Varises

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Definisi varises

Apa itu varises?

Varises adalah pembuluh darah vena yang membengkak dan membesar di permukaan kulit. Pembuluh vena bertugas untuk membawa darah yang rendah oksigen dari sel dan jaringan kembali ke jantung. Di sana, darah akan “ditukar” dengan darah yang penuh oksigen.

Masalah pada pembuluh vena ini dapat terjadi di bagian mana pun pada tubuh Anda, seperti kerongkongan, lambung, dan hati. Bahkan, bisa juga terjadi pada penis dan ini dikenal dengan varikokel. Namun, paling sering terjadi pada kaki, yang menimbulkan tampilan seperti urat yang menonjol di permukaan kulit.

Umumnya, varises ringan biasanya tidak menimbulkan berbahaya. Namun, kadang bisa juga menghambat aktivitas harian Anda karena gejalanya yang semakin memburuk. Pada kasus ini, penanganan dokter diperlukan agar komplikasi lebih lanjut tidak terjadi.

Adanya varises ternyata bisa juga menjadi tanda dari masalah kesehatan tertentu, salah satunya adalah chronic venous insufficiency (CVI), yakni gangguan aliran darah dari pembuluh darah vena kaki ke jantung.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Penyakit varises adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Hampir 30% orang dewasa memiliki masalah ini, terutama, orang lanjut usia, wanita, orang yang kelebihan berat badan, dan orang yang aktivitasnya menghabiskan waktu lama untuk berdiri.

Tanda & gejala varises

Dikutip dari Mayo Clinic, tanda dan gejala penyakit varises yang umumnya dialami adalah:

  • Munculnya serabut atau garis-garis berwarna biru keunguan di permukaan kulit. Pada jenis varises lain, yakni spider veins, serabut akan berukuran lebih kecil dan mirip dengan jaring laba-laba.
  • Pada kasus varises ringan, mungkin tidak menimbulkan rasa nyeri. Akan tetapi, beberapa orang juga bisa merasakan nyeri atau kaki terasa berat, khususnya setelah berdiri atau duduk dalam waktu yang lama.
  • Vena terlihat menonjol dan membengkak sepanjang paha, mata kaki, atau lutut.
  • Kulit terasa gatal, terutama di area tungkai bawah dan pergelangan kaki. Selain itu, permukaan area kulit yang terkena sering kali berwarna merah kebiruan atau kecoklatan, pertanda dermatitis statis.
  • Terjadi perubahan warna kulit, kulit jadi lebih tipis, dan terbentuk luka atau infeksi jaringan lunak di dekat mata kaki.
  • Kaki atau area yang terjadi pembengkakan vena terasa berdenyut atau kram.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Bagi banyak orang, penyakit varises adalah kondisi yang menjadi masalah estetika, yaitu membuat penampilan jadi kurang sedap dipandang. Namun, bagi sebagian orang lainnya, varises dapat menyebabkan gejala dan masalah yang serius.

Jika Anda cemas mengenai kondisi kesehatan atau pengobatan di rumah tidak efektif, Anda harus pergi ke dokter atau rumah sakit untuk diperiksa.

Penyebab varises

Penyebab varises adalah melemahnya katup vena dan tidak mampu menahan akumulasi darah. Penyakit ini tidak menular ataupun diturunkan. Namun, varises biasanya terjadi dalam satu keluarga.

Awalnya, vena yang bertugas membawa darah dari jaringan tubuh ke jantung. Pembuluh darah ini memiliki katup satu arah yang membantu menjaga darah mengalir ke jantung Anda.

Jika katup lemah atau rusak, darah dapat kembali dan menyatu di pembuluh darah Anda. Ini menyebabkan pembuluh darah vena membengkak, menonjol, dan terlihat di permukaan kulit.

Faktor-faktor risiko varises

Varises adalah penyakit yang bisa menyerang siapa pun. Namun pada beberapa orang, risiko varises mungkin lebih tinggi dibanding orang lain dan biasanya difaktori oleh hal-hal berikut ini:

Riwayat keluarga

Memiliki anggota keluarga dengan masalah ini dapat meningkatkan risiko Anda memiliki varises. Hampir setengah dari orang dengan varises adalah anggota keluarga yang memiliki masalah serupa.

Pertambahan usia

Risiko masalah pada pembuluh vena ini dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Semakin bertambah usia, pembuluh darah dan katupnya akan melemah. Fungsinya pun akan kian memburuk sehingga bisa menyebabkan pembengkakan di vena.

Jenis kelamin wanita

Wanita cenderung mengalami masalah pada pembuluh vena lebih sering daripada pria. Perubahan hormon yang terjadi selama pubertas, kehamilan, dan menopause (atau penggunaan pil KB) dapat meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengalami kondisi ini.

Kehamilan

Selama kehamilan, pertumbuhan janin memberi tekanan pada pembuluh darah di kaki ibu. Itulah sebabnya, varises sering terjadi pada ibu hamil. Untungnya, varises adalah kondisi yang dapat membaik dalam waktu 3-12 bulan setelah melahirkan.

Kegemukan atau obesitas

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko varises, karena dapat memberikan tekanan ekstra pada pembuluh darah Anda. Ini dapat menyebabkan pembuluh darah vena membengkak dan menimbulkan masalah.

Tidak aktif

Berdiri atau duduk dalam waktu lama, terutama dengan kaki ditekuk atau disilangkan adalah hal yang dapat meningkatkan risiko varises. Ini karena tetap dalam satu posisi untuk waktu yang lama dapat memaksa pembuluh darah Anda untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah ke jantung Anda.

Pernah memiliki trauma di kaki

Mengalami pembekuan darah sebelumnya atau kerusakan traumatis pada katup di pembuluh darah dapat melemahkan kemampuan pembuluh untuk memindahkan darah kembali ke jantung. Ini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah di pembuluh vena.

Komplikasi varises

Penyakit varises bisa ringan, bisa juga memburuk seiring waktu dan menimbulkan komplikasi. Berikut ini adalah berbagai komplikasi yang mungkin terjadi akibat varises:

  • Ulcer (luka). Luka bisa terbentuk di area kulit dekat varises, terutama jika terjadi di sekitar pergelangan kaki. Awalnya, akan berbentuk benjolan yang seiring waktu berubah warna.
  • Penggumpalan darah. Bila terjadi di sekitar kaki, pembuluh darah bisa membengkak dan menimbulkan rasa nyeri. Pembengkakan ini mengindikasikan terjadinya penggumpalan darah dan dikenal dengan istilah tromboflebitis.
  • Perdarahan. Kadang pembuluh darah yang sangat dekat dengan kulit yang terkena bisa pecah. Kondisi ini akan menimbulkan perdarahan kecil.

Obat & pengobatan varises

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Salah satu cara untuk menegakkan diagnosis penyakit varises adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan melihat kaki Anda saat Anda berdiri untuk memeriksa adanya pembengkakan. Dokter Anda mungkin juga meminta Anda untuk menjelaskan rasa sakit dan nyeri di kaki Anda.

Tes ultrasonografi mungkin juga diperlukan untuk melihat kondisi katup di pembuluh darah Anda berfungsi normal atau apakah ada bukti gumpalan darah.

Ada pula plethysmography, yaitu menggunakan manset tekanan darah untuk mengukur perubahan volume darah, sehingga dapat membantu menemukan masalah seperti aliran darah abnormal.

Setelah meninjau semua informasi, dokter dapat memberi tahu perawatan vena mana yang paling efektif. Terkadang, lebih dari satu jenis perawatan akan direkomendasikan untuk memberikan hasil terbaik dan mengurangi efek samping.

Apa saja pilihan pengobatan untuk varises?

Mitos varises yang beredar menyebutkan bahwa varises adalah penyakit yang tidak berbahaya sehingga tidak perlu diobati. Ini tidak sepenuhnya tidak benar, terutama jika varises menyebabkan rasa sakit, pembekuan darah, luka pada kulit, atau masalah lainnya.

Jika ini terjadi, dokter Anda dapat merekomendasikan satu atau lebih prosedur medis. Beberapa orang memilih untuk memiliki prosedur ini untuk memperbaiki penampilan pembuluh darahnya atau untuk menghilangkan rasa sakit.

Pengobatan varises adalah dengan perubahan gaya hidup dan prosedur medis. Tujuan pengobatan varises adalah meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan memperbaiki penampilan. Beberapa cara untuk mengobati varises secara medis  adalah:

Stoking kompresi

Stoking ini memberikan tekanan yang stabil untuk membantu memindahkan darah kembali ke jantung Anda. Tekanan yang stabil juga mengurangi pembengkakan di kaki bagian bawah dan mengurangi risiko pembekuan darah. Namun, Anda masih memiliki pembuluh darah kaki yang terlihat.

Jika Anda membutuhkan stoking kompresi, dokter kulit dapat memeriksa Anda sehingga Anda mendapatkan ukuran yang tepat dan jumlah tekanan yang tepat.

Skleroterapi

Ini adalah perawatan paling umum untuk varises. Skleroterapi membuat dinding vena saling menempel sehingga darah tidak bisa mengalir lagi. Ini meningkatkan sirkulasi pada area yang bermasalah dan mengurangi pembengkakan.

Saat ini, dokter kulit menggunakannya untuk mengobati spider veins dan varises kecil. Jika Anda melakukan pengobatan varises ini, perawatannya adalah:

  • Dokter kulit Anda akan menyuntikkan obat ke dalam area vena yang bengkak.
  • Setelah suntikan, dokter kulit Anda dapat memijat daerah tersebut.
  • Kemudian, Anda diminta untuk menggunakan stocking kompresi di kaki.

Untuk mencegah kemungkinan efek samping, Anda harus berjalan kaki setiap hari dan memakai stoking kompresi sesuai petunjuk. Sebagian besar pasien memakai stoking kompresi selama 2-6 minggu. Anda dapat kembali bekerja dan sebagian besar kegiatan keesokan harinya.

Setelah melakukan pengobatan ini, biasanya spider veins akan hilang dalam 3 atau 6 minggu. Sementara varises membutuhkan waktu 3-4 bulan agar hilang. Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda mungkin memerlukan 2 atau 3 perawatan.

Perawatan laser

Pengobatan ini dilakukan dengan mengarahkan sinar laser pada vena yang membengkak. Sinar ini dapat mengecilkan pembuluh darah tanpa merusak kulit yang terkena.

Setelah disinari, Anda harus memakai stoking kompresi dan melindungi area tersebut dari paparan sinar matahari selama 3 hingga 4 minggu. Tujuannya, supaya bintik hitam tidak terbentuk pada kulit yang terkena laser.

Baru-baru ini sedang dikembangkan terapi laser endovenous (EVLT) dan radiofrequency ablation (RFA). Keduanya bekerja dengan cara mengangkat pembuluh vena yang membengkak. EVLT biasanya direkomendasikan untuk mengobati spider veins dan varises ringan yang menyerang pembuluh darah kecil.

Operasi

Selain prosedur di atas, dokter mungkin juga merekomendasikan operasi varises. Ini dilakukan jika vena yang bermasalah berukuran besar, sehingga diharuskan untuk menjalani operasi ligasi. Efek samping dari pengobatan ini adalah memungkinkan adanya bekas luka kecil.

Pengobatan varises di rumah

Selain pengobatan dokter, mengubah gaya hidup adalah kunci agar varises bisa hilang. Bukan hanya membantu pengobatan, perubahan gaya hidup menjadi lebih baik lagi dapat mencegah terbentuknya masalah di pembuluh vena dan mengurangi gejala yang tidak menyenangkan.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi varises:

Pakai stoking kompresi

Stoking ini membantu melancarkan peredaran darah di kaki, pergelangan tangan, dan bagian tubuh lainnya. Stoking kompresi terbuat dari kain fleksibel yang bisa meregang ketika dipakai.

Rutin olahraga

Jenis olahraga tertentu dapat meningkatkan sirkulasi darah di kaki. Dokter mungkin akan merekomendasikan jalan santai selama 3o menit, sebanyak 5 kali seminggu. Hindari lari, angkat beban, atau yoga karena bisa memperparah pembengkakan di kaki atau tangan.

Hindari berdiri atau duduk dalam waktu yang cukup lama. Kebiasaan ini dapat menyebabkan darah dalam pembuluh vena mengumpul di area tungkai sehingga memperburuk gejala varises.

Untuk itu, sering-seringlah beristirahat dengan kaki diluruskan setelah berdiri dalam waktu yang lama atau gerak-gerakkan kaki supaya aliran darah lebih lancar.

Jaga berat badan normal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko terbentuknya varises di kaki. Supaya berat badan Anda tetap terkontrol, Anda harus menjaga pola makan, meliputi:

  • Menghindari kebiasaan makan yang buruk, seperti tidur setelah makan atau makan tengah malam.
  • Mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh dan yang mengandung banyak kalori.
  • Memperbanyak sayur, buah, biji-bijian, kacang-kacangan, dan makanan yang tinggi protein dengan lemak sehat.
  • Kurangi makanan mengandung banyak garam. Natrium dapat menahan air di dalam tubuh sehingga membuat bagian tubuh tertentu membengkak dan kemungkinan bisa mengganggu aliran darah di pembuluh darah

Hindari pakaian ketat dan memakai sepatu tinggi

Mengenakan sesuatu yang menempel ketat di badan, seperti sabuk, celana ketat, sepatu atau kaus kaki sempit juga bisa mengganggu aliran darah di tubuh Anda. Lebih baik memakai baju yang sedikit longgar dan memilih sepatu dan kaus kaki yang sesuai ukuran.

Selain itu, batasi penggunaan sepatu dengan hak tinggi. Jenis sepatu ini memang membuat tubuh Anda terlihat tinggi, tapi membebani tumit Anda sehingga aliran darah di kaki menjadi terbatas. Ini bisa memperburuk gejala dan memperluas area vena yang membengkak.

Pencegahan varises

Tidak ada cara khusus yang dapat mencegah penyakit varises sepenuhnya. Akan tetapi, meningkatkan sirkulasi darah dan tonus otot dapat mengurangi risiko dari penyakit ini dan keparahannya. Berbagai hal yang dapat Anda lakukan, untuk mencegah varises, antara lain:

  • Rutin menjalani olahraga, setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Jaga berat badan tetap ideal.
  • Kurangi penggunaan sepatu berhak tinggi dan kaus kaki yang ketat.
  • Ubah posisi kaki Anda secara berkala ketika duduk dan berdiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahaya Penggumpalan Darah di Kaki Akibat Duduk Terlalu Lama

Duduk terlalu lama tidak baik untuk kesehatan. Salah satu dampak dari kelamaan duduk adalah penggumpalan darah yang bisa berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 12 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Orang yang Kelebihan Berat Badan Rentan Kena Varises?

Selain genetik dan trauma di kaki, ternyata orang yang gemuk juga berisiko mengalami varises. Mengapa hal ini bisa terjadi? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 9 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

Meluruskan 6 Mitos Seputar Varises yang Masih Dipercaya Khalayak

Banyak orang menganggap bahwa varises bisa terjadi jika Anda duduk atau berdiri terlalu lama. Padahal tidak demikian, lho. Apa saja mitos varises lainnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 10 Desember 2018 . Waktu baca 5 menit

Jangan Tunggu Sampai Parah, Hilangkan Varises dengan 6 Tindakan Medis Ini

Penggunaan stocking khusus bisa membantu menghilangkan varises. Jika cara ini tidak ampuh, ada beberapa pengobatan medis yang bisa Anda tempuh. Simak disini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
varikokel

Varikokel

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
peredaran darah tidak lancar

10 Gejala Peredaran Darah Tidak Lancar dan Berbagai Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
sistem peredaran darah pada manusia

Menyusuri Sistem Peredaran Darah Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit