home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kulit Kering

Definisi kulit kering|Gejala kulit kering (xerosis)|Penyebab kulit kering|Faktor-faktor risiko kondisi ini|Diagnosis & pengobatan kulit kering|Pengobatan di rumah
Kulit Kering

Definisi kulit kering

Kulit kering adalah masalah yang terjadi ketika lapisan kulit paling atas (epidermis) tidak mendapatkan kelembapan yang cukup. Akibatnya, kulit terlihat seperti bersisik, mengelupas, hingga pecah-pecah.

Dalam istilah medis, kulit kering disebut juga dengan xerosis. Kondisi ini dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja, tapi paling umum terlihat pada tangan dan kaki.

Siapa pun bisa terkena kondisi kulit yang satu ini, tapi orang lanjut usia biasanya lebih rentan. Hal ini disebabkan karena lansia mengalami penurunan produksi sebum, yakni minyak alami yang berfungsi sebagai pelumas kulit.

Kulit yang mengalami xerosis cenderung lebih sensitif dan rentan terhadap kerusakan. Jika kulit Anda amat kering dan tidak dirawat, ada sederet komplikasi yang mengintai, mulai dari infeksi bakteri, eksim (dermatitis atopik), hingga retakan kulit yang berdarah.

Meski demikian, kondisi ini tentu bisa ditangani dengan mengurangi faktor-faktor yang meningkatkan risikonya. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Gejala kulit kering (xerosis)

Kulit yang kering (xerosis) umumnya menunjukkan ciri-ciri khusus sebagai berikut.

  • Kulit terasa kasar dan tampak tidak rata.
  • Kulit terasa kencang dan ketat, terutama setelah mandi.
  • Kulit bersisik, mengelupas, atau pecah-pecah.
  • Kulit yang pecah-pecah terkadang bisa berdarah.
  • Kulit lebih sering terasa gatal (pruritus).
  • Terdapat perbedaan warna pada kulit, misalnya kemerahan atau keabuan.
  • Muncul garis putih ketika Anda menggaruk kulit.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus ke dokter karena kulit kering (xerosis)?

Kulit yang mengering biasanya bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup dan perawatan di rumah. Akan tetapi, Anda perlu segera pergi ke dokter jika terdapat kondisi berikut.

  • Kondisi kulit tak kunjung membaik meskipun sudah dirawat.
  • Kulit kering disertai kemerahan pada permukaannya.
  • Kulit sangat kering dan gatal hingga mengganggu tidur.
  • Terdapat luka terbuka atau infeksi akibat goresan pada kulit yang terlalu kering.
  • Area kulit kering yang bersisik dan mengelupas sudah terlalu luas,

Jangan sepelekan berbagai tanda pada kulit yang sudah mengganggu kegiatan Anda sehari-hari. Pasalnya, gejala yang Anda alami mungkin saja menandakan penyakit kulit tertentu.

Penyebab kulit kering

Berikut sejumlah hal yang sering menyebabkan xerosis.

1. Cuaca dingin atau panas

Kulit biasanya berada pada kondisi paling kering saat cuaca dingin atau kering. Pada saat ini, suhu dan kelembapan udara menurun. Selain itu, iklim panas selama musim kemarau juga bisa membuat kulit mengering karena dehidrasi.

2. Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari dalam iklim apa pun bisa membuat kulit mengalami dehidrasi. Ini disebabkan karena sinar ultraviolet mampu menembus jauh ke bawah permukaan kulit. Akibatnya, kulit kehilangan kelembapan alaminya.

3. Mandi air hangat terlalu lama

Mandi dengan air hangat memang terasa menenangkan. Namun, kebiasaan ini justru dapat membuat kulit mengering dan bersisik bila dilakukan terlalu lama. Dampak serupa pun bisa terjadi jika Anda menggunakan air yang terlalu panas.

Oleh karena itu, batasi waktu mandi Anda agar tidak lebih dari 5 menit. Pastikan juga suhu air yang Anda gunakan tidak sampai membuat kulit terasa terbakar.

3. Penggunaan sabun dan deterjen yang keras

Sabun, deterjen, dan produk pembersih berbahan keras mengandung berbagai zat kimia yang dapat menghilangkan kelembapan kulit. Produk-produk ini biasanya dilengkapi dengan bahan pembersih yang disebut surfaktan.

Surfaktan adalah zat pembersih yang memiliki pH basa. Produk-produk yang memiliki pH basa bisa merusak lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Kulit pun akhirnya menjadi kering dan mudah mengalami iritasi.

4. Tidak minum cukup air

Aturan minum air delapan gelas per hari bukan sekadar mitos belaka. Pasalnya, tubuh memang membutuhkan cukup cairan untuk bekerja dengan baik. Kurang minum air dapat membuat kulit terkena dehidrasi sehingga tampak kering dan tidak bercahaya.

5. Pemakaian obat-obatan tertentu

Obat-obatan tertentu seperti obat jerawat bisa membuat kulit wajah mengelupas dan mengalami kekeringan. Adapun berbagai obat jerawat yang menimbulkan efek samping ini yaitu retinol, asam glikolat, asam salisilat, dan benzoil peroksida.

6. Gejala penyakit tertentu

Penyakit tertentu dapat membuat kulit menjadi semakin mengering. Eksim dan psoriasis adalah contoh penyakit kulit yang menimbulkan gejala berupa kulit kering, berkerak, bahkan hingga pecah-pecah dan berdarah.

Faktor-faktor risiko kondisi ini

Siapa pun dapat bermasalah dengan kulit yang mengering. Akan tetapi, risikonya lebih tinggi pada orang-orang dengan kondisi berikut.

  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Tinggal di daerah beriklim kering, dingin, atau memiliki kelembapan udara yang rendah.
  • Memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda bersentuhan dengan air setiap hari.
  • Sering berenang di kolam yang mengandung klorin.

Diagnosis & pengobatan kulit kering

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Untuk mendiagnosis kulit kering alias xerosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat medis Anda. Hal ini juga mencakup kapan tanda-tanda kulit kering muncul, apa yang memperburuknya, cara merawat kulit, dan lain-lain.

Selain itu, dokter juga akan melakukan tes diagnostik bila kulit kering diduga muncul akibat kondisi medis tertentu.

Apa saja pengobatan untuk kulit kering (xerosis)?

Pada banyak kasus, kulit kering dapat diatasi melalui berbagai perawatan rumahan. Namun, jika masalah kulit Anda cukup parah, dokter akan merekomendasikan krim khusus yang dapat menahan air pada kulit agar tidak mudah menguap.

Kondisi kulit yang sangat kering juga dapat diatasi dengan obat resep kortikosteroid atau modulator sistem imun seperti tacrolimus dan pimecrolimus. Obat ini membantu menghilangkan rasa gatal, kemerahan, dan pembengkakan.

Perlu diingat bahwa beberapa jenis krim untuk kulit kering cukup membuat perih saat dipakai pada kulit yang memiliki eksim atau mengalami pecah-pecah. Jadi, Anda perlu menyebutkan riwayat medis terkait kulit Anda serinci mungkin.

Pengobatan di rumah

Berbagai gaya hidup dan perawatan rumahan di bawah ini dapat membantu Anda mengatasi kulit kering bersisik.

1. Rutin menggunakan pelembap untuk kulit kering

Mengoleskan pelembap secara teratur sepanjang hari bisa membantu membuat kulit kering menjadi lebih lembut dan halus. Pelembap yang tepat akan berperan sebagai pelindung lapisan teratas kulit yang mencegah air keluar dari tubuh.

Biasanya produk ini mengandung tiga jenis bahan utama yaitu sebagai berikut.

  • Humektan dengan fungsi utama untuk mengunci kelembapan kulit. Contoh humektan adalah gliserin, sorbitol, asam hialuronat, dan lesitin.
  • Emolien yang berperan menghaluskan kulit dengan cara mengisi ruang di antara sel-sel kulit. Contoh emolien adalah asam linoleat dan laurat.
  • Bahan-bahan lainnya untuk mempertahankan kelembapan alami kulit, seperti petrolatum (petroleum jelly), silikon, dan lanolin.

Secara umum, semakin padat dan berminyak tesktur suatu pelembap, akan semakin efektif pula fungsinya. Di antara berbagai pelembap yang paling efektif, petroleum jelly merupakan salah satu yang terbaik.

Kendati efektif, petroleum jelly biasanya sangat berminyak dan tidak bisa meresap ke kulit. Anda dapat menyiasati ini dengan memakainya di malam hari. Oleskan secara rutin beberapa kali sehari, terutama setelah mandi saat kulit masih lembap.

2. Menggunakan produk mandi berbahan lembut

Pilihlah produk pembersih kulit berbahan lembut tanpa kandungan alkohol ataupun zat kimia tambahan lain. Jika Anda ragu akan kandungan suatu produk, tanyakan pada dokter guna menentukan produk apa yang sesuai untuk kulit Anda.

3. Menggunakan pelembap udara (humidifier)

Humidifier bekerja dengan menyesuaikan kelembapan di rumah Anda. Dengan begitu, udara di dalam rumah tidak akan terpengaruh oleh cuaca yang panas maupun dingin. Kulit pun tidak mudah menjadi kering karena kelembapannya senantiasa terjaga.

4. Mengoleskan minyak kelapa

Minyak kelapa mengandung asam lemak yang membantu menjaga kelembapan kulit. Asam lemak juga melindungi kulit dari berbagai faktor lingkungan yang bisa merusak lapisan pelindungnya. Cukup oleskan secara rutin untuk mendapatkan hasilnya.

5. Menggunakan sarung tangan saat mencuci

Masalah kulit kering, terutama di bagian tangan, sering disebabkan karena detergen yang terlalu keras. Di sisi lain, menghindari pemakaian detergen rasanya mustahil karena Anda harus mencuci pakaian setiap hari.

Anda bisa mengatasi ini dengan memakai sarung tangan non-lateks saat mencuci pakaian. Dengan begitu, kulit Anda tak akan bersentuhan langsung dengan deterjen yang bisa mengiritasi kulit.

6. Mandi oatmeal

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Drugs in Dermatology menyatakan bahwa oatmeal memiliki zat antiradang dan antioksidan. Kedua bahan ini terbukti membantu merawat kulit yang kering.

Untuk mendapatkan manfaatnya, pilihlah oatmeal koloid yang dikhususkan untuk mandi. Tuangkan oatmeal ke dalam bak mandi berisi air hangat untuk kemudian dipakai mandi atau berendam.

7. Mengoleskan madu

Apabila kulit wajah Anda mengering, madu mungkin bisa mengatasinya. Sebuah penelitian pada 2012 menemukan bahwa madu membantu menutrisi kembali kulit yang kering. Bahan alami ini berguna sebagai pelembap, penyembuh luka, dan antiradang.

Cobalah menggunakan madu sebagai masker wajah untuk membantu mengembalikan kelembapannya. Anda dapat mengoleskannya secara langsung pada kulit wajah atau mencampurnya ke dalam bahan masker lain seperti perasan lemon.

8. Mengoleskan lidah buaya

Lidah buaya atau Aloe vera termasuk bahan alami yang juga dapat digunakan untuk mengatasi kulit yang mengering. Anda bisa memakai ekstrak Aloe vera yang telah diproses atau menggunakan gelnya dari tanaman lidah buaya langsung.

Saat penggunaan pertama, coba oleskan sedikit gel lidah buaya pada kulit Anda guna melihat apakah ada reaksi alergi. Jika tidak, Anda dapat mengoleskannya pada kulit yang bermasalah dan mendiamkannya semalaman.

9. Tidak menggosok kulit terlalu keras

Kulit kering dan bersisik mudah sekali terluka. Maka dari itu, hindari menggosok kulit terlalu keras setelah mandi, baik dengan tangan ataupun alat seperti spons dan sikat. Anda hanya perlu menepuk-nepuk kulit dengan handuk untuk mengeringkan tubuh.

Kulit yang sehat mendapatkan cukup cairan sehingga permukaannya terasa kenyal dan lentur. Jika kulit kekurangan cairan, lapisan teratasnya akan mengalami dehidrasi. Kulit pun terasa mengering, bersisik, gatal, dan terkadang pecah-pecah.

Kulit kering sebenarnya adalah masalah yang cukup umum. Kondisi ini dapat diatasi dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari kebiasaan yang bisa membuat kulit mengalami iritasi atau kerusakan.

Namun, bila berbagai cara yang Anda lakukan tidak juga mengembalikan kondisi kulit seperti semula, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk mengetahui penyebabnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dry skin – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 12 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/symptoms-causes/syc-20353885

Dry skin – Diagnosis and treatment. (2020). Retrieved 12 October 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/diagnosis-treatment/drc-20353891

Dry Skin. (2020). Retrieved 12 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16940-dry-skinitchy-skin

Reynertson KA, e. (2020). Anti-inflammatory activities of colloidal oatmeal (Avena sativa) contribute to the effectiveness of oats in treatment of itch associated with dry, … – PubMed – NCBI . Retrieved 13 May 2019, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25607907

Ediriweera, E., & Premarathna, N. (2012). Medicinal and cosmetic uses of Bee′s Honey – A review. AYU (An International Quarterly Journal Of Research In Ayurveda), 33(2), 178. doi: 10.4103/0974-8520.105233

Dry skin: Diagnosis and treatment. (2020). Retrieved 12 October 2020, from, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-treatment#treatment

Dry skin: Diagnosis and treatment. (2020). Retrieved 12 October 2020, from, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-treatment#treatment

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 10/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x