Jatuh Cinta Bikin Jerawatan, Mitos Atau Fakta?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/06/2020
Bagikan sekarang

“Jatuh cinta berjuta rasanya”. Kalimat itu mungkin pas untuk menggambarkan perasaan Anda yang sedang dimabuk asmara. Ada banyak sekali mitos seputar jatuh cinta yang mungkin pernah Anda dengar. Salah satu mitos yang kerap muncul yaitu jatuh cinta bikin jerawatan. Benarkah begitu?

Benarkah jatuh cinta bikin jerawatan?

quality time dengan pasangan

Selain perasaan yang dibikin campur aduk, tubuh juga mengalami banyak perubahan saat kita sedang jatuh cinta. Termasuk salah satunya hormon.

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Psychoneuroendocrinology, kadar hormon kortisol dalam tubuh orang yang baru jatuh cinta cenderung lebih tinggi ketimbangyang tidak sedang kasmaran.

Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab memicu reaksi stres. Maka, adanya peningkatan hormon kortisol menjadi penanda bahwa tubuh mengalami stres yang mungkin tidak Anda sadari. Stres itu sendiri merupakan salah satu pemicu munculnya jerawat, karena kadar hormon kortisol yang terlalu tinggi dapat memicu peradangan pada kulit.

Namun, stres saat jatuh cinta biasanya tidak berlangsung lama. Stres yang muncul cenderung ringan dan berlangsung sementara, sehingga tidak akan sampai memicu peradangan.

Stres yang Anda rasakan karena si dia mungkin tidak kunjung membalas chat akan segera tergantikan dengan perasaan bahagia bukan kepalang begitu ada notifikasi baru muncul di layar ponsel. Perasaan bahagia ini dipicu oleh produksi hormon bahagia dopamin yang dilepaskan otak saat membaca nama si dia di ponsel.

Ketika tubuh dibaniri hormon bahagia, tidak ada alasan bagi tubuh untuk melepaskan hormon stres yang memicu peradangan. Oleh karena itu, jatuh cinta tidak selalu pasti bikin jerawatan. Tubuh justru sedang sibuk-sibuknya memproduksi hormon bahagia selama Anda sedang kasmaran, sehingga kecil kemungkinannya jatuh cinta bikin jerawatan.

Penyebab jerawat yang paling umum

Anggapan bahwa jatuh cinta bikin jerawatan sudah tidak perlu lagi Anda percaya. Meski begitu, fenomena ini memang lebih sering ditemui di kalangan remaja. Kenapa?

Sekali lagi, bukan proses jatuh cinta itu sendiri yang bikin jerawatan. Melainkan perubahan hormon tubuh yang dialami oleh remaja di masa pubernya. Pubertas adalah fase di mana perubahan hormon sedang sangat tidak stabil untuk mempersiapkan tubuh remaja menjadi dewasa. Di masa ini, jerawat memang rentan tumbuh subur – terlepas anda sedang jatuh cinta atau tidak.

Di luar pubertas, ada banyak juga hal lain yang lebih umum memicu jerawat yaitu:

Pori-pori yang tersumbat

Pori-pori kulit yang tersumbat jadi penyebab utama munculnya jerawat. Pori-pori biasanya tersumbat ketika kelenjar minyak menghasilkan terlalu banyak sebum atau minyak di dalam pori.

Akibatnya, sel-sel kulit yang baru akan terus tumbuh. Sayangnya, sel kulit mati biasanya tidak rontok dan cenderung menempel. Sel kulit mati yang menempel di pori inilah yang kemudian menyumbat dan menyebabkan jerawat muncul ke permukaan.

Infeksi bakteri

Ketika minyak dan sel kulit mati menutup pori, pertumbuhan bakteri penyebab jerawat seperti Propionibacterium acnes (P. acnes) akan semakin subur.

Bakteri ini sebenarnya tidak berbahaya, tetapi bisa berkembang biak lebih cepat dan memicu masalah. Bakteri yang tumbuh ini kemudian memakan sebum dan memicu respons imun yang menyebabkan peradangan berbentuk jerawat.

Selain dua faktor utama yang telah disebutkan, ada beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang untuk terkena jerawat yaitu:

  • Terlalu banyak makan gula dan karbohidrat
  • Memiliki riwayat keluarga dengan jerawat
  • Kadar testosteron yang terlalu tinggi
  • Malas membersihkan wajah

Jatuh cinta tidak masuk ke dalam daftar penyebab jerawatan. Oleh karenanya, tak perlu terlalu memusingkan atau percaya mitos bahwa jatuh cinta bikin wajah jadi jerawatan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Jerawat Muncul di Bibir, Plus Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Jerawat bisa muncul di tempat yang tak biasa, seperti di bibir. Jangan asal pencet jika mau cepat sembuh! Begini cara mengatasi jerawat yang benar.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Kenali Penyebab Jerawat di Dahi dan Cara Ampuh Mengatasinya

Jerawat di dahi atau jidat mungkin membuat tidak percaya diri. Yuk segera cari tahu penyebab, cara mengatasi, plus cara mencegahnya muncul di kemudian hari.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Penyebab Jerawat di Dagu, Plus Cara Ampuh Mengatasi dan Mencegahnya

Jerawat di dagu bukan cuma mengganggu penampilan, tetapi juga terasa sakit ketika tersentuh. Yuk cari tahu penyebab dan cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

5 Penyebab Jerawat Terasa Gatal dan Tidak Nyaman

Banyak orang yang mengira bahwa penyebab jerawat terasa gatal adalah proses dari penyembuhan. Namun, ternyata ada faktor lain yang menyebabkan hal ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

jerawat gara-gara kacamata

Cara Mencegah Masalah Jerawat Gara-gara Pemakaian Kacamata

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
jerawat muncul meski di rumah

Ini Alasannya Jerawat Muncul Meski di Rumah Saja

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020
jerawat faktor keturunan

Mitos atau Fakta: Jerawat Muncul Karena Faktor Keturunan

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020
jerawat di leher

Penyebab Jerawat di Leher Plus Cara Ampuh Menghilangkannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 29/02/2020