Gagal Ginjal Kronis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gagal ginjal kronis?

Gagal ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) adalah kondisi ketika fungsi ginjal menurun secara bertahap, alias berlangsung dalam waktu yang lama. Artinya, ginjal tidak dapat menyaring kotoran, tidak mampu mengendalikan kadar air dalam tubuh, dan kadar garam serta kalsium dalam darah dengan baik.

Salah satu penyakit gagal ginjal ini menyebabkan penumpukan zat-zat sisa metabolisme di dalam tubuh dan bisa berakibat fatal. Gagal ginjal kronis telah berlangsung lama. Bahkan, penyakit ini tidak langsung menunjukkan gejala hingga kondisi ginjal semakin parah.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Gagal ginjal kronis adalah penyakit umum yang berkaitan dengan proses penuaan. Semakin tua usia seseorang, semakin tinggi risikonya. Dilansir dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan populasi umur lebih dari 15 tahun terdiagnosis penyakit ini sebesar 0,2 persen.

Selain itu, riset juga memperlihatkan peningkatan risiko seiring dengan bertambahnya umur. Risiko meningkat tajam pada kelompok umur 35-44 tahun dibandingkan mereka yang masih berusia 25-34 tahun. Diperkirakan risiko ini lebih tinggi 0,3% pada pria dibandingkan wanita (0,2%).

Anda dapat menurunkan peluang terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala gagal ginjal kronis?

Awalnya, gagal ginjal kronis (GGK) tidak menunjukkan gejala dan akan berkembang secara perlahan. Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa tanda dan gejala tahap akhir dari penyakit gagal ginjal kronis, yaitu:

  • nyeri dada,
  • kulit kering dan gatal,
  • sering merasa lelah,
  • perubahan frekuensi buang air kecil,
  • sakit kepala,
  • tidak nafsu makan,
  • kram otot,
  • mual dan muntah,
  • pembengkakan pada lengan dan kaki,
  • sesak napas,
  • mati rasa pada bagian tangan dan kaki,
  • gangguan tidur,
  • sulit berkonsentrasi, dan
  • berat badan menurun.

Pasien gagal ginjal kronis juga berisiko mengalami anemia, penyakit tulang, dan kekurangan gizi. Selain itu, Anda juga bisa mengembangkan tanda dan gejala yang tidak tercantum di atas. Jika memiliki kekhawatiran tertentu terkait gejala, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala gagal ginjal kronis yang meliputi mual, diare, hingga kejang-kejang, silakan konsultasikan ke dokter. Semakin cepat penyakit gagal ginjal ditangani, Anda mungkin dapat menghindari kerusakan yang lebih parah.

Selain itu, kondisi kesehatan berbeda pada setiap orang. Oleh sebab itu, jangan lupa memberitahu dokter agar mendapatkan diagnosis dan perawatan yang terbaik untuk Anda.

Penyebab

Apa penyebab gagal ginjal kronis?

Penyebab gagal ginjal kronis biasanya diketahui setelah pasien menjalani serangkaian pemeriksaan. Pasalnya, apa yang menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal kronis akan memengaruhi jenis perawatan yang diterima.

Berikut beberapa masalah dan kondisi kesehatan yang meimbulkan gagal ginjal kronis pada seseorang.

  • Diabetes tipe 1 atau 2
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Penyakit ginjal polikistik (PKD)
  • Penyakit autoimun, seperti lupus nefritis
  • Penyakit glomerulonefritis, peradangan pada ginjal
  • Gangguan ketika sistem imun menyerang sel dan organnya sendiri
  • Tubuh keracunan logam berat
  • Masalah pada saluran kemih, seperti obstruksi saluran kemih
  • Refluks vesikoureter, urine kembali ke ginjal
  • Infeksi ginjal berulang (pielonefritis)
  • Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, seperti ibuprofen

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko untuk mengalami kondisi ini?

Gagal ginjal kronis memang dapat terjadi pada siapa saja. Namun, ada faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini, yaitu:

  • Usia. Semakin tua usia seseorang, risiko penyakit pun ikut meningkat.
  • Ras dan etnis, orang Afrika, Amerika dan suku asli Amerika berisiko lebih tinggi.
  • Riwayat kesehatan keluarga dengan penyakit gagal ginjal kronis.
  • Jenis kelamin, yaitu pria lebih berisiko dibandingkan wanita.
  • Berat badan saat lahir yang rendah.
  • Obesitas dan pola makan yang tidak sehat.
  • Kebiasaan merokok.
  • Penderita diabetes dan hipertensi.
  • Penggunaan jenis obat tertentu yang merusak ginjal, seperti antibiotik NSAID.

Komplikasi

Komplikasi apa yang mungkin disebabkan kondisi ini?

Apabila Anda menderita gagal ginjal kronis, kondisi tersebut dapat memengaruhi hampir setiap bagian tubuh. Bahkan, ada beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika penyakit ini tidak segera ditangani.

Asam urat tinggi (encok)

Pada kebanyakan kasus, gagal ginjal kronis yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan asam urat hingga menyebabkan encok. Hal ini dapat terjadi mengingat asam urat disaring oleh ginjal dan ketika fungsi ginjal rusak, asam urat pun ikut meningkat.

Anemia

Selain asam urat, komplikasi gagal ginjal kronis lainnya adalah anemia. Anemia pada penyakit ini disebabkan kurangnya EPO (eritropoietin) yang membuat sumsum tulang memproduksi sel darah merah lebih sedikit.

Jika Anda kekurangan sel darah merah, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Anemia pada pasien gagal ginjal juga bisa terjadi karena mereka kehilangan darah saat menjalani hemodialisis dan tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

Asidosis metabolik

Asidosis adalah sebuah kondisi ketika tubuh mengandung terlalu banyak pH asam dan bisa membahayakan nyawa jika tidak segera diobati. Kondisi ini bisa terjadi pada pasien gagal ginjal kronis karena ginjal tidak mampu menyaring darah dengan baik.

Gangguan mineral dan tulang

Bagi para pasien gagal ginjal kronis mungkin sering mengalami gangguan mineral dan tulang. Pasalnya, peran ginjal yang tidak dapat menyeimbangkan kadar fosfat di tubuh bisa berbahaya bagi tulang.

Apabila tubuh kelebihan fosfor dan kekurangan vitamin D, tubuh mencoba memperbaiki masalah tersebut dengan melepaskan hormon paratiroid.

Pelepasan hormon ini akan menarik kalsium dari tulang dan menyeimbangkan zat yang ada di darah. Namun, kehilangan kalsium ini ternyata berdampak pada kesehatan tulang.

Penyakit jantung

Penyakit jantung bisa menimbulkan penyakit ginjal dan hal ini juga berlaku sebaliknya. Bahkan, penyakit jantung adalah penyebab kematian paling sering terjadi pada orang yang menjalani dialisis.

Ginjal yang tidak berfungsi membuat sistem hormon bekerja keras agar pasokan darah ke ginjal tetap cukup. Kondisi tersebut ternyata juga membuat jantung harus memompa lebih keras hingga menimbulkan penyakit jantung.

Hiperkalemia

Hiperkalemia adalah kondisi ketika tubuh memiliki terlalu banyak kalium dalam darah. Kondisi ini bisa terjadi pada pasien gagal ginjal kronis mengingat organ tersebut tidak dapat menyaring kalium ekstra dalam darah.

Penumpukan cairan

Penumpukan cairan, alias retensi, adalah komplikasi penyakit ginjal kronis yang sering terjadi. Jika ginjal tidak berfungsi, organ berbentuk kacang ini tidak dapat mengeluarkan cairan berlebih dan membiarkannya menumpuk di tubuh.

Apabila hal ini dibiarkan, paru-paru dapat dipenuhi oleh cairan, risiko serangan jantung meningkat, hingga tekanan darah meningkat drastis. Oleh sebab itu, pasien gagal ginjal perlu mengontrol kebutuhan cairan mereka agar tidak mengalami komplikasi ini.

Obat dan pengobatan

Apa pilihan pengobatan gagal ginjal kronis?

Sejauh ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ginjal kronis. Namun, obat dan perawatan yang direkomendasikan dokter bertujuan membantu meringankan gejala yang dialami pasien. Selain itu, terapi juga dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi dan memperlambat tingkat keparahan penyakit.

Berbagai terapi dan perawatan, seperti dialisis dan transplantasi ginjal juga dilakukan agar pasien dapat bertahan hidup. Bahkan, dokter juga akan menganjurkan Anda untuk menjalani diet khusus gagal ginjal, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga mengontrol olahraga untuk mengurangi tingkat kerusakan ginjal.

Berikut ini beberapa pilihan pengobatan untuk gagal ginjal kronis.

  • Dialisis, baik hemodialisis atau dialisis peritoneal (cuci darah).
  • Transplantasi ginjal, yaitu mengganti ginjal yang rusak dengan donor ginjal sehat.
  • Minum suplemen zat besi untuk mengatasi anemia akibat ginjal kronis.
  • Konsumsi obat pengendali tekanan darah, seperti ACE inhibitors.
  • Penggunaan obat bersifat diuretik untuk mencegah penumpukan cairan.
  • Konsumsi obat antihistamin untuk meredakan rasa gatal pada kulit.
  • Minum suplemen kalsium dan vitamin D untuk memperkuat tulang.
  • Menjalani diet rendah protein untuk mengurangi limbah dalam darah.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Langkah pertama ketika dokter hendak mendiagnosis penyakit ginjal pada seseorang adalah bertanya seputar riwayat penyakit pribadi dan keluarga. Apakah Anda memiliki riwayat hipertensi atau pernah mengonsumsi obat yang memengaruhi fungsi ginjal.

Selain itu, dokter juga akan berdiskusi seputar gejala gagal ginjal kronis, seperti perubahan frekuensi buang air kecil. Kemudian, pemeriksaan fisik akan dilakukan, termasuk tanda-tanda masalah dengan jantung atau pembuluh darah hingga kondisi neurologis Anda.

Ada beberapa jenis tes untuk memeriksan fungsi dan kelainan ginjal yang biasa dilakukan dokter, yaitu:

  • Tes darah untuk melihat jumlah limbah, seperti kreatinin dan urea dalam darah
  • Tes urine dengan menganalisis sampel urine dan membantu mengidentifikasi penyebabnya
  • Tes pencitraan berupa USG atau CT scan untuk melihat struktur dan ukuran ginjal
  • Biopsi ginjal untuk mengambil sampel jaringan ginjal yang akan diteliti di laboratorium

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan?

Pencegahan komplikasi akibat gagal ginjal kronis dapat dilakukan dengan melakukan gaya hidup menjadi lebih sehat. Dengan begitu, Anda bisa memperlambat tingkat kerusakan ginjal sambil menjalani perawatan dari dokter.

  • Konsumsi makanan rendah sodium dan menyehatkan untuk jantung.
  • Berhenti merokok.
  • Rutin berolahraga, tetapi hindari aktivitas berat dan sesuai anjuran dokter.
  • Mendapatkan tidur yang cukup.
  • Menggunakan obat sesuai dengan arahan dokter.
  • Mencatat berat badan harian, jumlah cairan yang diminum, dan urine yang dikeluarkan.
  • Diet rendah protein dan rendah lemak.
  • Berhati-hati mengonsumsi obat yang dijual bebas di apotek.
  • Melakukan pemeriksaan rutin.

Tips mengelola stres dan depresi bagi pasien gagal ginjal kronis

Pada saat menerima hasil diagnosis bahwa Anda mengidap penyakit ginjal kronis tentu dapat membuat pikiran semakin cemas dan khawatir. Apakah Anda bisa bertahan hidup atau tidak. Faktanya, hal ini bisa berujung pada stres yang tidak terkendali hingga depresi.

Oleh sebab itu, mengelola perasaan stres dan depresi ternyata juga penting karena dapat memengaruhi kondisi ginjal. Beriku ini ada beberapa hal yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi perasaan cemas tersebut.

  • Bergabung dengan kelompok pasien penyakit ginjal untuk mendapatkan dukungan.
  • Mempertahankan rutinitas normal dan melakukan kegiatan yang disukai.
  • Aktif berolahraga setiap minggu dan melakukan aktivitas fisik atas saran dokter.
  • Berbicara dengan orang yang dipercayai, seperti teman atau anggota keluarga.
  • Meminta rekomendasi psikolog yang dapat membantu masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya untuk yang membutuhkan. Apa saja syarat donor ginjal dan bolehkah seorang perokok melakukannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Diabetes juga bisa menyebabkan penglihatan kabur yang apabila dibiarkan bisa berdampak pada kebutaan permanen. Apa saja komplikasi diabetes pada mata?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
alat mencegah hipertensi

Saling Berkaitan, Ini Tips Cegah Hipertensi dan Atrial Fibrilasi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 6 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
merawat kulit orang diabetes

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit
penyakit ginjal adalah

Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 12 menit