home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Mungkin Anda pernah mengonsumsi antibiotik sebagai salah satu pengobatan untuk mengatasi sebuah penyakit. Namun apa yang terjadi bila antibiotik tidak dapat berfungsi dalam tubuh? Hal ini mungkin terjadi apabila Anda mengalami resistensi antibiotik. Bakteri dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit dan jika antibiotik tidak dapat mencegah pertumbuhan bakteri dalam tubuh, Anda berada dalam kondisi berbahaya.

Penyebab Anda mengalami resistensi antibiotik

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), infeksi yang disebabkan bakteri yang resisten terhadap antibiotik sulit bahkan terkadang mustahil untuk disembuhkan. Pengidap resistensi antibiotik yang mengalami infeksi seringkali membutuhkan durasi tinggal di rumah sakit lebih lama, kunjungan dokter berkelanjutan, dan pengobatan alternatif yang memakan biaya cukup tinggi.

Resistensi antibiotik bukan berarti tubuh kebal terhadap antibiotik, tetapi jenis bakteri tertentu menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik yang dirancang untuk membunuh mereka.

Karena resistensi antibiotik berbahaya, Anda perlu menghindarinya dengan tahu apa saja penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:

Pemberian antibiotik secara berlebihan

tubuh sudah kebal antibiotik

Terlalu berlebihan menggunakan antibiotik dalam upaya mengatasi sebuah infeksi atau penyakit merupakan penyebab resistensi antibiotik utama yang sering ditemukan. Penting untuk Anda ketahui bahwa antibiotik digunakan ketika benar-benar dibutuhkan.

Semakin sering Anda mengonsumsi antibiotik, semakin besar kemungkinan bakteri menjadi resisten. Artinya, antibiotik tidak akan lagi mampu mengatasi jenis bakteri tertentu di kemudian hari.

Salah satu contoh pemberian antibiotik yang berlebihan adalah ketika Anda mengalami pilek, antibiotik tidak diperlukan jika disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Akan tetapi, antibiotik masih sering digunakan untuk mengatasi pilek.

Kurang menjaga kebersihan

debu dalam rumah

Menjaga kebersihan penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk dalam upaya mencegah berkembangnya bakteri yang memiliki sifat resisten. Sayangnya, tidak semua orang dapat melakukan hal ini.

Padahal, dengan kebiasaan sederhana seperti rutin mencuci tangan dengan benar dapat membantu mencegah penyebaran bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Mutasi atau bakteri resisten secara alami

Bakteri dapat resisten terhadap antibiotik secara alami dan mengonsumsi antibiotik dapat membuat bakteri semakin kebal. Hal ini terjadi karena:

  • Proses resistensi terjadi akibat dipicu oleh antibiotik
  • Menerima gen resistensi dari bakteri lain

Sulit memang untuk mencegah resistensi antibiotik yang disebabkan proses alami ini.

Selain ketiga hal di atas, resistensi antibiotik juga mungkin disebabkan oleh:

  • Pasien tidak menuntaskan pengobatan
  • Rumah sakit dan klinik kurang mengontrol penyebaran infeksi
  • Kurangnya pengembangan jenis antibiotik baru

Mencegah dan mengontrol resistensi antibiotik

Antibiotik

Semua orang sebenarnya tidak dapat sepenuhnya menghindari risiko resistensi antibiotik, tetapi beberapa orang lebih rentan mengalami masalah ini. Contohnya jika memiliki penyakit kronis. Jika antibiotik sudah tidak efektif, Anda akan sulit mengatasi infeksi dan mengontrol ancaman berbagai macam penyakit.

Dilansir dari laman resmi World Health Organization, Anda dapat melakukan upaya pencegahan penyebaran dengan cara:

  • Hanya menggunakan antibiotik ketika direkomendasikan oleh ahli medis profesional
  • Tidak perlu meminta antibiotik ketika Anda tidak dianjurkan
  • Selalu patuhi anjuran ahli medis dalam menggunakan antibiotik
  • Jangan pernah berbagi atau mengonsumsi antibiotik sisa
  • Cegah infeksi dengan rutin mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang sakit, dan mendapat vaksin terbaru.
  • Menyiapkan makanan dengan higienis dan memilih makanan yang tumbuh/diproduksi tanpa penggunaan antibiotik.

Resistensi antibiotik mengalami peningkatan di semua bagian dunia. Lakukan upaya pencegahan seperti yang direkomendasikan WHO agar Anda tidak memiliki resistensi antibiotik sekaligus mencegah penyebarannya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

CDC (Centers for Disease Control and Prevention). (2018, September 10). About Antimicrobial Resistance. Retrieved March 18, 2020, from https://www.cdc.gov/drugresistance/about.html

Collier, J. (2017). Antibiotic resistance: What causes it? Retrieved March 18, 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/320070#Mutations

Antibiotic Research UK. (2019). Causes of Antibiotic Resistance – Antibiotic Research UK. Retrieved March 18, 2020, from https://www.antibioticresearch.org.uk/causes-antibiotic-resistance/

Commonwealth of Australia. (2017, July 25). What causes AMR? | Antimicrobial resistance. Retrieved March 18, 2020, from https://www.amr.gov.au/about-amr/what-causes-amr

World Health Organization. (2018, February 5). Antibiotic resistance. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/antibiotic-resistance

University of Birmingham. (n.d.). Causes of antibiotic resistance – University of Birmingham. Retrieved March 18, 2020, from https://www.birmingham.ac.uk/accessibility/transcripts/causes-of-antibiotic-resistance.aspx

Foto Penulis
Ditulis oleh Roby Rizki pada 07/04/2020
Ditinjau oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x