Penyebab Umum yang Sering Terjadi Pada Penderita Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Ginjal adalah organ tubuh yang berperan penting dalam menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh. Organ berbentuk kacang ini juga membantu mengendalikan tekanan darah dan mengatur kadar elektrolit tubuh. Pada saat gangguan ginjal terjadi tentu berpengaruh pada kualitas hidup seseorang.

Lantas, apa yang menjadi penyebab terjadinya sakit ginjal?

Penyebab sakit ginjal

penyebab ginjal bengkak atau hidronefrosis

Penyakit ginjal adalah sebuah kondisi ketika organ ginjal terganggu dan termasuk masalah kesehatan yang serius. Pasalnya, kelainan ginjal yang tidak diobati dapat berujung pada gagal ginjal total. Akibatnya, penderita penyakit ginjal membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Sementara itu, pengobatan untuk sakit ginjal sebenarnya sudah banyak dan cukup efektif. Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa gangguan pada ginjal dapat dicegah.

Berikut ini beberapa penyebab utama sakit ginjal berdasarkan jenisnya yang mungkin membantu Anda mengurangi risiko penyakit ini.

1. Perubahan pada glukosa dan tekanan darah

glukosa darah

Salah satu penyebab sakit ginjal yang cukup umum adalah kerusakan yang terjadi akibat kadar gula darah yang meningkat drastis.

Kondisi ini biasa sering terjadi pada penyandang diabetes. Pasalnya, ketika kadar glukosa di tubuh terlalu tinggi, kerusakan organ dalam tubuh pun tidak dapat dihindari, termasuk ginjal.

Kemudian, pembuluh ginjal yang rusak menyebabkan ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan baik. Akibatnya, ginjal yang berisi terlalu banyak limbah beracun ini menyebabkan gagal ginjal.

Sementara itu, tekanan darah tinggi alias hipertensi juga menjadi penyebab ginjal rusak. Hal ini dikarenakan ketika tekanan darah tidak terkendali dengan baik, pembuluh darah rusak. Aliran darah menuju nefron pada ginjal pun menjadi terbatas.

Apabila hal ini terjadi, ginjal tidak lagi mampu menyaring darah dan mengatur cairan, hormon, asam, dan garam di tubuh. Oleh sebab itu, penyandang diabetes atau hipertensi menjadi lebih berisiko terkena penyakit ginjal karena keduanya menjadi penyebab ginjal rusak.

2. Penggunaan obat tertentu

Selain perubahan pada tekanan darah dan glukosa yang drastis, penyebab sakit ginjal lainnya adalah penggunaan obat tertentu. Penggunaan obat seperti obat anti-inflamasi (NSAID), pengendali tekanan darah, hingga antibiotik ternyata bisa menyebabkan cedera ginjal akut.

  • Obat NSAID melebarkan pembuluh darah, tetapi mengurangi aliran darah ke ginjal.
  • Obat ACE Inhibitor memperlampat fungsi ginjal dengan menurunkan aliran darah ke ginjal.
  • Antibiotik tertentu merusak sel ginjal dengan memecah selaput yang mengelilinginya.

Maka dari itu, kebanyakan dokter kini merekomendasikan pasiennya untuk menjalankan tes darah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui fungsi ginjal dan kadar obat dalam darah secara teratur.

3. Gen abnormal

Tahukah Anda bahwa sebenarnya riwayat penyakit dalam keluarga bisa menjadi penyebab sakit ginjal? Ada salah satu jenis penyakit ginjal yang disebabkan oleh gen yang abnormal, yaitu polikistik ginjal.

Sementara itu, penyakit yang satu ini jarang terjadi di luar anggota keluarga, alias mutasi gennya tidak terjadi.

4. Menjalani diet tertentu

diet tinggi protein

Bagi Anda yang hendak menjalani diet tertentu mungkin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, salah menjalani pola makan ternyata bisa menjadi penyebab mengapa sakit ginjal terjadi.

Salah satu diet yang dapat memicu penyakit ginjal adalah diet tinggi protein. Asupan protein yang berlebihan dapat menyebabkan batu ginjal berjenis asam urea dan menyebabkan kalsium ada pada urine dan aciuria (urine asam).

Kondisi tersebut ternyata mengubah pH menjadi terlalu asam dan ketika dibiarkan bisa membentuk batu ginjal.

Bahkah, makan makanan protein terlalu banyak disebut bisa menyebabkan iskemia pada ginjal, yaitu ketika pembuluh organ ginjal tersumbat. Akibatnya, ginjal tidak mendapatkan cukup oksigen dan makanan yang mengakibatkan jaringan pada ginjal mati.

5. Minum alkohol berlebihan

minum alkohol

Sudah bukan rahasia umum lagi bila minum alkohol terlalu banyak bisa menimbulkan masalah, termasuk penyakit ginjal.

Ginjal berfungsi menyaring zat berbahaya dari darah. Salah satu zat berbahaya yang akan disaring oleh ginjal adalah alkohol. Terlalu banyak meminum alkohol dapat menyebabkan perubahan fungsi ginjal dan membuat kinerja ginjal berkurang karena mereka kurang mampu menyaring darah.

Selain menyaring darah, ginjal juga menjaga jumlah air dalam tubuh Anda dengan benar. Alkohol mempengaruhi kemampuan ginjal untuk detoksifikasi racun karena alkohol menyebabkan dehidrasi.

Efek dehidrasi ini dapat mempengaruhi fungsi normal dari sel-sel dan organ, termasuk ginjal. Minum 3-4 gelas alkohol sehari meningkatkan kemungkinan Anda mengalami penyakit ginjal kronis.

Oleh sebab itu, menenggak alkohol terlalu banyak bisa menjadi penyebab mengapa Anda mengalami sakit ginjal.

6. Kelainan bawaan

Dilansir dari Children’s Hospital of Philadelphia, kelainan bawaan bisa menjadi penyebab sakit ginjal karena adanya cacat lahir yang memengaruhi bentuk dan fungsi ginjal. Normalnya, bayi dilahirkan dengan dua ginjal yang berperan menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah.

Namun, kelainan bawaan seperti salah satu ginjal hilang atau berisi kista ternyata dapat menyebabkan penyakit ginjal seperti glomerulonefritis dan polikistik ginjal.

Sejauh ini masih belum diketahui apa penyebab kelainan bawaan pada ginjal, tetapi besar kemungkinan riwayat penyakit ginjal di keluarga meningkatkan risiko tersebut.

7. Ginjal bekerja terlalu keras

menjaga kesehatan ginjal

Organ ginjal bekerja untuk menyaring darah dan membuang limbah lewat urine. Namun, ketika ginjal bekerja terlalu keras ternyata bisa menyebabkan masalah serius. Bagaimana bisa?

Salah satu penyebab mengapa ginjal bekerja terlalu keras dan menimbulkan rasa sakit adalah olahraga maraton. Tidak ada yang salah dengan lari maraton. Permasalahannya justru terletak ketika tubuh Anda tidak siap beraktivitas fisik.

Pada saat Anda berolahraga, terutama lari, semua aliran darah yang mengandung oksigen dan bahan makanan dialirkan secara maksimal ke tubuh yang memerlukan, seperti otot tubuh.

Kemudian, aliran darah ke ginjal akan menurun hingga hampir 25 persen, tetapi tergantung dengan intensitas dan frekuensi olahraga.

Semakin berat olahraga yang dilakukan, semakin sedikit aliran darah yang mengalir ke ginjal. Akibatnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab penyakit ginjal terjadi setelah berolahraga. Di lain sisi, olahraga yang berlebihan juga dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan mineral lainnya.

Faktor risiko penyakit ginjal

Beberapa penyebab sakit ginjal yang telah disebutkan sebenarnya dapat dicegah lewat gaya hidup sehat dan lebih memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Namun, ada pula beberapa faktor yang membuat risiko penyakit ginjal lebih tinggi pada kategori berikut:

  • Penyandang diabetes
  • Penyandang hipertensi
  • Memiliki penyakit jantung, seperti gagal jantung atau stroke
  • Riwayat penyakit ginjal di dalam keluarga
  • Obesitas
  • Perokok
  • Lansia, berusia di atas 60 tahun
  • Pernah mengalami cedera di ginjal sebelumnya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Diet Gagal Ginjal: Seberapa Penting dan Bagaimana Caranya?

Selain menjalani perawatan, pasien gagal ginjal ternyata juga perlu melakukan diet khusus. Apa saja hal yang perlu dipersiapkan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Ginjal 31 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit

Anuria (Kencing Tidak Keluar): Penyebab, Pengobatan, dll.

Anuria adalah kondisi di mana air kencing atau urine tidak bisa keluar. Umumnya, penyebab anuria itu gangguan ginjal. Apakah kondisi ini berbahaya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 27 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Bolehkah Menebus Resep Obat Antibiotik yang Sama Berulang Kali?

Obat antibiotik bukanlah "obat dewa" yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Ada aturan minum antibiotik yang aman untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Pilihan Obat dan Penanganan untuk Mengatasi Ginjal Bengkak

Pilihan obat untuk ginjal bengkak bervariasi sesuai dengan penyebab dan keparahannya. Pada kasus tertentu, dokter mungkin menyarankan Anda perlu operasi.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Ginjal 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
penyakit ginjal adalah

Penyakit Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 12 menit
syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
antibiotik untuk radang tenggorokan

Ciri-ciri Radang Tenggorokan yang Butuh Antibiotik dan yang Bisa Pakai Obat Biasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit