home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mimisan

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Obat & Pengobatan|Pencegahan
Mimisan

Definisi

Apa itu mimisan?

Hidung berdarah atau biasa disebut mimisan adalah gejala umum yang ditandai dengan darah yang keluar dari hidung. Ini disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Biasanya, darah hanya keluar dari salah satu lubang hidung.

Hampir setiap orang mengalami gangguan hidung yang satu ini setidaknya sekali seumur hidup. Pada sebagian besar kasus, mimisan dapat ditangani dengan cara menekan hidung. Namun bagi beberapa orang, dibutuhkan penanganan medis yang lebih lanjut.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Kondisi ini cukup lazim. Usia anak-anak kemungkinan mengalami mimisan dua kali lipat lebih tinggi daripada orang dewasa.

Menurut Cleveland Clinic, anak-anak lebih rentan mengalami perdarahan di hidung karena jumlah pembuluh darah di dinding saluran hidungnya jauh lebih banyak dibanding dengan orang dewasa.

Dengan mengurangi risiko penyebab pendarahan pada hidung, Anda dapat terhindar dari kondisi ini. Silakan berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala mimisan?

Mimisan adalah gejala yang ditandai dengan adanya pendarahan dari satu atau dua sisi hidung. Darah dapat pula mengalir ke bagian belakang tenggorokan dan dapat menyebabkan batuk maupun muntah darah.

Apabila feses Anda berwarna gelap, berarti Anda telah menelan darah yang cukup banyak.

Ada gejala lain yang mungkin tidak dipaparkan di atas. Silahkan berkonsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai gejala-gejala ini.

Kapan sebaiknya saya berkonsultasi dengan dokter?

Hubungi dokter segera apabila Anda mengalami mimisan dengan kondisi-kondisi berikut:

1. Mimisan berlangsung selama lebih dari 20 menit

Mimisan dikatakan parah apabila berlangsung selama lebih dari 20 menit. Kondisi ini mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah.

Namun, bila Anda tidak menggunakannya, mimisan yang berlangsung lama bisa menjadi tanda dari gangguan pembekuan darah.

2. Anda kehilangan banyak darah

Rata-rata, jumlah darah yang keluar saat mimisan tidak lebih dari 1,5 sendok teh. Darah di sekitar pembuluh darah yang terluka kemudian membeku sehingga alirannya terhenti.

Waspadalah jika mimisan begitu parah sehingga Anda harus menghabiskan berlembar-lembar tisu hanya dalam waktu 5 menit.

3. Mimisan terjadi akibat cedera parah

Selain penyebab alami, perdarahan pada hidung juga dapat terjadi akibat cedera atau benturan parah.

Segera periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami hal ini. Pemeriksaan sedini mungkin akan membantu mendeteksi adanya patah tulang pada hidung, gegar otak, hingga cedera pada bagian tubuh lain yang tidak disadari.

4. Anda merasakan darah pada lidah

Kebanyakan kasus mimisan terjadi akibat pecahnya pembuluh darah pada bagian depan rongga hidung.

Anda tidak akan merasakan adanya darah pada mulut Anda karena darah akan langsung mengalir keluar dari rongga hidung menuju lubang hidung.

Apabila Anda bisa merasakan adanya darah di lidah atau mulut Anda, bisa jadi ini merupakan gejala perdarahan posterior.

Perdarahan ini berlangsung pada bagian belakang hidung dan lebih sulit dihentikan. Mimisan yang terjadi biasanya lebih parah dan membutuhkan penanganan medis.

Penyebab

Apa penyebab mimisan?

Mimisan adalah kondisi yang disebabkan karena pembuluh dalam hidung pecah akibat cedera.

Penyebab lainnya bisa disebabkan pengaruh zat kimia, infeksi, kelainan pembuluh darah di hidung, serta penyakit seperti hipertensi.

Udara kering pada musim dingin juga menjadi penyebab umum hidung menjadi kering dan mimisan.

Berikut adalah sederet kondisi yang bisa menjadi penyebab mimisan:

  • kebiasaan mengorek upil
  • meniup hidung terlalu keras
  • bagian dalam hidung terlalu kering
  • trauma atau cedera hidung
  • polip hidung
  • tekanan darah tinggi
  • penyakit gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia atau penyakit Von Willebrand
  • obat-obatan tertentu, seperti warfarin

Faktor-faktor risiko

Apa faktor-faktor yang meningkatkan risiko saya mengalami kondisi ini?

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko adalah:

1. Kondisi cuaca yang kering

Pada musim dingin atau musim panas, udara yang kering dapat menyebabkan kelembapan udara berkurang sehingga mukosa hidung yang kering membuat pembuluh darah dalam hidung rentan terluka.

Mimisan sering terjadi ketika jaringan tubuh menghadapi perubahan tingkat kelembapan udara pada pergantian musim.

2. Nasal septum (dinding pemisah rongga hidung)

Letak septum yang menyimpang ke salah satu sisi rongga hidung membuat aliran udara yang masuk menjadi tidak seimbang.

Perbedaan tekanan udara yang masuk melalui rongga hidung yang sempit membuat dinding mukosa hidung menjadi kering, pecah, hingga memicu risiko mimisan.

3. Menderita pilek dan alergi

Infeksi saluran pernapasan dan alergi dapat menyebabkan peradangan di dalam hidung. Pembuluh darah yang meradang menyebabkan hidung tersumbat.

Mengembuskan napas terlalu keras lewat hidung dapat membuat mengalami perdarahan kembali setelah hemostasis.

4. Iritasi akibat paparan zat kimia

Asap yang dihirup oleh perokok pasif juga berisiko menyebabkan perdarahan di hidung terjadi.

Seseorang juga dapat mengalami kondisi ini akibat paparan asam sulfat, amonia, bensin atau bahan kimia lain di lingkungan kerjanya.

5. Menderita penyakit tertentu

Orang-orang yang mengidap penyakit bawaan tertentu juga berisiko mengalami mimisan.

Beberapa di antaranya adalah gagal ginjal, trombositopenia, hipertensi, dan gangguan pembekuan darah bawaan (seperti hemofilia).

6. Ketergantungan alkohol

Alkohol memengaruhi fungsi normal trombosit dalam darah sehingga proses pembekuan darah menjadi lebih lambat.

Alkohol juga membuat permukaan pembuluh darah melebar dan rentan terhadap cedera dan perdarahan.

7. Menggunakan obat-obatan yang memengaruhi proses pembekuan darah

Obat-obatan ini meliputi obat resep seperti antikoagulan, obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), dan aspirin seperti ibuprofen.

Serupa dengan antikoagulan, beberapa suplemen mungkin mengandung bahan kimia yang memperpanjang proses pendarahan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Mimisan umumnya adalah kondisi yang dapat diobati sendiri di rumah. Dokter akan mendiagnosis penyakit sesuai dengan obat-obatan yang dikonsumsi pasien dan hasil pmeriksaan klinis.

Anda dapat menjalani tes darah lengkap apabila mengalami perdarahan besar atau dicurigai mengidap penyakit atau kelainan darah sebagai penyebab mimisan Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk mimisan?

Berikut adalah pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan ketika perdarahan di hidung terjadi:

  • Hal pertama yang dapat dilakukan adalah menundukkan kepala. Ini dilakukan agar darah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan.
  • Duduk dan bungkukkan badan ke depan agar darah tidak mengalir ke tenggorokan dan mencegah terjadinya muntah darah.
  • Kemudian, hal selanjutnya yang dapat dilakukan adalah menekan batang hidung. Tekan batang hidung (tepat di bawah tulang hidung) dengan ibu jari dan telunjuk selama 8-10 menit sampai pendarahan berhenti.
  • Untuk membantu mengurangi pendarahan, kompres leher atau hidung dengan es.

Untuk obat-obatan mimisan yang dijual bebas di apotek, Anda bisa memilih semprotan dekongestan hidung yang mengandung oxymetazoline. Obat ini akan membantu menghentikan perdarahan.

Namun, semprotan dekongestan hanya bisa Anda gunakan paling lama 3 hari. Setelah itu, Anda harus berhenti menggunakannya selama seminggu terlebih dahulu.

Larutan saline yang disemprotkan ke dalam hidung juga dapat mengurangi kekeringan pada hidung.

Jika terjadi perdarahan berat, Anda memerlukan bantuan dokter. Bila diperlukan, sediakan kain kasa agar hidung tersumbat untuk sementara waktu.

Dokter juga dapat melakukan tindakan pada pembuluh darah yang rusak untuk mencegah perdarahan.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mencegah mimisan?

Berikut pola hidup dan pengobatan rumah tangga yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi keluarnya darah dari hidung:

  • Kontrol tekanan darah Anda.
  • Hindari penggunaan aspirin.
  • Jaga kelembaban udara di rumah dan tempat kerja. Jika memungkinkan, oleskan sedikit petroleum jelly ke dalam lubang hidung dan gunakanlah masker atau syal ketika kondisi udara dingin dan kering. Semprotan hidung dengan larutan saline juga dapat menghentikan perdarahan akibat cuaca kering.
  • Hindari paparan zat kimia, debu atau masker filter. Dokter mungkin meresepkan obat semprot hidung steroid jika Anda memiliki infeksi atau alergi.

Apabila Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nosebleed (Epistaxis) – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved October 27, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/13464-nosebleed-epistaxis

Getting Too Many Nosebleeds? When You Should Worry – Cleveland Clinic. (2016). Retrieved October 27, 2020, from https://health.clevelandclinic.org/do-you-get-too-many-nosebleeds-when-to-worry/

Tellado, MP. (n.d.). Nosebleds – KidsHealth. Retrieved October 27, 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/nose-bleed.html#:~:text=Nosebleeds%20are%20common%20in%20kids,be%20cared%20for%20at%20home.

Nosebleeds – Mayo Clinic. (2020). Retrieved October 27, 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/nosebleeds/basics/when-to-see-doctor/sym-20050914

Nosebleed – NHS. (2017). Retrieved October 27, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/nosebleed/

ER or Not: Nosebleed – University of Utah/. (2018). Retrieved October 27, 2020, from https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_eiy8mt8y

Nosebleed – MedlinePlus. (2019). Retrieved October 27, 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003106.htm

Causes and Diagnoses of Frequent Nosebleeds – Northwestern Medicine. (n.d.). Retrieved October 27, 2020, from https://www.nm.org/conditions-and-care-areas/ent-ear-nose-throat/nose-bleeds/causes-and-diagnoses

Murer, K., Ahmad, N., Roth, B.A. et al. (2013). THREAT helps to identify epistaxis patients requiring blood transfusions. Journal of Otolaryngology – Head & Neck Surgery, 42, 4. https://doi.org/10.1186/1916-0216-42-4

Pacagnella, R., Souza, J., Durocher, J., Perel, P., Blum, J., Winikoff, B., & Gülmezoglu, A. (2013). A Systematic Review of the Relationship between Blood Loss and Clinical Signs. Plos ONE8(3), e57594. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0057594

Beck, R., Sorge, M., Schneider, A., Dietz, A. (2018). Current Approaches to Epistaxis Treatment in Primary and Secondary Care. Aerzteblatthttps://doi.org/10.3238/arztebl.2018.0012.

Fatakia, A., Winters, R., & Amedee, R. G. (2010). Epistaxis: a common problem. The Ochsner journal10(3), 176–178.

Krajina, A., & Chrobok, V. (2013). Radiological Diagnosis and Management of Epistaxis. Cardiovascular And Interventional Radiology37(1), 26-36. https://doi.org/10.1007/s00270-013-0776-y

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 04/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x