Melahirkan Normal Itu Tidak Menakutkan, Kok! Begini Proses dan Tahapannya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Melahirkan normal merupakan cita-cita bagi banyak ibu yang sedang mengandung. Namun, bagi Anda yang sedang hamil anak pertama, melahirkan normal melalui vagina biasanya dirasa sedikit menakutkan. Sebenarnya Anda tak perlu khawatir. Pasalnya, saat menuju kelahiran, tubuh wanita secara alami akan memberikan jalan keluar untuk kelahiran bayi. Nah, agar lebih berani dan siap dalam menghadapi kelahiran, ketahui serangkaian proses melahirkan normal dulu sebelum waktu yang sesungguhnya tiba.

Apa saja tanda ketika proses melahirkan normal akan tiba?

antibiotik saat melahirkan

Melahirkan normal adalah proses ketika wanita mengeluarkan janin yang telah berkembang di dalam rahimnya melalui lubang vagina. Biasanya, proses melahirkan normal ini akan terjadi di usia 40 minggu.

Maka itu, ketika memasuki masa akhir kehamilan, yakni di trimester ketiga, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk lebih berhati-hati dan peka dengan tanda-tanda melahirkan.

Tanda bahwa proses melahirkan normal setiap wanita bisa berbeda-beda antara satu dan lainnya. Akan tetapi, secara umumnya berikut berbagai ciri khas waktu persalinan sudah mendekat:

1. Posisi bayi berubah

Menjelang masa melahirkan tiba, biasanya posisi bayi di dalam rahim akan berubah. Bayi akan memutar posisi kepalanya yang tadinya berada di atas dan kaki di bawah, menjadi sebaliknya.

Perubahan posisi kepala yang menjadi di bawah dan kaki di atas ini bertujuan untuk memudahkan selama proses melahirkan normal nantinya. Dibandingkan dengan posisi sebelumnya, perubahan ini akan membuat Anda lebih mudah bernapas.

Pasalnya, tekanan pada diafragma sudah tidak sekuat sebelumnya. Namun, perubahan posisi bayi berefek pada peningkatan tekanan di kandungan kemih. Anda bisa jadi sering bolak-balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Selain itu, semakin dekat dengan waktu kelahiran, kepala bayi akan mulai masuk ke pintu atas panggul Anda.

2. Penipisan leher rahim

Memasuki trimester akhir kehamilan, biasanya leher rahim (serviks) mulai mengalami peregangan dan penipisan. Hal ini merupakan salah satu tanda bahwa bagian bawah rahim sedang mempersiapkan diri untuk melalui proses melahirkan normal.

Sebab semakin tipis leher rahim, maka kemampuannya untuk terbuka saat melahirkan normal pun akan semakin lebar dan besar. Alhasil, proses melahirkan melalui vagina Anda akan lebih lancar pula.

3. Pembukaan leher rahim

Selain mengalami penipisan dan peregangan, leher rahim (serviks) juga akan semakin terbuka di beberapa minggu atau hari terakhir kehamilan. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pelebaran serviks ini akan berguna sebagai persiapan sebelum melahirkan.

Pelebaran atau “bukaan” leher rahim biasanya dapat diukur dengan cara memasukkan jari. Selama pemeriksaan panggul, khususnya beberapa jam menjelas proses persalinan, satu per satu jari akan dimasukkan ke dalam serviks.

Tujuannya untuk mengukur sudah selebar apa leher rahim tersebut terbuka. Ketika 10 jari sudah dapat dimasukkan atau sekitar 10 sentimeter (cm) lebarnya, tandanya bayi sudah siap untuk keluar melalui proses melahirkan normal.

4. Air ketuban pecah

Pecahnya air ketuban merupakan satu dari beragam tanda melahirkan yang mudah disadari karena terasa secara langsung. Meski begitu, ternyata tidak semua wanita akan mengalami hal ini.

Pecahnya air ketuban memang sering kali sulit dibedakan dengan keluarnya urin. Jika selaput ketuban Anda pecah, biasanya tidak berbau seperti urin, dan keluar menyerupai tetesan air yang konstan. Namun, bisa saja tiba-tiba menyembur.

Selain itu, keluarnya air ketuban juga biasanya tidak dapat ditahan seperti kita menahan kencing. Jika muncul tanda-tanda tersebut, segera periksakan diri ke dokter agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat.

5. Muncul kontraksi yang kuat dan teratur

Beberapa kali sebelum waktu melahirkan, Anda mungkin pernah merasakan munculnya kontraksi. Hanya saja, kontraksi ini biasanya muncul dalam pola yang tidak teratur alias hilang dan timbul.

Secara umum, kontraksi memang akan membuat perut terasa keras. Namun, kontraksi yang muncul pada tubuh setiap wanita bisa bervariasi dan tidak selalu sama.

Kontraksi yang menandakan bahwa bayi sudah siap dilahirkan yakni ketika sensasinya terasa sangat kuat, teratur, dan tidak kunjung hilang.

Anda akan mengalami sakit atau ketidaknyamanan di sekitar bagian punggung dan perut bagian bawah, yang disertai juga dengan tekanan pada panggul. Pergerakan kontraksi seolah menjalar seperti gelombang dari bagian atas rahim hingga lama-lama ke bawah.

Rasanya mungkin mirip seperti kram saat menstrusi, tapi dalam tingkat yang jauh lebih besar dan kuat. Berbeda dengan kontraksi persalinan palsu, kontraksi persalinan yang sesungguhnya tidak akan hilang ketika Anda berganti posisi, bersantai, atau bahkan berjalan-jalan.

Bagaimana tahapan selama proses melahirkan normal?

Melahirkan, termasuk dengan metode normal atau melalui vagina, merupakan pengalaman yang unik dan menarik. Entah bagi Anda yang baru pertama kali akan menjalaninya, atau sudah beberapa kali melahirkan.

Ketika usia kandungan sudah dekat dengan waktu persalinan, Anda dan orang sekeliling Anda akan bersiap-siap menunggu waktu melahirkan yang sesungguuhnya.

Anda memang tidak dapat memprediksi kapan tepatnya hari persalinan akan tiba. Namun setidaknya, Anda bisa mengetahui gambaran selama proses melahirkan normal berlangsung.

Jangan cemas. Pasalnya, tubuh memiliki kemampuan alami untuk memberikan jalan keluar bagi bayi menjelang waktu melahirkan. Otot-otot di sekitar jalan keluarnya bayi biasanya akan meregang dan melebar, sehingga bisa dilalui bayi dengan mudah saat proses melahirkan normal.

Ada 3 tahapan dalam proses persalinan melalui vagina. Dengan mengetahui tahap demi tahap ini, diharapkan dapat membuat Anda jauh lebih siap dan matang ketika waktunya telah tiba.

1. Tahap pertama melahirkan normal

melahirkan risiko kanker payudara

Tahap pertama dalam persalinan normal dimulai ketika Anda merasakan munculnya kontraksi secara teratur, sehingga membuat serviks terbuka. Dibandingkan tahapan yang lain, tahap pertama ini yang cenderung memakan waktu yang paling lama dan panjang.

Tahap persalinan pertama ini dibagi menjadi 3 fase utama, yakni:

Fase laten (awal)

Pada fase laten atau awal persalinan, kontraksi muncul bervariasi dan dapat berkisar dari ringan hingga kuat. Bahkan, kontraksi juga bisa muncul secara tidak teratur.

Di tahap awal ini, kontraksi tersebut akan memicu penipisan dan pelebaran leher rahim (serviks) kira-kira 3-4 cm. Kondisi ini bisa dimulai dari beberapa hari atau jam sebelum melahirkan normal.

Lama waktu berlangsungnya fase awal ini tidak bisa diprediksi, bisa terjadi sekitar 8-12 jam lamanya. Namun, rentang waktu tersebut tidaklah mutlak. Kadang dapat berlangsung sangat cepat, bahkan terkadang juga bisa cukup lama untuk beralih ke fase selanjutnya.

Jika kontraksi yang muncul tidak lagi hilang dan timbul, tapi terasa teratur, segera periksakan diri ke dokter. Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan panggul, guna mengetahui sudah seberapa lebar kondisi serviks untuk persalinan.

Namun, sebenarnya Anda masih bisa merilekskan diri dan lebih santai dulu di rumah. Usahakan untuk tetap santai dan rileks selama fase ini berlangsung.

Demi membuat tubuh merasa lebih nyaman, cobalah untuk tetap aktif bergerak. Hal ini bertujuan untuk membantu pelebaran serviks agar proses melahirkan lebih mudah, seperti:

  • Jalan-jalan santai.
  • Mendengarkan musik yang menyenangkan.
  • Melakukan teknik pernapasan atau relaksasi.
  • Menempatkan tubuh pada posisi yang nyaman saat duduk, berbaring, maupun tidur.

Pastikan juga Anda tetap memenuhi kebutuhan energi tubuh serta mencukupi asupan cairan.

Fase aktif

Memasuki fase aktif, leher rahim atau serviks akan terbuka lebih lebar lagi. Jika sebelumnya hanya sekitar 3-4 cm, kini seviks bisa melebar kira-kira 4-7 cm. Salah satu faktornya karena kekuatan kontraksi di fase ini juga bertambah besar.

Selain sensasi dari kontraksi yang bertambah kuat, gejala lain selama fase ini bisa meliputi sakit punggung, kram, dan perdarahan. Kemungkinan Anda juga akan merasakan seperti ada air yang menetes karena ketuban yang pecah.

Lama waktu fase aktif biasanya berlangsung sekitar 3-5 jam. Jika masih berada di rumah atau belum mengunjungi dokter, dalam kondisi ini Anda disarankan untuk segera pergi ke rumah sakit.

Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan panggul guna mengetahui sudah seberapa lebar serviks terbuka. Dengan begitu, waktu melahirkan normal bisa segera diprediksi.

Fase transisi

Setelah berhasil melewati fase awal dan aktif, kini Anda tiba di fase transisi. Selama fase transisi, kini serviks telah mengalami pembukaan sepenuhnya hingga 10 cm, yang kira-kira bisa dimasuki 10 jari tangan.

Berbeda dengan kedua fase sebelumnya, di fase transisi ini kekuatan kontraksi akan meningkat pesat sehingga terasa sangat hebat, kuat, dan menyakitkan. Frekuensi kontraksi juga terasa cukup intens, yang bisa muncul setiap 30 detik hingga 4 menit sekali dan berlangsung selama 60-90 detik.

Fase transi biasanya berlangsung selama kurang lebih 30 menit sampai dengan 2 jam lamanya.

2. Tahap kedua melahirkan normal

induksi melahirkan

Ketika dokter telah menyatakan pembukaan serviks ke-10, tandanya Anda sudah siap untuk menjalani proses melahirkan normal. Beberapa wanita kerap mengalami adanya dorongan untuk mengejan, karena seperti ada sesuatu di dalam tubuh yang hendak keluar.

Sebelum benar-benar timbul keinginan untuk mengejan, efek kontraksi yang kuat seharusnya sudah mendorong posisi bayi. Kepala bayi biasanya telah berada di posisi cukup rendah alias sudah sangat siap untuk keluar melalui vagina.

Ketika serviks sudah terbuka sepenuhnya, dokter biasanya menganjurkan Anda untuk mengejan. Kemudian tubuh bayi akan bergerak menuju vagina yang merupakan jalan lahir bayi.

Proses mengejan selama melahirkan normal ini bertujuan untuk mendorong bayi keluar. Rasanya mirip seperti saat Anda ingin buang air besar, tapi dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

Selama proses ini berlangsung, Anda akan merasa seperti ada tekanan dari kepala bayi yang mendorong tubuhnya. Inilah memicu munculnya kontraksi cukup kuat, sehingga membuat Anda berusaha mengejan.

Penting untuk mengatur tarikan napas selama Anda mengejan. Dokter dan tim medis yang membantu proses persalinan Anda, biasanya juga akan memberikan instruksi kapan Anda harus menarik napas dan kapan harus membuangnya.

Kadang mungkin di akhir kontraksi, perjalanan bayi Anda untuk keluar tidak selalu berlangsung mulus. Namun, jangan patah semangat. Usahakan untuk tetap tenang, terus mengejan, dan ikuti instruksi yang disampaikan oleh dokter.

Berapa lama tahap kedua ini berlangsung?

Lama waktu proses melahirkan normal ini bisa berbeda-beda, mulai dari hitungan menit sampai jam. Jika ini merupakan kali pertama Anda melahirkan, proses persalinan normal melalui vagina ini bisa berlangsung sekitar 3 jam.

Sementara bagi Anda yang sudah pernah melalui proses ini sebelumnya, biasanya bisa berlangsung lebih singkat sekitar 2 jam lamanya. Akan tetapi, kembali lagi, waktu ini tergantung dari kondisi tubuh masing-masing ibu.

Bagaimana tahap ini akan berakhir?

Ketika kepala bayi Anda sudah mulai menyentuh vagina, dokter Anda akan melihat kepala bayi dan meminta Anda untuk berhenti mendorong dan mengambil napas. Hal ini akan memberikan waktu bagi otot perineum (otot di antara vagina dan anus) untuk merenggang, sehingga kemudian Anda akan melahirkan dengan perlahan.

Terkadang, dokter juga dapat melakukan episiotomi untuk mempercepat jalannya kelahiran. Episiotomi adalah bedah kecil di mana kulit dan otot perineum disayat untuk memperlebar vagina, sehingga memudahkan jalan keluarnya bayi saat lahir.

Supaya tidak merasakan sakit, Anda akan diberikan bius lokal. Setelah bayi lahir, sayatan ini kemudian akan dijahit kembali seperti semula.

3. Tahap ketiga melahirkan normal

komplikasi melahirkan

Lega dan bahagia saja rasanya mungkin tidak cukup untuk mengungkapkan rasa haru setelah berhasil melahirkan bayi dengan normal. Namun, perjuangan Anda belum selesai sampai di sini.

Kini, Anda memasuki tahap akhir persalinan, di mana Anda masih harus berusaha untuk mengeluarkan plasenta. Plasenta adalah organ yang melindungi dan menjaga kehidupan bayi selama berada di dalam kandungan.

Dalam kondisi ini, rahim masih terus berkontraksi sehingga memicu plasenta untuk keluar melalui vagina. Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan plasenta dari dalam rahim.

Pertama, dengan melibatkan tindakan guna mempercepat prosesnya. Anda akan disuntikkan obat, sehingga tidak perlu mengejan dan berusaha lebih keras. Di sini, obat yang akan merangsang munculnya kontraksi, kemudian dokter akan menarik plasenta keluar secara perlahan.

Sedangkan yang kedua, berlangsung secara alami atau tanpa tindakan medis. Hanya saja, Anda harus tetap berusaha mengejan, sehingga plasenta lama-lama akan memisahkan diri dari dinding rahim. Terakhir, plasenta keluar sendirinya melalui vagina.

Di samping itu, melakukan kontak antar kulit (skin to skin contact) dan mulai menyusui bayi, dapat membantu mempercepat pengeluaran plasenta. Sebab kegiatan tersebut akan merangsang kontraksi agar plasenta segera lepas dari rahim.

Lama waktu persalinan tiap wanita tidak sama

persiapan melahirkan

Setiap wanita memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Atas dasar itu pula, lama waktu persalinan yang dihabiskan dari awal sampai akhir oleh masing-masing wanita juga tidak akan sama.

Bahkan, lama waktu berlangsungnya setiap tahapan dari proses melahirkan normal juga akan berbeda. Jika ini merupakan pengalaman melahirkan pertama Anda, proses ini dapat memakan total waktu selama 12-14 jam.

Namun, total waktu tersebut biasanya akan jauh lebih pendek untuk proses persalinan di kehamilan selanjutnya.

Semoga setelah membaca penjelasan di atas, bisa membantu Anda agar tidak takut dan khawatir lagi untuk melahirkan normal jika saatnya tiba nanti, ya!

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca