Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mencegah Infeksi

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Mencegah Infeksi

Tahukah Anda infeksi bisa menular kapan pun, di mana pun, dan lewat perantara apa pun, bahkan dari hal-hal yang tidak Anda sadari? Penyakit infeksi bisa menimbulkan masalah kesehatan dari yang sepele hingga serius. Untuk itu, cara terbaik menjaga kesehatan adalah dengan mencegah infeksi datang, terlebih bagi Anda yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Berikut berbagai cara pencegahan infeksi yang bisa Anda praktikkan sehari-hari.

1. Rutin mencuci tangan

Tangan menjadi bagian tubuh yang paling sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengeluarkan uang, memegang kenop pintu, hingga bersalaman dengan orang yang Anda temui bisa membuat tangan tidak lagi steril.

Padahal mikroba penyebab penyakit akan terus menempel di tangan hingga Anda membersihkannya. Bakteri yang tak kasatmata membuat Anda “lupa” bahwa tangan sepertinya bersih dan Anda langsung makan tanpa mencuci tangan terlebih dulu.

Akibatnya, sakit perut, diare, dan masalah pencernaan lainnya bisa menyerang Anda. Sebagai cara mencegah penyebaran infeksi yang berasal dari tangan, Anda perlu menerapkan kebiasaan mencuci tangan ini.

Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan gerakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai langkah pencegahan infeksi, terutama saat:

  • Sebelum makan
  • Sebelum memegang, mengolah, dan menyiapkan makanan
  • Setelah buang air besar
  • Setelah melakukan kontak dengan hewan, tanah, dan fasilitas umum, seperti angkutan umum.

Untuk pencegahan infeksi yang lebih optimal, usahakan untuk mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik. Bersihkan seluruh bagian tangan dari mulai telapak dan punggung tangan hingga sela-sela jari serta kuku. Bilas dengan air mengalir dan keringkan tangan menggunakan tisu atau lap kering yang bersih.

2. Gunakan masker mulut

Menutupi hidung dan mulut dengan menggunakan masker menjadi salah satu cara efektif dalam pencegahan penyebaran infeksi bakteri, virus, atau mikroba penyebab penyakit lain.

Udara yang setiap hari Anda hirup tidak terlepas dari bakteri, virus, dan parasit yang bisa masuk dan menyerang sistem kekebalan tubuh Anda. Apalagi jika Anda sering menggunakan fasilitas umum.

Penularan penyakit di angkutan dan tempat-tempat umum bisa menyebar dengan sangat cepat. Terlebih, jika Anda bersebelahan dengan orang sakit yang bersin atau batuk. Cara ini pula yang umumnya menjadi cara penularan beberapa penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus, seperti flu dan COVID-19.

Virus yang dikeluarkan saat batuk atau bersin, dapat terhirup sehingga membuat Anda tertular penyakit tersebut. Untuk mencegah infeksi dari kontak dekat di tempat umum dan ruangan tertutup, lindungi diri Anda dengan menggunakan masker wajah.

3. Jangan berbagi barang pribadi

Sikat gigi, handuk, sapu tangan, dan alat makan termasuk barang pribadi yang sebaiknya tidak dipinjamkan kepada orang lain. Menggunakannya secara bergantian bisa membuat barang-barang tersebut menjadi sumber penularan penyakit infeksi.

Walaupun orang yang hendak meminjam terlihat sehat, Anda tidak pernah tahu kondisi kesehatan seseorang dari luarnya saja. Tak hanya itu, Anda juga tidak tahu apakah Anda yang justru bisa menularkan penyakit karena kebiasaan seperti berbagi alat makan dengan orang lain.

Oleh karena itu, menggunakan barang pribadi tanpa meminjamkannya pada orang lain menjadi kebiasaan yang penting diterapkan untuk pencegahan penyakit infeksi.

Kebiasaan sehari-hari tak hanya bermanfaat melindungi kesehatan Anda, tapi juga mencegah penularan infeksi pada orang lain di sekitar Anda.

4. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan kotor

Menyentuh mata, hidung, mulut dan mulut dengan tangan kotor bisa memindahkan kuman yang ada di tangan ke dalam tubuh. Hidung merupakan bagian tubuh yang memiliki suhu hangat dan lembap yang menjadi tempat favorit virus dan bakteri untuk berkembang biak.

Selain itu, mata dan mulut merupakan bagian tubuh yang dilapisi jaringan basah (mukosa) yang dapat membuat bakteri mudah terperangkap untuk hidup dan berkembang.

Sebagai cara mencegah infeksi, jangan sentuh ketiga bagian ini dan bagian tubuh lainnya saat tangan dalam keadaan kotor. Pasalnya, tangan yang kelihatannya bersih sekalipun masih berisiko menularkan kuman penyebab penyakit yang bisa masuk dan menginfeksi tubuh.

Sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut, pastikan Anda mencuci tangan terlebih dulu. Kebiasaan sehat untuk mencegah infeksi ini memang cukup sulit diterapkan, tapi Anda bisa memulai dengan menghindari menyentuh wajah dengan tangan terlalu sering.

5. Jangan jajan sembarangan

Apakah Anda termasuk orang yang senang jajan? Jika ingin mencegah infeksi, mulai sekarang pastikan Anda lebih jeli lagi sebelum membeli makanan di pinggir jalan. Makanan yang dibeli di luar tidak terjamin kebersihannya, baik dari proses pembuatannya maupun penyimpanan.

Untuk itu, pandai-pandailah dalam memilih jajanan. Bukannya tidak boleh, tetapi cobalah untuk membeli makanan yang ditaruh di etalase tertutup untuk pencegahan infeksi. Hindari memilih membeli makanan yang dibiarkan terbuka tanpa penutup apa pun.

Makanan yang dibiarkan terbuka akan lebih mungkin terkontaminasi zat lain yang bisa menimbulkan infeksi. Selain itu, coba perhatikan apakah penjual memperhatikan kebersihan dagangannya yang terlihat dari kebersihan etalase dagangan dan perlengkapan makan yang digunakannya.

6. Jangan keluar rumah saat sakit

Saat sakit, sistem kekebalan tubuh akan melemah. Bepergian ke luar ruangan tak hanya menyebarkan penyakit yang Anda miliki ke orang lain, tapi juga berisiko memperparah keadaan Anda.

Berada di luar ruangan memperbesar risiko Anda untuk tertular penyakit lain dari orang-orang sekitar yang mungkin juga sedang dalam keadaan sakit. Untuk mencegah terjangkit infeksi, ada baiknya untuk beristirahat di rumah sehingga kondisi tubuh kembali normal.

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Itu sebabnya, pastikan Anda menerapkan secara disiplin berbagai langkah pencegahan infeksi di atas agar hidup tetap sehat.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kementerian Kesehatan Republik RI. (2020). PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19). Download from https://covid19.kemkes.go.id/protokol-covid-19/kmk-no-hk-01-07-menkes-413-2020-ttg-pedoman-pencegahan-dan-pengendalian-covid-19/

Dwivedi, S., Prajapati, P., Vyas, N., Malviya, S., & Kharia, A. (2017). A review on food preservation: methods, harmful effects and better alternatives. Asian J Pharmac Pharmacol, 3(6), 193-199.

Haque, M., Sartelli, M., McKimm, J., & Abu Bakar, M. (2018). Health care-associated infections – an overview. Infection And Drug Resistance, Volume 11, 2321-2333. https://doi.org/10.2147/idr.s177247

CDC. (2020). When and How to Wash Your Hands | Handwashing. Retrieved 15 December 2020, from https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html

Harvard Health Publishing. (2020). How to prevent infections. Retrieved 15 December 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-prevent-infections

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x