Kram Otot

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu kram otot?  

Kram otot adalah kontraksi kuat atau mengencangnya otot, yang terasa sakit dan muncul tiba-tiba, yang berlangsung selama beberapa saat. Seringkali kondisi ini terjadi di kaki.

Kram otot kaki pada malam hari biasanya merupakan kejang atau mengencangnya otot pada betis secara tiba-tiba. Kondisi ini juga kadang dapat terjadi di paha atau kaki. Seringkali kram muncul saat Anda sedang tidur atau baru bangun.

Meski tergolong kondisi yang cenderung tidak berbahaya, tapi pada saat mengalaminya, Anda mungkin tidak akan bisa menggunakan otot yang sedang mengalami kram tersebut. Penyebab kram otot bisa beragam, mulai dari olahraga yang berlebihan, aktivitas fisik yang berat, hingga cuaca yang panas.

Beberapa obat dan kondisi medis tertentu dapat juga menyebabkan kram otot. Anda biasanya dapat mengatasinya di rumah dengan perawatan sendiri.

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi ini sangat umum ditemui dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Selain itu, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala kram otot?

Berbeda dengan nyeri otot yang bisa terjadi di otot bagian tubuh yang mana saja, kram otot relatif lebih sering terjadi pada bagian kaki, khususnya di bagian betis.

Selain rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba, Anda mungkin bisa merasakan atau melihat jaringan otot yang menonjol di bawah kulit.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Meski kondisi ini merupakan hal yang umum terjadi, tetapi Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kram otot menyebabkan rasa tidak nyaman berlebih.
  • Terjadi pembengkakan kaki, kemerahan atau perubahan kulit.
  • Otot melemah.
  • Terlalu sering terjadi.
  • Tidak membaik dengan perawatan sendiri.
  • Tidak terkait dengan penyebab yang jelas, seperti olahraga berat.

Penyebab

Apa penyebab kram otot?

Kondisi ini terjadi ketika otot tanpa sadar berkontraksi dengan sendirinya. Biasanya, Anda merasakan benjolan keras di titik sakit, yaitu otot yang berkontraksi. 

Terlalu sering menggunakan otot, dehidrasi, ketegangan otot, atau hanya bertahan pada sesuatu posisi dalam waktu lama dapat menyebabkan kondisi tersebut. Namun, dalam beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui. 

Meskipun sebagian besar kondisi ini tidak berbahaya, beberapa kasus mungkin terkait dengan kondisi medis yang mendasarinya, seperti: 

1. Pasokan darah tidak memadai

Penyempitan pembuluh darah yang menyalurkan darah menuju ke kaki bisa menimbulkan rasa sakit seperti kram otot pada bagian kaki saat Anda berolahraga. Kram otot ini biasanya hilang dengan sendirinya setelah Anda berhenti melakukan aktivitas olahraga tersebut.

2. Kompresi saraf

Kompresi saraf di tulang belakang Anda (lumbar stenosis) juga dapat menghasilkan rasa sakit seperti kram di kaki Anda.

Kompresi saraf di tulang belakang Anda (lumbar stenosis) juga dapat menghasilkan rasa sakit, seperti kram di kaki Anda. Rasa sakit biasanya memburuk semakin lama Anda berjalan. 

Berjalan dalam posisi tubuh yang agak membungkuk, seperti yang Anda lakukan saat mendorong kereta belanja, dapat menunda timbulnya gejala kondisi tersebut. 

3. Kekurangan mineral dan elektrolit dalam tubuh

Terlalu sedikit mineral, seperti kalium, kalsium, atau magnesium dalam makanan Anda dapat menyebabkan kram. Kekurangan elektrolit juga dapat menyebabkan kondisi ini. 

Diuretik, yaitu obat yang sering diresepkan untuk tekanan darah tinggi, juga dapat menguras mineral dalam tubuh Anda. 

Apa yang meningkatkan risiko kram otot?

Ada banyak faktor yang menyebabkan Anda berisiko terkena kram otot, yaitu:

Pertambahan usia

Orang yang lebih tua kehilangan massa otot, sehingga otot yang tersisa lebih mudah stress.

Dehidrasi

Atlet yang lelah dan dehidrasi saat berpartisipasi dalam olahraga cuaca panas seringkali mengalami kram otot.

Kehamilan

Kram otot juga umum terjadi selama kehamilan.

Kondisi medis tertentu

Anda mungkin berisiko tinggi terhadap kram otot apabila memiliki diabetes, gangguan saraf, hati atau tiroid.

Diagnosis

Bagaimana kram otot didiagnosis?

Dokter akan menanyakan tentang gejala dan memeriksa area yang terpengaruh. Dokter juga dapat menanyakan apakah Anda memiliki gejala lain, seperti mati rasa atau bengkak, yang dapat menjadi pertanda Anda memiliki kram otot sekunder yang disebabkan kondisi tertentu.

Pada kasus ini, Anda mungkin memerlukan tes lebih lanjut, seperti tes darah dan tes urine, untuk mengeliminasi kondisi lain.

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kram otot ditangani?

Kram biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit. Kebanyakan kasus kram kaki akan lebih ringan dengan melatih otot tersebut. Melatih otot dapat mengurangi frekuensi episode kram.

Sementara itu, kram pada kaki yang terjadi selama kehamilan akan menghilang begitu bayi lahir. Tidak jauh berbeda dengan pengobatan nyeri otot, berikut pilihan langkah yang mungkin bisa mengatasi kondisi tersebut:

Peregangan dan pijat

Hentikan aktivitas apapun yang mungkin menyebabkan kram. Menurut Harvard Health Publishing, peregangan otot dapat membantu meredakan rasa sakit yang timbul.

Lakukan peregangan dengan memegangnya secara lembut. Anda pun dapat memijat otot saat Anda melakukan peregangan atau setelah selesai.

Untuk meregangkan otot betis Anda, berdirilah dengan bagian depan kaki Anda pada tangga, dengan tumit menggantung. Turunkan tumit perlahan hingga di bawah permukaan tangga. 

Tahan untuk beberapa detik sebelum kembali mengangkat tumit ke posisi semula. Ulangi beberapa kali. Anda juga bisa mengoleskan bantalan pemanas ke area yang sakit. Dengan begitu, selain meredakan rasa sakit, Anda juga telah menjaga kesehatan otot dengan baik. 

Obat-obatan

Obat-obatan biasanya hanya diperlukan pada kasus yang tidak merespon pada olahraga. Apabila Anda memiliki kram kaki sekunder, mengatasi penyebab dapat meringankan gejala.

Mengatasi kram yang terjadi sebagai akibat penyakit hati serius dapat lebih sulit dilakukan. Perawatan Anda dapat meliputi obat-obatan seperti relaksan otot.

Gunakan obat penawar rasa sakit, seperti acetaminophen (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin), or naproxen (Aleve). Berhati-hatilah dengan obat. Baca dan ikuti petunjuk pada label.

Apabila dokter memberikan obat untuk mengatasi kram, gunakan persis sesuai petunjuk. Hubungi dokter apabila Anda memiliki masalah dengan obat.

Namun, apabila kram sering kembali, mengganggu aktivitas dan tidur Anda, dokter dapat memberikan obat yang merilekskan otot. Apabila Anda menggunakan obat yang diketahui menyebabkan kram otot, dokter dapat memberikan obat lainnya. 

Konsumsi sumber makanan mengandung magnesium

Jika Anda sering mengalami kram kaki yang tidak berkaitan dengan kondisi yang lebih serius, Anda dapat mencoba menambahkan magnesium ke dalam makanan Anda. Kacang-kacangan dan biji-bijian adalah sumber magnesium yang sangat baik. 

Gunakan garam Epsom

Banyak pelatih dan terapis fisik juga merekomendasikan untuk menggunakan megnesium di luar tubuh Anda, yaitu dengan menggunakan garam Epsom. 

Cobalah mengoleskan obat kuno ini ke kain basah dan menekannya ke otot yang terasa sakit, atau tambahkan di air hangat saat mandi.

Berendam air panas dapat membantu mengatasi kondisi ini, dengan atau tanpa garam Epsom. Pemanas kering dalam bentuk bantalan pemanas juga bisa membantu Anda.

Mulai gunakan bantalan dengan pengaturan terendah dan tambahkan panasnya jika Anda tidak merasakan perubahan. 

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kram otot?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kram. Berikut adalah makanan yang dapat membantu Anda mengurangi rasa sakit akibat kram otot: 

Pisang 

Seperti yang Anda ketahui, pisang adalah sumber kalium yang baik. Tak hanya itu, buah ini juga akan memberikan Anda magnesium dan kalsium. 

Ketiga nutrisi yang Anda butuhkan untuk meredakan kondisi ini terselip di bawah kulit pisang. Tak heran, pisang adalah pilihan populer dan cepat untuk menghilangkan kram. 

Ubi

Seperti pisang, ubi menyediakan kalium, kalsium, dan magnesium untuk Anda. Bahkan ubi jalar lebih unggul karena mengandung enam kali lebih banyak kalsium dari pisang. 

Alpukat

Buah berwarna hijau dan kuning ini mengandung sekitar 975 mg potasium, dua kali lipat dari ibu atau pisang. Potasium penting karena dapat membantu otot Anda bekerja dan menjaga jantung tetap sehat. 

Kacang-kacangan dan lentil

Kacang-kacangan dan lentil dikemas dengan magnesium. Satu cangkir lentil yang dimasak mengandung sekitar 71 mg magnesium dan satu cangkir kacang hitam yang dimasak hampir dua kali lipatnya, yaitu 120 mg. 

Melon

Buah ini mengandung suaminya, yaitu jumlah potasium, magnesium, kalsium yang baik, sedikit natrium, dan banyak air. 

Sodium dan air adalah kunci karena ketika Anda berolahraga, tubuh Anda mengeluarkan natrium dengan keringat. Jika Anda kehilangan terlalu banyak air, Anda akan mengalami dehidrasi dan kram dapat terjadi. 

4. Sayuran hijau

Sayuran seperti brokoli dan bayam bisa dimakan sehari-hari untuk mencegah kram otot di malam hari. Sayuran tersebut kaya akan kalsium dan magnesium yang dibutuhkan otot agar kondisi kram tidak terjadi.

Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa makan sayuran hijau sebelum menstruasi bisa mencegah kram perut saat haid berlangsung.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Nyeri Otot (Myalgia)

Myalgia adalah rasa nyeri dan sakit yang melibatkan sejumlah kecil atau seluruh otot tubuh, mulai dari ringan sampai amat sangat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 16 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Asam Urat (Gout)

Penyakit asam urat (gout) adalah peradangan sendi karena kadar asam urat yang terlalu tinggi. Cari tahu apa penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

6 Peregangan Sederhana Agar Tetap Bugar Saat Berkendara Jauh

Duduk diam selama berkendara untuk perjalanan jauh bisa bikin pegal linu. Coba berbagai peregangan sederhana ini agar tetap bugar sesampainya di tujuan!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Hidup Sehat 16 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri sendi

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
fibromyalgia

Fibromyalgia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
penyebab nyeri otot

Berbagai Penyebab Nyeri Otot yang Mungkin Tak Anda Sadari

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit