home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab Umum yang Sering Terjadi Pada Penderita Penyakit Ginjal

Penyebab Umum yang Sering Terjadi Pada Penderita Penyakit Ginjal

Ginjal adalah organ tubuh yang berperan penting dalam menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh. Organ berbentuk kacang ini juga membantu mengendalikan tekanan darah dan mengatur kadar elektrolit tubuh. Pada saat gangguan ginjal terjadi tentu berpengaruh pada kualitas hidup seseorang.

Lantas, apa yang menjadi penyebab terjadinya sakit ginjal?

Penyebab sakit ginjal

penyebab ginjal bengkak atau hidronefrosis

Penyakit ginjal adalah sebuah kondisi ketika organ ginjal terganggu dan termasuk masalah kesehatan yang serius. Pasalnya, kelainan ginjal yang tidak diobati dapat berujung pada gagal ginjal total. Akibatnya, penderita penyakit ginjal membutuhkan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Sementara itu, pengobatan untuk sakit ginjal sebenarnya sudah banyak dan cukup efektif. Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa gangguan pada ginjal dapat dicegah.

Berikut ini beberapa penyebab utama sakit ginjal berdasarkan jenisnya yang mungkin membantu Anda mengurangi risiko penyakit ini.

1. Perubahan pada glukosa dan tekanan darah

glukosa darah

Salah satu penyebab sakit ginjal yang cukup umum adalah kerusakan yang terjadi akibat kadar gula darah yang meningkat drastis.

Kondisi ini biasa sering terjadi pada penyandang diabetes. Pasalnya, ketika kadar glukosa di tubuh terlalu tinggi, kerusakan organ dalam tubuh pun tidak dapat dihindari, termasuk ginjal.

Kemudian, pembuluh ginjal yang rusak menyebabkan ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan baik. Akibatnya, ginjal yang berisi terlalu banyak limbah beracun ini menyebabkan gagal ginjal.

Sementara itu, tekanan darah tinggi alias hipertensi juga menjadi penyebab ginjal rusak. Hal ini dikarenakan ketika tekanan darah tidak terkendali dengan baik, pembuluh darah rusak. Aliran darah menuju nefron pada ginjal pun menjadi terbatas.

Apabila hal ini terjadi, ginjal tidak lagi mampu menyaring darah dan mengatur cairan, hormon, asam, dan garam di tubuh. Oleh sebab itu, penyandang diabetes atau hipertensi menjadi lebih berisiko terkena penyakit ginjal karena keduanya menjadi penyebab ginjal rusak.

2. Penggunaan obat tertentu

Selain perubahan pada tekanan darah dan glukosa yang drastis, penyebab sakit ginjal lainnya adalah penggunaan obat tertentu. Penggunaan obat seperti obat anti-inflamasi (NSAID), pengendali tekanan darah, hingga antibiotik ternyata bisa menyebabkan cedera ginjal akut.

  • Obat NSAID melebarkan pembuluh darah, tetapi mengurangi aliran darah ke ginjal.
  • Obat ACE Inhibitor memperlampat fungsi ginjal dengan menurunkan aliran darah ke ginjal.
  • Antibiotik tertentu merusak sel ginjal dengan memecah selaput yang mengelilinginya.

Maka dari itu, kebanyakan dokter kini merekomendasikan pasiennya untuk menjalankan tes darah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui fungsi ginjal dan kadar obat dalam darah secara teratur.

3. Gen abnormal

Tahukah Anda bahwa sebenarnya riwayat penyakit dalam keluarga bisa menjadi penyebab sakit ginjal? Ada salah satu jenis penyakit ginjal yang disebabkan oleh gen yang abnormal, yaitu polikistik ginjal.

Sementara itu, penyakit yang satu ini jarang terjadi di luar anggota keluarga, alias mutasi gennya tidak terjadi.

4. Menjalani diet tertentu

diet tinggi protein

Bagi Anda yang hendak menjalani diet tertentu mungkin sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Pasalnya, salah menjalani pola makan ternyata bisa menjadi penyebab mengapa sakit ginjal terjadi.

Salah satu diet yang dapat memicu penyakit ginjal adalah diet tinggi protein. Asupan protein yang berlebihan dapat menyebabkan batu ginjal berjenis asam urea dan menyebabkan kalsium ada pada urine dan aciuria (urine asam).

Kondisi tersebut ternyata mengubah pH menjadi terlalu asam dan ketika dibiarkan bisa membentuk batu ginjal.

Bahkah, makan makanan protein terlalu banyak disebut bisa menyebabkan iskemia pada ginjal, yaitu ketika pembuluh organ ginjal tersumbat. Akibatnya, ginjal tidak mendapatkan cukup oksigen dan makanan yang mengakibatkan jaringan pada ginjal mati.

5. Minum alkohol berlebihan

minum alkohol

Sudah bukan rahasia umum lagi bila minum alkohol terlalu banyak bisa menimbulkan masalah, termasuk penyakit ginjal.

Ginjal berfungsi menyaring zat berbahaya dari darah. Salah satu zat berbahaya yang akan disaring oleh ginjal adalah alkohol. Terlalu banyak meminum alkohol dapat menyebabkan perubahan fungsi ginjal dan membuat kinerja ginjal berkurang karena mereka kurang mampu menyaring darah.

Selain menyaring darah, ginjal juga menjaga jumlah air dalam tubuh Anda dengan benar. Alkohol mempengaruhi kemampuan ginjal untuk detoksifikasi racun karena alkohol menyebabkan dehidrasi.

Efek dehidrasi ini dapat mempengaruhi fungsi normal dari sel-sel dan organ, termasuk ginjal. Minum 3-4 gelas alkohol sehari meningkatkan kemungkinan Anda mengalami penyakit ginjal kronis.

Oleh sebab itu, menenggak alkohol terlalu banyak bisa menjadi penyebab mengapa Anda mengalami sakit ginjal.

6. Kelainan bawaan

Dilansir dari Children’s Hospital of Philadelphia, kelainan bawaan bisa menjadi penyebab sakit ginjal karena adanya cacat lahir yang memengaruhi bentuk dan fungsi ginjal. Normalnya, bayi dilahirkan dengan dua ginjal yang berperan menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah.

Namun, kelainan bawaan seperti salah satu ginjal hilang atau berisi kista ternyata dapat menyebabkan penyakit ginjal seperti glomerulonefritis dan polikistik ginjal.

Sejauh ini masih belum diketahui apa penyebab kelainan bawaan pada ginjal, tetapi besar kemungkinan riwayat penyakit ginjal di keluarga meningkatkan risiko tersebut.

7. Ginjal bekerja terlalu keras

menjaga kesehatan ginjal

Organ ginjal bekerja untuk menyaring darah dan membuang limbah lewat urine. Namun, ketika ginjal bekerja terlalu keras ternyata bisa menyebabkan masalah serius. Bagaimana bisa?

Salah satu penyebab mengapa ginjal bekerja terlalu keras dan menimbulkan rasa sakit adalah olahraga maraton. Tidak ada yang salah dengan lari maraton. Permasalahannya justru terletak ketika tubuh Anda tidak siap beraktivitas fisik.

Pada saat Anda berolahraga, terutama lari, semua aliran darah yang mengandung oksigen dan bahan makanan dialirkan secara maksimal ke tubuh yang memerlukan, seperti otot tubuh.

Kemudian, aliran darah ke ginjal akan menurun hingga hampir 25 persen, tetapi tergantung dengan intensitas dan frekuensi olahraga.

Semakin berat olahraga yang dilakukan, semakin sedikit aliran darah yang mengalir ke ginjal. Akibatnya, kondisi ini menjadi salah satu penyebab penyakit ginjal terjadi setelah berolahraga. Di lain sisi, olahraga yang berlebihan juga dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan mineral lainnya.

Faktor risiko penyakit ginjal

Beberapa penyebab sakit ginjal yang telah disebutkan sebenarnya dapat dicegah lewat gaya hidup sehat dan lebih memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Namun, ada pula beberapa faktor yang membuat risiko penyakit ginjal lebih tinggi pada kategori berikut:

  • Penyandang diabetes
  • Penyandang hipertensi
  • Memiliki penyakit jantung, seperti gagal jantung atau stroke
  • Riwayat penyakit ginjal di dalam keluarga
  • Obesitas
  • Perokok
  • Lansia, berusia di atas 60 tahun
  • Pernah mengalami cedera di ginjal sebelumnya

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Which Drugs Are Harmful To Your Kidneys? – https://www.kidney.org/atoz/content/drugs-your-kidneys diakses pada 16 Juni 2017

Chronic Kidney Disease (CKD): Symptoms and causes. National Kidney Foundation. Retrieved 01 July 2020, from https://www.kidney.org/atoz/content/about-chronic-kidney-disease

Laskin, B. Congenital Anomalies of The Kidneys and Urinary Tract. Children Hospital of Philadelphia. Retrieved 01 July 2020, from https://www.chop.edu/conditions-diseases/congenital-anomalies-kidneys-and-urinary-tract

Types of Kidney Disease. Kidney Health Australia. Retrieved 01 July 2020, from https://kidney.org.au/your-kidneys/support/kidney-disease/types

Polycystic Kidney Disease. (2018). Mayo Clinic. Retrieved 01 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polycystic-kidney-disease/symptoms-causes/syc-20352820

Zeratsky, K. (2018). Are High-Protein Diets Safe for Weight Loss?. Mayo Clinic. Retrieved 01 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/high-protein-diets/faq-20058207

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal diperbarui 28/06/2017
x