Sama-sama Penyakit Seks Menular, Begini Cara Bedakan Gonore dan Klamidia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 Mei 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Klamidia dan gonore adalah penyakit infeksi akibat bakteri yang ditularkan melalui aktivitas seksual. Sayangnya, banyak orang mengira gonore adalah klamidia dan begitu juga sebaliknya. Padahal, keduanya punya gejala dan pengobatan yang berbeda. Supaya tidak salah kaprah, simak berbagai perbedaan dari klamidia dan gonore berikut ini. 

Perbedaan gejala antara klamidia dan gonore

Baik pria dan wanita tentu dapat mengidap kedua penyakit menular seksual ini. Bahkan, peluang terkena penyakit tersebut antara laki-laki dan pria sama. Nah, agar tidak tertukar, ini berbagai perbedaan gejala klamidia dan gonore.

Gejala pada klamidia

klamidia pada wanita

Gejala yang ditimbulkan oleh klamidia sedikit berbeda dengan gonore. Biasanya, gejalanya tidak akan muncul selama beberapa minggu setelah Anda terinfeksi, sehingga sulit mendeteksi klamidia sejak dini jika mengandalkan gejala saja.

Bagi wanita yang mengidap klamidia, mereka akan mengalami gejala yang cukup parah daripada pria. Hal tersebut dapat terjadi jika infeksi menyebar ke rahim dan saluran tuba. Kondisi ini pun cukup berbahaya karena juga menyebabkan penyakit radang panggul.

Pada saat terkena klamidia dan radang panggul, terdapat beberapa gejala yang membedakannya dengan gonore, yaitu:

  • Demam
  • Terdapat pendarahan pada vagina meskipun tidak sedang menstruasi
  • Merasakan nyeri pada panggul
  • Terasa sakit saat melakukan hubungan intim

Gejala pada gonore

gonore

Kebalikan dari klamidia, penyakit gonore justru tidak menimbulkan gejala yang cukup parah bagi wanita. Justru yang mengalami gejala yang terlihat serius adalah pria, seperti pembengkakan pada kulup penis dan testis.

Nah, kondisi tersebut lebih mudah dideteksi sebagai gonore karena untuk wanita, gejalanya hampir mirip dengan infeksi lainnya. Misalnya, ketika Anda buang air kecil merasakan sensasi terbakar atau rasa gatal pada pantat. Sebenarnya, hal tersebut hampir mirip dengan gejala klamidia, sehingga terkadang sulit untuk membedakan tanda yang muncul.

Perbedaan jenis bakteri klamidia dan gonore

Nah, selain gejala tentu terdapat perbedaan lain antara kedua penyakit ini, yaitu jenis bakterinya. Jika Anda mengidap klamidia, kemungkinan besar hal tersebut ditularkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis.

Walaupun sama-sama tertular oleh bakteri, bakteri yang menghasilkan penyakit gonore tidak sama dengan klamidia, yaitu Neisseria gonorrhoeae. Oleh karena itu, perbedaan dari gonore dan klamidia bisa dipastikan melalui pemeriksaan dari dokter.

Klamidia dan gonore tidak diobati dengan cara yang sama

tubuh sudah kebal antibiotik

Tentu saja karena jenis bakteri yang berbeda, terdapat kemungkinan bahwa pengobatan yang dilakukan akan berbeda. Walaupun begitu, keduanya dapat disembuhkan dengan antibiotik. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual kembali jika Anda pernah mengalaminya.

Pengobatan klamidia

Walaupun sama-sama diatasi dengan antibiotik, jenis yang dipakai untuk menyembuhkan klamidia berbeda dengan pengobatan yang dilakukan untuk gonore. Nah, berikut ini adalah jenis antibiotik yang sering dipakai untuk mengatasi klamidia.

Doxycycline

Doxycycline adalah obat golongan antibiotik tetrasiklin yang biasa digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti klamidia. Dokter akan menyuruh Anda untuk menghabiskan obat ini untuk mencegah resisten terhadap antibiotik.

Walaupun efektif, ternyata antibiotik ini dapat mengganggu perkembangan tulang dan gigi bayi, sehingga tidak cocok untuk ibu hamil. Obat ini diminum sehari dua kali selama seminggu. 

Azithromycin

Azithromycin dipakai apabila Anda sedang hamil. Obat ini menjadi pilihan antibiotik yang aman untuk Anda dan janin. Biasanya, obat ini dihabiskan dengan sekali minum 

Pengobatan gonore

Selain antibiotik, pengobatan gonore juga dapat dilakukan melalui injeksi. Sangat penting untuk ingat bahwa Anda mempunyai obat sendiri dan tidak boleh mengonsumsi obat-obatan orang lain, karena dosis yang berbeda. Berikut ini beberapa jenis antibiotik yang sering digunakan untuk mengatasi kencing nanah.

Ceftrianxone

Ceftriaxone adalah obat antibiotik yang disuntikan sekali dengan dosis 250 mg. Antibiotik ini bertujuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang sudah sampai di pembuluh darah.

Cefixime

Cefixime digunakan jika ceftriaxone tidak tersedia di daerah Anda. Fungsinya pun sama untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Berbeda dengan ceftriaxone, cefixime diminum satu kali dosis yaitu 400 mg.

Erythromycin

Erythromycin merupakan obat salep antibiotik yang biasa digunakan untuk mengobati gonore pada bayi yang baru lahir. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah radang konjungtiva di mata.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui apa yang saja perbedaan antara klamidia dan gonore, kan? Akan tetapi, tentu saja Anda harus memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala di atas dan mendapatkan perawatan yang cocok dengan penyakit Anda.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Infeksi Menular Seksual, Ini Dampaknya Jika Sering Gonta-ganti Pasangan

Kecenderungan gonta-ganti pasangan dapat menimbulkan sejumlah dampak bagi kesehatan fisik dan psikis. Berikut di antaranya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 6 April 2019 . Waktu baca 4 menit

5 Penyakit Kelamin Paling Berbahaya yang Patut Diwaspadai

Ada banyak jenis penyakit kelamin yang mengintai pria maupun wanita. Ada 5 penyakit kelamin paling berbahaya yang tinggi risikonya dan mengancam jiwa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Seksual, Penyakit Menular Seksual 8 September 2018 . Waktu baca 5 menit

Kapan Boleh Melakukan Seks Anal Setelah Operasi?

Seks setelah operasi tidak boleh sembarangan. Apalagi jika ingin mencoba seks anal. Lantas, kapan boleh kembali berhubungan seks setelah operasi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 15 Agustus 2018 . Waktu baca 4 menit

10 Jenis Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Wanita Ketimbang Pria

Penyakit wanita dan pria memiliki risiko yang sama. Namun ternyata, ada beberapa penyakit yang lebih banyak dialami wanita ketimbang pria. Apa saja, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 4 Agustus 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat klamidia

Apakah Infeksi Klamidia Bisa Benar-Benar Sembuh? Begini Jawabannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kenapa penis ereksi di pagi hari

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
dudukan toilet umum

Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 19 November 2019 . Waktu baca 4 menit
flek cokelat setelah haid

Apakah Normal Jika Muncul Flek Cokelat Setelah Haid?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2019 . Waktu baca 7 menit