Bagaimana Bakteri Bisa Menyebar dan Menyebabkan Penyakit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Bakteri adalah orgasnime bersel satu, salah satu bentuk kehidupan dengan populasi terbanyak di Bumi. Mikroorganisme ini ada dimana-mana. Mereka hidup di tanah, air, udara, hingga di dalam tubuh setiap manusia dan hewan. Kebanyakan bakteri tidak berbahaya, bahkan bermanfaat untuk kesehatan. Intip saja koloni bakteri dalam usus dan vagina wanita, yang bertugas menjaga fungsi kedua organ tubuh tersebut tetap berjalan optimal. Namun di luar itu, beberapa bakteri adalah biang keladi penyebab penyakit. Infeksi bakteri bisa ringan sampai berat yang menyebabkan kematian. Misalnya seperti tuberkulosis dan kolera. Penasarankah Anda bagaimana bakteri bisa menyebar dan menyebabkan penyakit, dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Simak terus di artikel ini.

Beragam cara bakteri dapat menyebar 

Secara umum, cara penyebaran bakteri adalah lewat empat cara utama berikut ini :

Melalui sentuhan antar kulit dan benda yang mengandung bakteri

Salah satu rumah ternyaman bagi bakteri adalah tangan manusia. Sekitar 5 ribu bakteri menghuni kedua tangan Anda setiap waktu. Oleh karena itu, sentuhan tangan, baik secara langsung dengan kulit orang lain maupun memegang benda, dapat menjadi medium penyebaran bakteri.

Tidak mencuci tangan setelah memegang hidung/mulut saat batuk/bersin, memegang hewan, buang air kecil/besar, menyentuh makanan mentah, menyiapkan makanan, mengganti popok anak, dan lain-lain bisa memicu penyebaran bakteri dari tubuh Anda ke orang lain. Menyentuh kulit orang yang terinfeksi juga dapat menyebabkan Anda tertular penyakitnya.

Contohnya begini: Anda sedang mengalami infeksi mata merah (konjungtivitis), dan kemudian Anda mengucek mata, tidak cuci tangan dulu, dan selanjutnya bersalaman dengan orang lain. Setelahnya orang tersebut mengucek matanya atau makan dengan tangan tanpa cuci tangan. Orang tersebut dapat mengalami infeksi mata yang sama atau mungkin infeksi di bagian lainnya akibat perpindahan bakteri dari Anda melalui sentuhan.

Prinsip penyebaran bakteri yang sama juga terjadi jika Anda suka pinjam meminjam barang pribadi atau menyentuh barang yang bekas dipakai orang sakit. Misalnya tisu bekas menadah bersin atau handuk mandi orang yang punya diare.

Melalui udara

Cara lain dari penyebaran bakteri adalah lewat partikel embun air yang keluar saat Anda batuk atau bersin. Partikel udara yang berisi bakteri dan virus bisa saja terhirup oleh orang lain dan menginfeksi tubuhnya, sehingga mereka tertular batuk dan flu yang Anda miliki. Parahnya lagi, bakteri tidak terlihat secara kasat mata, sehingga Anda tidak akan pernah tahu siapa saja yang sedang sakit dan bersin/batuk di dekat Anda.

Oleh karena itu, Anda dianjurkan untuk menggunakan masker saat sakit. Atau jika tidak tersedia, Anda harus selalu mematuhi etika saat batuk dan bersin, misalnya menutup mulut saat batuk dan bersin, untuk mencegah penularan penyakit melalui udara, seperti TBC.

Kontaminasi silang makanan

Jika tidak memerhatikan kebersihannya, aktivitas memasak tidak jarang bisa menjadi sumber penularan penyakit akibat bakteri. Proses memasak yang kurang bersih, seperti tidak mencuci tangan setelah menyentuh makanan mentah, menyiapkan makanan, dan menggunakan toilet sebelum memasak dapat menyebarkan bakteri pada orang lain. Makan makanan yang terkontaminasi bakteri dapat menyebabkan diare, botulisme, dan keracunan makanan, contohnya.

Cara lainnya

Di luar itu, bakteri juga bisa menyebar dengan cara yang berbeda, seperti melalui:

  • Minum atau menggunakan air yang tercemar (kolera dan demam tifoid)
  • Kontak seksual (sifilis, gonore, klamidia)
  • Kontak dengan hewan (antraks, cat scratch disease)
  • Perpindahan bakteri dari salah satu bagian  tubuh, yang menjadi habitat sesungguhnya, menuju bagian lain, di mana bakteri menyebabkan penyakit (seperti saat E coli berpindah dari usus ke saluran kemih sehingga menyebabkan infeksi saluran kencing).

Bagaimana bakteri dapat menyebabkan penyakit?

Bakteri dapat menyebabkan penyakit dalam beberapa cara. Beberapa bakteri jahat bisa berkembang biak berlebihan sehingga mengganggu ekosistem alaminya, seperti bacterial vaginosis. Beberapa menghancurkan jaringan secara langsung. Yang lainnya menghasilkan toksin (racun) yang membunuh sel.

Ketika bakteri menginfeksi, mereka akan tinggal lama di dalam tubuh. Mereka “melahap” nutrisi dan energi tubuh, dan bisa menghasilkan racun atau toksin. Toksin tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan gejala infeksi umum, seperti demam, tersengal-sengal, ruam, batuk, muntah, dan diare.

Untuk mengetahui cara bakteri menyebabkan penyakit, biasanya, dokter akan melihat sampel darah, air kencing, dan cairan lainnya di bawah mikroskop atau mengirimkan sampel ini ke laboratorium untuk mendapatkan lebih banyak tes. Melalu cara tersebut dokter dapat mengetahui kuman mana yang tinggal di tubuh Anda dan bagaimana mereka bisa menyebabkan Anda sakit.

Bagaimana cara menghindari infeksi bakteri?

Ada berbagai cara untuk mencegah infeksi bakteri, yaitu:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah tangan memegang hidung/mulut saat batuk/bersin, memegang hewan, buang air kecil/besar, menyentuh makanan mentah, menyiapkan makanan, sebelum makan, mengganti popok anak, dan lain-lain. Mencuci tangan bisa mencegah sebanyak 200 penyakit.
  • Jangan terlalu sering menyentuh bagian mata, hidung, dan mulut
  • Makanan harus dimasak atau didinginkan secepat mungkin
  • Sayuran dan daging harus disimpan terpisah dan disiapkan di talenan terpisah
  • Daging sebaiknya diolah dengan baik dan dimasak hingga matang
  • Menggunakan kondom selama hubungan seksual mengurangi kemungkinan penyebaran penyakit menular seksual

Infeksi bakteri dapat disembuhkan oleh antibiotik resep dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mie Instan atau Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Keduanya sama-sama karbohidrat, tapi apakah benar nasi lebih baik dari mie? Cari tahu lebih lanjut sebelum menentukan pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Fakta Gizi, Nutrisi 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Lutut manusia bertugas untuk menopang aktivitas Anda sehari-hari. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik soal kesehatan lutut berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Penyebab BAB berdarah bukan cuma ambeien alias wasir saja. Darah pada feses bisa jadi pertanda adanya kanker pada salah satu organ saluran cerna Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Kanker, Kanker Lambung 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya mie instan

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
keluar air mani

Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit