Berbagai Penyebab Jantung Anda Bengkak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah mengetahui seberapa hebat jantung Anda? Atau pernahkah menyadari sebesar apa jantung Anda hingga bisa memompa darah untuk dialiri ke seluruh tubuh? Jantung adalah salah satu organ yang paling vital dan penting di dalam tubuh. Jika jantung berhenti berdetak, maka sesaat kemudian semua organ pun juga akan berhenti berfungsi.

Setiap orang memang memiliki ukuran serta besar jantung yang berbeda-beda, tapi Anda bisa mengukur besar jantung Anda dengan melihat kepalan tangan Anda. Kira-kira sebesar itu ukuran organ yang selalu bekerja setiap waktu untuk memompa darah. Sedangkan untuk beratnya, diperkirakan jantung manusia rata-rata mempunyai berat sebesar 280 – 340 gram pada laki-laki, dan 230 – 280 gram untuk perempuan. Tidak hanya itu, jantung setidaknya berdetak 100 ribu kali setiap harinya dan selalu memasok rata-rata 2000 galon darah untuk seluruh tubuh. Ketika darah tidak terpasok dengan baik dan terjadi gangguan pada jantung, maka Anda bisa mengalami jantung bengkak.

Apa itu kondisi jantung bengkak (kardiomegali)?

Jantung bengkak atau kardiomegali bukanlah suatu penyakit, tetapi adalah suatu gejala dan tanda dari suatu penyakit jantung yang dialami. Terkadang, Anda bisa saja mengalami jantung yang membengkak karena sedang mengalami kondisi tertentu, seperti sedang hamil. Tetapi lebih sering orang yang memiliki jantung bengkak, sedang mengalami penyakit jantung yang serius. Jantung yang membengkak bisa disebabkan oleh kerusakan pada otot jantung. Hingga pada ukuran tertentu, jantung yang bengkak masih bisa berfungsi normal. Namun, tetap saja penurunan kemampuan fungsi jantung akan menurun.

Apa saja gejala dan tanda dari jantung yang membengkak?

Untuk beberapa kasus, jantung yang membengkak tidak menimbulkan gejala dan tanda apapun. Namun, ketika gejala tersebut terlihat dan muncul, hal ini mungkin akibat jantung tidak lagi bisa bekerja dengan normal dan efektif dan menyebabkan gagal jantung kongestif, berikut adalah gejala dan tandanya:

  • Memiliki masalah pada pernapasan
  • Napas menjadi pendek, terutama ketika anda sedang beraktivitas
  • Detak jantung tidak teratur, alias aritmia
  • Terdapat bengkak di beberapa bagian tubuh. Pembengkakan ini disebabkan oleh akumulasi cairan pada bagian tersebut.
  • Jantung terasa berdebar-debar
  • Merasa kelelahan

BACA JUGA: Pria Kepala Botak Berisiko Penyakit Jantung Koroner

Apa yang menyebabkan jantung bengkak?

Hampir di semua kondisi, jantung bengkak disebabkan oleh penyumbatan darah serta tekanan darah tinggi yang kemudian mengganggu aliran darah jantung. Selain itu, masih ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan jantung membengkak, yaitu:

  • Katup jantung yang tidak normal
  • Kehamilan, jantung bengkak terjadi ketika mendekati hati-hari kelahiran dan hal ini disebut dengan kardiomiopati perpartum
  • Mengalami penyakit dan gangguan ginjal
  • Mengonsumsi alkohol dan penyalahgunaan obat-obatan
  • Infeksi HIV
  • Genetik

BACA JUGA: Apakah Detak Jantung Anda Normal? Begini Cara Hitungnya

Penyakit dan kondisi yang menyebabkan jantung bengkak

Beberapa kondisi atau penyakit jantung lain juga bisa menyebabkan jantung membengkak, seperti:

1. Penyakit arteri koroner

Yaitu kondisi di mana terdapat lemak atau plak yang menyumbat pembuluh darah arteri koroner. Penyakit ini lebih sering disebut dengan aterosklerosis. Kondisi ini membuat pasokan oksigen menjadi berkurang ke jantung, sehingga bahan bakar untuk memompa darah tidak ada.

2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Ketika orang mengalami hipertensi, maka jantung akan memompa darah lebih berat dibandingkan dengan orang yang memiliki tekanan darah yang normal. Hal ini akan membuat otot jantung menebal karena bekerja lebih keras.

3. Kardiomiopati dilatasi 

Adalah jenis yang biasa terjadi pada orang yang mengalami jantung bengkak. Dinding jantung – yang dikenal sebagai ventrikel atau bilik – menjadi tipis dan terlalu meregang pada kondisi ini. Dan hal tersebutlah yang membuat ukuran jantung semakin besar.

4. Miokarditis

Merupakan infeksi jantung yang disebabkan karena virus. Seseorang yang menderita penyakit ini pada awalnya memang terinfeksi virus, tetapi lama-kelamaan maka penyakit ini mengakibatkan seseorang tersebut mengalami gagal jantung kongestif.

5. Penyakit pada katup jantung

Berbagai masalah pada katup jantung bisa mengakibatkan jantung bengkak, karena katup-katup pada jantung berfungsi untuk mencegah aliran darah mengalir melawan arus.

BACA JUGA: Penyebab Bradikardia, Denyut Jantung Lemah Berakibat Fatal

6. Iskemik jantung

Yaitu kondisi di mana sel-sel jantung rusak dan akhirnya menurunkan aliran darah ke jantung. Hal ini dapat juga menyebabkan nyeri dada.

7. Gangguan pada tiroid

Kelenjar tiroid berfungsi untuk mengatur berbagai metabolisme tubuh. Jika gangguan ini tidak teratasi dengan baik maka bisa menyebabkan tekanan darah tinggi, peningkatan kadar kolesterol, dan detak jantung yang tidak menentu atau aritmia.

8. Obesitas

Terjadi ketika terdapat lemak yang menumpuk di dalam tubuh. Orang yang obesitas rentan mengalami tekanan darah tinggi dan berbagai penyakit jantung.

9. Umur yang bertambah tua

Seiring dengan pertambahan usia, kemampuan elastisitas pembuluh darah arteri Anda juga menurun. Ketika kemampuan tersebut semakin berkurang makan akan menimbulkan kekakuan dan akhirnya mengakibatkan tekanan darah tinggi. Sedangkan tekanan darah tinggi adalah faktor risiko dari jantung bengkak atau kardiomegali.

BACA JUGA: Sering Menguap Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Berlari tidak boleh sembarangan. Ada sejumlah kesalahan saat lari yang patut dihindari supaya waktu berolahraga Anda tak terbuang sia-sia.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Olahraga Kardio, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit