Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 November 2020 . Waktu baca 15 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa yang dimaksud dengan tekanan darah rendah?

Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah suatu kondisi di mana angka tekanan darah Anda berada di bawah angka normal. Selain itu, tekanan darah rendah menandakan bahwa jantung, otak, dan beberapa bagian tubuh lainnya tidak mendapatkan darah sesuai dengan kebutuhannya.

Sebenarnya, kondisi ini tidak terlalu berbahaya karena Anda mungkin sesekali pernah mengalaminya. Terkadang, tekanan darah rendah juga tidak menimbulkan gejala apapun. Umumnya, orang yang rutin berolahraga memiliki tekanan darah lebih rendah dibanding orang yang jarang melakukan aktivitas fisik.

Namun, jika tekanan darah terlalu rendah, Anda mungkin mengalami pusing kepala, bahkan hingga pingsan. Maka itu, meski tergolong wajar, jika sudah pada tingkatan yang parah, kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan.

Jenis-jenis tekanan darah rendah

Tekanan darah rendah terbagi ke dalam beberapa jenis. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini dibedakan berdasarkan penyebab. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Hipotensi ortostatik atau postural

Hipotensi yang satu ini adalah kondisi yang terjadi saat Anda tiba-tiba berdiri dari posisi duduk atau tidur. Gravitasi dapat menyebabkan darah berkumpul pada kaki Anda saat berdiri.

Seharusnya, tubuh Anda akan menyeimbangkan dengan meningkatkan tekanan darah dan pembuluh darah akan menyempit. Tujuannya, untuk memastikan bahwa sejumlah darah akan kembali ke otak.

Akan tetapi, pasien yang mengalami hipotensi ortostatik sering kali mengalami kegagalan dalam menyeimbangkannya, sehingga tekanan darah justru semakin rendah, menyebabkan pusing kepala, pandangan yang kabur, dan mungkin kehilangan kesadaran diri.

Tekanan darah rendah ortostatik ini dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk dehidrasi, terlalu lama dalam posisi tidur, kehamilan, diabetes, penyakit jantung, luka bakar, udara yang terlalu panas, dan beberapa masalah saraf.

2. Hipotensi postprandial

Pengertian hipotensi yang satu ini adalah tekanan darah rendah yang terjadi usai makan. Biasanya, kondisi ini muncul 1-2 jam setelah makan dan pada orang dewasa.

Setelah Anda makan, darah akan mengalir menuju saluran pencernaan. Umumnya, tubuh Anda akan meningkatkan tekanan darah dan pembuluh darah tertentu akan menyempit demi membantu tekanan darah tetap normal.

Sayangnya, pada beberapa orang, mekanisme tersebut justru tidak berhasil, sehingga menyebabkan pusing kepala dan hilang kesadaran. Tekanan darah ini biasanya dialami oleh orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) atau orang yang menderita gangguan sistem saraf.

Biasanya, kondisi ini bisa diatasi dengan mengurangi porsi makan, memperbanyak minum air putih, dan menghindari konsumsi alkohol.

3. Neurally mediated hypotension

Sementara itu, tekanan darah rendah yang satu ini terjadi karena kesalahan otak dalam menerima sinyal. Biasanya, kondisi ini terjadi saat Anda terlalu lama berdiri. Umumnya, dialami oleh anak-anak.

4. Hipotensi ortostatik dengan multiple system atrophy

Jenis tekanan darah yang satu ini memiliki gejala yang mirip dengan penyakit Parkinson. Tekanan darah ini dapat menjadi penyebab kerusakan yang terjadi pada sistem saraf yang mengontrol tekanan darah, ritme jantung, pernapasan, dan pencernaan secara bertahap.

Biasanya, jenis hipotensi ini berkaitan dengan tekanan darah tinggi saat sedang berbaring.

Seberapa umum kondisi ini terjadi?

Tekanan darah rendah termasuk salah satu kondisi yang umum terjadi. Meski begitu, sering kali orang yang mengalami kondisi ini tidak menyadarinya. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tekanan darah rendah?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hipotensi sering kali terjadi tanpa menimbulkan gejala. Meski begitu, ada beberapa hal yang dapat menjadi tanda bahwa Anda sedang mengalami tekanan darah rendah. Di antaranya:

  • Kepala terasa ringan atau sering merasa pusing.
  • Muncul perasaan mual.
  • Pandangan mata kabur.
  • Sering merasa lemas.
  • Kebingungan.
  • Hilang kesadaran diri.
  • Hilangnya konsentrasi.
  • Napas yang terlalu cepat.
  • Depresi.
  • Kulit memucat dan lembab.

Ada beberapa ciri-ciri tekanan darah rendah yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala-gejala tersebut, mohon konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala tekanan darah rendah, segera hubungi dokter. Jika Anda didiagnosis mengalami tekanan darah rendah tapi tidak merasakan gejala apapun, dokter mungkin akan membantu Anda mengatur kebiasaan sehari-hari.

Meski begitu, Anda tetap tidak boleh meremehkan kondisi ini. Pasalnya, tekanan darah rendah yang mungkin Anda alami bisa menjadi gejala dari kondisi yang lebih serius. Akan lebih mudah jika Anda lebih perhatian atau peka terhadap berbagai gejala yang muncul, kapan waktu kemunculannya, dan apa kegiatan yang sedang Anda lakukan saat itu.

Penyebab

Apa yang menyebabkan tekanan darah rendah?

Sebenarnya, tekanan darah bisa berubah-ubah sepanjang hari. Biasanya, tekanan darah akan meningkat dari waktu ke waktu. Namun, aktivitas dan suasana hati Anda juga dapat memengaruhi tekanan darah.

Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya tekanan darah rendah. Beberapa di antaranya adalah:

1. Dehidrasi

Dehidrasi memang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Akan tetapi, kekurangan cairan juga dapat menjadi penyebab tekanan darah rendah. Pasalnya, saat lebih banyak cairan yang hilang daripada cairan yang masuk ke dalam tubuh, Anda mungkin merasa tubuh menjadi lemas, kepala pusing, dan mudah lelah.

Biasanya, kondisi yang menyebabkan dehidrasi adalah demam, muntah, diare akut, atau penggunaan obat-obatan diuretik yang berlebihan, dan olahraga ekstrim.

Bahkan, meski hanya kekurangan 1-2% cairan tubuh, Anda mungkin saja mengalami kelemahan, pusing, dan mudah lelah.

2. Masalah kesehatan jantung

Penyebab hipotensi lainnya adalah adanya masalah pada kesehatan jantung Anda. Beberapa penyakit jantung yang menyebabkan hipotensi adalah bradikardia atau detak jantung lemah, penyakit katup jantung, serangan jantung, dan juga gagal jantung.

Saat mengalami beberapa masalah jantung tersebut, fungsi jantung dalam melakukan sirkulasi darah tidak dapat bekerja secara maksimal.

3. Kehamilan

Kondisi ini juga bisa terjadi saat Anda sedang mengalami kehamilan. Hal ini terjadi karena saat seorang wanita hamil, sistem peredaran darah meluas dengan cepat. Akibatnya, tekanan darah menjadi rendah.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena termasuk hal yang cukup normal jika tekanan darah rendahsaat hamil. Apalagi, tekanan darah Anda akan kembali normal seperti sedia kala setelah Anda melahirkan.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada minggu 1-24 daari kehamilan. Kondisi ini juga bisa terjadi karena saat hamil Anda terlalu lama duduk atau berbaring. Oleh sebab itu, saat Anda hamil, lakukan konsultasi rutin ke dokter dan lakukan semua tes yang disarankan oleh dokter.

Tujuannya, untuk memastikan tidak ada kondisi yang terlewat tanpa pemeriksaan yang dapat membahayakan Anda dan janin.

4. Masalah endokrin

Hipotensi juga mungkin terjadi jika Anda mengalami masalah pada sistem endokrin. Sebagai contoh, hipotiroidisme, gangguan paratiroid, kekurangan hormon adrenal, gula darah rendah, hingga diabetes.

5. Anemia

Anemia atau kekurangan darah di dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Pada saat itu, hemoglobin di dalam tubuh berada di bawah angka normal. Secara otomatis, saat tubuh tidak memiliki cukup darah, tekanan darah Anda pun ikut menurun.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan Anda kehilangan banyak darah adalah cedera yang cukup serius atau perdarahan.

6. Infeksi serius

Salah satu penyebab hipotensi adalah infeksi yang serius. Jika bakteri masuk ke dalam aliran darah, Anda mungkin dapat mengalami tekanan darah rendah yang tergolong serius. Kondisi ini disebut sebagai syok septik.

Bakteri memproduksi racun, sehingga saat memasuki aliran darah, racun tersebut dapat mempengaruhi pembuluh darah. Jika hal ini terjadi, hipotensi yang dialami dapat membahayakan nyawa.

7. Reaksi alergi serius

Ada pula reaksi alergi yang menyebabkan kondisi ini terjadi. Alergi yang muncul dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk makanan yang dikonsumsi, obat-obatan tertentu, atau racun serangga.

Selain menyebabkan hipotensi, reaksi alergi ini juga dapat menyebabkan masalah pernapasan, rasa gatal, hingga tenggorokan yang membengkak.

Biasanya, kondisi ini dialami oleh orang yang cukup sensitif terhadap penggunaan obat, misalnya penisilin, atau makanan seperti kacang, dan sengatan lebah.

8. Kekurangan nutrisi tertentu

Saat tubuh kekurangan vitamin B-12, asam folat, dan zat besi, kondisi ini sangat mungkin terjadi. Pasalnya, kekurangan nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan tubuh tersebut dapat menyebabkan anemia atau kekurangan darah. Seperti yang sudah dijelaskan, kekurangan darah dapat menyebabkan tekanan darah rendah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko mengalami tekanan darah rendah?

Pada dasarnya, semua orang berpotensi mengalami kondisi ini. Meski, ada beberapa jenis hipotensi yang cenderung dialami oleh kelompok usia tertentu. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kesempatan Anda mengalami kondisi ini, yaitu:

1. Usia

Hipotensi yang terjadi saat bangkit dari posisi duduk atau setelah makan biasanya dialami oleh lansia dengan usia 65 tahun ke atas. Sementara, neurally mediated hypotension lebih banyak dialami oleh anak-anak dan remaja.

2. Penggunaan obat-obatan tertentu

Orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat tekanan darah tinggi seperti alpha blockers, memiliki potensi yang lebih besar mengalami penurunan tekanan darah.

3. Kondisi kesehatan tertentu

Orang yang mengalami penyakit Parkinson, diabetes, dan beberapa jenis penyakit jantung memiliki kesempatan yang lebih tinggi mengalami kondisi ini.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan hipotensi?

Ada beberapa pilihan obat untuk hipotensi yang bisa Anda konsumsi. Meski begitu, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

1. Obat vasopressin

Obat vasopressin adalah obat untuk mempersempit pembuluh darah agar menyebabkan peningkatan tekanan darah. Obat ini biasanya digunakan untuk kasus hipotensi kritis.

Vasopressin dapat dikombinasikan dengan vasolidator (nitroprusside, nitroglycerin) untuk menjaga tekanan darah sekaligus meningkatkan kerja otot jantung.

Nitroprusside digunakan untuk mengurangi beban sebelum dan setelahnya dan meningkatkan kerja jantung. Nitroglycerin secara langsung melemaskan pembuluh darah vena dan mengurangi beban sebelumnya.

2. Catecholamine

Catecholamine termasuk dalam obat adrenalin, noradrenalin, dan dopamin. Obat-obatan ini bekerja memengaruhi sistem saraf simpatetik dan pusat. Catecholamines juga berfungsi membuat jantung berdetak lebih cepat dan kuat serta menyempitkan pembuluh darah. Hal ini mempengaruhi menyebabkan peningkatan tekanan darah.

3. Obat darah rendah lainnya

Beberapa obat tekanan darah rendah tertentu ditargetkan khusus untuk mengobati kondisi jantung, masalah pembuluh darah, atau masalah sirkulasi darah yang bisa menyebabkan penurunan tekanan darah.

Obat-obatan ini bekerja dengan cara yang berbeda, dan  satu agen dapat digunakan untuk mengobati beberapa jenis masalah kardiovaskular.

Beberapa obat dapat digunakan untuk mengobati tekanan darah rendah yang terjadi saat Anda berdiri (hipotensi ortostatik). Misalnya, obat fludrokortison yang meningkatkan volume darah. Pada kasus hipotensi ortostatik kronis, dokter akan meresepkan obat midodrine (Orvaten).

Apa saja tes yang dilakukan untuk hipotensi?

Dokter Anda akan mendiagnosis kondisi ini berdasarkan tanda-tanda dan gejala, serta hasil pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan diagnosis yang dokter gunakan meliputi:

1. Tes darah

Tes darah dapat membantu dokter mengetahui kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh. Dengan begitu, dokter akan mengetahui apakah Anda mengalami gula darah rendah, gula darah tinggi, atau anemia. Ketiga kondisi tersebut dapat menurunkan tekanan darah di bawah angka normal.

2. Elektrokardiogram

Tes menggunakan elektrokardiogram tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Anda hanya perlu berbaring, lalu beberapa elektroda akan ditempelkan pada dada, lengan, dan kaki Anda. Kemudian, alat ini akan membantu mendeteksi aktivitas listrik pada jantung.

Mesin ini akan merekamnya ke dalam kertas grafis atau menayangkannya pada layar mengenai aktivitas listrik jantung Anda tersebut.

Alat ini dapat mendeteksi hal yang janggal pada ritme jantung, struktur jantung, atau masalah pada suplai darah dan oksigen untuk otot jantung Anda. Alat ini juga dapat membantu mendeteksi apakah Anda pernah atau sedang mengalami serangan jantung.

3. Tilt table test

Jika Anda mengalami tekanan darah rendah saat bangkit berdiri atau kesalahan otak dalam menangkap sinyal, tes ini dapat mengetahui bagaimana tubuh bereaksi pada perubahan posisi yang dilakukan.

Perawatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi hipotensi?

Untuk mengatasi salah satu dari berbagai jenis penyakit jantung ini, Anda perlu menerapkan gaya hidup sehat. Gaya hidup dan perawatan di rumah ini mungkin dapat menjadi cara Anda mengatasi tekanan darah rendah:

1. Minum banyak air putih, kurangi alkohol

Alkohol dan kondisi dehidrasi dapat menurunkan tekanan darah. Jika Anda minum air secukupnya Anda dapat mengurangi dehidrasi dan meningkatkan volume darah.

Maka itu, hindari minum alkohol bila Anda mengidap tekanan darah rendah atau hipotensi. Jangan lupa, penuhi kebutuhan cairan Anda agar tidak dehidrasi dengan cara minum air putih setidaknya delapan gelas sehari.

Kebiasaan ini bisa menjadi cara yang sehat untuk menaikkan tekanan darah agar tidak terlalu rendah.

2. Jalani pola makan yang sehat

Anda bisa makan berbagai makanan untuk mengatasi tekanan darah rendah. Misalnya biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Nah, buah dan sayuran yang bisa membantu mengatasi tekanan darah rendah secara alami antara lain adalah:

  • Semangka

Kandungan air dalam satu buah semangka bisa mencapai 92 persen. Kandungan air yang banyak ini dapat membantu tubuh dalam meningkatkan tekanan darah.

  • Buah bit

Buah ini dapat digunakan sebagai penambah darah, selain itu buah bit juga dapat membantu Anda dalam mengontrol tekanan darah. Setiap 100 gram buah bit mengandung natrium sebesar 36 mg dan kalium sebesar 330 mg.

  • Bayam

Sayur ini mengandung natrium sebesar 4 mg dalam porsi 100 gram. Jumlah yang kecil memang, tapi bayam mengandung cukup banyak air, yaitu sebesar 92 persen. Maka itu, bayam bisa menjadi makanan untuk tekanan darah rendah.

3. Ketika mengubah posisi tubuh, lakukan dengan perlahan

Anda dapat mengurangi pusing dan kliyengan yang terjadi karena tekanan darah rendah saat berubah dari posisi berbaring ke posisi berdiri. Caranya begini:

  • Sebelum bangun tidur di pagi hari, tarik napas dalam-dalam selama beberapa menit.
  • Perlahan-lahan duduk, kira-kira selama satu menit, sebelum bangkit berdiri.
  • Tidur dengan bantal dobel atau bantal tinggi juga dapat membantu melawan efek gravitasi yang bisa bikin pusing.

Jika Anda mulai merasakan pusing atau kliyengan saat bangkit berdiri, regangkan otot-otot kaki seolah mau menendang ke depan. Gerakan ini bisa membantu melancarkan peredaran darah sekaligus mencegah darah tiba-tiba menggenang di kaki ketika Anda bangkit berdiri.

4. Perhatikan pola makan Anda

Untuk membantu mencegah tekanan darah turun tajam setelah makan, lebih baik Anda makan sedikit-sedikit tapi sering. Jangan lupa, batasi makanan yang tinggi karbohidrat seperti kentang, nasi, pasta dan roti.

Dokter mungkin juga merekomendasikan minum kopi atau teh berkafein untuk meningkatkan tekanan darah sementara. Namun, karena kafein justru berpotensi menyebabkan masalah lain, konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum minum kafein.

5. Rutin berolahraga

Melakukan aktivitas fisik secara rutin memang baik untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh. Cobalah untuk rutin berolahraga, setidaknya sebanyak 30-60 menit dalam sehari.

Anda bisa melakukannya sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Akan tetapi, sebaiknya hindari berolahraga di tempat yang terlalu panas atau terlalu lembap, ya.

Komplikasi

Apa komplikasi dari hipotensi yang mungkin terjadi?

Anda juga mungkin mengalami beberapa masalah kesehatan lain akibat tekanan darah rendah. Mengingat sebagian besar orang yang mengalaminya tidak memiliki gejala tertentu, biasanya kondisi ini baru disadari saat telah menimbulkan masalah kesehatan lainnya, misal:

  • Kepala pusing.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Pingsan.
  • Lebih mudah cedera karena jatuh.
  • Kekurangan oksigen sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan pada jantung dan otak.

Jadi dapat disimpulkan bahwa baik hipertensi dan hipotensi bukan kondisi kesehatan yang baik. Tekanan darah rendah juga dapat memberikan efek yang buruk untuk kesehatan dan dapat menimbulkan bahaya jika tak segera ditangani.

Sebelum terlambat, lebih baik lakukan pencegahan hipotensi dan terapkan gaya hidup sehat demi menjaga tekanan darah tetap normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah melahirkan dikenal dengan istilah postpartum preeklampsia. Apa saja gejala dan bahayanya? Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hipertensi, Kesehatan Jantung 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Saling Berkaitan, Ini Tips Cegah Hipertensi dan Atrial Fibrilasi

Hipertensi dan atrial fibrilasi berhubungan erat terhadap kualitas kesehatan. Cari tahu langkah cerdas bagaimana cara mencegah hipertensi dan dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
alat mencegah hipertensi
Hipertensi, Kesehatan Jantung 30 September 2020 . Waktu baca 6 menit

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Pasien penyakit jantung, perlu berhati-hati dalam memilih makanan. Berikut ini ada berbagai makanan yang dilarang (pantangan) untuk penyakit jantung.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Jantung, Kesehatan Jantung 6 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tekanan darah normal tensi normal tekanan darah rendah tekanan darah tinggi tekanan darah ibu hamil tekanan darah wanita tekanan darah berdasarkan usia

Berapa Tekanan Darah yang Masih Dianggap Normal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 November 2020 . Waktu baca 8 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit
ibu hamil makan daging kambing

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging Kambing?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya makanan asin

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit