Striktur Ureter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu striktur ureter?

Striktur ureter adalah penyempitan pada salah satu atau kedua tabung ureter. Ureter merupakan saluran yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih. Pada kondisi ini, sebagian ureter yang menyempit akan menimbulkan obstruksi, yaitu terhalangnya jalan urine ke kandung kemih.

Umumnya, kondisi ini jarang menimbulkan komplikasi. Namun jika tidak segera diobati, urine yang tersumbat bisa mengalir kembali ke dalam ginjal lalu menginfeksi dan merusak organ tersebut. Pada kasus yang parah, penyakit ini juga bisa menyebabkan gagal ginjal, sepsis (infeksi yang mengancam jiwa) atau kematian.

Seberapa umum striktur ureter terjadi?

Striktur ureter merupakan kasus yang cukup umum. Kondisi ini seringnya terjadi pada pria di atas 60 tahun yang memiliki penyakit BPH (pembesaran prostat jinak).

Ketika prostat membesar, aliran urine jadi terhambat dan menumpuk dalam kandung kemih. Hal inilah yang nantinya bisa mendorong ureter dan menyebabkan penyumbatan.

Jika Anda memiliki pertanyaan dan membutuhkan informasi lebih lanjut terkait dengan striktur ureter, silakan diskusikan dengan dokter Anda.

Gejala

Apa saja gejala striktur ureter?

Pada beberapa pasien, striktur ureter tidak menunjukkan gejala, sebagian lainnya mengalami gejala ringan. Namun gejalanya juga dapat muncul secara bertahap jika penyumbatannya terjadi dengan cenderung lambat.

Tanda dan gejala yang dirasakan bergantung pada di mana letak striktur berada, dan apakah pasien memiliki penyakit lain pada sistem kemih. Pasien dengan masalah ginjal mungkin akan mengalami gejala yang lebih parah.

Beberapa gejala striktur ureter adalah:

  • nyeri hebat pada sekitar perut, punggung bagian bawah, atau sisi di bawah tulang rusuk,
  • demam,
  • mual dan muntah,
  • kesulitan saat buat air kecil (anyang-anyangan),
  • buang air kecil yang lebih sering,
  • kaki bengkak, dan
  • warna air seni lebih keruh atau berdarah (hematuria).

Kapan harus ke dokter?

Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter bila mulai merasakan gejalanya. Terutama jika gejala yang muncul mulai membuat Anda kesulitan buang air kecil. Lebih baik konsultasikan pada dokter secepatnya untuk mendapatkan penanganan yang tepat lebih dini.

Penyebab

Apa penyebab munculnya kondisi ini?

Penyebab striktur ureter berbeda-beda, beberapa kasus bisa terjadi secara bawaan sejak lahir. Striktur dapat terjadi karena adanya kelainan dalam struktur organ. Kelainan tersebut meliputi:

1. Ginjal dupleks

Seseorang bisa dikatakan memiliki ginjal dupleks jika satu ginjal memiliki dua saluran ureter sekaligus. Perlu diketahui, normalnya masing-masing ginjal hanya memiliki satu ureter. Kondisi ini sudah ada sejak lahir.

Bila salah satu ureter tidak berfungsi dengan baik, hal ini dapat membuat urin mengalir kembali ke dalam ginjal dan menyebabkan kerusakan.

2. Ureteropelvic junction

Ureteropelvic junction adalah sebuah kondisi di mana ureter terhubung ke kandung kemih atau ginjal, sehingga menghalangi aliran urin.

Kelainan ini bisa terjadi secara bawaan atau bisa muncul di kemudian hari sebagai akibat dari cedera atau jaringan parut (jaringan kulit baru yang terbentuk setelah terluka), atau bisa muncul dari perkembangan tumor.

3. Ureterokel

Ketika ureter menyempit, hal ini bisa menimbulkan tonjolan kecil di ujung ureter yang dekat dengan kandung kemih. Ureterokel dapat menghalangi aliran urine dan membuat urine mengalir kembali ke dalam ginjal.

4. Fibrosis retroperitoneal

Gangguan ini terjadi saat jaringan fibrosa tumbuh di daerah belakang perut. Jaringan fibrosa adalah jaringan ikat yang menjadi penyokong antara satu organ dengan lainnya. Serat fibrosa akan tumbuh lalu mengelilingi dan mempersempit ureter, sehingga membuat urine sulit mengalir.

Selain itu, striktur ureter juga bisa disebabkan oleh berbagai penyakit tertentu seperti:

  • batu saluran kemih,
  • batu ginjal,
  • kanker yang menyerang sistem urologi,
  • pertumbuhan jaringan seperti endometriosis,
  • sembelit parah,
  • pembengkakan dinding ureter jangka panjang,
  • efek dari terapi radiasi panggul dan perawatan penyakit urologi lainnya,
  • operasi pengalihan urine, dan
  • cedera eksternal.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis striktur ureter?

Terkadang striktur ureter bisa muncul sebagai kelainan. Jika kasusnya demikian, dokter bisa mendiagnosis kelainan sebelum bayi lahir dengan USG.

Jika kondisinya baru muncul setelah beberapa lama, maka pemeriksaan akan dilakukan setelah Anda merasakan gejalanya. Dokter tentu akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu.

Saat pemeriksaan ini, dokter mungkin akan menanyakan riwayat kesehatan serta prosedur medis yang pernah Anda lakukan. Informasi ini akan membantu dokter dalam mengetahui adanya kemungkinan masalah pada sistem kemih Anda.

Setelah itu, Anda masih harus melakukan pemeriksaan lanjutan jika dicurigai striktur ureter telah terjadi. Berbagai prosedurnya adalah:

    • Tes darah dan tes urine. Dokter akan memeriksa sampel darah dan urine untuk melihat adanya tanda-tanda infeksi atau kreatinin yang dapat berkaitan dengan masalah pada ginjal.
    • Ultrasonografi (USG). Menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi, prosedur ini akan menghasilkan gambaran organ internal untuk memperlihatkan kondisi ginjal dan ureter Anda.
    • Voiding cystourethrogram.¬†Prosedur dilakukan dengan memasukkan kateter melalui ureter, menyuntikkan zat pewarna ke dalam kandung kemih untuk mengambil rontgen ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra sebelum dan selama buang air kecil. Prosedur bertujuan untuk menguji aliran urine.
    • Ureteroskopi. Sebuah tabung kecil dengan sistem optik akan dimasukkan melalui uretra ke dalam kandung kemih dan ureter untuk mengetahui kondisinya.
    • CT-scan. Prosedur pemindaian untuk mendeteksi kelainan dengan menggunakan sinar-X serta pemrosesan komputer.
    • Magnetic resonance imaging (MRI). MRI menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran yang lebih jelas pada organ dan jaringan di sekitar sistem kemih.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan untuk mengatasi kondisi striktur ureter?

Pengobatan yang akan dilakukan bertujuan untuk mengatasi penyumbatan. Terkadang pengobatan juga termasuk pemberian obat antibiotik untuk mencegah masalah infeksi. Pada umumnya, kondisi ini dapat diatasi dengan dua prosedur, yaitu prosedur drainase dan prosedur operasi.

Prosedur drainase

Prosedur drainase akan dilakukan jika striktur ureter telah menyebabkan nyeri hebat. Prosedur ini dilakukan untuk mengeluarkan urine dan meringankan masalah penyumbatan. Terdapat dua prosedur drainase yang bisa dijalani oleh pasien, meliputi:

  • Stent ureter. Dokter akan memasukkan selang ke dalam ureter untuk mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih. Selang ini akan dipasang pada bagian yang terkena striktur.
  • Nefrostomi perkutan. Dokter memasukkan selang melalui punggung dengan menggunakan jarum untuk mengalirkan urine secara langsung.
  • Kateter. Selang kateter akan dimasukkan melalui ereter untuk menghubungkan kandung kemih dengan kantung drainase eksternal. Prosedur ini mungkin akan menjadi pilihan bagi pasien dengan fungsi penyaringan ginjal yang buruk.

Kebanyakan, hasil dari prosedur drainase hanya bersifat sementara. Akan tetapi, hasilnya juga bisa memberikan dampak yang permanen, tergantung pada kondisi Anda.

Prosedur operasi

Untuk hasil yang lebih permanen, prosedur operasi dapat menjadi pilihannya. Ada sejumlah prosedur operasi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki striktur pada ureter. Jenis yang dipilih terganrung pada kondisinya. Beberapa jenis operasinya adalah:

  • Pembedahan endoskopi. Pembedahan endoskopik adalah prosedur invasif minimal. Dokter akan membuat sayatan pada bagian ureter yang rusak untuk memperlebar area dan menempatkan tabung bernama stent dalam ureter agar tetap terbuka.
  • Operasi terbuka. Dokter akan membuat sayatan di perut Anda untuk melakukan operasinya.
  • Bedah laparoskopi. Prosedur dilakukan dengan membuat sayatan kecil di area perut dan memasukkan tabung kecil berkamera dan cahaya ke dalam ureter untuk melakukan operasinya.
  • Robot-assisted laparoscopic. Bantuan sistem robot akan dilakukan untuk melakukan pembedahan.

Setelah operasi, Anda masih harus melakukan sejumlah perawatan di rumah sakit. Nantinya, Anda akan diberikan obat untuk mengatasi rasa sakit bekas operasi. Kateter akan terpasang selama beberapa hari untuk membantu pembuangan urine selama pemulihan.

Kateter baru akan dilepaskan sebelum Anda pulang ke rumah. Terkadang, ada juga pasien yang masih harus dibantu dengan kateter. Dokter dan petugas medis akan memberi tahu cari untuk merawatnya di rumah.

Pengobatan di rumah

Perawatan apa saja yang harus dilakukan di rumah untuk memulihkan kondisi setelah operasi striktur ureter?

Setelah pulang ke rumah sakit, Anda harus melakukan sejumlah perawatan dan mematuhi pantangan yang telah diberikan dokter. Dalam pemulihan ini, mintalah bantuan pada anggota keluarga lain atau teman Anda.

Beberapa intruksi yang umumnya harus dilakukan pasien setelah operasi adalah sebagai berikut.

  • Minum obat sesuai dengan aturan dan resep dokter.
  • Hindari aktivitas yang melibatkan pengangkatan beban berat dan aktivitas yang berintensitas tinggi.
  • Tidak mengemudi sampai Anda selesai minum obat pereda rasa sakit.
  • Hindari mengejan terlalu keras saat buang air besar, jika perlu Anda bisa meminta obat pencahar sesuai dengan yang disarankan dokter.
  • Hindari berenang atau mandi dengan air panas. Anda harus mendapatkan persetujuan dari dokter sebelum melakukannya.

Jika ada keluhan atau gejala-gejala yang kembali muncul, segera konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber