Informasi Seputar Tes dan Pemeriksaan Lengkap Fungsi Ginjal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Pada dasarnya setiap orang mempunyai dua organ ginjal yang berperan penting dalam menyaring dan membersihkan darah. Jika organ berbentuk menyerupai kacang ini bermasalah, tentu berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh sebab itu, tes mengukur fungsi ginjal ternyata diperlukan untuk melihat seberapa baik ginjal melakukan pekerjaannya.

Pilihan tes dan pemeriksaan fungsi ginjal

Umumnya, penyakit ginjal yang baru saja terjadi tidak menunjukkan gejala yang serius. Maka dari itu, pemeriksaan fungsi ginjal adalah satu-satunya cara agar Anda mengetahui bagaimana kondisi ginjal saat itu. Bahkan, cek fungsi ginjal sangat dianjurkan bagi Anda yang memiliki faktor risiko penyakit ginjal, seperti menderita diabetes dan hipertensi.

Berikut ini ada beberapa pilihan tes untuk memeriksa fungsi ginjal dan mendeteksi kelainan di dalam organ tersebut.

1. Uji bersihan kreatinin

hasil uji kreatinin rendah

Salah satu tes untuk mengukur fungsi ginjal yang biasa dilakukan oleh dokter adalah pemeriksaan kreatinin. Kreatinin adalah produk limbah dalam darah Anda yang berasal dari aktivitas otot. Hal ini biasanya dikeluarkan dari darah oleh ginjal Anda.

Apabila ginjal tidak bekerja dengan optimal, kadar kreatinin akan meningkat dan menumpuk dalam darah. Serum kreatinin dipakai untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah dan memberikan angka yang mendiagnosa seberapa baik ginjal Anda saat menyaring.

Perlu diingat bahwa kadar kreatinin dalam darah bisa berbeda pada setiap orang tergantung pada usia, ras, dan ukuran tubuh. Umumnya, tingkat kreatinin pada wanita lebih besar dari 1,2 dan lebih tinggi dari 1,4 pada pria bisa menjadi pertanda ginjal bermasalah. Kemudian, dokter akan memakai hasil tes serum kreatinin untuk menghitung GFR Anda.

2. Glomerular filtration rate (GFR)

komponen darah tes darah

Sebagai sistem penyaringan utama di tubuh, ginjal memiliki glomeruli atau penyaring kecil yang membantu mengeluarkan limbah melalui urine. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik, glomeruli tidak akan menyaring dengan optimal. Maka dari itu, tes untuk mengukur laju filtrasi glomeruli (GFR) diperlukan saat seseorang terlihat berisiko mengidap penyakit ginjal.

Pemeriksaan ini cukup sederhana, yaitu menggunakan kadar kreatinin dalam darah dan dimasukkan ke dalam sebuah formula. Formula yang digunakan biasanya akan berbeda berdasarkan umur, jenis kelamin, dan terkadang berat badan dan etnis. Sebagai contoh, seiring dengan bertambahnya usia, nilai GFR akan ikut turun.

GFR normal biasanya berkisar pada angka 90 atau lebih. Apabila Anda menerima hasil di bawah 60, ada kemungkinan ginjal tidak berfungsi dengan benar. Sementara itu, GFR di bawah 15 menunjukkan bahwa Anda membutuhkan perawatan untuk gagal ginjal, seperti dialisis atau transplantasi.

3. Nitrogen urea darah (NUD)

Nitrogen urea darah (NUD) merupakan pengecekan untuk mengukur jumlah nitrogen dalam darah yang berasal dari produk limbah urea. Tes untuk memeriksa fungsi ginjal ini melihat urea yang dibuat ketika protein dipecah di tubuh dan dikeluarkan melalui urine.

Jika ginjal Anda tidak mampu mengeluarkan urea dari darah dengan normal, tingkat NUD pun ikut meningkat. Pada ginjal yang sehat biasanya mempunyai kadar nitrogen urea darah antara 7 dan 20. Ada beberapa penyebab mengapa tingkat NUD meningkat, seperti gagal jantung, dehidrasi, dan terlalu banyak makan protein yang bisa menjadi faktor risiko sakit ginjal.

4. USG dan CT Scan

manfaat usg

USG tidak hanya dilakukan sebagai prosedur pemeriksaan kehamilan, melainkan juga bisa digunakan untuk mendapatkan gambaran dari ginjal.

Tes fungsi ginjal yang menggunakan gelombang suara ini berujuan untuk mencari kelainan pada posisi dan ukuran ginjal. Selain itu, pemeriksaan USG juga dipakai untuk mendeteksi apakah di ginjal ada hambatan tertentu, seperti batu ginjal atau tumor.

Di sisi lain, CT scan menggunakan pewarna kontras untuk membandingkan gambar ginjal yang juga mencari kelainan lewat ukuran, posisi, dan hambatan pada organ tersebut.

5. Biopsi ginjal

Biopsi ginjal adalah tes untuk mengukur fungsi ginjal yang akan mengambil sepotong kecil jaringan ginjal agar dapat diperiksa dengan mikroskop. Prosedur pemeriksaan ginjal yang satu ini dilakukan dengan menggunakan jarum tipis dengan ujung yang tajam untuk mengiris potongan-potongan kecil jaringan ginjal.

Dengan demikian, ahli patologi atau dokter spesialis mendiagnosis penyakit dapat menentukan jenis penyakit apa yang sedang Anda alami. Informasi tersebut kemudian dipakai untuk melihat jenis pengobatan sakit ginjal apa yang cocok untuk Anda.

6. Tes urine

Pada beberapa tes urine mungkin hanya memerlukan satu cangkir kecil air kencing. Namun, hal ini tidak berlaku ketika menjalani tes untuk memeriksa fungsi ginjal. Pemeriksaan urine untuk mendeteksi kelainan di ginjal biasanya membutuhkan waktu seharian penuh untuk melihat berapa banyak urine yang dihasilkan ginjal dalam satu hari.

Prosedur ini juga memperlihatkan apakah ada protein yang tidak tersaring dengan baik dari ginjal ke dalam urine. Berikut ini ada beberapa tes urine untuk pemeriksaan ginjal lengkap.

  • Urinalisis, menganalisis warna, konsentrasi, dan isi urine.
  • Protein urine, bagian dari urinalisis tetapi dilakukan dengan tes dipstick yang terpisah.
  • Mikroalbuminuria, mendeteksi sejumlah kecil protein yang disebut albumin dalam urine.
  • Perbandingan kreatinin, membandingkan kreatinin dalam sampel urine dengan sampel darah.

7. Pemeriksaan tekanan darah

cara cek tekanan darah di rumah

Jika hasil pemeriksaan tekanan darah cukup tinggi, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menjalani tes untuk mengukur fungsi ginjal secara lengkap. Pasalnya, hipertensi meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Oleh sebab itu, tanyakan kepada dokter, berapa tekanan darah yang normal sesuai dengan kondisi Anda. Apabila terlalu tinggi, jangan lupa mengikuti langkah-langkah perawatan sesuai aturan dokter.

Kapan harus melakukan pemeriksaan fungsi ginjal?

Tes untuk memeriksa fungsi ginjal adalah prosedur penting ketika mendiagnosis dan menentukan masalah yang terjadi pada ginjal. Bahkan, tidak sedikit orang yang tidak menunjukkan gejala penyakit ginjal, tetapi memerlukan pemeriksaan rutin.

Sebenarnya, pemeriksaan fungsi ginjal sebaiknya dilakukan oleh siapa saja, baik yang merasa sehat maupun menunjukkan gejala. Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, ada beberapa kelompok yang dianjurkan memeriksa ginjal mereka secara teratur, yaitu:

  • penyandang diabetes
  • memiliki riwayat hipertensi
  • menderita penyakit jantung
  • mempunyai anggota keluarga dengan penyakit ginjal

Semakin cepat pemeriksaan fungsi ginjal dilakukan, semakin memudahkan dokter mengidentifikasi masalah ginjal sejak dini dan mengurangi risiko komplikasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Ganja dalam Dunia Medis Plus Efeknya untuk Kesehatan

Meski ilegal di sebagian besar negara di dunia, mariyuana alias ganja terbukti memiliki beberapa manfaat medis jika digunakan dalam batas kewajaran.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 6 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit

8 Obat Ampuh untuk Sakit Perut Sesuai Penyebabnya

Sakit perut merupakan keluhan yang dialami banyak orang. Jangan khawatir, cek obat sakit perut sesuai dengan penyebabnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan 4 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Mengatasi Stroke

Selain menjalani pengobatan yang direkomendasi oleh dokter, stroke juga bisa diatasi dengan mengonsumsi obat herbal dan menjalani pengobatan alternatif.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Berbeda dengan sakit perut biasa, inflammatory bowel disease (IBD) bisa menyebabkan gangguan pada mata, kulit, dan sendi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 1 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut karena gas dan karena penyakit lain

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mencegah batu ginjal sakit batu ginjal

7 Cara Mencegah Batu Ginjal yang Dapat Dilakukan Sekarang Juga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
akibat bau mulut

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyebab kaki bengkak

10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit