home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Jenis Obat Rekomendasi Dokter untuk Jantung Bengkak (Kardiomegali)

6 Jenis Obat Rekomendasi Dokter untuk Jantung Bengkak (Kardiomegali)

Berbagai masalah pada jantung, seperti melemahnya otot jantung, penyumbatan pada arteri jantung, atau gangguan pada katup jantung dapat menyebabkan kondisi kardiomegali. Kardiomegali sendiri mengacu pada pembengkakan jantung yang bisa terlihat melalui tes pencitraan. Lantas, obat apa saja yang biasanya dokter rekomendasikan untuk mengobati jantung bengkak?

Daftar obat untuk mengobati jantung bengkak

Kardiomegali sebenarnya bukan penyakit jantung, melainkan kondisi yang terjadi akibat adanya masalah kesehatan tertentu yang berkaitan dengan kesehatan jantung. Seseorang yang mengalami jantung bengkak, biasanya akan menunjukkan gejala sesak napas, denyut jantung tidak beraturan (aritmia), dan edema (pembengkakan) pada bagian tubuh.

Tanpa perawatan, kondisi ini bisa menyebabkan penggumpalan darah, gagal jantung, dan henti jantung. Oleh sebab itulah, orang yang mengalami jantung bengkak perlu mendapat perawatan segera.

Dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi kardiomegali sebagai perawatan pertama. Nah, beberapa jenis obat untuk jantung bengkak yang biasanya dokter rekomendasikan, antara lain:

1. Obat diuretik

oat aritmia antiaritmia jantung cara mengobati aritmia

Jenis obat diuretik atau pil air adalah obat untuk menghilangkan kelebihan cairan dan natrium dari tubuh. Obat ini biasanya dokter resepkan untuk mengobati orang dengan hipertensi atau edema.

Contoh obat diuretik yang umumnya dokter berikan untuk pasien kardiomegali adalah furosemide, bumetanide, bendroflumethiazide, dan indapamide.

Pil air ini bekerja dengan cepat, sehingga bisa membuat Anda berulang kali buang air kecil. Kondisi ini membuat Anda bisa kehilangan banyak cairan (dehidrasi) sehingga kadang menyebabkan kepala pusing saat berdiri (hipotensi postural).

Di samping itu, efek samping dari obat untuk jantung bengkak ini yang mungkin terjadi adalah peningkatan kadar gula darah dan memicu asam urat. Ini terjadi karena obat diuretik tertentu bisa menyebabkan penumpukan asam urat dalam darah, sehingga menimbulkan nyeri pada sendi.

Jika Anda memiliki penyakit asam urat atau diabetes dan harus minum obat diuretik ini, dokter akan meresepkan obat allopurinol dan obat diabetes tambahan agar tekana darah tetap stabil.

2. ACE inhibitor

Obat ACE inhibitor umum digunakan sebagai obat untuk hipertensi dan masalah jantung, termasuk jantung bengkak. Fungsi obat ACE inhibitor yakni mengendurkan pembuluh darah dan arteri agar tekanan darah menurun.

Obat ini bekerja dengan mencegah enzim dalam tubuh memproduksi angiotensin II, zat yang mempersempit pembuluh darah Anda. Penyempitan ini bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan memaksa jantung Anda bekerja lebih keras.

Beberapa contoh obat ACE inhibitor yang biasanya dokter resepkan adalah benazepril, kaptopril, enalapril, fosinopril, atau trandolapril. Efek samping dari obat ini kelelahan, pusing karena tekanan darah rendah, batuk kering, sakit kepala, peningkatan kadar kalium dalam darah, dan berkurang kemampuan indera pengecap.

3. Antikoagulan

cara mengatasi serangan jantung / penanganan serangan jantung

Obat antikoagulan adalah obat untuk mencegah penggumpalan darah. Gumpalan darah memang berguna untuk menghentikan luka. Akan tetapi, adanya gumpalan darah dalam pembuluh darah bisa menyumbat aliran darah.

Sebutan lain untuk obat bengkak jantung ini adalah obat pengencer darah, meski sebenarnya obat tidak membuat darah jadi encer. Contoh obat antikoagulan yang paling sering dokter resepkan adalah warfarin, rivaroxaban, heparin, dabigatran, apixaban, dan edoxaban.

Sama seperti obat lainnya, obat pengencer darah ini bisa menimbulkan efek samping, seperti memar, adanya darah pada urin atau feses, gusi berdarah, mimisan, dan perdarahan lainnya.

4. Angiotensin receptor blockers (ARB)

Obat angiotensin receptor blockers adalah obat untuk pasien hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal kronis. Beberapa contoh obat golongan ARB adalah valsartan, losartan dan candesartan, serta obat lain yang memiliki akhiran ‘sartan’.

Cara kerja obat ini yaitu memblokir reseptor AT1 pada jantung, pembuluh darah, dan ginjal untuk menurunkan tekanan darah. Sifat dari obatv ARB dan obat ACE inhibitor cukup mirip, sehingga obatnya sering dokter resepkan secara bergantian.

Jadi, Anda tidak boleh menggunakan kedua obatnya bersamaan karena bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan kadar kalium yang tinggi. Penggunaan obat ARB mungkin bisa menimbulkan efek samping seperti sakit kepala, tubuh kelelahan, dan sakit kepala.

5. Obat antiaritmia

Pasien jantung bengkak sering kali mengalami aritmia, sehingga dokter biasanya meresepkan obat antiaritmia. Penggunaan obat bertujuan untuk menghentikan ritme jantung abnormal, mencegahnya kembali terjadi, atau memperlambat detak jantung yang terlalu cepat.

Menurut situs Cleveland Clinic, contoh obat antiaritmia yang biasanya dokter resepkan adalah amiodarone, flecainide, propafenone, sotalol, dan dofetilide. Selama menggunakan obat ini, Anda mungkin merasakan efek samping, seperti tubuh lesu, kulit jadi lebih sensitif dengan sinar matahari, dan fungsi tiroid akan terganggu.

6. Beta blocker

Obat beta blocker adalah agen penghambat beta-adrenergik, yakni memblokir efek hormon epinerfin atau adrenalin.

Tujuan penggunaan obat ini adalah menurunkan tekanan darah, membuka pembuluh dan arteri agar aliran darah meningkat. Pada orang dengan jantung bengkak, obat ini bisa mengatasi denyut jantung yang tidak beraturan.

Contoh obat beta bloker yang biasanya dokter resepkan adalah acebutolol, atenolol, bisoprolol, metoprolol, nadolol, nebivolol, dan propranolol. Efek samping dari obat beta blocker adalah kelelahan, berat badan bertambah, sesak napas, tangan dan kaki terasa dingin, susah tidur, dan suasana hati tidak stabil.

Penderita asma biasanya tidak dokter resepkan obat ini karena bisa memperparah gejala. Sementara pada penderita diabetes, tekanan darah bisa menurun sehingga mereka sangat perlu memeriksa gula darah secara teratur ketika menggunakan obat ini.

Obat untuk jantung bengkak ini bisa meningkatkan trigliserida, dan menurunkan kolesterol baik. Akan tetapi, efek ini hanya bersifat sementara.

Orang yang mengalami jantung bengkak bisa sembuh dari kondisi ini. Akan tetapi, bisa juga memilikinya seumur hidup. Ini bergantung dengan penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, baik ketika Anda ingin memulai atau berhenti menggunakan obat, selalu konsultasikan ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Enlarged heart. (2020, January 16). Mayo Clinic. Retrieved March 24, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-heart/symptoms-causes/syc-20355436.

British Heart Foundation. Drug cabinet: Diuretics. Retrieved March 24, 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/drug-cabinet/diuretics.

What you should know about beta blockers. (2019, August 16). Mayo Clinic. Retrieved March 24, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/beta-blockers/art-20044522.

British Heart Foundation. Angiotensin receptor blockers (arbs). Retrieved March 25, 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/drug-cabinet/arbs.

Nhs choices. National Health Service. Retrieved March 24, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/anticoagulants/.

British Heart Foundation. (2021, November 03). Drug cabinet: ANTI-ARRHYTHMICS. Retrieved March 24, 2021, from https://www.bhf.org.uk/informationsupport/heart-matters-magazine/medical/drug-cabinet/anti-arrhythmics.

Arrythmia medications. Cleveland Clinic. Retrieved March 24, 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/16750-common-medications-for-arrhythmias.

What do ace inhibitors do for heart health? (2019, August 20). Retrieved March 24, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/ace-inhibitors/art-20047480.

 

 

 

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x