Salah satu aturan dari pola hidup sehat adalah membatasi konsumsi minuman beralkohol. Mengapa demikian? Sebab alkohol ternyata dapat meningkatkan terjadinya risiko penyakit kanker. Menurut Susan Gapstur, wakil presiden epidemiologi di American Cancer Society yang dilansir dari New York Times, minuman beralkohol sudah tergolong sebagai karsinogen (pemicu kanker) sejak tahun 1987.  Sudah banyak penelitian yang berhasil menunjukkan kaitan antar konsumsi alkohol dan kanker pada rongga mulut, faring, laring, kerongkongan, kolorektal, hati, dan payudara.

Menurut The Truth About Cancer, beberapa kajian menunjukkan orang yang merokok dan minum pada saat bersamaan berisiko lebih besar terkena kanker. Sedangkan menurut sebuah penelitian di tahun 2009, sekitar 3,5 % dari semua kematian terkait kanker di Amerika Serikat dapat dikaitkan dengan konsumsi alkohol.

Bagaimana alkohol dapat meningkatkan risiko penyakit kanker?

Alkohol diyakini dapat meningkatkan risiko terkena kanker dengan berbagai cara, seperti:

Pertama. Di dalam tubuh, etanol yang terkandung dalam minuman beralkohol akan dipecah menjadi asetaldehid. Zat ini merupakan bahan kimia beracun dan bisa bersifat karsinogen (menyebabkan kanker) pada manusia yang merusak DNA dan protein seluler.

Kedua. Alkohol bersifat sebagai radikal bebas, yaitu molekul yang merusak DNA, protein, dan lemak dalam tubuh melalui reaksi kimia yang dikenal sebagai oksidasi.

Ketiga. Konsumsi alkohol bisa mengganggu kemampuan tubuh menyerap dan menggunakan berbagai nutrisi yang mencegah kanker, seperti vitamin A, vitamin B kompleks seperti folat, vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan karotenoid.

Keempat. Minuman beralkohol bisa meningkatkan kadar estrogen, yaitu hormon seks yang terkait dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi.

kolesterol minum bir

Berapa banyak minum alkohol per harinya yang dapat menyebabkan kanker?

Minum 1  gelas setiap hari

Kebiasaan minum segelas bir atau minuman beralkohol lainnya memiliki risiko dua sampai tiga kali lebih besar terkena kanker rongga mulut, kanker laring, kanker kerongkongan.

Minum 4 gelas atau lebih setiap hari

Kebiasaan minum ini memiliki risiko terjadinya kanker hati (karsinoma hepatoselular) dan kanker pankreas. Konsumsi alkohol merupakan penyebab utama terjadinya kanker hati. Terlalu banyak metabolisme alkohol di hati diyakini dapat meningkatkan risiko kanker hati melalui produksi oksigen reaktif berbahaya, peningkatan aktivitas enzim sitokrom di hati, dan penurunan penyerapan antioksidan akibat terganggunya penyerapan yang dilakukan usus.

Minum 3 gelas setiap hari

Kebiasaan minum ini meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara hingga 1,5 kali lipat. Bahkan, untuk setiap 10 gram alkohol yang dikonsumsi setiap hari, risiko kanker payudara meningkat sebesar 7%.

Minum 10 gram alkohol setiap hari

Seorang peneliti senior, Dr. Eunyoung Cho dari Brown University di Providence menemukan bahwa konsumsi alkohol yang minum alkohol sebanyak 10 gram setiap hari dapat meningkatkan risiko karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa yang lebih besar, yang merupakan dua jenis utama kanker kulit non-melanoma.

Kanker kulit sel basal (karsinoma sel basal) sejauh ini merupakan bentuk kanker kulit yang paling umum, terhitung sekitar 8 dari 10 kasus yang sering terjadi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca