Perlu Dicatat, Ini Berbagai Tanda Antibiotik Tak Lagi Mempan Lawan Penyakit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 November 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Antibiotik umumnya digunakan untuk mengobati infeksi penyakit yang diakibatkan oleh bakteri. Jika diminum sesuai dosis yang dianjurkan, antibiotik akan melancarkan tugasnya dalam membunuh ataupun memperlambat perkembangan bakteri di dalam tubuh. Namun alih-alih menyembuhkan, mengonsumsinya secara berlebihan justru bisa membuat tubuh Anda resisten atau kebal antibiotik. Apa, ya, tandanya?

Apa yang terjadi ketika tubuh kebal antibiotik?

Antibiotik bisa dibilang sebagai salah satu jalan tempuh untuk memerangi serangan bakteri di dalam tubuh. Akan tetapi, Anda tetap diharuskan berhati-hati. Sebab seiring berjalannya waktu, penggunaan obat antibiotik terus-menerus dapat membuat bakteri “terbiasa” sehingga tidak mempan lagi untuk dibunuh.

Kondisi ini bisa terjadi karena bakteri yang seharusnya dibasmi, malah mengalami perubahan gen atau mendapatkan gen yang resisten terhadap antibiotik dari bakteri lainnya. Itulah mengapa semakin sering antiobiotik tersebut digunakan, maka semakin menurun tingkat keefektifannya dalam melawan bakteri.

Bukannya memperbaiki kesehatan tubuh. Konsumsi antibiotik malah membuat perkembangan bakteri sulit dikendalikan, yang dikenal sebagai resistensi atau kebal antibiotik.

Apa tanda ketika tubuh sudah kebal antibiotik?

Tanda yang kerap muncul saat perkembangan bakteri memang sudah tidak mampu dikendalikan dengan antibiotik bisa berbeda. Dengan kata lain, jenis bakteri dan antibiotik yang akan menentukan kemunculan gejala pada tubuh.

Ambil contoh, antibiotik umum atau antibiotik spektrum luas sudah tidak mampu membunuh bakteri Clostridium difficile (C. diff) akan mengakibatkan timbulnya infeksi di usus Anda. Kulit juga bisa mengalami infeksi ketika bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) tidak bisa dibasmi dengan antibiotik spektrum luas.

Begitu pula dengan dengan Enterococcus tahan Vancomycin (VRE) yang bisa menginfeksi aliran darah dan saluran kemih. Namun dari kesemua gejala yang kerap muncul, tanda yang paling kentara ketika tubuh kebal antibiotik adalah proses penyembuhan penyakit biasanya memakan waktu yang lebih lama.

Demi memastikan apakah antibiotik sudah tidak mempan bekerja dalam tubuh Anda, harus dilakukan serangkaian pemeriksaan melalui tes di laboratorium, tutur dr Hari Paraton, MD, SpOG(K), selaku ketua Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA), dikutip dari Detik Health.

Deferasirox adalah

Patuhi anjuran konsumsi antibiotik sebagai langkah pencegahan

Jika tubuh sudah terlanjur kebal antibiotik, maka Anda dianjurkan untuk mengurangi dosis konsumsi antibiotik secara perlahan. Menurut dr Usman Hadi, MD, PhD, SpPD-KPTI, seorang Kepala Divisi Penyakit Tropis dan Infeksi, Departemen Penyakit Dalam RSUD Dr Soetomo di Surabaya, bahwa cara tersebut setidaknya dapat mengembalikan keseimbangan bakteri baik dalam tubuh.

Sementara bakteri yang resisten sebelumnya lama-lama akan hilang dan akhirnya habis. Sayangnya, butuh kesabaran ekstra karena proses ini akan memakan waktu yang cukup lama. Itu sebabnya, Anda sudah diwanti-wanti untuk lebih memerhatikan dosis konsumsi antibiotik sejak penggunaan awal.

Selain itu, terapkan langkah-langkah berikut ini guna menurunkan risiko resistensi atau kebal antibiotik:

  • Konsumsi antibiotik hanya saat diresepkan oleh dokter, dan jangan berlebihan.
  • Pastikan Anda menghabiskan resep antibiotik sampai tuntas. Sebab jika tidak, antibiotik tidak dapat membunuh semua bakteri, sehingga kemungkinan masih ada bakteri tersisa yang bisa berkembang menjadi resisten.
  • Hindari minum antibiotik sisa yang tidak sesuai dengan kondisi tubuh Anda
  • Selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk mencegah penyebaran mikroba.
  • Lakukan pencegahan infeksi dengan melakukan vaksinasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Giardiasis

Giardiasis adalah penyakit infeksi parasit yang menyerang perut. Kenali lebih lanjut seputar definisi, gejala, hingga pengobatannya berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Pencernaan, Keracunan Makanan 22 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

6 Bahaya Beli Antibiotik Tanpa Resep Dokter

Banyak orang merasa sudah "kenal" dengan antibiotik tertentu, sehingga ia sering cuek beli antibiotik tanpa resep dokter. Padahal, ini bisa berbahaya, loh!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Penyakit Infeksi 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Daftar Obat Kusta yang Kerap Diresepkan Dokter

Obat kusta diminum untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi dan risiko komplikasi. Apa saja obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengobati kusta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Amankah Minum Antibiotik Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Ada yang bilang minum antibiotik saat hamil berbahaya. Padahal dalam kasus tertentu, ibu hamil boleh kok, minum antibiotik. Tapi perhatikan hal-hal ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat sesak napas

Obat Sesak Napas yang Mudah Ditemukan di Apotek

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
pilek adalah penyebab pilek

Pilek

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit
obat infeksi saluran kencing

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
cara mengobati usus buntu tanpa operasi

Cara Mengobati Radang Usus Buntu Melalui atau Tanpa Operasi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit