8 Pilihan Obat Alami untuk Atasi Kaki Bengkak

8 Pilihan Obat Alami untuk Atasi Kaki Bengkak

Mengalami kaki bengkak tentu membuat Anda jadi tak nyaman. Jangankan untuk berjalan, sekadar menggerakkan kaki saja mungkin membuat Anda kesakitan. Ada baiknya Anda mencoba mengatasinya dengan berbagai obat alami kaki bengkak berikut ini.

Deretan obat alami kaki bengkak

Kaki bengkak umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.

Itulah mengapa, mengatasi kaki bengkak tidak memerlukan perawatan khusus karena sebetulnya bisa dilakukan dengan mudah di rumah.

Penyebab kaki bengkak terjadi karena penumpukan cairan berlebih di kaki bagian bawah atau pergelangan kaki.

Berbagai obat alami untuk kaki bengkak yang dapat Anda coba di antaranya sebagai berikut.

1. Air putih

kebutuhan minum air putih untuk perokok

Kaki bengkak memang dapat terjadi karena penumpukan cairan di bagian kaki.

Akan tetapi, kalau Anda justru menahan diri untuk minum air karena takut kaki bengkaknya semakin parah, Anda justru berisiko dehidrasi.

Kekurangan cairan tubuh dapat menghambat aliran oksigen menuju kaki dan memperparah peradangan.

Itulah mengapa, Anda justru harus banyak minum untuk mengurangi nyeri akibat kaki bengkak. Penuhi kebutuhan cairan Anda dengan minum air putih sehari delapan gelas.

Hal ini berpotensi untuk membantu tubuh mengeluarkan zat racun, kelebihan garam, dan cairan yang menyebabkan kaki bengkak.

2. Garam Epsom

Garam Epsom adalah salah satu bahan alami yang bisa Anda andalkan untuk mengatasi kaki bengkak.

Jenis garam yang satu ini membantu mengeluarkan zat racun dalam tubuh dan melancarkan aliran darah di kaki.

Campurkan setengah gelas atau sekitar 115 gram garam Epsom ke dalam air hangat, lalu rendam bagian kaki yang bengkak selama 15 – 20 menit.

Kandungan magnesium sulfatnya akan meresap ke dalam pori-pori kulit dan perlahan mengurangi peradangan.

3. Makanan sumber kalium

makanan yang mengandung kalium

Kekurangan kalium dapat memicu tekanan darah tinggi dan penumpukan cairan dalam tubuh (retensi air). Akibatnya, Anda akan lebih mudah mengalami kaki bengkak.

Beragam makanan sumber kalium yang dapat membantu mengatasi kaki bengkak meliputi:

  • ubi jalar,
  • pisang,
  • salmon,
  • ayam,
  • jus jeruk, dan
  • susu rendah lemak.

Bila Anda punya masalah ginjal atau penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

4. Makanan sumber magnesium

Kaki bengkak bisa jadi pertanda bahwa Anda kekurangan magnesium (hipomagnesemia).

Untuk mengatasinya, segera penuhi kebutuhan magnesium harian Anda dengan mengonsumsi:

  • bayam,
  • brokoli,
  • alpukat,
  • tahu,
  • kacang almon,
  • kacang mede, dan
  • cokelat hitam (dark chocolate).

Bila perlu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen magnesium sesuai dengan anjuran dokter.

Dokter biasanya akan meresepkan suplemen magnesium dengan dosis 200 – 400 miligram per hari untuk membantu mengatasi kaki bengkak.

Namun, suplemen ini tidak dianjurkan untuk Anda yang punya masalah ginjal atau penyakit jantung.

5. Cuka apel

manfaat cuka apel

Manfaat cuka apel salah satunya adalah membantu mengatasi kaki bengkak.

Kandungan kalium pada cuka apel berpotensi mengurangi penumpukan cairan yang mengakibatkan kaki bengkak.

Campurkan cuka apel ke dalam air hangat dengan perbandingan 1:1, lalu rendam handuk ke dalam larutan tersebut.

Tempelkan handuk hangat ke bagian kaki yang bengkak sampai nyerinya berkurang.

Tips penggunaan cuka apel

Jika tidak terganggu dengan bau cuka apel yang menyengat, Anda dapat menambahkan dua sendok makan cuka apel ke dalam segelas air dan madu. Minum ramuan ini dua kali sehari untuk mempercepat pemulihan.

6. Nanas

Nanas mengandung enzim yang disebut bromelain. Enzim bisa membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan (edema).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bromelain dapat mengurangi peradangan, pembengkakan, memar, dan rasa sakit yang sering terjadi setelah cedera atau operasi.

Selain itu, kandungan di dalam bromelain berpotensi mempercepat pemulihan otot setelah olahraga berat dengan mengurangi peradangan di sekitar jaringan otot yang rusak.

7. Minyak jarak

minyak jarak, obat pencahar sembelit alami

Sebuah studi yang diterbitkan di dalam Polymers for advanced technologies (2018) mencoba meneliti kandungan asam risinoleat (sejenis lemak tak jenuh) untuk mempercepat proses penyembuhan luka.

Studi ini melakukan penelitian pada tikus. Penelitian menunjukkan bahwa asam risinoleat minyak jarak berpotensi mengurangi pembengkakan dan rasa sakit di area yang bengkak.

Minyak jarak berpotensi mengurangi gejala pembengkakan lebih efektif daripada obat oles yang diresepkan.

Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi manfaat ini pada manusia.

8. Kastanya

Sebuah tinjauan ilmiah dalam Revista Brasileira de Farmacognosia (2015) menunjukkan konsumsi harian kacang kastanya bisa mengurangi gejala pembengkakan kaki.

Studi yang mengulas 19 studi terdahulu ini menemukan bahwa sebanyak 9 studi menyebut 600 mg ekstrak kastanya mengandung 50 mg aescin.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mengonsumsi kastanya hingga 8 minggu berpotensi mengurangi gejala, seperti nyeri kronis, bengkak, dan kaki gatal.

Penelitian lain juga mencatat bahwa ekstrak kastanya mungkin sama efektifnya dengan terapi kompresi untuk mengurangi pembengkakan dan volume kaki.

Selain melalui bahan alami di atas, selalu pantau kondisi kaki Anda. Sepatu yang terlalu ketat menyebabkan bengkak sering kali dapat melukai kulit.

Apabila pembengkakan hanya terjadi di satu sisi tubuh, konsultasikan dengan dokter sesegera mungkin.

Anda berisiko terkena deep vein thrombosis atau penggumpalan darah di pembuluh darah vena.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dudek-Makuch, Marlena; Studzińska-Sroka, Elżbieta (2015). Horse chestnut – efficacy and safety in chronic venous insufficiency: an overview. Revista Brasileira de Farmacognosia, 25(5), 533–541. https://doi.org/10.1016/j.bjp.2015.05.009

Lee, G., Cho, J. H., Son, C. G., & Lee, N. (2019). Successful treatment of refractory edema with traditional herbal medicine: A case report. Medicine, 98(41), e17551. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000017551

Muhammad, Z. A., & Ahmad, T. (2017). Therapeutic uses of pineapple-extracted bromelain in surgical care – A review. JPMA. The Journal of the Pakistan Medical Association, 67(1), 121–125.

Nada, A. A., Arul, M. R., Ramos, D. M., Kroneková, Z., Mosnáček, J., Rudraiah, S., & Kumbar, S. G. (2018). Bioactive polymeric formulations for wound healing. Polymers for advanced technologies, 29(6), 1815–1825. https://doi.org/10.1002/pat.4288

Santler, B., & Goerge, T. (2017). Chronic venous insufficiency – a review of pathophysiology, diagnosis, and treatment. Journal der Deutschen Dermatologischen Gesellschaft = Journal of the German Society of Dermatology : JDDG, 15(5), 538–556. https://doi.org/10.1111/ddg.13242

Edema – Diagnosis & treatment. (2020). Mayo Clinic. Retrieved August 11, 2022 from, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/edema/diagnosis-treatment/drc-20366532

Edema (Holistic). (2015). Healthwise. https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-1210002

Swollen Feet and Ankles: Treatments to Try. (2021). Cleveland Clinic. Retrieved August 11, 2022 from, https://health.clevelandclinic.org/6-best-ways-relieve-swollen-feet-ankles-home/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Sep 02
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan