Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Agustus 2020 . Waktu baca 13 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gagal ginjal?

Gagal ginjal adalah kondisi ketika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring zat sisa dari darah dengan baik. Jika ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring, akan terjadi penumpukan limbah dan zat kimia pada darah menjadi tidak seimbang. 

Ginjal adalah sepasang organ yang berada di bagian bawah punggung. Salah satu ginjal berada pada sisi tulang belakang dan keduanya berfungsi menyaring darah dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Kemudian, ginjal mengirimkan sisa limbah ke kandung kemih dan mengeluarkannya melalui urine.

Tahapan penyakit gagal ginjal

Penyakit gagal ginjal yang tidak ditangani segera dapat menyebabkan komplikasi yang membahayakan tubuh. Pasalnya, penumpukan cairan berlebih, terutama di paru-paru dan perubahan zat kimia dalam darah berpengaruh pada fungsi jantung dan otak.

Dilansir dari Harvard Health, ada tiga tahapan gagal ginjal yang biasa terjadi.

1. Cedera ginjal akut

Jika ginjal Anda berhenti bekerja tiba-tiba, dalam waktu yang singkat (biasanya dua hari atau kurang), Anda mengalami acute kidney injury (AKI) atau cedera ginjal akut. Kondisi ini merupakan masalah serius dan harus ditangani segera. 

Berbeda dengan jenis lainnya yang merupakan hasil dari kerusakan ginjal yang terjadi secara bertahap, AKI dapat sembuh jika diobati dengan cepat.

2. Gagal ginjal kronis

Cedera ginjal akut memang dapat diobati. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami kerusakan ginjal dalam jangka waktu yang lama setelah AKI terjadi. Kondisi ini disebut dengan penyakit ginjal kronis.

Penyakit ginjal kronis menurunkan fungsi ginjal secara bertahan dan dapat mengarah pada gagal ginjal tahap akhir jika tidak diobati dengan tepat.

3. Gagal ginjal stadium akhir (ESRD)

Gagal ginjal stadium akhir (end-stage renal disease) adalah penyakit ginjal tahap akhir yang bersifat kronis dan permanen. Kondisi ini terjadi ketika fungsi ginjal menurun hingga organ tidak dapat berfungsi secara total.

Penyakit yang merupakan hasil akhir dari penyakit ginjal kronis ini membutuhkan dialisis dan transplantasi ginjal agar pasien bisa bertahan hidup.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Penyakit gagal ginjal dapat terjadi pada pasien pada usia berapa saja. Namun, kerusakan ginjal bisa ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko.

Cedera ginjal akut dapat menimbulkan komplikasi ketika tidak ditangani dengan tepat. Walaupun demikian, kondisi tersebut sangat mungkin dapat disembuhkan. Jika tubuh dalam keadaan sehat, Anda bisa memulihkan fungsi ginjal hingga normal atau hampir normal.

Bagi pasien yang telah memasuki tahapan gagal ginjal kronis, kondisi ini berisiko berkembang hingga ke tahap akhir. Jika tidak diobati tanpa dialisis atau transplantasi, hal ini bisa berakibat fatal yang mengancam jiwa.

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala penyakit gagal ginjal

Pada awalnya, tanda dan gejala penyakit ginjal seringkali tidak spesifik dan bisa disebabkan oleh penyakit lain. Bahkan, beberapa orang yang mengalami gagal ginjal akut tidak merasakan gejala apapun.

Kondisi ini disebabkan oleh ginjal yang mudah beradaptasi dan mudah mengatasi kehilangan fungsi. Akibatnya, gejala penyakit ginjal mungkin tidak akan muncul sampai kerusakan yang tidak dapat diperbaiki terjadi.

Umumnya, satu atau dua gejala akan terasa ketika ginjal mengalami penurunan fungsi, seperti:

  • kulit terasa gatal,
  • kram otot,
  • mual dan muntah,
  • mudah lelah,
  • hilangnya nafsu makan,
  • pembengkakan pada lengan dan kaki,
  • perubahan frekuensi dan volume urine,
  • sesak napas, dan
  • sulit tidur.

Sementara itu, ketika ginjal berhenti berfungsi secara tiba-tiba (cedera ginjal akut), ada beberapa tanda yang mungkin Anda alami yaitu:

  • nyeri perut,
  • sakit punggung,
  • diare,
  • demam,
  • mimisan, dan
  • ruam kulit.

Gejala gagal ginjal sebenarnya cukup bervariasi. Apabila ada tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas dan Anda khawatir, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Segera periksa ke dokter jika Anda merasakan tanda-tanda atau gejala gagal ginjal. Apabila Anda punya kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, dokter akan memantau tekanan darah dan fungsi ginjal Anda dengan tes darah dan urine.

Tubuh masing-masing orang berbeda. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan kondisi kesehatan ginjal Anda.

Penyebab

Apa penyebab gagal ginjal?

Penyakit gagal ginjal biasanya disebabkan oleh masalah kesehatan lainnya. Berbagai penyakit tersebut kemudian menyebabkan kerusakan pada ginjal secara bertahap. Umumnya, orang yang berisiko tinggi terkena gagal ginjal juga mengalami diabetes dan hipertensi.

Selain kedua penyebab utama tersebut, ada kondisi lain yang mengakibatkan gagal ginjal terjadi berdasarkan jenisnya, yaitu:

Penyebab cedera ginjal akut

Pada umumnya, cedera ginjal akut sangat mungkin terjadi karena berbagai faktor di bawah ini.

  • Aliran darah rendah yang terjadi akibat kondisi lain, seperti serangan jantung.
  • Pembengkakan pada ginjal akibat reaksi terhadap infeksi atau obat tertentu.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Masalah pada saluran kemih yang menyebabkan racun menumpuk di ginjal.

Walaupun demikian, cedera ginjal akut masih dapat ditangani hingga mendekati ke fungsi normal ketika penyebabnya diatasi dengan baik.

Penyebab gagal ginjal kronis

Sementara itu, penyakit ginjal kronis adalah kehilangan fungsi ginjal secara permanen yang umumnya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • tekanan darah tinggi,
  • glomerulonefritis kronis,
  • diabetes,
  • penyakit lupus,
  • penyakit ginjal polikistik,
  • saluran kemih tersumbat, dan
  • infeksi ginjal.

Faktor risiko

Apa faktor-faktor yang meningkatkan risiko cedera ginjal akut?

Cedera ginjal akut biasanya hampir selalu berkaitan dengan kondisi atau masalah kesehatan lainnya. Berikut ini beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit cedera ginjal akut.

  • Pernah dirawat di rumah sakit akibat masalah kesehatan yang serius.
  • Penyumbatan pembuluh darah di lengan atau kaki.
  • Diabetes.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Penyakit hati (lever).
  • Gagal jantung.
  • Menderita kanker dan tengah menjalani perawatan.
  • Riwayat penyakit ginjal lainnya.

Apa faktor-faktor yang meningkatkan risiko gagal ginjal kronis?

Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko gagal ginjal kronis bagi seseorang. Beberapa faktor tidak dapat dihindari, sementara yang lain bisa dikendalikan.

Berikut ini beberapa faktor risiko penyakit ginjal kronis yang tidak dapat diubah.

  • Genetik alias anggota keluarga lainnya menderita gagal ginjal kronis.
  • Keturunan ras Afrika-Amerika dan Asia.
  • Berusia lebih dari 65 tahun.
  • Struktur ginjal yang tidak normal.
  • Berat badan yang rendah saat lahir mengganggu perkembangan ginjal.

Selain beberapa faktor risiko di atas, ada beberapa hal lainnya yang dapat membuat Anda berpotensi terkena gagal ginjal kronis. Namun, perlu diketahui bahwa faktor di bawah ini dapat diubah lewat gaya hidup.

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak dikendalikan.
  • Diabetes tipe 1 sebelum usia 20 tahun.
  • Kurang dapat mengontrol glukosa darah pada diabetes tipe 1 dan 2.
  • Merokok yang bisa menyebabkan menyempitnya pembuluh darah ginjal.
  • Obesitas.

Diagnosis

Bagaimana diagnosis gagal ginjal?

Jika Anda memiliki faktor berupa penyakit atau masalah kesehatan yang meningkatkan risiko gagal ginjal, dokter akan mengawasi tanda dan gejala penyakit ini. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menjalani tes darah dan urine.

Selain kedua pemeriksaan fungsi ginjal tersebut, dokter juga akan memeriksa tekanan darah dan memonitor tanda dan gejala terkait. Berikut beberapa tes yang dilakukan untuk melihat, apakah Anda mengalami penyakit gagal ginjal atau tidak.

  • Glomerular filtration rate (GFR), yaitu memperlihatkan kondisi saat ginjal menyaring.
  • Uji kreatinin yang memeriksa kadar kreatinin, yaitu limbah yang dikeluarkan ginjal dari darah.
  • Tes urine albumin, yaitu pemeriksaan albumin, protein yang ada di urine ketika ginjal rusak.
  • Urinalisis, tes laboratorium untuk mengetahui masalah pada urine.
  • Tes pencitraan, seperti USG yang memperlihatkan ukuran dan bentuk ginjal.
  • Biopsi ginjal dengan mengambil sepotong kecil jaringan ginjal dan diperiksa dengan mikroskop.

Perlu diingat bahwa tanda dan gejala gagal ginjal seringkali mirip dengan penyakit lainnya. Satu-satunya cara untuk memastikan apakah Anda terkena penyakit ini atau tidak adalah dengan menjalani pemeriksaan fungsi ginjal.

Pengobatan

Macam pengobatan dan penanganan gagal ginjal

Apabila kondisi ginjal semakin memburuk, dokter mungkin akan berdiskusi dengan Anda terkait persiapan pengobatan untuk gagal ginjal. Pengobatan yang dijalankan bertujuan agar kondisi tubuh lebih baik dan kelangsungan hidup lebih lama.

Ada beberapa jenis perawatan ketika seseorang mengalami gagal ginjal. Namun, jenis pengobatan yang dibutuhkan akan tergantung pada penyebab dari penyaki tersebut.

Pengobatan cedera ginjal akut

Pada dasarnya pengobatan cedera ginjal akut dilakukan dengan mengatasi penyebabnya, seperti tekanan darah atau glukosa yang terlalu tinggi. Selain itu, perawatan penyakit ini juga dilakukan di rumah sakit dengan durasi yang tergantung berdasarkan seberapa cepat ginjal bisa pulih.

Awalnya, dokter akan memesan cairan intravena untuk memastikan apakah aliran darah yang mengalir cukup ke ginjal. Apabila hal ini tidak dilakukan, artinya penumpukan cairan di ginjal sudah parah. Berikut perawatan yang mungkin Anda butuhkan.

  • Pengobatan untuk menyeimbangkan kadar air dalam darah.
  • Perawatan mengendalikan kalium dalam darah.
  • Mengembalikan kadar kalsium di darah.
  • Dialisis untuk membuang racun dalam darah.

Perawatan penyakit ginjal kronis

Berbeda dengan cedera ginjal akut, gagal ginjal kronis tidak dapat diobati. Namun, perawatan penyakit ini bertujuan untuk meringankan gejala yang dialami dan mengurangi risiko komplikasi serta tingkat keparahan.

Hal ini dikarenakan ketika ginjal rusak parah, Anda mungkin membutuhkan perawatan penyakit ginjal stadium akhir, seperti transplantasi dan dialisis.

Selain mengobati penyebabnya, perawatan penyakit ginjal kronis biasanya sudah meliputi:

  • diet rendah protein dan rendah garam,
  • obat-obatan untuk mengontrol zat kimia dalam darah,
  • obat untuk mengendalikan tekanan darah, dan
  • obat hormonal (erythropoietin) untuk mengobati anemia.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan secara berkala untuk mengetahui apakah ginjal Anda stabil atau membaik. 

Perawatan untuk penyakit ginjal tahap akhir

Penyakit ginjal akhir terjadi ketika ginjal tidak lagi dapat membuang limbah dengan sendirinya dan ginjal telah gagal berfungsi. Kondisi ini biasanya ditangani dengan menjalani dialisis hingga waktu yang tidak ditentukan atau sampai menemukan donor untuk transplantasi ginjal.

Dialisis dipakai untuk menghilangkan limbah dari darah. Pada beberapa pasien yang memiliki riwayat hipertensi, kedua ginjal mungkin perlu diangkat melalui pembedahan sebelum transplantasi.

Dialisis

Dialisis menyaring dan membersihkan darah menggunakan sebuah mesin yang melakukan fungsi ginjal. Tergantung dari tipe dialisis, Anda dapat dikoneksikan pada mesin besar atau kantong kateter portabel. 

Diet rendah kalium dan rendah garam biasanya disarankan saat dialisis. Dialisis tidak menyembuhkan gagal ginjal, tetapi dapat memperpanjang hidup Anda jika dilakukan secara terjadwal.

Transplantasi ginjal

Pilihan pengobatan lainnya adalah transplantasi ginjal,tapi biasanya Anda harus menunggu cukup lama untuk menerima donor ginjal yang sesuai. Keuntungan dari transplantasi adalah ginjal baru dapat bekerja dengan sempurna, sehingga dialisis tidak lagi diperlukan. 

Sementara itu, kekurangannya adalah obat imunosupresif harus dikonsumsi setelah operasi. Obat-obatan ini memiliki efek samping yang beberapa di antaranya cukup serius. Selain itu, operasi transplantasi bisa saja gagal dan dapat mengancam nyawa.

Bagi beberapa orang yang memilih tidak melakukan dialisis atau transplantasi, pilihan ketiga adalah merawat gagal ginjal dengan langkah-langkah konservatif. Bagaimanapun, jika Anda mengidap penyakit ini, ekspektasi hidup Anda secara umum hanya tinggal beberapa bulan. 

Pengobatan di rumah

Pengobatan di rumah untuk gagal ginjal

Kebanyakan orang yang mengalami gagal ginjal mungkin merasa panik karena mengetahui organ tidak berfungsi dengan baik. Namun, adanya penyakit ini justru menjadi alasan kuat untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dan meluangkan waktu untuk menjalani pengobatan.

Pola makan lebih sehat

Salah satu bagian dari perawatan penyakit gagal ginjal yang akan direkomendasikan oleh dokter adalah menjalani diet khusus. Perubahan pola makan menjadi lebih sehat bertujuan untuk meringankan kerja ginjal.

Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan Anda beberapa hal di bawah ini, tergantung kondisi kesehatan dan fungsi ginjal.

  • Diet rendah garam, seperti menghindari makanan beku dan fast food.
  • Memilih makanan rendah kalium, seperti apel, kol, wortel, stroberi.
  • Membatasi asupan protein dan fosfor dengan menentukan jumlah konsumsi harian.

Panduan lain perawatan gagal ginjal di rumah

Selain mengubah pola makan, Anda juga perlu menjalani gaya hidup lebih sehat untuk menjaga kesehatan ginjal yang sudah rusak.

  • Penggunaan obat sesuai dengan aturan dokter untuk menghindari penumpukan racun.
  • Membatasi paparan zat kimia, seperti pembersih ruangan, rokok, dan pestisida.
  • Rutin berolahraga.

Komplikasi

Apa yang terjadi jika kondisi ini dibiarkan begitu saja?

Gagal ginjal yang tidak diobati dapat berujung pada penyakit ginjal stadium akhir yang membutuhkan perawatan dialisis dan transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Dialisis dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal, tetapi metode ini tentu tidak sama dengan cara kerja ginjal yang sehat. Artinya, Anda perlu mengambil langkah ekstra untuk tetap sehat dan terhindar dari komplikasi penyakit.

Berikut ini ada beberapa komplikasi yang sering terjadi ketika gagal ginjal dibiarkan tanpa penanganan yang baik dan tepat.

  • Anemia akibat ginjal tidak mampu mencukupi kebutuhan sel darah merah
  • Penyakit tulang karena kesehatan tulang tidak terjaga dengan ginjal yang rusak
  • Penyakit jantung akibat ginjal tidak dapat mengalirkan darah ke jantung
  • Hiperkalemia karena ginjal tidak dapat menyaring dan membatasi kalium dalam darah
  • Terlalu banyak cairan di dalam tubuh menyebabkan masalah pada jantung dan paru

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Pilihan Makanan Sehat untuk Pasien Penyakit Ginjal

Berbagai bahan makanan ini aman dan tentunya sehat dikonsumsi untuk pasien penyakit ginjal. Yuk, ketahui selengkapnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 14/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Gagal Ginjal Bukan Penghalang untuk Hidup Sehat, Ini 5 Tipsnya

Penyakit gagal ginjal akan memberikan banyak perubahan pada hidup. Namun, penderita gagal ginjal tetap dapat hidup sehat dengan menyesuaikan beberapa hal.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 21/09/2019 . Waktu baca 4 menit

3 Gejala Paling Khas Diabetes Insipidus yang Perlu Diwaspadai

Mengenali gejala khasnya sejak dini bisa jadi cara efektif untuk mencegah komplikasi diabetes insipidus di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 26/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Tubuh yang Demam dan Menggigil Saat Cuci Darah

Ada berbagai efek samping yang bisa ditimbulkan dari cuci darah (hemodialisis). Jika tubuh demam dan menggigil saat cuci darah, bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 09/08/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

komplikasi pneumonia

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 6 menit
risiko efek covid-19 pasien cuci darah

Perawatan Pasien Cuci Darah yang Rentan Tertular COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/04/2020 . Waktu baca 5 menit
prosedur cimino dalam cuci darah

Apa Itu Prosedur Cimino Dalam Proses Cuci Darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 31/03/2020 . Waktu baca 4 menit
hemodialisis

Pengobatan Hemodialisis dan CAPD untuk Gagal Ginjal, Mana yang Lebih Baik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020 . Waktu baca 7 menit