Penyakit Liver (Penyakit Hati)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Habis Minum Minuman Beralkohol?

Ukur berapa kadar alkohol dalam darahmu sekarang!

Hitung di Sini!
general

Definisi

Apa itu penyakit liver (penyakit hati)?

Penyakit liver (penyakit hati) adalah gangguan pada fungsi maupun fisiologis organ hati. Liver atau hati berada tepat di bagian bawah tulang rusuk pada sisi kanan perut Anda. Organ ini terdiri dari dua bagian, yaitu lobus kiri dan lobus kanan. 

Organ hati berukuran menyerupai bola yang bekerja paling keras dalam tubuh. Pasalnya, hati berperan penting dalam proses pencernaan, menyingkirkan zat beracun dari dalam tubuh, dan menyimpan energi cadangan. 

Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh banyak hal. Penyebab sakit liver bisa diawali oleh infeksi virus maupun penyalahgunaan alkohol, seperti konsumsi alkohol berlebihan. Obesitas juga memiliki hubungan erat dengan penyakit hati. 

Seiring berjalannya waktu, kerusakan dapat menyebabkan luka pada jaringan hati. Kondisi yang disebut sirosis hati ini dapat menyebabkan gagal hati dan mengancam nyawa. 

Seberapa umum kondisi ini? 

Gangguan fungsi hati dapat terjadi pada siapa saja, terutama kelompok orang yang berisiko. Dilansir dari Kementrian Kesehatan Indonesia, prevalensi penyakit liver seperti HBsAG adalah 7,2% pada 2013. 

Artinya, diperkirakan sekitar 18 juta orang menderita Hepatitis B dan 3 juta orang mengalami Hepatitis C. Selain itu, sekitar 50% dari angka tersebut berisiko mengalami penyakit hati kronis dan 10% lainnya masuk ke kondisi fibrosis hati. 

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab penyakit liver?

Ada banyak hal yang menjadi penyebab gangguan fungsi hati, mulai dari infeksi virus hingga penyakit kanker. 

Infeksi

Salah satu penyebab penyakit liver adalah infeksi parasit atau virus yang menyerang organ hati. Infeksi ini nantinya memicu peradangan, sehingga menghambat fungsi hati. 

Patogen yang menyebabkan kerusakan hati kemudian menyebar melalui darah atau urine, makanan, atau air yang terkontaminasi. Penyakit hati juga dapat terjadi ketika Anda bersentuhan dekat dengan orang yang terinfeksi.

Infeksi yang paling umum menjadi penyebab penyakit liver adalah virus hepatitis, meliputi:

Gangguan sistem imun

Penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tertentu dari tubuh (autoimun) juga dapat menimbulkan gangguan pada fungsi hati. Contoh penyakit autoimun penyebab penyakit hati termasuk:

Genetik

Bila Anda memiliki satu atau kedua orangtua yang mempunyai gen abnormal perlu berhati-hati. Pasalnya, gen abnormal dapat diturunkan dan menyebabkan berbagai zat menumpuk dalam hati. Akibatnya, kerusakan hati pun terjadi. 

Beberapa contoh penyakit liver genetik yaitu: 

Gaya hidup

Penyebab penyakit liver juga dapat dipengaruhi oleh gaya hidup, seperti: 

Apa faktor yang meningkatkan risiko saya terkena kondisi ini?

Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami gangguan fungsi hati, yaitu: 

  • penggunaan alkohol berat dan kronis,
  • pemakaian obat dengan jarum bersama-sama,
  • tato atau tindikan dengan alat yang tidak steril,
  • terpapar darah atau cairan tubuh pasien yang terinfeksi penyakit liver,
  • hubungan seks tanpa kondom,
  • paparan bahan kimia atau racun tertentu,
  • obesitas,
  • diabetes,
  • kadar trigliserida dalam darah tinggi, dan
  • riwayat penyakit liver.

Perlu diingat bahwa memiliki salah satu atau lebih faktor risiko tidak serta-merta hati Anda rusak. Bila Anda memiliki kekhawatiran tertentu, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

Jenis

Apa saja jenis gangguan fungsi hati? 

Sejauh ini sudah ada sekitar 100 jenis penyakit liver yang telah diidentifikasi. Ciri umum dari jenis penyakit liver adalah semuanya menganggu kemampuan hati untuk berfungsi secara normal. 

Selain itu, tanda dan gejala penyakit liver pada setiap orang pun dapat berbeda, tergantung apa penyebab yang mendasarinya. Berikut ini adalah jenis penyakit hati yang paling umum ditemukan.

Gangguan fungsi hati akibat alkohol

Kerusakan fungsi dan organ hati akibat konsumsi alkohol yang berlebihan dalam jangka panjang juga dikenal sebagai alcohol-related liver disease (ARLD). Jenis penyakit liver ini pun dibagi menjadi dua, yaitu:

Hati memang dapat mencerna alkohol dan menyaring zat beracunnya untuk dikeluarkan dari tubuh. Pada saat alkohol dicerna akan tetap ada sebagian sel hati yang rusak dan mati.

Semakin sering dan semakin lama alkohol dikonsumsi, fungsi liver akan terus terganggu. Akibatnya, penyakit liver pun terjadi.

Perlemakan hati non-alkoholik

Selain disebabkan oleh alkohol, ada jenis penyakit hati lainnya yang dapat menyebabkan kadar lemak pada hati menjadi tinggi. Kondisi yang disebut non-alcoholic fatty liver disease ini biasanya terlihat pada penyandang obesitas. 

Normalnya, organ hati mengandung sedikit lemak atau tidak ada sama sekali. Kadar lemak pada hati yang terlalu banyak dapat menyebabkan masalah yang serius, seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit ginjal

Bagi penyandang diabetes, penyakit liver berlemak bisa meningkatkan risiko masalah jantung. Namun, risiko ini bisa dicegah asalkan dideteksi dan diobati sejak dini. 

Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan pada hati yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau gangguan fungsi hati akibat konsumsi alkohol. 

Jenis hepatitis pun beragam tergantung gejalanya, yakni: 

  • hepatitis A, 
  • hepatitis B, 
  • hepatitis C
  • hepatitis D, 
  • hepatitis E
  • hepatitis alkoholik, dan 
  • hepatitis autoimun. 

Beberapa jenis hepatitis dapat diatasi dengan pengobatan sederhana. Sementara yang lainnya dapat terjadi dalam jangka panjang hingga mengakibatkan gagal fungsi hati dan pada kasus tertentu, kanker hati. 

Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah kondisi penumpukan zat besi yang terjadi selama bertahun-tahun. Penumpukan zat besi ini dapat memicu gejala yang mengganggu dan menghancurkan organ penting, seperti hati, sendi, pankeras, dan jantung.

Umumnya, gejala penyakit liver ini mulai terasa pada usia antara 30 hingga 60 tahun. Anda akan merasakan tanda dan gejala seperti:

  • sering merasa lelah, 
  • penurunan berat badan, 
  • badan terasa lemah, 
  • nyeri sendi, 
  • gangguan ereksi pria, dan 
  • menstruasi tidak teratur. 

Sirosis bilier primer

Sirosis bilier primer atau primary biliary cirrhosis (PBC) adalah tpe penyakit hati yang bisa menjadi parah secara bertahap seiring dengan berjalannya waktu. 

Jika tidak segera ditangani, gangguan fungsi hati ini dapat menyebabkan gagal hati. Sayangnya, sirosis bilier primer tidak selalu ditandai dengan gejala. Namun, beberapa pasien mengalami kondisi seperti: 

  • nyeri tulang dan sendi, 
  • rasa lelah, 
  • mata dan mulut kering, dan 
  • perut bagian atas terasa sakit atau tidak nyaman. 

Tahapan

Proses kerusakan hati yang dialami oleh semua jenis penyakit liver akan sama. Berikut ini tahapan penyakit liver yang umumnya terjadi. 

Fungsi hati yang normal

Hati yang sehat umumnya akan bekerja dengan normal melawan infeksi dan membersihkan darah dari racun. Organ ini juga membantu menyaring makanan dan menyaring energi ketika dibutuhkan. 

Hati yang sehat juga mampu untuk tumbuh kembali atau regenerasi ketika rusak. Bila gangguan fungsi terganggu, kemampuan ini akan berkurang atau hilang hingga menyebabkan gagal hati. 

Peradangan

Awalnya, peradangan pada hati akan terjadi. Hati akan menjadi terasa lembut dan membesar. Peradangan menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau menyembuhkan luka. Bila terus berlanjut, artinya gangguan fungsi hati sedang terjadi.

Bila organ tubuh meradang, Anda akan merasakan panas dan sakit pada bagian tersebut. Sayangnya, peradangan pada liver sering tidak disadari oleh pasien.

Kabar baiknya, penyakit liver yang didiagnosis dan diatas pada tahap ini dapat menyembuhkan peradangan dan mengembalikan fungsi hati.

Fibrosis

Bila kerusakan hati tidak sempat ditangani, peradangan akan berkembang menyebabkan jaringan parut (bekas luka). Jaringan parut akan tumbuh dan menggantikan jaringan hati yang sehat dan proses ini disebut sebagai fibrosis.

Sayangnya, jaringan parut tidak dapat bekerja seperti jaringan liver yang sehat. Jaringan parut ini bahkan dapat mencegah darah mengalir ke hati. 

Semakin banyak jaringan parut yang muncul, fungsi hati tidak dapat bekerja dengan normal. Bagian sehat dari liver Anda juga mungkin akan bekerja lebih keras untuk menutupi jaringan parut. 

Sirosis

Sirosis adalah pembentukan luka berupa jaringan parut pada hati yang keras, menggantikan jaringan sehat yang lembut. Bila tidak segera diobati, hati akan kekurangan jaringan sehat dan tidak dapat bekerja sama sekali. 

Bila Anda didiagnosis sirosis, perawatan akan berfokus pada pencegahan agar kondisi tidak semakin parah. Hal ini bertujuan untuk memperlambat gangguan pada fungsi hati. 

Tahap akhir

End-Stage Liver Disease (ESLD) atau tahap akhir penyakit hati adalah kondisi saat pasien sirosis dengan tanda-tanda dekompensasi sehingga harus melakukan transplantasi.

Gejala yang termasuk dalam dekompensasi meliputi: 

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala gangguan fungsi hati? 

Pada dasarnya tanda dan gejala penyakit liver cukup beragam tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Namun, ada beberapa kondisi umum yang menjadi ciri penyakit liver, yakni: 

  • kulit dan mata tampak kekuningan (jaundice),
  • nyeri perut dan bengkak, 
  • pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki (edema), 
  • gatal pada kulit, 
  • warna urine gelap, 
  • warna feses pucat atau BAB berdarah
  • kelelahan kronis, 
  • mual atau muntah
  • kehilangan selera makan, dan
  • sering mengalami memar. 

Ada kemungkinan tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan dengan dokter bila Anda merasakan perubahan pada tubuh yang tidak biasa. 

Kapan harus ke dokter karena kondisi ini? 

Konsultasikan dengan dokter bila Anda memiliki tandan dan gejala yang berkaitan dengan gangguan fungsi hati di atas. Cari bantuan medis segera bila Anda merasakan sakit perut yang parah hingga tidak mampu bergerak. 

Komplikasi

Bila gangguan fungsi hati tidak segera ditangani, hati akan mulai gagal dan organ lain pun menjadi terpengaruh, hingga menyebabkan komplikasi, seperti: 

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana mendiagnosis penyakit hati? 

Pada saat berkonsultasi dengan dokter, dokter akan mulai dengan pemeriksaan fisik, seperti menanyakan gejala dan memeriksa riwayat kesehatan Anda. Setelah pemeriksaan fisik awal, dokter akan merekomendasikan tes berikut ini. 

Tes darah lengkap

Pemeriksaan darah lengkap bertujuan untuk memeriksa senyawa atau komponen mencurigakan dalam darah yang menjadi penyebab gangguan fungsi hati, seperti:

  • virus, 
  • kadar lemak trigliserida tingg, atau 
  • alkohol

Tes darah juga dilakukan untuk mencari kerusakan hati tertentu akibat faktor genetik. 

Tes pencitraan

Selain tes darah, pemeriksaan lainnya untuk mendiagnosis penyakit liver adalah tes pencitraan seperti: 

Biopsi hati

Biopsi hati adalah prosedur ketika jaringan hati diambil sampelnya untuk dianalisis di laboratorium. Metode ini memanfaatkan jarum panjang yang dimasukkan lewat kulit untuk mengambil sampel jaringan.

Bagaimana cara mengobati penyakit liver (hati)? 

Umumnya, pengobatan penyakit liver berdasarkan pada penyebab dan tingkat keparahan penyakit Anda. Sebagai contoh, gangguan fungsi hati akibat overdosis parasetamol diatasi dengan membalikkan efek parasetamol. 

Sementara itu, penyebab penyakit hati yang berhubungan dengan infeksi virus, seperti hepatitis, dokter akan memberikan obat untuk mengobati infeksi. Selain memberikan obat untuk mengatasi masalah liver, organ hati juga akan dimonitor. 

Beberapa tipe penyakit hati dapat diobati dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, meliputi: 

  • mengurangi pemakaian alkohol, 
  • program menurunkan berat badan, dan 
  • pola makan sehat. 

Penyakit liver lain mungkin harus diobati dengan obat atau mungkin memerlukan operasi. Selain itu, pengobatan untuk penyakit liver yang menyebabkan gagal hati mungkin memerlukan transplantasi hati.

Pengobatan di rumah

Apa pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini?

Organ hati akan melakukan tugasnya dengan mudah dan dapat memperbaiki sendiri kerusakannya bila Anda menerapkan pola makan yang sehat.

Konsumsi makanan yang tidak sehat akan menyebabkan hati bekerja lebih keras. Akibatnya, gangguan fungsi hati pun menjadi lebih parah. 

Selalu bicarakan dengan dokter tentang jenis diet untuk penyakit hati Anda, sehingga mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat. Rekomendasi umum gaya hidup untuk pasien penyakit liver meliputi: 

  • kurangi atau hentikan konsumsi alkohol, 
  • hindari daging merah, lemak trans, dan makanan karbohidrat olahan, 
  • berhenti merokok, 
  • rutin berolahraga, minimal 30 – 60 menit,
  • perhatikan asupan kalori, terutama bagi penyandang obesitas, 
  • konsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin B kompleks, dan 
  • kurangi jumlah garam yang dikonsumsi. 

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Ada banyak penyebab kaki bengkak, mulai dari cedera, lama berdiri, kehamilan, dan banyak lagi. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Apa Hubungan Kayu Manis (Cinnamon) dan Penyakit Liver?

Kayu manis memang punya segudang manfaat kesehatan. Namun, konsumsi cinnamon pun bisa berbahaya bagi pengidap penyakit liver.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Setiap Gejala Hepatitis C Baik Akut Maupun Kronis

Berdasarkan lamanya infeksi, hepatitis C terbagi menjadi akut dan kronis. Apa saja gejala hepatitis C dan perbedaan yang akut dan kronis?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 28 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda dan gejala sakit liver

9 Gejala Sakit Liver yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Daftar pantangan makanan untuk pengidap hepatitis

7 Pantangan Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Pengidap Hepatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
akibat bau mulut

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Gejala hepatitis

Berbagai Gejala Hepatitis yang Perlu Dikenali Sebelum Terlambat

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit