Hati-hati, Wanita yang Bekerja Shift Malam Lebih Berisiko Terkena Kanker

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/02/2018
Bagikan sekarang

Kadang, pekerjaan menuntut wanita untuk masuk kerja shift malam. Apalagi jika profesi Anda petugas kesehatan rumah sakit, customer service perusahaan, pramugari maskapai penerbangan, penjaga toko 24 jam, karyawan perusahaan penerbitan, atau pramusaji di bar dan kafe yang buka malam. Efek kerja malam hari sering dikaitkan dengan obesitas dan penyakit jantung. Namun, sebuah penelitian menambahkan bahwa efek shift malam dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker. Bagaimana bisa?

Risiko kanker meningkat pada wanita yang masuk kerja shift malam

Pernyataan di atas disimpulkan oleh sekelompok peneliti dari West China Medical Center di Sinchuan University, Cina, setelah mengolah data dari 61 artikel berbeda tentang kasus kanker pada wanita. Seluruh artikel yang terkumpul ini memuat lebih dari 1 juta kasus kanker yang melibatkan lebih dari 4 ribu peserta dari Amerika Utara, Eropa, Australia, dan Asia.

Dilansir dari Science Daily, kepala peneliti Xuelei Ma, Ph.D dan rekannya kemudian menemukan hubungan antara kerja shift malam jangka panjang dan peningkatan risiko 11 jenis kanker. Secara umum, tim peneliti menemukan bahwa wanita pekerja shift malam mengalami peningkatan risiko kanker sebesar 19 persen.

Ketika dipecah menjadi jenis-jenis kanker yang lebih spesifik, peneliti melaporkan bahwa efek kerja shift malam meningkatkan risiko wanita terhadap:

  • Kanker kulit sebesar 41%
  • Kanker payudara sebesar 32% — khususnya hanya di Amerika Utara dan Eropa
  • Kanker gastrointestinal (lambung, usus, perut) sebesar 18%

Dari semua jenis pekerjaan yang diteliti, perawat shift malam mengalami peningkatan risiko kanker paling tinggi. Perawat yang bekerja shift malam mengalami peningkatan risiko kanker payudara sebesar 58%, kanker gastrointestinal sebesar 32%, dan kanker paru-paru sebesar 28% dibandingkan dengan perawat yang bekerja di siang hari. Risiko kanker payudara terus meningkat 3,3% setiap lima tahun jika terus bekerja di waktu malam.

Peningkatan risiko ini ditemukan karena perawat cenderung lebih sering menjalani pemeriksaan kesehatan umum, yang menjadi persyaratan profesi.

bekerja shift malam

Bekerja shift malam menganggu ritme sirkadian sehingga berisiko kanker

Bekerja shift malam membuat jam biologis tubuh jadi berantakan. Jam biologis bekerja mengikuti segala perubahan aktivitas fisik, mental, dan perilaku manusia dalam siklus 24 jam.

Cara kerja jam biologis tubuh ini dipengaruhi oleh saraf suprachiasmatic (SCN) pada otak dan kondisi cahaya di lingkungan sekitar. Jam biologis seseorang bisa menentukan siklus tidur, produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh lainnya.Itu mengapa sebenarnya jam biologis tubuh setiap orang bisa berbeda.

Kerja shift malam mengubah siklus jam biologis Anda. Yang seharusnya jadi waktu bagi Anda beristirahat dari pukul 20.00 hingga 04.00, malah Anda pergunakan untuk bekerja dan bahkan makan. Sebaliknya, di jam-jam saat tubuh seharusnya melakukan aktivitas penting seperti pencernaan, Anda malah tidur.

Nyatanya, jam biologis juga berperan mengatur kapan tubuh harus memproduksi sel-sel baru dan memperbaiki DNA yang rusak. Dilansir dari WebMD, ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengungkapkan bahwa gangguan ritme sirkadian dapat mengganggu dua gen supresor tumor yang memicu pertumbuhan tumor. Pada akhirnya, ini bisa menyebabkan penumpukan protein c-myc yang mendukung pertumbuhan sel tumor menjadi kanker.

Artinya, jam biologis setiap orang akan memengaruhi perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Bila jam biologis Anda kacau, salah satu akibat yang mungkin terjadi adalah pertumbuhan kanker.

Bagaimana mencegahnya?

Yang perlu diingat, kerja shit malam tidak serta merta membuat Anda otomatis terkena kanker. Ada banyak faktor lainnya yang memengaruhi peluang Anda memiliki kanker, seperti genetik dan pola hidup buruk.

Maka, tindakan efektif untuk pencegahan kanker adalah dengan menjaga pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin. Selain itu, rutinlah menjalani pemeriksaan kesehatan dan skrining kanker untuk memantau kondisi Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020

5 Tips Liburan Nyaman untuk Pasien Kanker Kulit

Siapa bilang pasien kanker kulit tidak bisa merasakan liburan seru? Yuk, simak tips untuk membuat liburan Anda aman dan nyaman!

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Operasi Kanker Kulit Bikin Anda Takut? Yuk, Pahami Dulu Prosedurnya

Seperti operasi pada umumnya, operasi kanker kulit pun terdengar menyeramkan bila Anda tidak mengetahui bagaimana prosedurnya. Yuk, kenali satu per satu.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Direkomendasikan untuk Anda

merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
pewarna rambut kanker payudara

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/04/2020
periksa mamografi

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 28/03/2020