10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyebab kaki bengkak bisa diakibatkan oleh berbagai hal. Kondisi yang biasanya dialami oleh ibu hamil ini dapat membuat Anda tidak nyaman dan juga dapat membatasi pergerakan Anda. Umumnya,penyebab kaki bengkak biasa dipicu oleh cedera atau penumpukan cairan. Lebih buruk lagi, kondisi kaki bengkak yang dibarengi dengan gejala lain juga bisa menjadi tanda dari suatu penyakit. Ya, banyak hal yang bisa menjadi penyebab kaki bengkak. Apa saja? Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Apa saja penyebab kaki bengkak?

Kaki bengkak bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari hal yang ringan sampai hal yang lebih serius, seperti penyakit serius. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kaki bengkak adalah:

1. Kehamilan

penggumpalan darah di kaki

Kaki bengkak normal terjadi pada ibu hamil karena adanya perubahan dalam tubuh. Namun, akan menjadi tidak normal jika pembengkakan terjadi secara tiba-tiba atau berlebihan. Ini bisa menjadi tanda preeklampsia, biasanya berkembang setelah usia kehamilan 20 minggu.

2. Cedera

cedera pergelangan kaki sindroma sinus tarsi

Cedera pada kaki atau pergelangan kaki yang biasanya terjadi karena Anda salah langkah juga dapat menyebabkan kaki bengkak. Salah langkah dapat menyebabkan ligamen pada kaki Anda bergeser atau keseleo, sehingga menyebabkan kaki bengkak. Anda bisa mengompres kaki yang bengkak ini dengan es untuk mengurangi pembengkakan.

3. Edema perifer

Kaki bengkak bisa terjadi karena edema perifer, di mana cairan dalam darah keluar dari kapiler dan menumpuk dalam jaringan. Hal ini bisa disebabkan oleh kelebihan berat badan, terlalu lama berdiri di satu tempat, terlalu lama duduk di satu tempat (misalnya saat di mobil atau pesawat), cuaca hangat, atau Anda sedang menstruasi.

4. Infeksi

Infeksi juga bisa menjadi penyebab kaki bengkak. Biasanya hal ini terjadi pada orang dengan neuropati diabetes, di mana saraf-sarafnya (terutama di kaki) sudah mengalami gangguan. Kaki orang dengan neuropati diabetes sudah tidak peka terhadap sensasi rasa apapun, sehingga infeksi kaki lebih mungkin terjadi.

5. Insufisiensi vena

Insufisiensi vena merupakan suatu kondisi di mana darah tidak mampu bergerak naik dari pembuluh darah kaki kembali ke jantung. Hal ini disebabkan karena katup pembuluh darah vena mengalami gangguan atau melemah.

Akibatnya, darah kembali turun ke bagian bawah tubuh dan terjadi penumpukan cairan pada kaki bagian bawah. Ini bisa menyebabkan perubahan kulit, borok, dan infeksi.

6. Pembekuan darah

mudah memar gejala penyakit

Adanya bekuan darah atau gumpalan darah yang ada di kaki dapat menghambat aliran darah dari kaki kembali ke jantung, sehingga dapat menyebabkan kaki bengkak. Sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami pembengkakan pada satu kaki disertai dengan nyeri, demam, dan mungkin perubahan warna kulit kaki.

7. Penyakit jantung atau hati

pH tubuh asam sesak napas dada sakit

Kaki bengkak juga bisa menjadi tanda Anda sedang mengalami masalah pada jantung, hati, atau ginjal. Gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan garam dan cairan pada kaki Anda. Penyakit hati juga dapat membuat produksi protein albumin (yang menjaga darah agar tidak bocor keluar dari pembuluh darah) berkurang sehingga menyebabkan kebocoran cairan.

Penyakit ginjal juga dapat menyebabkan penumpukan cairan pada tubuh karena ginjal tidak berfungsi dengan baik. Sebaiknya periksakan diri Anda jika kaki bengkak disertai dengan kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, dan kelelahan.

8. Usia yang sudah tidak lagi muda

umur manusia

Seiring bertambahnya usia, tubuh tidak lagi mampu memproduksi kolagen dalam jumlah banyak. Padahal, kolagen adalah protein khusus yang bertanggung jawab untuk menjaga elastisitas dan kekenyalan kulit serta mencegah pengeroposan tulang. Kolagen juga berfungsi menjaga kesehatan persendian Anda. Kadar lemak tubuh juga ikut menurun seiring Anda semakin tua.

Berbagai proses penuaan ini kemudian memunculkan berbagai masalah dan penyakit pada kaki.

9. Perikarditis

Perikarditis adalah peradangan jangka panjang dari perikardium yang merupakan selaput seperti kantung di sekitar jantung. Kondisi ini menyebabkan kesulitan bernapas dan pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki yang kronis dan parah.

Penyebab kaki bengkak lainnya

Ada banyak penyebab kaki bengkak. Area yang mengalami pembengkakan juga bisa menyebar ke pergelangan dan telapak kaki. Dalam kebanyakan kasus, penyebab kaki bengkak terkait faktor gaya hidup tertentu, seperti:

  • Kelebihan berat badan (overweight). Kelebihan berat badan dapat menurunkan sirkulasi darah, menyebabkan penumpukan cairan di kaki, pergelangan dan telapak kaki.
  • Aktivitas yang terlalu lama. Berdiri atau duduk dalam waktu yang lama membuat kaki tidak dapat memompa cairan tubuh kembali ke jantung karena ototnya tidaklah aktif pada saat itu.

Penyebab kaki bengkak juga bisa karena faktor menggunakan obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan yang bisa menjadi penyebab kaki bengkak di antaranya:

  • Steroid
  • Estrogen atau testosteron
  • Beberapa antidepresan
  • Obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) termasuk ibuprofen, naproxen, celecoxib, dan aspirin
  • Obat penyakit jantung seperti amplodipine dan difedipine
  • Beberapa obat diabetes termasuk metformin

Selain itu, jenis obat-obatan tersebut dapat menurunkan sirkulasi darah dengan meningkatkan kekentalan darah. Nah, hal tersebutlah yang menjadi penyebab kaki bengkak.

Pastikan untuk berkonsultasi pada dokter jika Anda mencurigai bahwa obat Anda menyebabkan pembengkakan di ekstremitas bawah. Jangan menghentikan penggunaan obat sebelum Anda berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.

Kondisi limfadema juga bisa jadi penyebab kaki bengkak lainnya. Limfedema, dikenal sebagai obstruksi limfatik, lymphedema menyebabkan penyumbatan di sistem limfatik.

Sistem ini terdiri dari kelenjar getah bening dan pembuluh darah yang membantu membawa cairan di seluruh tubuh. Penyumbatan di sistem limfatik menyebabkan jaringan menjadi bengkak oleh cairan, mengakibatkan pembengkakan di lengan dan kaki.

Apa saja tanda-tanda kaki bengkak?

Kaki bengkak bisa jadi merupakan kondisi yang umum terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, kaki bengkak bisa jadi tanda bahaya dan perlu ditangani segera oleh dokter apabila:

  • Anda memiliki penyakit jantung atau ginjal dan mengalami pembengkakan
  • Anda memiliki penyakit hati dan mengalami pembengkakan di kaki
  • Daerah yang bengkak merah dan terasa hangat jika disentuh
  • Suhu tubuh Anda lebih tinggi dari normal
  • Anda sedang hamil dan mengalami pembengkakan yang mendadak atau parah
  • Anda telah mencoba pengobatan di rumah, tetapi tidak berhasil
  • Bengkak Anda semakin parah

Dalam beberapa kasus, gejala Anda dapat memburuk, seperti:

  • Rasa nyeri, tertekan, atau sesak di daerah dada
  • Pusing
  • Linglung
  • Merasa pening atau pingsan
  • Kesulitan bernapas atau sesak napas

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengatasi kaki bengkak?

Kaki bengkak adalah kondisi kesehatan yang sangat umum terjadi. Kondisi ini dapat menimpa pasien pada usia berapa pun. Namun, Anda dapat mencegahnya dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Beberapa hal dapat Anda lakukan untuk mengatasi kaki bengkak, yaitu:

  • Sandarkan kaki Anda di tempat yang lebih tinggi. Ini juga bisa mengurangi pembengkakan. Anda bisa menaruh bantal yang tinggi saat Anda tidur atau sandarkan kaki Anda pada dinding.
  • Rendam kaki dengan garam epsom. Merendam kaki dengan air dingin yang telah dicampur dengan garam epsom selama 15-20 menit dapat mengurangi pembengkakan pada kaki.
  • Batasi asupan garam. Membatasi asupan garam hanya satu sendok teh per hati dapat membantu mengurangi penumpukan cairan pada kaki.
  • Olahraga teratur. Olahraga dapat melancarkan sirkulasi darah Anda, sehingga dapat mencegah Anda dari kaki bengkak. Sebaliknya, duduk atau berdiri di satu tempat dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kaki bengkak. Gerakan kaki Anda setiap beberapa menit saat duduk atau berdiri dalam waktu lama.
  • Turunkan berat badan. Menurunkan berat badan dapat mengurangi pembengkakan pada kaki dan membuat Anda menjadi lebih sehat.

Jika hal tersebut sudah Anda lakukan, tapi bengkak di kaki Anda belum berkurang juga, sebaiknya periksakan ke dokter. Mungkin ini disebabkan oleh masalah serius, seperti penyakit jantung, ginjal, hati, atau efek samping dari obat, yang perlu penanganan dokter.

Bila pembengkakan Anda berhubungan dengan kebiasaan gaya hidup atau cedera ringan, dokter kemungkinan akan memberikan obat kaki bengkak yang dapat dilakukan di rumah. Obat kaki bengkak ini bisa dimulai dengan beristirahat, memperbaiki asupan makanan, dan lain sebagainya.

Jika pembengkakan Anda merupakan akibat dari kondisi kesehatan lain yang mendasarinya, dokter pertama-tama akan mencoba mengobati kondisi spesifik tersebut.

Pembengkakan dapat dikurangi dengan obat-obatan yang diresepkan, seperti diuretik. Namun, obat kaki bengkak dengan menggunakan resep dokter ini dapat menyebabkan efek samping, dan biasanya hanya digunakan jika pengobatan di rumah tidak berhasil.

Dalam kasus yang serius, dokter mungkin akan melakukan operasi untuk mengatasi pembengkakan yang Anda alami.

Pengobatan di rumah yang bisa dilakukan

Ada beberapa cara mengatasi kaki yang membengkak di rumah di antaranya:

  • Naikkan kaki kapanpun Anda berbaring. Kaki harus dinaikkan sehingga lebih tinggi dari jantung. Anda mungkin ingin menempatkan bantal di bawah kaki untuk membuatnya lebih nyaman.
  • Tetaplah aktif dan fokus meregangkan dan menggerakkan kaki.
  • Kurangilah asupan garam Anda, yang mana dapat mengurangi jumlah cairan yang bisa menumpuk di kaki.
  • Hindarilah mengenakan garter dan jenis-jenis pakaian ketat lainnya di sekitar paha Anda.
  • Jika Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, berusahalah untuk menurunkan berat badan yang ideal sesuai dengan tinggi badan Anda.
  • Kenakanlah stoking atau kaos kaki kompresi.
  • Berdiri atau berjalanlah setidaknya satu kali dalam setiap jam, terutama jika Anda tetap duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.
  • Jika penyebab kaki bengkak Anda karena efek samping dari penggunaan obat-obatan tertentu, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Jangan pernah menghentikan, mengurangi, atau menambahkan dosis obat tanpa seizin dokter. Dokter akan memberikan pilihan obat lain yang sesuai dengan kondisi Anda.

Pakai stocking atau kaus kaki kompresi untuk mengatasi kaki bengkak

Stocking kompresi adalah jenis kaus kaki elastis yang dirancang khusus untuk menekan kaki Anda. Tujuannya yaitu untuk menciptakan sirkulasi darah yang lancar. Stocking kompresi lebih ketat pada bagian kaki, lalu berangsur-angsur melonggar hingga betis.

Tekanan pada kaki dan pergelangan kaki membantu pembuluh darah untuk memompa darah sehingga lebih banyak darah dapat kembali ke jantung dan hanya sedikit darah yang stasis pada daerah kaki dan betis.

Oleh karena itu, stoking kompresi tidak hanya akan mengurangi pembengkakan dan sakit di kaki Anda, tetapi juga dapat membantu mencegah kondisi serius seperti pembentukan gumpalan darah.

Kapan Anda perlu memakai stocking kompresi?

Kaus kaki kompresi biasanya dianjurkan oleh dokter apabila sirkulasi darah di kaki terganggu dan menyebabkan kaki bengkak. Umumnya yang disebabkan oleh adanya masalah terkait pembuluh darah. Jika kaki Anda terasa berat di malam hari atau Anda mengalami pembengkakan atau rasa sakit, sangat penting untuk menemui dokter untuk mencari penyebab utama dari masalah ini.

Selanjutnya, dokter akan menentukan apakah Anda perlu menggunakan stocking kompresi atau tidak. Penggunaan stocking kompresi biasanya diperlukan pada kondisi kaki bengkak berikut:

  • Insufisiensi vena kronis. Kondisi ini terjadi ketika katup di pembuluh darah Anda rusak sehingga tidak dapat memompa darah ke jantung dengan benar.
  • Trombosis vena dalam (deep vein thrombosis atau DVT).
  • Varises, yaitu pembuluh darah vena membesar akibat terjadi gangguan katup ataupun kondisi kelemahan dinding pembuluh darah. Dikarenakan diameter yang membesar, maka tekanan normal tidak cukup untuk memompa darah untuk kembali ke jantung.
  • Spider veins. Meski tidak seberat varises, sayangnya kondisi ini bisa berkembang menjadi varises. Terapi kompresi bisa menghentikan proses ini atau setidaknya memperlambatnya.
  • Kehamilan. Pembuluh darah kaki selalu terpengaruh selama kehamilan. Sering kali wanita yang hamil mengalami pembengkakan kaki karena rahim yang membesar menekan pembuluh darah dan adanya hormon yang melebarkan pembuluh darah.
  • “Sindrom kelas ekonomi”. Sindrom ini dinamakan seperti ini terkait dengan terbatasnya gerakan kaki Anda pada penerbangan jarak jauh atau perjalanan panjang dengan kereta atau mobil. Ketika aliran darah stasis, lebih mudah terjadi pembekuan darah yang bisa berakibat serius apabila bekuan ini menuju ke paru-paru atau jantung.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca