Camilan apa yang paling setia menemani Anda ketika nonton film? Mayoritas orang mungkin akan menjawab popcorn atau berondong jagung sebagai “ritual” penting saat nonton film. Makanan ringan yang terbuat dari jagung dengan dilengkapi rasa asin atau manis ini memang enak. Tak heran banyak yang menjadikan popcorn sebagai teman ngemil di segala situasi. Namun konon katanya, tidak sedikit yang bilang kalau makan popcorn menyebabkan kanker. Benarkah demikian, atau hanya sekadar kabar burung belaka?

Apakah benar makan popcorn menyebabkan kanker?

makan popcorn

Sebenarnya bukan jagung si bahan dasar pembuat popcorn yang diduga memicu kanker dalam tubuh. Kambing hitamnya adalah bahan kimia perfluorinated (PFC) yang terkandung dalam kemasan kantong popcorn.

Para ahli kesehatan berteori bahwa ketika kemasan popcorn tersebut dipanaskan dalam microwave, PFC akan terurai menjadi perfluorooctanoic acid (PFOA). Nah, zat kimia PFOA ini kemungkinan akan masuk dan menetap di dalam aliran darah tubuh sehingga mengakibatkan pertumbuhan sel-sel kanker. Hal inilah yang membuat banyak orang mengatakan kalau popcorn menyebabkan kanker.

Berangkat dari sini, para peneliti dari C8 Science Panel mencoba mencari tahu kebenaran hubungan antara PFOA dengan risiko kanker maupun penyakit lainnya. Mereka mengamati efek paparan PFOA terhadap kesehatan penduduk yang tinggal di sekitar pabrik pengguna PFOA di Virginia, Amerika Serikat.

Setelah beberapa tahun penelitian berjalan, hasilnya menunjukkan bahwa paparan jangka panjang dari PFOA terkait dengan peningkatan kasus kanker ginjal dan kanker testis di populasi tersebut. Penelitian mereka kemudian dimuat dalam jurnal Environmental Health Perspectives.

Penelitian lain yang dimuat dalam jurnal Environmental Science and Technology menemukan bahwa asupan PFOA setelah makan popcorn kemasan yang dihangatkan dalam microwave cukup tinggi di dalam tubuh dibanding setelah makan popcorn non-kemasan.

Namun, Anda tak perlu khawatir…

Kebenaran efek samping dari zat kimiawi PFOA sampai sekarang masih belum bisa dipastikan benar.

Atas dasar inilah, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (FDA) mengambil langkah aman dengan melarang setiap produsen makanan menggunakan PFC, PFOA, maupun diacetyl dalam proses produksi makanannya.

Lebih baik buat popcorn sendiri

sumber: eating well

Jangan keburu kecewa karena berpikir Anda sudah tidak bisa lahi makan popcorn saat nonton bioskop. Kenyataannya, penggunaan bahan kimia yang diduga sebagai pemicu kanker pada produk makanan telah dihapus secara global sejak beberapa tahun yang lalu.

Artinya, Anda bisa bernapas lega sekarang karena kecil kemungkinannya ketiga bahan kimia tersebut terkandung dalam popcorn favorit Anda. Namun kalau mau yang lebih sehat lagi, kenapa tidak coba membuat popcorn sendiri?

Selain bisa meracik rasa sesuai selera, keamanan proses pengolahannya pun bisa jauh lebih terjamin. Caranya terbilang mudah, hanya dengan bermodalkan biji jagung kering, panci, dan minyak zaitun untuk rasa yang sedikit lebih gurih.

Jika Anda penikmat popcorn manis, tukar minyak zaitun dengan sedikit madu yang telah dilelehkan hingga membentuk seperti karamel lalu campurkan pada popcorn hingga merata.

Sah-sah saja untuk berkreasi lebih kreatif lagi dengan popcorn olahan Anda. Misalnya menambahkan sayuran, keju parut, kayu manis, atau bahan-bahan alami lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca