Detak Jantung Tidak Teratur, Ini yang Harus Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Jantung adalah organ penting yang bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Salah satu tanda bahwa jantung Anda sehat adalah jumlah detak jantung normal per menit. Sebaliknya, Anda bisa saja mengalami kondisi atau masalah kesehatan tertentu jika detak jantung tidak teratur. Lantas, apa penyebab kondisi tersebut dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasannya berikut ini.

Seperti apa tanda dan gejala detak jantung tidak teratur?

Detak jantung tidak beraturan adalah satu gejala utama dari aritmia. Orang yang mengalami detak jantung yang tidak normal ini, mungkin akan merasakan jantung berdetak jadi lebih lambat, lebih cepat, atau bahkan seperti ada detak jantung yang terlewat.

Anda bisa merasakan detak jantung yang tidak normal ini dengan menekan satu tangan di depan dada kiri. Bisa juga dengan mengecek denyut nadi di pergelangan tangan atau sisi samping leher.

Perlu Anda ketahui bahwa detak jantung normal berkisar antara 60-100 detak per menit (BPM). Jika Anda mendapati denyut nadi Anda di kurang dari 60 atau lebih dari 100 detak per menit saat istirahat, ini menjadi tanda detak jantung tidak beraturan.

Jika Anda mengalami perubahan detak jantung yang tidak teratur, disertai gejala seperti sesak napas, nyeri dada (angina), atau perasaan ingin pingsan, segera ke dokter atau hubungi bantuan medis.

Apa penyebab detak jantung tidak beraturan?

serangan jantung tanpa nyeri dada / ciri nyeri dada serangan jantung

Ada berbagai hal yang bisa menjadi penyebab detak jantung jadi lebih lambat atau cepat menurut Mayo Clinic, yakni:

Aktivitas dan kondisi psikologis

Detak jantung yang awalnya bisa menjadi tidak teratur ketika Anda melakukan aktivitas fisik, contohnya berolahraga. Selain itu, berubahnya detak jantung normal juga bisa dipicu oleh kondisi psikologis Anda, misalnya ketika Anda sedang cemas dan takut.

Kebiasaan tertentu

Kebiasaan tertentu ternyata bisa menjadi penyebab detak jantung lebih cepat maupun lebih lambat dari seharusnya.  Kebiasaan yang memicu terjadinya kondisi ini antara lain adalah terlalu banyak minum minuman berkafein atau alkohol.

Masalah pada jantung

Beberapa penyakit jantung yang bisa menjadi penyebab detak jantung lebih cepat atau lebih lambat adalah:

  • Aritmia. Gangguan irama jantung yang terjadi karena impuls listrik yang mengoordinasikan detak jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya. Akibatnya, detak jantung akan menjadi lebih cepat (takikardia) atau lambat (bradikardia) dari seharusnya.
  • Cacat jantung bawaan. Jantung yang tidak terbentuk sempurna selama dalam kandungan dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan pada bayi. Kondisi ini sangat umum menyebabkan detak jantung tidak normal.
  • Masalah pada pembuluh darah jantung. Penyakit jantung koroner atau aterosklerosis menyerang pembuluh darah jantung yang nantinya menimbulkan gejala seperti detak jantung tidak teratur.
  • Serangan jantung. Berbagai penyakit jantung yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan serangan jantung. Beberapa saat sebelum serangan jantung terjadi, beberapa orang mungkin merasakan adanya perubahan detak jantung.

Memiliki masalah kesehatan tertentu

Selain penyakit jantung, ada beberapa masalah kesehatan lain yang dapat memicu terjadinya detak jantung tidak teratur atau tidak normal, seperti:

  • Penyakit diabetes (ketidakmampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah).
  • Dehidrasi (kurangnya cairan tubuh seperti elektrolit yang memengaruhi impuls kelistrikan jantung yang berkaitan dengan denyut jantung).
  • Kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroid) atau kurang aktif (hipotiroid) dalam menghasilkan hormon tiroid.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan dinding ventrikel jadi menebal dan kaku sehingga memengaruhi detak jantung)

Bagaimana cara mengatasi detak jantung tidak teratur?

apakah penyakit jantung bisa sembuh

Cara mengatasi detak jantung lebih cepat atau lebih lambat bergantung dengan penyebab yang mendasarinya. Jika itu mengarah bukan pada penyakit, seperti olahraga, Anda tidak perlu cemas. Denyut jantung yang tadinya lebih kencang atau lemah bisa kembali ke angka normal.

Sementara jika perubahan detak jantung disebabkan oleh konsumsi minuman berkafein dan alkohol berlebihan, agar tidak menimbulkan masalah, mulai batasi kebiasaan tersebut dari sekarang.

Namun, perubahan detak jantung terjadi akibat masalah kesehatan tertentu dapat diobati dengan cara berikut ini:

Kurangi stres

Stres sangat mudah menyerang orang yang memiliki gangguan kecemasan, depresi, maupun serangan panik. Guna mencegah terjadinya detak jantung tidak normal, Anda perlu melakukan konsultasi ke dokter. Dokter akan membuka konseling dan membantu Anda untuk mengatasi stres, seperti mengikuti terapi meditasi maupun terapi dengan kegiatan lainnya.

Minum obat-obatan

Orang yang mengalami detak jantung tidak beraturan karena kondisi medis, biasanya akan diresepkan obat-obatan oleh dokter. Beberapa obat yang diminum antara lain:

  • Obat untuk menjaga tekanan darah tetap stabil bagi penderita diabetes, seperti metformin.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi bagi pengidap hipertensi, contohnya obat diuretik.
  • Obat untuk menekan atau merangsang aktivitas kelenjar tiroid bagi orang dengan hipotiroid atau hipertiroid. Sebagai contoh obat untuk hipertiroid adalah methimazole (Tapazole) dan propylithiouracil, sementara untuk hipotiroid adalah obat hormon tiroid sintesis levothyroxine.
  • Obat penurun kolesterol, obat pengencer darah, dan obat aritmia untuk orang yang memiliki masalah pada jantungnya.

Prosedur operasi

Jika obat-obatan tidak juga berhasil mengatasi detak jantung tidak teratur, prosedur operasi mungkin akan dilakukan. Beberapa jenis operasi yang dilakukan meliputi:

  • Operasi bypass jantung untuk mengatasi masalah pada pembuluh darah jantung yang sudah parah, dengan meningkatkan aliran darah pada jantung Anda.
  • Ablasi kateter untuk memblokir impuls listrik yang abnormal, agar tidak lagi menyebabkan denyut jantung tidak normal.
  • Operasi transplantasi pankreas bagi pasien penderita diabetes tipe 1, agar insulin dalam tubuh dapat kembali bekerja dengan baik.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yuk, Kenali Lebih Dalam Berbagai Jenis Penyakit Demensia

Demensia terdiri dari berbagai jenis penyakit yang menyerang otak. Mari kenali apa saja klasifikasi demensia pada ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Alzheimer dan Demensia 20 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Demensia Vaskuler (Demensia Vaskular)

Demensia vaskular (vaskuler) adalah salah satu jenis demensia yang menyerang lanjut usia. Berikut informasi mengenai gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf, Alzheimer dan Demensia 20 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Penyakit Jantung (Penyakit Kardiovaskuler)

Penyakit jantung (kardiovaskuler) adalah berbagai kondisi akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah di jantung. Pelajari sakit jantung berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 23 November 2020 . Waktu baca 11 menit

Apakah Detak Jantung Anda Normal? Begini Cara Hitungnya

Sangat normal, jika setiap orang memiliki denyut nadi (detak jantung) per menit yang berbeda-beda. Lantas, seberapa besar dapat disebut normal?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 22 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ablasi jantung

Ablasi Jantung, Prosedur Medis untuk Mengatasi Detak Jantung yang Tidak Normal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
congestive heart failure (CHF) gagal jantung kongestif adalah

Congestive Heart Failure (CHF)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
atrial flutter adalah

Atrial Flutter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab penyakit alzheimer

Mengulik Penyebab dan Faktor Risiko dari Penyakit Alzheimer

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit