Apa Itu Pemeriksaan Kreatinin dan Bagaimana Prosedurnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kreatinin?

Kreatinin adalah produk limbah hasil metabolisme otot yang digunakan selama kontraksi otot. Kreatinin dihasilkan oleh kreatin, yaitu molekul penting dalam otot yang berfungsi memproduksi energi. 

Sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui urine, kreatin harus disaring terlebih dahulu oleh ginjal. Tingkat konsentrasi dari serum kreatinin seharusnya tidak berubah jika fungsi ginjal bekerja dengan baik. 

Jika ginjal mengalami masalah, kadar kreatinin dapat meningkat dan menumpuk di dalam darah. Akibatnya, berbagai penyakit ginjal dan sistem perkemihan (urologi) lainnya pun bisa muncul.

Oleh sebab itu, pemeriksaan diperlukan untuk menguji kadar kreatinin, baik dalam darah maupun urine. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui seberapa baik fungsi ginjal dalam menyaring atau biasa disebut laju filtrasi glomerulus (GFR).

Fungsi

Apa fungsi pemeriksaan kreatinin?

Pemeriksaan kreatinin berfungsi untuk menguji kemampuan ginjal dalam menyaring darah dan urine. Apabila fungsi ginjal terganggu, laju pembersihan ginjal pun akan ikut terganggu. 

Uji kreatinin biasanya juga dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan fungsi ginjal lainnya, termasuk tes kadar urea dalam darah (BUN). Maka dari itu, tes kreatinin sering direkomendasikan ketika seseorang melakukan pemeriksaan rutin. 

Siapa yang membutuhkan tes kreatinin?

Pemeriksaan kadar kreatinin mungkin akan diperlukan jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang disebabkan oleh sakit ginjal, seperti:

  • nyeri pinggang di dekat daerah ginjal,
  • pembengkakan pada lengan dan pergelangan kaki,
  • tekanan darah tinggi,
  • frekuensi buang air kecil berkurang,
  • kencing berbusa, dan
  • darah dalam urine (hematuria).

Anda mungkin juga memerlukan pemeriksaan ini jika hasil tes darah atau urine menunjukkan bahwa ada masalah pada ginjal. 

Selain itu, ada beberapa kondisi lainnya yang juga dapat memengaruhi fungsi ginjal yang mungkin membutuhkan tes kreatinin, yaitu:

  • diabetes,
  • hipertensi,
  • penyakit gagal jantung, dan
  • menggunakan obat-obatan yang memengaruhi ginjal.

Persiapan

Apa yang perlu dipersiapkan untuk uji kreatinin?

Pemeriksaan kreatinin dibagi menjadi dua metode, yaitu menggunakan sampel darah dan urine. Meski begitu, persiapan pemeriksaan ginjal ini tidak jauh berbeda. 

Pada umumnya, sebelum uji kreatinin dilakukan, Anda akan diminta untuk berpuasa semalaman. Bila tidak memungkinkan, setidaknya Anda tidak mengonsumsi daging yang dimasak karena dapat memengaruhi kadar kreatinin. 

Selain itu, petugas medis juga akan meminta Anda untuk berhenti memakai obat-obatan di bawah ini sementara waktu. 

  • Aminoglikosida
  • Cimetidine
  • Obat-obatan kemoterapi (cisplatin)
  • Obat-obatan yang merusak ginjal, seperti cephalosporin
  • Obat non-steroid anti inflamasi (NSAIDS)
  • Trimethoprim

Prosedur

Bagaimana prosedur pemeriksaan kreatinin?

Prosedur pemeriksaan kreatinin dibagi menjadi dua metode, yaitu tes darah dan tes urine

Tes urine

Pemeriksaan kadar kreatinin yang dilakukan dengan urine mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan tes darah, yaitu 24 jam.

Petugas kesehatan biasanya akan memberi Anda wadah untuk menampung urine dan berbagai instruksi tentang cara mengumpulkan dan menyimpan sampel. Berikut ini beberapa langkah-langkahnya. 

  • Langsung buang air kecil pada pagi hari setelah bangun tidur dan catat waktunya.
  • Selama 24 jam ke depan, simpan semua urine yang dikeluarkan di wadah.
  • Simpan wadah urine di lemari es atau pendingin dengan es.
  • Berikan wadah berisi sampel urine ke laboratorium seperti yang diinstruksikan.

Tes darah

Pada saat kadar kreatinin diuji dengan sampel darah, petugas kesehatan akan mengambil darah dari pembuluh darah di lengan Anda. Hal ini dilakukan dengan bantuan jarum kecil. 

Setelah jarum dimasukkan, darah dalam jumlah yang sedikit akan dikumpulkan ke dalam tabung. Anda mungkin akan merasa sedikit sakit ketika jarum dimasukkan dan dikeluarkan. 

Prosedur ini biasanya hanya memakan waktu kurang dari lima menit dan tidak jauh berbeda dengan prosedur pengambilan sampel darah lainnya. 

Hasil

Apa saja hasil yang ditunjukkan dari tes kreatinin?

Tes urine

Kadar kreatinin dalam urine yang dikumpulkan selama 24 jam normalnya berkisar dari 500 hingga 2000 mg/hari. Hasil setiap orang mungkin akan berbeda karena tergantung pada usia dan jumlah massa tubuh tanpa lemak. 

Berikut ini cara lain untuk menyatakan kisaran normal untuk hasil pemeriksaan kreatinin dalam urine. 

  • 14-26 mg/kg massa tubuh per hari untuk pria (123,8 hingga 229,8 µmol/kg per hari)
  • 11-20 mg/kg massa tubuh per hari untuk wanita (97,2 hingga 176,8 µmol/kg per hari)

Perlu diingat bahwa angka normal kreatinin dalam urine mungkin akan berbeda pada setiap laboratorium. Hal ini dikarenakan beberapa laboratorium memakai pengukuran atau sampel yang berbeda. 

Maka dari itu, selalu konsultasikan dengan dokter tentang arti dari hasil uji kreatinin Anda. 

Tes darah

Pada pemeriksaan kreatinin dengan darah biasanya akan diukur dalam bentuk miligram per desiliter atau mikromol per liter. Berikut angka yang menunjukkan kadar kreatinin dikategorikan normal. 

  • 0,6 – 1,2 mg/dL pada pasien pria dewasa
  • 0,5 – 1,1 mg/dL pada pasien wanita
  • 0,5 – 1,0 mg/dL pada pasien remaja
  • 0,3 – 0,7 mg/dL pada pasien anak-anak
  • 0,2 – 0,4 mg/dL pada pasien balita
  • 0,3 – 1,2 mg/dL pada pasien bayi

Bagi pasien lansia mungkin akan mengalami penurunan kadar kreatinin karena dipengaruhi oleh massa otot yang berkurang. Angka-angka di atas tentu dapat bervariasi karena jumlah kreatinin dalam darah akan meningkat seiring dengan massa otot. 

Oleh sebab itu, pria biasanya mempunyai tingkat kreatinin lebih tinggi dibandingkan wanita. 

Apa artinya bila hasil pemeriksaan kreatinin tinggi?

Jika kadar kreatinin Anda termasuk tinggi, artinya ginjal sedang tidak berfungsi dengan baik. Ada beberapa faktor yang memicu kondisi ini dalam waktu yang singkat, yaitu dehidrasi, menggunakan obat tertentu, atau volume darah rendah. 

Apabila hasil pemeriksaan menujukkan kadar kreatinin lebih tinggi daripada angka normal, dokter mungkin akan meminta Anda menjalani serangkaian tes tambahan. 

Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah kreatinin tinggi disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan, seperti:

Sementara itu, bila kadar kreatinin termasuk rendah, artinya Anda mungkin mengalami depresi atau massa otot berkurang. 

Kebanyakan orang mungkin tidak membutuhkan dialisis hingga GFR atau uji bersihan kreatinin dilaporkan sangat rendah. Meski begitu, fungsi ginjal akan terus menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga kesehatan ginjal agar tetap bekerja dengan baik dalam menyaring darah.

Cara Mudah Menjaga Ginjal Tetap Sehat Tanpa Minum Obat

Efek samping

Adakah efek samping dari tes kreatinin?

Tidak ada efek samping serius yang ditimbulkan dari pemeriksaan kreatinin, baik tes urine maupun tes darah.

Walaupun demikian, Anda mungkin akan merasakan nyeri atau memar di tempat jarum disuntikkan. Anda tidak perlu khawatir karena biasanya gejala ini akan hilang dengan cepat.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya untuk yang membutuhkan. Apa saja syarat donor ginjal dan bolehkah seorang perokok melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Anuria adalah kondisi di mana air kencing atau urine tidak bisa keluar. Umumnya, penyebab anuria itu gangguan ginjal. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengulas Anatomi Ginjal Hingga Cara Kerjanya dalam Menyaring Darah

Ginjal adalah organ utama yang mempertahankan keseimbangan berbagai fungsi tubuh dan mengendalikan tekanan darah. Yuk, kenali anatomi dan fungsi ginjal!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Urologi, Ginjal 18 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
sel epitel dalam urin

Apa Artinya Jika Terdapat Sel Epitel dalam Urine?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hemodialisis

Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
penyakit ginjal adalah

Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 12 menit