Minum Antibiotik Kok Malah Demam, Apakah Ini Bahaya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 8 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Antibiotik adalah obat yang biasanya diresepkan dokter untuk membantu tubuh melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Namun, sama seperti obat lainnya, ada efek samping yang muncul setelahnya. Salah satunya adalah demam saat minum antibiotik. Mungkin Anda berpikir, apakah kondisi ini berbahaya?

Wajarkah muncul demam saat minum antibiotik?

Mungkin Anda sudah panik ketika demam muncul sesaat setelah minum antibiotik dan berpikir obat yang diberikan dokter tidak cocok. Nyatanya, tidak semua demam itu pertanda buruk, sama halnya dengan yang satu ini. 

Bila Anda mengalami demam saat minum antibiotik, jangan langsung menghentikan pengobatan. Pasalnya, demam yang muncul saat itu adalah hal yang wajar. 

Justru, demam bisa jadi pertanda baik, kok bisa? Dikutip dari MedlinePlus, demam adalah tanda tubuh Anda sedang melawan bakteri yang menjadi penyebab infeksi.

Saat Anda demam, itu artinya sistem imun sedang aktif. Dengan bantuan antibiotik, fungsi sistem imun tubuh dapat bekerja lebih baik dalam membunuh bakteri, sehingga timbullah demam.

Jenis antibiotik yang menimbulkan demam 

Jenis antibiotik yang paling sering menyebabkan demam adalah:

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Intensive Care menjelaskan bagaimana antibiotik jenis beta laktam bisa menyebabkan demam ketika digunakan dalam pengobatan sifilis. 

Demam setelah minum obat beta laktam diduga muncul akibat pelepasan zat beracun oleh bakteri spirochetes yang sudah sekarat.

Pada kasus lain, seperti penggunaan antibiotik minosiklin dan sulfonamida, demam mungkin terjadi akibat tubuh memproduksi banyak antibodi. 

Demam saat minum antibiotik bisa jadi tanda alergi

Selain menandakan bahwa obat bekerja dengan baik, demam juga bisa Anda curigai sebagai gejala alergi. 

Apabila tubuh Anda tidak cocok dengan obat antibiotik jenis tertentu, maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lain yang lebih sesuai.

Apa yang harus dilakukan jika demam saat minum antibiotik?

Jika Anda mengalami demam setelah minum obat antibiotik, jangan khawatir. Biasanya, demam akan menghilang dengan sendirinya.

Usahakan untuk terus minum antibiotik sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Jika Anda berhenti atau melewati dosis yang seharusnya, kemungkinan Anda akan mengalami resistensi bakteri dan hal ini dapat mengakibatkan infeksi kembali terulang.

Demam saat minum antibiotik yang tidak kunjung membaik setelah 24 hingga 48 jam memerlukan perhatian khusus. Apabila hal tersebut terjadi, segera periksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat penurun panas seperti acetaminophen (paracetamol) atau ibuprofen.

Kondisi yang harus diwaspadai

Terdapat beberapa gejala yang perlu Anda waspadai apabila Anda mengalami demam saat minum antibiotik.

Jika Anda terkena demam yang disertai gejala-gejala seperti susah bernapas, gatal-gatal, dan pembengkakan, maka ada kemungkinan Anda mengalami reaksi alergi terhadap antibiotik yang Anda minum. Segera hubungi dokter apabila gejala-gejala tersebut muncul.

Kondisi lain yang mungkin terjadi saat Anda minum antibiotik adalah sindrom Stevens-Johnson. Sindrom ini adalah komplikasi dari reaksi alergi dan memang sangat jarang terjadi, namun dapat disebabkan oleh pengobatan antibiotik seperti beta-lactams dan sulfamethoxazole.

Gejala-gejalanya pun menyerupai reaksi alergi antibiotik, dimulai dengan demam, sakit tenggorokan, batuk, pembengkakan, dan gatal-gatal. Kondisi ini berbahaya dan dapat berakibat fatal.

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami tanda-tanda dan gejala yang tidak wajar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Sesak Napas yang Mudah Ditemukan di Apotek

Obat sesak napas untuk setiap orang tidak sama, tergantung dari apa penyebabnya. Lantas, apa saja obat yang tersedia di apotek untuk mengatasi sesak napas?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pernapasan 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Pilek

Pilek adalah salah satu kondisi yang umum menyerang. Namun, penyakit ini nyatanya beda dengan flu. Lantas, apa itu pilek? Apa bedanya dengan flu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 1 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit

5 Obat Demam Alami yang Bisa Anda Temukan di Rumah

Jika Anda mengalami demam ringan, tak perlu khawatir. Ada banyak obat demam alami yang bisa dengan mudah ditemukan di rumah. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan, Informasi Kesehatan 28 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
toksoplasmosis atau toxoplasma

Toxoplasmosis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
demam pada anak

Demam Anak Tidak Sembuh-Sembuh Meski Sudah Minum Obat, Harus Bagaimana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
berapa suhu tubuh normal

Suhu Tubuh Normal dan Penyebab Suhu Tubuh Naik-Turun

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 11 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit