeksi menular seksual (IMS) berusia di antara 15-24 tahun.

Diagnosis penyakit seksual

Jika riwayat seks serta tanda dan gejala saat ini menunjukkan bahwa Anda memiliki penyakit menular seksual, beberapa tes laboratorium mampu mengidentifikasi penyebab dan mendeteksi penyakit:

1. Tes darah

Tes darah bisa memastikan diagnosis HIV atau tahap akhir sifilis.

2. Sampel urin

Beberapa STD dapat dipastikan dengan sampel urin.

3. Sampel cairan

Bila terdapat luka di daerah kelamin, tes cairan dan sampel dari luka mungkin dilakukan untuk mendiagnosis jenis infeksi menular seksual.

Cairan yang keluar dari saluran uretra (saluran kemih) juga bisa digunakan dalam beberapa kasus.

Tes laboratorium materi dari luka atau cairan dari daerah kelamin berguna untuk mendiagnosis sejumlah penyakit STD.

Pengobatan penyakit menular seksual

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Perawatan yang direkomendasikan untuk menangani penyakit kelamin bervariasi, tergantung dari jenis STD yang Anda idap.

Penting bagi Anda dan pasangan seksual Anda melakukan pengobatan hingga tuntas.

Jika tidak, Anda dapat menularkan infeksi terus-menerus kepada pasangan seksual Anda.

Berdasarkan penyebabnya, berikut adalah pengobatan yang dapat mengatasi penyakit menular seksual:

1. Penyakit kelamin yang disebabkan oleh infeksi bakteri

Antibiotik bisa diandalkan dalam mengobati infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri.

Penyakit tersebut termasuk gonore, klamidia, sifilis, dan trikomoniasis.

Sekali Anda memulai perawatan dengan antibiotik, penting untuk mengikuti anjuran yang diberikan dokter.

Jenis antibiotik yang biasa diresepkan untuk penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri adalah:

Sebagai tambahan, penting untuk tidak melakukan hubungan seksual hingga 7 hari setelah Anda menyelesaikan perawatan antibiotik dan luka sudah sembuh.

Selain itu, para ahli juga menyarankan para wanita untuk melakukan pemeriksaan ulang seusai pengobatan karena mereka punya risiko tinggi untuk kembali terinfeksi.

2. Pengobatan IMS yang disebabkan oleh virus

Antibiotik tidak dapat mengatasi penyakit kelamin atau infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh virus.

Beberapa infeksi virus memang tidak ada obatnya, tetapi beberapa di antaranya dapat hilang dengan sendirinya.

Jika Anda mengidap herpes dan HIV, Anda akan diresepkan obat antivirus.

Kemungkinan kambuhnya gejala herpes akan lebih kecil jika Anda melakukan terapi secara teratur dengan obat antivirus.

Untuk herpes jenis antivirus yang biasa digunakan adalah:

Sementara untuk HIV, Anda akan diberikan pengobatan antiretroviral (ARV) seperti:

Obat antivirus dapat mencegah infeksi HIV selama bertahun-tahun.

Namun, Anda masih mungkin membawa virus dan menularkannya ke orang lain.

Semakin cepat Anda memulai perawatan, semakin efektif pengobatan itu.

Jumlah virus dalam tubuh Anda dapat berkurang hingga sulit terdeteksi.

Jika Anda memiliki penyakit kelamin atau penyakit menular seksual, tanyakan kepada dokter Anda kapan tes perlu dilakukan setelah perawatan.

Pemeriksaan ulang dapat memastikan bahwa pengobatan berhasil dan infeksi tidak lagi terdeteksi.

2. Pengobatan rumahan untuk mengatasi penyakit seksual

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi penyakit menular seksual:

  • Makan makanan bernutrisi dengan pola makan teratur.
  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.
  • Berhenti menggunakan narkoba.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Melakukan seks yang lebih aman dengan kondom.
  • Melakukan tes STD rutin dan memperoleh vaksin untuk penyakit kelamin.
  • Minum obat sesuai resep dan anjuran dokter.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Workowski, K A. (2015). Sexually Transmitted Diseases Treatment Guidelines, 2015. CDC. Retrieved 13 January 2021, from https://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr6403a1.htm

Wagenlehner, Florian M E et al. “The Presentation, Diagnosis, and Treatment of Sexually Transmitted Infections.” Deutsches Arzteblatt international vol. 113,1-02 (2016): 11-22. https://doi.org/10.3238/arztebl.2016.0011

Hlatshwayo, M., Reno, H., & Yarbrough, M. (2019). STI update: Testing, treatment, and emerging threats. Cleveland Clinic Journal Of Medicine, 86(11), 733-740. https://doi.org/10.3949/ccjm.86a.18098

The American College of Obstetricians and Gynecologist. (2021). Sexual Health. Retrieved 13 January 2021, from https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2017/07/sexual-health

Mayo Clinic. (2021). Sexually transmitted diseases (STDs) – Diagnosis and treatment. Retrieved 13 January 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/diagnosis-treatment/drc-20351246

CDC. (2021). Sexually Transmitted Diseases: Symptoms, Diagnosis & Treatment.  Retrieved 13 January 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9138-sexually-transmitted-diseases–infections-stds–stis

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 15/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x