Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu infeksi ginjal (pielonefritis)?

Pielonefritis (pyelonephritis) adalah infeksi pada salah satu atau kedua ginjal yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Kondisi ini merupakan salah satu jenis infeksi saluran kemih.

Tugas utama organ ginjal adalah membuang limbah dan mengambil air tambahan dari darah. Ginjal adalah bagian dari saluran kemih Anda, yang membuat limbah cair (urine) dan mengeluarkannya dari tubuh. 

Bakteri dan virus biasanya mencapai kandung kemih melalui uretra, yaitu saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih hingga keluar dari tubuh. Hal ini dapat menyebabkan infeksi yang memengaruhi fungsi ginjal hingga memicu pielonefritis.

Infeksi ginjal dan infeksi kandung kemih adalah kondisi yang mirip. Namun, pielonefritis jarang ditemukan dibanding infeksi saluran urine. Walaupun demikian, kondisi ini cukup serius. Pasalnya, infeksi yang merusak ginjal dapat menyebabkan pielonefritis kronis hingga berujung gagal ginjal

Seberapa umum pielonefritis?

Infeksi ginjal dapat terjadi pada siapa saja. Namun, penyakit ini biasa dialami oleh wanita dan orang tua. Orang yang memakai kateter, penyandang diabetes, atau penyumbatan saluran urine akibat batu ginjal atau pembesaran prostat juga lebih berisiko.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala dari infeksi ginjal (pielonefritis)?

Fase awal dari pielonefritis biasanya tidak menunjukan gejala. Gejala yang paling umum adalah demam dan sakit pinggang. Gejala infeksi ginjal adalah:

  • Menggigil
  • Sering buang air kecil
  • Mual
  • Rasa sakit ketika buang air kecil
  • Urine terlihat keruh dan berbau tidak enak
  • Rasa sakit pada tulang rusuk atau panggul
  • Mendadak ingin buang air kecil
  • Darah dalam urine (hematuria)
  • Sakit perut
  • Muntah

Terdapat kemungkinan beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda merasa khawatir terhadap suatu gejala, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya ke dokter?

Jika Anda mengalami salah satu tanda atau gejala yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter. Hal ini juga berlaku ketika Anda merasa hal yang tidak biasa pada daerah perut bagian bawah.

Anda juga harus segera mencari pertolongan medis jika mengalami rasa sakit yang parah pada daerah perut atau urine bercampur dengan darah.

Tubuh setiap orang bereaksi berbeda-beda, termasuk ketika mengalami penyakit ginjal. Sebaiknya, diskusikan dengan dokter terkait kondisi Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab

Apa yang menyebabkan infeksi ginjal (pielonefritis)?

Pielonefritis disebabkan oleh bakteri atau virus yang menginfeksi urine dan mencapai ginjal dengan melalui ureter atau dari aliran darah. Bakteri yang masuk saluran kemih Anda melalui uretra dapat berkembang biak dan berjalan menuju ginjal. 

Dikutip dari Mayo Clinic, bakteri dari infeksi di tempat lain di tubuh Anda juga dapat menyebar melalui aliran darah ke ginjal. Walaupun banyak bakteri dan virus yang menjadi penyebab infeksi ginjal, bakteri paling umum adalah E. coli.

Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi terjadi setelah operasi ginjal.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk pielonefritis (infeksi ginjal)?

Pada umumnya, bakteri akan keluar dari tubuh lewat urine. Namun, beberapa kondisi kesehatan tertentu bisa meningkatkan risiko infeksi ginjal. Apa saja masalah kesehatan berpotensi menginfeksi ginjal?

  • Jenis kelamin, gejala infeksi ginjal pada wanita lebih sering terjadi karena uretranya lebih pendek.
  • Gangguan pada saluran urine yang memperlambat aliran urine akibat kelainan bentuk saluran kemih.
  • Pembesaran prostat yang menekan uretra.
  • Fungsi sistem imun yang berubah akibat penyakit tertentu, seperti HIV dan kanker.
  • Kehamilan karena rahim membesar dan dapat menekan ureter dan mengurangi aliran urine.
  • Penggunaan kateter urine dalam jangka panjang.
  • Diabetes mellitus yang tidak ditangani dengan baik.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
  • Vesicoureteral reflux, kondisi ketika aliran urine kembali ke ginjal.

Tidak mempunyai faktor risiko ternyata tidak menjamin seseorang tidak terkena pielonefritis. Oleh sebab itu, berkonsultasi dengan dokter adalah jalan terbaik agar menemukan solusi yang tepat untuk Anda.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk pielonefritis (infeksi ginjal)?

Kebanyakan pasien yang menderita infeksi ginjal bisa sembuh total, asalkan mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa cara yang dilakukan oleh dokter untuk mengobati pielonefritis.

Antibiotik

Umumnya, pasien pielonefritis akan dibawa ke rumah sakit dan diberikan antibiotik yang dimasukkan lewat vena. Jika gejala sudah membaik, dokter akan meresepkan antibiotik yang dikonsumsi lewat mulut selama 3 minggu.

Setelah itu, dokter juga akan menganjurkan untuk menjalani pengulangan kultur urine. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah infeksi sudah sembuh atau belum. Jika masih ada, Anda mungkin perlu minum antibiotik lagi.

Rawat inap di rumah sakit

Jika infeksi ginjal sudah semakin parah, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk rawat inap di rumah sakit. Perawatan di rumah sakit ini juga termasuk antibiotik dan cairan yang dimasukkan lewat vena di lengan Anda.

Obat infeksi saluran kencing yang kambuh juga diatasi dengan antibiotik dengan dosis rendah. Obat ini akan diberikan setiap hari selama beberapa minggu untuk mencegah infeksi. Berapa lama Anda dirawat di rumah sakit akan tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

Selain kedua jenis perawatan di atas, pasien pielonefritis akibat batu ginjal mungkin akan melakukan terapi ESWL, laser, atau pembedahan. Operasi ini dilakukan agar batu yang menyumbat saluran urine dapat dikeluarkan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk pielonefritis?

Lewat tanda dan gejala pielonefritis serta catatan, seperti sakit pinggang dan demam, dokter dapat memulai diagnosis. Jika infeksi ginjal terdeteksi, mereka juga akan meminta Anda untuk menjalani pemeriksaan ginjal, seperti tes urine dan darah. Hal ini bertujuan untuk memeriksa bakteri dan menemukan infeksi.

Berikut ini beberapa tes yang biasa dilakukan untuk mendeteksi pielonefritis:

  • Urinalisis, yaitu pengujian sampel urine untuk memeriksa sel darah putih dan jumlah bakteri.
  • Kultur urine, yaitu pemeriksaan bakteri dalam urine untuk menentukan penggunaan antibiotik.
  • Kultur darah, yaitu pengujian bakteri apakah telah menyebar ke darah atau tidak.
  • CT scan untuk mendeteksi masalah dan penyumbatan saluran.
  • Ultrasonografi ginjal untuk memperlihatkan apakah ada benda yang menghalangi saluran kemih.
  • Voiding cystourethrogram (VCUG), rontgen pendeteksi masalah pada uretra dan kandung kemih.
  • Uji dubur digital (untuk pria), pemeriksaan fisik untuk mendeteksi pembengkakan prostat.
  • Dimercaptosuccin acid scintigraphy (DMSA), pengujian fungsi ginjal dengan radioaktif.

Selain untuk mendeteksi infeksi bakteri pada ginjal, pemeriksaan di atas juga bertujuan untuk mencari tahu masalah yang dapat menyebabkan pielonefritis. Sebagai contoh, penyakit ini dapat disebabkan oleh batu ginjal dan cacat lahir.

Kedua kondisi kesehatan tersebut dapat diobati untuk mencegah infeksi pada masa depan. Jika diagnosis dokter sudah jelas, Anda akan lebih mudah memilih jenis perawatan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pielonefritis (infeksi ginjal)?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi pielonefritis dan mencegah infeksi saluran kemih kembali lagi.

Minum air yang banyak

Memenuhi kebutuhan cairan dan minum air yang banyak dapat membantu tubuh membersihkan bakteri dari sistem kemih. Air putih adalah pilihan terbaik. Orang sehat direkomendasikan minum 6-8 gelas air setiap harinya.

Jika memiliki kondisi medis tertentu, seperti gagal ginjal, atau penyakit jantung, tanyakan kepada dokter kebutuhan cairan yang pas untuk Anda. Tidak semua cairan dapat diminum dan sebaiknya hindari minum minuman beralkohol.

Anda juga bisa sesekali mengganti minuman asam yang membuat beberapa jenis bakteri tidak dapat bertahan di kandung kemih. Hal ini cukup membantu Anda untuk menghindari infeksi kembali.

Tidak menahan kencing dalam waktu yang lama

Menahan kencing terlalu lama hanya akan memicu pertumbuhan bakteri di kandung kemih yang bisa menjadi penyebab infeksi ginjal. Oleh sebab itu, cobalah buang air kecil setidaknya setiap 3-4 jam.

Bahkan, hal ini juga perlu diterapkan setelah berhubungan seks, baik pria maupun wanita.

Buang air kecil setelah berhubungan intim dapat membantu menghilangkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra ketika melakukan seks.

Konsumsi obat sesuai anjuran dokter

Walaupun Anda merasa gejala infeksi ginjal sudah membaik, bukan berarti obat-obatan dari dokter berhenti dikonsumsi. Sebaiknya tetap ikuti aturan dari dokter hingga mereka menyuruh Anda untuk berhenti minum obat.

Sementar itu, demi mempermudah proses pemulihan pielonefritis, Anda perlu berhati-hati ketika mengonsumsi obat herbal yang ditemukan di toko. Pasalnya, obat-obatan herbal tertentu bisa meningkatkan risiko penyakit ginjal.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Terjadi Bila Kadar Limfosit Tinggi?

Kadar limfosit tinggi bisa menjadi tanda bahwa Anda terkena penyakit tertentu, lho. Apa saja penyakit yang bisa sebabkan kadar limfosit melonjak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 10 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Neutropenia, Ketika Kadar Neutrofil Terlalu Rendah

Neutropenia adalah rendahnya kadar neutrofil dalam darah. Neutrofil yang terlalu rendah dapat membuat Anda rentan infeksi, lebih fatal, berujung kematian.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 9 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Proses Inflamasi Ternyata Penting Bagi Tubuh, Begini Mekanismenya

Saat mendengar kata inflamasi, yang terbayang pasti penyakit. Padahal, proses inflamasi justru diperlukan tubuh untuk melawan penyakit. Begini mekanismenya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Fakta Unik 27 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi gusi periodontitis

Periodontitis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 15 menit
kebotakan alias alopecia

Alopecia (Kebotakan)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 10 menit
tinea cruris adalah

Tinea Cruris

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
kurap kadas

Kurap (Kadas)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 11 menit