home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat dan Panduan Diet Rendah Protein

Manfaat dan Panduan Diet Rendah Protein

Pola makan yang sering kali dianjurkan bagi pasien gagal ginjal yaitu diet sehat dengan kandungan rendah protein. Apa itu diet rendah protein? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu diet rendah protein?

Diet rendah protein adalah pola makan yang membatasi protein dari makanan atau konsumsi sehari-hari. Pada diet ini, asupan proteinnya lebih rendah dari kebutuhan normal.

Diet rendah protein diberikan kepada seseorang yang mengalami penurunan fungsi ginjal menahun atau penyakit gagal ginjal kronis. Pasien gagal ginjal memang harus menjaga pola makannya dengan cukup ketat.

Hal tersebut dikarenakan banyak makanan yang mungkin bergizi untuk orang yang tidak mengidap gagal ginjal justru bisa memperparah kondisi penyakit ini.

Tujuan diet ini menurut Kementerian Kesehatan RI yaitu:

  • mencukupi kebutuhan zat gizi agar sesuai dengan fungsi ginjal,
  • mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit,
  • memperlambat penurunan fungsi ginjal lebih lanjut, serta
  • menjaga stamina agar pasien dapat beraktivitas normal.

Mengapa pasien gagal ginjal harus membatasi asupan protein?

Membatasi asupan protein pada pasien gagal ginjal bukanlah tanpa sebab. Protein yang Anda konsumsi akan dicerna dan dipecah menjadi asam amino oleh tubuh dengan bantuan enzim sistem pencernaan.

Proses pencernaan protein akan dimulai dari lambung lalu berlanjut ke usus. Asam amino yang dicerna oleh tubuh akan lantas dibawa oleh aliran darah dan dikirim ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan.

Tubuh sendiri membutuhkan jumlah asam amino berbeda tergantung jenisnya. Protein yang selesai dicerna akan diproses oleh ginjal dan dibuang jika tidak diperlukan lagi.

Zat pembuangan hasil pencernaan protein yang dikeluarkan oleh ginjal yaitu urea pada urine (air kencing). Semakin banyak protein dicerna tubuh, semakin banyak pula asam amino yang disaring oleh ginjal dan membuat ginjal bekerja lebih keras.

Hal tersebut akan berbahaya bagi pasien gagal ginjal kronis yang ginjalnya sudah tidak bisa berfungsi dengan baik. Inilah alasannya kenapa pasien gagal ginjal harus membatasi asupan protein.

Seperti apa diet rendah protein bagi pasien gagal ginjal?

makanan terbaik untuk kesehatan jiwa

Asupan protein harian yang dikonsumsi oleh pasien gagal ginjal harus berbeda dengan orang yang tidak memiliki masalah pada organ ginjal.

Menurut Kementerian Kesehatan, asupan protein dalam satu hari yang direkomendasikan untuk pasien gagal ginjal yakni 0,6 gram per kilogram berat badan.

Dari rekomendasi tersebut, usahakan agar 60 persennya berasal dari protein hewani seperti telur dan daging ayam, daging sapi, ikan, dan susu.

Bahkan, telur disebut-sebut sebagai sumber protein yang sempurna karena mempunyai kandungan asam amino yang persis seperti asam amino yang ada di tubuh.

Panduan menu makan yang bisa dicoba

Di bawah ini panduan menu makanan yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk pasien gagal ginjal kronis. Menu-menunya memiliki nilai gizi energi 2.030 kkal, protein 40 gram, lemak 60 gram, dan kalori harian 336 gram.

Pagi

  • 100 gram nasi (¾ gelas)
  • 75 gram telur balado (1 butir kecil)
  • 40 gram madu (2 sachet)
  • 20 gram susu (4 sdm)
  • 13 gram gula (1 sdm)

Pukul 10.00

  • 50 gram kue talam (1 porsi)
  • Teh
  • 13 gram gula (1 sdm)

Siang

  • 150 gram nasi (1 gelas)
  • 50 gram daging sapi (1 potong sedang)
  • 50 gram setup buncis wortel (½ gelas)
  • 100 gram setup nanas (1 potong)

Pukul 16.00

  • 50 gram puding (1 potong sedang)
  • 3 sdm fla

Malam

  • 150 gram nasi (1 gelas)
  • 40 gram ayam panggang (1 potong sedang)
  • 50 gram cap cay goreng (½ gelas)
  • 100 gram pepaya (1 potong)

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

 

DIET PROTEIN RENDAH UNTUK PENYAKIT GINJAL KRONIK . http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/08/Brosur-Diet-Protein-Rendah-untuk-Penyakit-Ginjal-Kronik.pdf. Accessed 30/10/2017.

DIET RENDAH PROTEIN DAN PENGGUNAAN PROTEIN NABATI PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2012/05/diet_rendah_prot-nabati.pdf. Accessed 30/10/2017.

Low-protein diets for chronic kidney disease patients: the Italian experience.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4939662/. Accessed 30/10/2017.

Low-protein diet in chronic kidney disease: from questions of effectiveness to those of feasibility.

https://academic.oup.com/ndt/article/28/9/2203/1914014/Low-protein-diet-in-chronic-kidney-disease-from. Accessed 30/10/2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari
Tanggal diperbarui 24 jam lalu
x