Mengenal Apa Itu Kelenjar Getah Bening dan Fungsinya Bagi Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Kelenjar getah bening adalah salah satu bagian tubuh yang memegang peranan besar dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Sayangnya, kelenjar ini juga sangat rentan terhadap gangguan dan penyakit. Anda mungkin sudah sering dengar soal pembesaran kelenjar getah bening atau bahkan kanker kelenjar getah bening. Jadi sebenarnya apa itu kelenjar getah bening dan apa fungsinya bagi tubuh? Simak di bawah ini.

Apa itu kelenjar getah bening?

Kelenjar getah bening adalah struktur jaringan kecil yang bentuknya menyerupai kacang merah. Kelenjar getah bening dapat berukuran sekecil kepala peniti atau sebesar buah zaitun.

Ada ratusan kelenjar getah bening pada tubuh dan kelenjar ini bisa ditemukan sendiri atau dalam kumpulan. Kumpulan kelenjar getah bening banyak terdapat pada leher, paha bagian dalam, ketiak, di sekitar usus, dan di antara paru-paru.

Kelenjar getah bening memiliki sel-sel darah putih yang merupakan sel imun yang membantu tubuh melawan infeksi.

Fungsi utama dari kelenjar getah bening adalah menyaring cairan getah bening (yang terdiri dari cairan dan zat sisa dari jaringan tubuh) dari organ terdekat atau area pada tubuh. Bersamaan dengan pembuluh limpa, kelenjar getah bening membangun sistem getah bening.

Kelenjar getah bening dan sistem getah bening

Setelah mengetahui apa itu kelenjar getah bening, Anda harus memahami bagaimana sistem getah bening bekerja. Sistem getah bening adalah bagian penting dari sistem imun, alias sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit. Sistem getah bening merupakan jaringan di dalam tubuh yang dibentuk dari pembuluh limpa dan kelenjar getah bening.

Sistem getah bening mengumpulkan cairan, zat sisa, dan hal-hal lain (seperti virus dan bakteri) pada jaringan tubuh, di luar aliran darah. Pembuluh getah bening membawa cairan getah bening ke kelenjar getah bening. Begitu cairan mengalir, kelenjar getah bening menyaringnya, menjebak bakteri, virus dan zat asing lainnya. Kemudian, agen-agen berbahaya dihancurkan oleh limfosit, yang merupakan sel darah putih khusus. Kemudian, cairan yang telah disaring, garam, dan protein dikembalikan ke dalam peredaran darah.

Saat ada masalah seperti infeksi, cedera, atau kanker, kelenjar getah bening atau kelompok kelenjar getah bening bisa membesar atau membengkak karena mereka bekerja untuk melawan agen-agen yang jahat. Leher, paha bagian dalam, dan ketiak adalah area di mana kelenjar getah bening sering membengkak.

Karena itu, bila Anda mengalami pembengkakan pada area-area yang telah disebutkan tadi, sebaiknya periksa ke dokter.

Kelenjar getah bening dan kanker

Kadang orang dapat terkena kanker kelenjar getah bening. Ada dua cara kanker dapat muncul di kelenjar getah bening:

  • Kanker berasal dari kelenjar tersebut
  • Kanker menyebar ke kelenjar dari tempat lain

Apabila Anda memiliki kanker, dokter akan memeriksa kelenjar getah bening untuk melihat apakah kelenjar terpengaruh oleh kanker. Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kanker kelenjar getah bening adalah:

  • Meraba seluruh kelenjar getah bening (yang memang teraba) pada tubuh pasien
  • CT scan
  • Mengangkat kelenjar atau biopsi kelenjar getah bening yang di dekat kanker

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit