Cefazolin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Cefazolin Obat Apa?

Untuk apa Cefazolin?

Cefazolin adalah obat antibiotik dengan fungsi untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. Cefazolin dapat digunakan baik sebelum atau sesudah operasi tertentu untuk mencegah infeksi. Obat ini tergolong dalam obat–obatan kelas antibiotik cephalosporin yang bekerja untuk menghentikan pertumbuhan bakteria.

Antibiotik seperti cefazolin tidak akan berpengaruh pada infeksi viral seperti demam dan influenza. Mengonsumsi antibiotik yang tidak diperlukan berisiko membuat tubuh Anda semakin rentan terhadap infeksi yang kebal terhadap pengobatan antibiotik di kemudian hari.

Dosis cefazolin dan efek samping cefazolin akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Bagaimana cara penggunaan Cefazolin?

Beberapa aturan penggunaan yang harus Anda perhatikan sebelum menggunakan antibiotik cefazolin adalah:

  • Selalu ikuti aturan yang telah diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika ada pertanyaan, ajukan pada dokter atau apoteker.
  • Setiap produk memiliki aturan pakai yang berbeda, namun obat ini umumnya digunakan dengan cara diinjeksikan ke dalam pembuluh darah atau otot. Dokter akan menentukan dosis yang tepat untuk pengobatan Anda sesuai dengan kondisi kesehatan dan respon Anda terhadap proses pengobatan.
  • Jika Anda akan mengobati diri sendiri di rumah menggunakan obat ini, pelajarilah semua instruksi yang Anda dapat dari bantuan tenaga medis professional.
  • Selalu periksa kelayakan produk sebelum mulai menggunakan. Jika terdapat partikel-partikel mencurigakan atau perubahan warna, jangan lanjut penggunaan dan segeralah buang obat tersebut.
  • Antibiotik bekerja optimal saat kadar obat-obatan dalam tubuh Anda berada dalam kondisi yang stabil. Dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini dalam rentang waktu yang seimbang.
  • Lanjutkan pengobatan sampai dosis yang diresepkan selesai dan gejala menghilang setelah beberapa hari. Menghentikan pengobatan terlalu dini dapat menyebabkan risiko kembalinya infeksi.
  • Jika kondisi kesehatan Anda tidak membaik, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Cefazolin?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi. Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Cefazolin

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Cefazolin untuk orang dewasa?

Untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, dosis umum cefazolin adalah 250 hingga 500 mg lewat infus setiap 6-8 jam. Pada kasus tertentu, dosis mencapai 12 g/hari lazim digunakan.

Bagaimana dosis Cefazolin untuk anak-anak?

Untuk mengatasi infeksi bakteri, dosis antibiotik cefazoline adalah:

  • 25 hingga 50 mg/kg/hari lewat infus dalam 3 atau 4 dosis yang dibagi seimbang. Sementara jika infeksi parah, 100 mg/kg/hari lewat infus dalam 3 atau 4 dosis yang dibagi seimbang.
  • Dosis tidak boleh lebih dari 6 g/hari.

Untuk mengatasi endocarditis (infeksi lapisan jantung), dosis antibiotik cefazoline adalah:

  • 100 mg/kg/hari lewat suntikan dalam 3 atau 4 dosis yang dibagi seimbang
  • Dosis tidak boleh lebih dari 6 g/hari.

Dalam dosis apakah Cefazolin tersedia?

Kesediaan dosis cefazolin adalah:

  • Larutan, infus: 1g, 2g
  • Larutan, suntikan: 500mg, 1g, 10g, 20g, 100g, 300g

Efek samping Cefazolin

Efek samping apa yang dapat dialami karena Cefazolin?

Efek samping yang lebih ringan dari antibiotik cefazolin adalah:

  • Reaksi alergi
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Diare ringan
  • Otot kaku
  • Nyeri sendi
  • Perasaan gelisah atau hiperaktif
  • Rasa yang tidak biasa atau tidak enak pada mulut
  • Gatal-gatal ringan atau ruam kulit
  • Gatal-gatal pada vagina atau keluarnya cairan dari vagina

Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami efek samping cefazolin yang tergolong serius. Beberapa efek samping serius yang mungkin terjadi dari penggunaan cefazolin adalah:

  • Diare berupa cairan atau darah
  • Demam, menggigil, nyeri, gejala flu
  • Pendarahan atau lebam yang tidak biasa
  • Kejang
  • Kulit yang pucat atau menguning, urin yang berwarna gelap, demam, kebingungan atau keletihan
  • Jaundice (kulit dan mata yang menguning)
  • Kelenjar yang membengka
  • Ruam dan gatal
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung lama
  • Perasaan haus yang meningkat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kesulitan bernapas
  • Buang air lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Cefazolin

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Cefazolin?

Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini jika Anda pernah mengidap reaksi alergi parah terhadap Cefazolin atau antibiotik jenis cephalosporin lainnya, seperti:

Agar memastikan bahwa obat ini aman untuk Anda konsumsi, beberapa kondisi kesehatan yang harus Anda beritahu dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi antibiotik cefazolin adalah:

Apakah Cefazolin aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA).

Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA:

  • A = Tidak berisiko
  • B = Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C = Mungkin berisiko
  • D = Ada bukti positif dari risiko
  • X  = Kontraindikasi
  • N = Tidak diketahui

Interaksi Obat Cefazolin

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Cefazolin?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Menggunakan obat ini dengan beberapa obat-obatan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tapi pada beberapa kasus mungkin dibutuhkan. Jika kedua obat ini diresepkan untuk Anda, dokter biasanya akan mengubah dosisnya atau menentukan seberapa sering Anda harus mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Warfarin

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Cefazolin?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi. Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Cefazolin?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Beberapa kondisi kesehatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan cefazolin adalah:

  • Penyakit ginjal
  • Penyakit ginjal akut
  • Penyakit hati akut
  • Kondisi malnutrisi
  • Gangguan pada perut atau pencernaan, contohnya colitis atau diare akut
  • Memiliki sejarah medis kejang

Overdosis Cefazolin

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Menebus Resep Obat Antibiotik yang Sama Berulang Kali?

Obat antibiotik bukanlah "obat dewa" yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Ada aturan minum antibiotik yang aman untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 15/11/2018 . Waktu baca 3 menit

4 Kiat Mengurangi Efek Samping Antibiotik Secara Alami

Setelah minum antibiotik, Anda mungkin mengalami efek samping seperti diare, mual, atau muntah. Tenang, atasi efek samping antibiotik dengan cara alami ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 04/05/2018 . Waktu baca 4 menit

Antibiotik dan Obat Hipertensi Tidak Boleh Digunakan Bersamaan. Mengapa?

Obat antibiotik dan obat hipertensi tak sebaiknya digunakan secara bersamaan. Mengapa demikian? Mari simak penjelasannya pada artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hipertensi, Health Centers 17/04/2018 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Obat yang Bisa Merusak Pendengaran Jika Dipakai Sembarangan

Ada beberapa obat yang bisa menimbulkan gangguan pendengaran bahkan hingga tuli. Apa saja jenis obat yang memiliki dampak buruk pada telinga?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 09/12/2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab resistensi antibiotik

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit
obat antibiotik untuk diare

6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Diare, dan Aturan Minumnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 15/09/2019 . Waktu baca 8 menit
antibiotik untuk sakit gigi

6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 14/09/2019 . Waktu baca 7 menit
obat usus buntu harus operasi

Rekomendasi Obat Pereda Gejala Usus Buntu, dan Antibiotiknya untuk Cegah Risiko Infeksi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/09/2019 . Waktu baca 6 menit