Diabetes Tipe 1

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu diabetes tipe 1?

Diabetes melitus tipe 1 adalah diabetes yang dialami oleh orang berusia muda, seperti anak-anak atau remaja. Jenis diabetes ini ditandai dengan rusaknya pankreas akibat kondisi autoimun, sehingga tubuh hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak memproduksi insulin untuk mengatur kadar gula darah.

Kondisi tersebut berbeda dengan diabetes tipe 2. Umumnya, orang yang mengalami diabetes tipe 2 tubuhnya tetap memproduksi insulin. Hanya saja, sel-sel tubuh tidak mampu merespons dengan baik, sehingga insulin tidak dapat bekerja optimal.

Insulin adalah hormon pengatur glukosa yang diproduksi oleh sel beta di dalam pankreas. Insulin sangat penting perannya untuk mengolah gula darah menjadi energi.

Ketika tubuh tidak punya cukup insulin, akan sangat sedikit glukosa yang diserap oleh sel tubuh. Akibatnya glukosa yang tak terserap akan terus menumpuk di aliran darah dan bisa menyebabkan komplikasi jika dibiarkan.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Diabetes melitus tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan diabetes tipe 2.

Diabetes ini lebih sering dialami oleh anak laki-laki dibandingkan perempuan terutama yang terlahir dengan masalah pankreas.

Risiko seorang anak untuk terkena penyakit ini lebih tinggi jika memiliki anggota keluarga yang juga pernah mengidap diabetes melitus.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diabetes tipe 1?

Diabetes tipe 1 ini biasanya dapat dialami anak pada usia 4-7 tahun atau 10-14 tahun. Gejala diabetes tipe 1 pada anak ini juga bisa muncul cepat dalam beberapa minggu.

Berikut ini ada gejala yang menjadi peringatan untuk segera memperoleh pertolongan dokter.

  • Cepat haus dan sering buang air kecil
  • Cepat lapar namun berat badan turun drastis
  • Luka susah sembuh dan mudah infeksi
  • Tubuh cepat lelah
  • Rabun atau kebutaan
  • Mati rasa pada tangan atau kaki
  • Gagal ginjal

Munculnya gejala tersebut menandakan bahwa kondisi diabetes sudah menyebabkan kerusakan lebih parah, yakni pada saraf dan organ.

Pada dasarnya, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 hampir menimbulkan gejala yang sama. Namun, tetap diutamakan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tipe diabetes yang dialami.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mulai merasakan gejala-gejala yang telah disebutkan di atas atau mempunyai pertanyaan lainnya, konsultasikan segera dengan dokter Anda.

Tubuh setiap orang berbeda sehingga gejala diabetes yang ditimbulkan juga bisa berbeda dari satu orang ke orang lainnya.

Diskusikan dengan dokter untuk menemukan solusi terbaik untuk mengatasi diabetes sekaligus meningkatkan kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab diabetes tipe 1?

Penyebab diabetes melitus tipe 1 tidak diketahui secara jelas tapi ini adalah salah satu jenis penyakit autoimun.

Penyakit autoimun ditandai dengan masalah sistem imun yang justru menyerang dan menghancurkan sel sehat.

Pada diabetes melitus tipe 1, sistem imun anak justru menghancurkan sel beta pankreas sehat yang menghasilkan insulin. Akibatnya, pankreas anak diabetesi tidak memproduksi insulin yang cukup. Dalam kasus yang tertentu, sel-sel pankreas tidak bisa menghasilkan insulin sama sekali.

Kondisi ini menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel untuk membantu tubuh menyerap energi, sehingga kadar glukosa darah jadi tinggi dan terjadilah hiperglikemia.

Penyebab lainnya dapat didasari oleh penyakit dan kondisi lain, seperti cystic fibrosis yang memengaruhi pankreas, operasi pengangkatan, dan peradangan yang parah pada pankreas.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit ini?

Terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan diabetes tipe 1, antara lain:

Faktor riwayat keluarga

Penyakit diabetes tipe 1 termasuk penyakit keturunan. Artinya, jika mempunyai kakek, nenek, orangtua atau saudara kandung yang mengalami penyakit diabetes melitus, Anda berisiko lebih besar untuk terkena penyakit ini.

Selain riwayat keluarga, terdapat juga beberapa faktor risiko lainnya yang mungkin bisa menyebabkan diabetes tipe 1, yaitu:

  1. Infeksi virus tertentu seperti virus Epstein -Barr, virus coxsackie, virus gondok, dan cytomegalovirus
  2. Meminum susu sapi di usia terlalu dini
  3. Kekurangan vitamin D
  4. Meminum air yang mengandung natrium nitrat
  5. Pengenalan makanan sereal dan gluten yang terlalu cepat (sebelum 4 bulan) atau terlalu lambat (setelah 7 bulan)
  6. Memiliki ibu yang mengalami preeklampsia (meningkatnya tekanan darah) saat hamil
  7. Saat lahir mengidap penyakit kuning

Komplikasi

Apa saja komplikasi penyakit diabetes tipe 1?

Diabetes melitus tipe 1 adalah penyakit kronis yang umumnya terjadi pada masa kanak-kanak dan tak bisa disembuhkan. Namun, penyakit ini masih bisa dikendalikan agar tak sampai menimbulkan komplikasi serius.

Ancaman komplikasi diabetes membuat para diabetesi (sebutan orang yang memiliki penyakit diabetes) menjadi semakin terpuruk. Tak jarang, keterpurukannya memicu berbagai gangguan kesehatan lain.

Menurut American Diabetes Association, berikut beberapa komplikasi penyakit diabetes tipe 1 yang perlu Anda waspadai.

  • Gangguan saraf atau neuropati diabetik: terjadi ketika pembuluh darah kapiler pada saraf di dalam tubuh mengalami kerusakan menyebabkan kesemutan, nyeri, mati rasa.
  • Retinopati diabetik: gangguan penglihatan serius (glaukoma, katarak) disebabkan pembuluh darah dalam retina mengalami pembengkakan dan kebocoran.
  • Kaki diabetes: kondisi yang juga dikenal dengan diabetic foot ini terjadi akibat komplikasi kerusakan sistem saraf dan infeksi serius akibat diabetes.
  • Infeksi kronis: infeksi yang rentan dialami oleh para diabetesi di antaranya infeksi saluran kencing, gigi dan mulut, kulit, telinga, vagina, dan lain sebagainya.
  • Ketoasidosis diabetik: kondisi saat keton dihasilkan dalam jumlah berlebih sehingga meracuni dan merusak berbagai organ tubuh akibat kurangnya insulin.
  • Gagal ginjal: terganggunya fungsi kerja ginjal akibat rusaknya pembuluh darah.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes untuk mendiagnosis kondisi ini?

Tes gula darah merupakan salah satu cara efektif untuk mendiagnosis penyakit diabetes melitus tipe 1. Anda bisa cek gula darah di rumah sakit, klinik, laboratorium dengan bantuan tenaga medis.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan berikut untuk mengetahui kadar glukosa dalam darah Anda.

  • Tes level glukosa darah saat puasa
  • Tes level glukosa darah random (tanpa puasa) atau sewaktu
  • Tes oral glucose tolerance
  • Tes hemoglobin A1c (HbA1C)

Jika Anda didiagnosis mengidap diabetes tipe 1, Anda harus menemui dokter Anda setiap tiga bulan sekali sehingga Anda dapat:

  • Memeriksa kulit dan tulang pada kaki dan Anda
  • Memeriksa apakah punggung kaki Anda terasa kaku (serangan saraf diabetes)
  • Memeriksa tekanan darah Anda
  • Memeriksa bagian belakang mata Anda dengan menggunakan sinar khusus
  • Melakukan tes HbA1C atau tes kadar rata-rata gula darah selama 3 bulan (tes busa dilakukan setiap 6 bulan jika diabetes sudah terkontrol dengan baik)

Tes ini dapat membantu Anda dan dokter Anda untuk mengontrol diabetes dan mencegah masalah lain yang disebabkan oleh diabetes. Di samping itu, Anda harus menjalani beberapa tes lain selama setahun sekali, seperti:

  • Memeriksa tingkat kolesterol dan trigliserida
  • Menjalani tes satu tahun sekali untuk memastikan bahwa ginjal Anda bekerja dengan baik
  • Menemui dokter gigi setiap 6 bulan untuk memeriksa seluruh gigi Anda. Pastikan dokter gigi Anda mengetahui Anda memiliki diabetes

Apa saja pengobatan untuk diabetes tipe 1?

Penyakit diabetes melitus tipe 1 tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang ada bertujuan untuk mengurangi atau meringan gejala diabetes tipe 1.

Berikut beberapa jenis pengobatan diabetes tipe 1 yang sering dilakukan oleh dokter.

1. Terapi insulin

Diabetes melitus tipe 1 terjadi karena tubuh kekurangan atau bahkan tidak bisa sama sekali menghasilkan insulin. Itu sebabnya, pasien diabetes ini akan sangat tergantung dengan suntik insulin.

Terapi insulin bisa diberikan dalam bentuk suntikan, pena insulin, maupun pompa insulin.

2. Obat-obatan tertentu

Selain insulin, diabetesi tipe 1 juga mungkin saja minum beberapa jenis obat tertentu untuk membantu mengendalikan gula darah dan mencegah komplikasi.

Beberapa obat diabetes yang sering diresepkan oleh dokter, yaitu:

  • Metformin
  • Pramlintide
  • Aspirin
  • Obat tekanan darah tinggi, seperti ACE inhibitor dan angiotensin II receptor blockers (ARB)
  • Obat penurun kolesterol

Sebelum menggunakan obat lain, pastikan Anda berdiskusi terlebih dulu dengan dokter. Beberapa obat mungkin saja berinteraksi dan memengaruhi kerja obat diabetes yang Anda minum.

Pengobatan di rumah

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah kondisi ini memburuk?

Meski tak bisa disembuhkan, orang yang memiliki tipe diabetes ini juga bisa hidup bahagia dan melakukan berbagai rutinitas harian seperti orang sehat pada umumnya.

Kuncinya satu, yaitu menjaga gula darah tetap normal dengan melakukan perawatan yang tepat

Berikut ini adalah perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah untuk diabetes tipe 1:

1. Pola makan yang sehat

Pastikan Anda memilih makanan dengan gizi seimbang yang meliputi serat, protein, karbohidrat, dan lemak baik. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula, lemak, dan garam.

Jangan lupa, perhatikan pula porsi makan Anda setiap hari agar gejala diabetes tidak kambuh. Lebih baik mengonsumsi makanan sedikit tapi sering ketimbang harus makan dalam jumlah banyak pada satu waktu.

2. Rajin olahraga

Perbanyak aktivitas fisik dan mulailah rutin berolahraga setiap hari sangat baik untuk mengontrol gula darah. Tak perlu melakukan olahraga diabetes yang berat, cukup lakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki, bersepeda, berenang ataupun jalan cepat.

Sebelum melakukan olahraga, penting untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin tidak menginzinkan Anda untuk melakukan olahraga tertentu terkait dengan kondisi Anda.

3. Hindari stres

Hindari stres dan pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup serta berkualitas setiap malam. Ingat, stres bisa menyebabkan kenaikan gula darah dan memperparah gejala diabetes.

4. Rajin cek kadar gula darah

Penting untuk memeriksa kadar gula darah sebelum dan setelah makan. Anda bisa mengecek sendiri di rumah dengan alat cek gula darah yang bisa dibeli di apotek atau toko obat terdekat.

5. Suntik insulin dan minum obat teratur

Ikuti aturan dokter secermat mungkin mengenai penggunaan insulin dan obat diabetes lainnya. Jangan berhenti atau mengubah dosis insulin secara sembarangan.

Segera konsultasi ke dokter ketika Anda merasakan gejala diabetes, seperti pusing, pandangan buram, lemas, lesu, tidak bertenaga untuk sekadar bangun dari tempat tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Hipoglikemia

Hipoglikemia atau gula darah rendah, adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah rentang normal. Ketahui penyebab, gejala, dan obatnya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Batasan Kadar Gula Darah yang Normal dalam Tubuh

Untuk mengetahui apakah Anda kena diabetes atau tidak, Anda harus tahu dulu berapa kadar gula darah normal dalam tubuh. Simak ulasannya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Gangguan Mata yang Mungkin Terjadi Akibat Komplikasi Diabetes

Diabetes juga bisa menyebabkan penglihatan kabur yang apabila dibiarkan bisa berdampak pada kebutaan permanen. Apa saja komplikasi diabetes pada mata?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit pada lansia

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
mengurangi gula

Begini Trik Mudah untuk Mengurangi Konsumsi Gula

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
gejala kanker tiroid

Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
cara mencegah pencegahan penyakit jantung

14 Cara Ampuh Mencegah dan Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit