Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Alasan Merawat Kulit Wajah Harus Dilakukan Sedini Mungkin

DISPONSORI OLEH:

Alasan Merawat Kulit Wajah Harus Dilakukan Sedini Mungkin

Merawat wajah sejak dini itu penting agar mendapat kulit yang sehat sehingga polutan penyebab penyakit bisa terhindarkan. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk mulai merawat kulit wajah? Ada baiknya Anda merawat kulit sejak dini, yaitu mulai dari remaja. Perawatan kulit yang dilakukan sejak usia muda menjadi investasi Anda untuk masa tua nanti.

Risiko ketika kita tak merawat kulit wajah sejak dini

penyebab kulit kering

Terkadang, keinginan memiliki wajah yang sehat terkendala dengan masalah penuaan dini sehingga bisa mengganggu penampilan.

Berdasarkan penelitian terbitan Dermato-endocrinology ditemukan, penyebab penuaan dini adalah faktor lingkungan, seperti paparan sinar matahari, asap rokok, dan polusi udara.

Tanda-tanda yang muncul bila Anda mengalami penuaan dini adalah kerutan dan bintik-bintik hitam di wajah.

Mungkin di awal usia 17-18 tahun, Anda tak terlalu cemas mengenai kondisi kulit tanpa melakukan rangkaian perawatan kulit tertentu karena merasa kulit sehat saat masih muda.

Namun, menjaga kulit tetap bersinar di usia 17-18 tahun hingga seterusnya merupakan investasi jangka panjang dalam hidup.

Debra Jaliman, seorang dermatologis dari Mount Sinai School of Medicine di New York menjelasankan, membiarkan kulit tidak terawat bisa mengakumulasi masalah kulit.

Contoh kebiasaan yang bisa merusak kulit adalah tidak menjaga kesehatan kulit dari dalam, seperti kurang mengonsumsi suplemen vitamin E.

Kekurangan vitamin E bisa memicu berbagai masalah kulit, seperti penuaan dini dan kekusaman.

Masalah kulit ini bisa jadi tak Anda alami sekarang, tetapi mungkin saja terjadi pada kemudian hari.

Oleh karena itu, merawat kulit sejak dini penting untuk dilakukan baik dari luar maupun dalam.

Manfaat merawat kulit sejak dini untuk kesehatan tubuh

kebutuhan vitamin harian

Tidak ada yang sia-sia ketika Anda mulai menjaga kesehatan kulit wajah dan tubuh sejak sekarang.

Salah satu manfaat yang diperoleh merawat kulit sejak dini adalah Anda bisa terhindar dari penuaan dini. Bagaimanapun, kulit merupakan organ terluar dari tubuh manusia.

Kulit memberikan perlindungan untuk organ internal tubuh dengan berjuang melawan polutan, sinar UV, dan mikroorganisme penyebab penyakit.

Oleh karena itu, penting untuk Anda merawat kulit di usia dini dengan mengonsumsi suplemen vitamin E sejak usia muda.

Mengonsumsi suplemen vitamin E sejak dini akan berpengaruh pada berbagai bagian tubuh, seperti kesehatan mata, kulit, sampai otot.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi, dosis konsumsi vitamin E per hari adalah 15 milligram (22 International Unit, IU) per hari. Makanan yang kaya vitamin E adalah:

  • minyak canola,
  • zaitun,
  • margarin, dan
  • almond.

Selain itu, vitamin E juga tersedia dalam bentuk suplemen kapsul lunak dengan kandungan biji bunga matahari.

Berdasarkan data dari FDA, 100 gram biji bunga matahari mengandung 35,17 miligram vitamin E.

Meski banyak makanan yang kaya akan vitamin E, Anda tetap perlu mendapatkan asupan dari suplemen tambahan untuk mencukupi kebutuhan harian.

Pasalnya, dari konsumsi makanan tinggi vitamin E, hanya 25 persen yang terserap ke dalam kulit.

Sejak kapan sebaiknya memulai perawatan kulit wajah?

Ada baiknya seseorang mulai merawat kulit wajah dan tubuhnya di pra-remaja. Kulit yang sehat juga membuat wajah tampak lebih berseri.

Melakukan perawatan rutin juga dapat mencegah dan menyembuhkan pertumbuhan jerawat, serta komedo.

Untuk di usia muda, ada tiga perawatan wajah dari luar yang perlu dilakukan, berikut penjelasannya.

1. Cuci wajah

Merawat kulit wajah dapat dimulai secara mudah dengan menjaga kebersihannya. Jerawat tumbuh karena keringat, kotoran, minyak.

Lebih baik, cuci wajah dengan sabun cuci muka setiap pagi dan malam sebelum tidur.

2. Aplikasikan obat penghilang jerawat

Setelah mencuci muka, jangan lupa untuk mengeringkan wajah dengan handuk. Lalu pakai krim untuk menyembuhkan jerawat.

Anda bisa membelinya di apotek atau berdasarkan rekomendasi dokter kulit langganan. Jangan lupa baca instruksinya sebelum pemakaian.

Bila tak ada jerawat, silakan lewati langkah ini dan beralih ke langkah selanjutnya untuk mendapat perawatan lengkap.

3. Pakai pelembap

Sabun cuci muka dan perawatan jerawat kerap membuat kulit jadi lebih kencang dan kering.

Penting untuk memakai pelembap setiap hari untuk menjaga kelembutan kulit, serta mencegahnya kusam.

Pilih produk pelembap yang mengandung vitamin E dan bersifat noncomedogenic atau bebas minyak, sehingga bisa menyehatkan kulit dan tidak menyumbat pori-pori.

Semakin bertambah usia, Anda juga perlu semakin detail dalam merawat kulit wajah dan tubuh, terutama pada usia 20-an.

Merawat kulit wajah dari luar saja tidak cukup, Anda tetap perlu memperhatikan nutrisi kulit dari dalam, berikut penjelasannya.

Mengatur pola makan yang sehat

Mengonsumsi makanan mengandung minyak dan gula yang tinggi seperti, gorengan dan makanan cepat saji dapat memberikan efek negatif pada kulit.

Oleh karenanya, membatasi makanan tersebut dan beralih ke pola makan yang sehat sangat direkomendasikan agar kulit yang sehat dapat tercapai.

Adapun makanan yang perlu dikonsumsi adalah sebagai berikut.

  • Omega-3: Omega-3 baik untuk menanggulangi inflamasi. Omega-3 banyak terkandung dalam ikan salmon, tuna, dan sarden.
  • Tomat: Likopen yang terdapat dalam tomat merupakan sebuah antioksidan yang dapat membantu kulit menjadi lebih halus.
  • Vitamin C: Selain mengandung antioksidan tinggi, vitamin C dapat membantu menyamarkan kerutan. Makanan bervitamin C yaitu sitrus, brokoli, strawberry, dan kiwi.
  • Vitamin E: Vitamin E mengandung banyak antioksidan yang bisa membantu mencegah kerusakan sel. Makanan bervitamin E adalah almond dan biji bunga matahari.

Konsumsi suplemen Vitamin E

Secara natural, vitamin E dapat ditemukan di beberapa bahan makanan, seperti biji bunga matahari, bayam, dan brokoli. Namun, asupan vitamin E dari makanan masih belum cukup.

Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan vitamin E dalam tubuh, konsumsi suplemen vitamin E diperlukan, seperti Natur-E Soft Capsule 100 IU.

Mengutip dari Harvard School of Public Health, batas dosis konsumsi vitamin E dalam sehari tidak boleh dari 1000 mg (1465 IU).

Maka dari itu, dosis vitamin E 100 IU masih sangat aman untuk Anda konsumsi sekali dalam sehari di usia muda.

Rutin mengkonsumsi suplemen vitamin E bermanfaat untuk kesehatan kulit, seperti:

  • memperbaiki sel kulit yang rusak akibat sinar UV,
  • mengurangi iritasi atau peradangan pada wajah,
  • mengurangi pigmentasi kulit, serta
  • membuat kulit jadi lebih sehat, halus, dan lembut.

Natur E

Mengonsumsi Natur-E Soft Capsule 100 IU secara rutin tidak akan menimbulkan efek samping seperti kegemukan atau gangguan pada ginjal.

Hal ini karena Natur-E Soft Capsule 100 IU terbuat dari bahan alami yaitu biji bunga matahari sehingga aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skin Care Tips Just for Preteens. https://www.verywellhealth.com/skin-care-for-preteens-15928. Diakses 31 Oktober 2019.

Too Young for Anti-Aging Products? https://www.webmd.com/beauty/features/anti-aging-skin-products-for-young-people#1. Diakses 31 Oktober 2019.

The benefits of a healthy skin. https://www.health24.com/Medical/Acne/News/the-benefits-of-a-healthy-skin-20171204-2. Diakses 31 Oktober 2019.

Healthy Skin Matters. https://www.niams.nih.gov/health-topics/kids/healthy-skin#tabOne. Diakses 31 Oktober 2019.

What’s the Best Facial for your age? https://www.everydayhealth.com/skin-beauty/whats-best-facial-your-age/. Diakses 31 Oktober 2019.

Rodan, K., Fields, K., & Falla, T. (2017). Efficacy of a twice-daily, 3-step, over-the-counter skincare regimen for the treatment of acne vulgaris. Clinical, Cosmetic And Investigational DermatologyVolume 10, 3-9. doi: 10.2147/ccid.s125438. Diakses 31 Oktober 2019.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Angelin Putri Syah Diperbarui Apr 08
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto