home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jerawat di Badan: Dada, Punggung, Hingga Perut

Definisi|Tanda-tanda dan gejala|Penyebab|Obat dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Jerawat di Badan: Dada, Punggung, Hingga Perut

Definisi

Apa itu jerawat di badan?

Jerawat adalah masalah kulit yang umum terjadi pada setiap orang. Tidak hanya di wajah, jerawat juga dapat muncul di badan, termasuk area dada, punggung, leher, hingga perut. Namun, hal ini cenderung terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Kondisi ini terkadang tidak disadari karena tidak mudah terlihat. Meski begitu, jerawat di badan, terutama di punggung, menimbulkan rasa sakit yang sama. Oleh sebab itu, penyakit kulit tidak menular ini juga memerlukan penanganan segera.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala jerawat di badan?

Pada dasarnya, tanda dan gejala jerawat di badan mirip dengan jerawat di area lainnya, meliputi sebagai berikut.

Komedo putih (whitehead)

Jerawat ini terbentuk dari pori-pori yang tersumbat akibat kelebihan minyak (sebum), bakteri, dan sel kulit mati. Komedo putih biasanya terlihat seperti benjolan putih yang kecil.

Komedo hitam (blackhead)

Komedo hitam adalah benjolan kecil berwarna hitam di kulit yang terjadi akibat penyumbatan folikel rambut. Berbeda dengan komedo putih, blackhead tidak menimbulkan rasa sakit atau kemerahan di kulit.

Papula

Papula adalah jerawat atau benjolan padat di bawah kulit yang terasa nyeri. Biasanya, kulit di sekitar tonjolan akan terlihat bengkak kemerahan. Namun, tidak ada titik nanah pada permukaan benjolan.

Nodul

Nodul merupakan lesi jerawat yang tumbuh di bawah permukaan kulit. Jika dibiarkan, lesi ini akan mengeras dan membentuk benjolan besar yang menyakitkan.

Pustula

Berbeda dengan papula, pustula adalah jerawat yang berisi nanah di dalamnya. Jika Anda merasa jerawat di badan atau punggung berisi nanah, segera periksakan diri ke dokter.

Jerawat batu

Dibandingkan jenis jerawat lainnya, jerawat batu memiliki benjolan yang lebih besar, keras, tampak memerah, dan terasa lebih sakit. Kondisi yang juga disebut jerawat kistik ini berisi nanah yang ketika pecah dapat mengiritasi kulit Anda.

Bila ada gejala yang tidak disebutkan dan merasa khawatir dengan kondisi kulit Anda, segera periksakan diri ke dokter.

Kapan saya harus ke dokter?

Umumnya, jerawat di badan, termasuk leher dan punggung akan hilang dengan sendirinya bila Anda rutin melakukan perawatan. Namun, berkonsultasi dengan dokter pun dapat dilakukan jika jerawat yang tumbuh di area badan Anda memiliki ciri berikut ini.

  • Menimbulkan rasa sakit yang tidak nyaman.
  • Mengeluarkan darah atau nanah.
  • Terasa seperti memiliki benjolan keras dan terletak di bawah kulit.
  • Tidak kunjung membaik setelah enam minggu menjalani perawatan.
  • Kembali muncul setelah sembuh beberapa saat.

Penyebab

Apa penyebab jerawat di badan?

Ada banyak faktor penyebab jerawat dapat muncul di badan. Namun, pemicu utama jerawat di mana pun lokasi pertumbuhannya adalah pori-pori kulit yang tersumbat, terutama di punggung, dada, dan leher.

Sama seperti bagian tubuh lainnya, badan juga memiliki pori-pori dan mengandung kelenjar sebasea (minyak). Jika kelenjar sebasea terlalu aktif, produksi minyak pun menjadi berlebihan. Akibatnya, folikel di dalam pori pun dapat tersumbat.

Sementara itu, lapisan kulit badan juga akan terus menerus menghasilkan sel kulit mati untuk digantikan dengan yang baru.

Jika minyak dan sel kulit mati terperangkap di dalam pori, penyumbatan pun terjadi yang dapat berkembang menjadi komedo. Alhasil, penyumbatan pori yang dibiarkan dan diperparah dengan keringat dan debu dapat memicu infeksi akibat bakteri penyebab jerawat.

Berikut ini beberapa kebiasaan yang dapat memicu dan memperparah kondisi jerawat di badan, termasuk punggung, leher, dan dada.

Gesekan kulit dengan pakaian

Salah satu penyebab utama munculnya jerawat di punggung dan area badan lainnya adalah iritasi akibat gesekan dari benda seperti baju dan tas punggung ke kulit. Jerawat yang disebabkan oleh iritasi kulit ini disebut sebagai acne mechanica.

Sebagai contoh, pakaian yang ketat membuat kulit kesulitan bernapas dan memproduksi keringat lebih banyak. Keringat yang bercampur dengan minyak alami yang dikeluarkan oleh tubuh menciptakan lapisan pada kulit. Akibatnya, pori-pori tersumbat yang menyebabkan komedo putih dan jerawat.

Menggunakan perhiasan

Sama seperti pakaian, perhiasan dapat memicu kemunculan jerawat, terutama di bagian leher. Pasalnya, perhiasan yang bersentuhan langsung dengan leher dapat mengiritasi kulit yang menyebabkan timbulnya jerawat pada beberapa orang.

Area badan kotor dan berkeringat

Bagi Anda yang memiliki rambut yang panjang dan senang berolahraga mungkin perlu berhati-hati. Pasalnya, jerawat yang muncul di punggung dan leher terjadi akibat area tersebut kotor dan sedang berkeringat, terutama setelah berolahraga.

Gesekan langsung antara rambut kotor atau pakaian yang berbahan kasar (polyester dan rayon) dan kotor dengan kulit leher juga menyebabkan peradangan. Alhasil, jerawat pun muncul di bagian-bagian badan yang terkena kotoran tersebut.

Obat dan pengobatan

Bagaimana cara menghilangkan jerawat di badan dan punggung?

Tidak semudah di wajah, cara menghilangkan jerawat di badan, punggung, dan leher cukup sulit. Pasalnya, jerawat di area-area tersebut tidak mudah dilihat. Bahkan, jerawat di daerah ini juga tersebar luas di badan.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengobati jerawat di badan, termasuk punggung, leher, dan dada.

Obat jerawat

Dilansir dari American Academy of Dermatology, berbagai obat jerawat tanpa resep dapat membantu menghilangkan jerawat di badan. Apa saja?

  • Benzoil peroksida untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan membantu mengurangi keparahannya.
  • Antibiotik oral untuk jerawat yang parah.
  • Retinol.
  • Obat dari resep dokter, seperti tetrasiklin dan doksisiklin.
  • Minum obat dengan kandungan isotretinoin.

Agar pengobatan jerawat ini berhasil, Anda perlu mengoleskan krim atau salep anti jerawat, termasuk di punggung. Anda mungkin mengalami kesulitan untuk mengaplikasikannya di punggung.

Mintalah bantuan orang lain atau gunakan cermin agar area yang terkena jerawat dapat diolesi krim.

Pengobatan di rumah

Apa saja cara alami mengatasi jerawat di badan?

Selain mendapatkan perawatan dari dokter, menghilangkan jerawat di badan dapat dilakukan dengan pengobatan di rumah. Namun, perlu diingat bahwa metode ini biasanya dilakukan pada jerawat ringan hingga sedang.

Pakai sabun khusus jerawat

Badan dengan kulit yang berjerawat perlu dirawat dan dijaga kebersihannya. Maka dari itu, Anda perlu membersihkan kulit, termasuk area leher dan punggung, dengan benar saat mandi.

Bagi Anda yang memiliki jerawat ringan mungkin akan ampuh hanya dengan sabun biasa. Bila tidak mempunyai efek apapun, cobalah sabun khusus jerawat yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida.

Kedua bahan tersebut dipercaya dapat mengontrol produk minyak berlebih, sehingga pertumbuhan jerawat di punggung dan area badan lainnya berkurang.

Usahakan untuk memilih sabun yang mengandung asam salisilat atau benzoil peroksida dengan dosis rendah. Pasalnya, dosis yang tinggi tanpa resep dari dokter dapat mengiritasi dan memperparah kondisi kulit.

Hindari pakaian ketat

Selain menggunakan sabun khusus jerawat, cara menghilangkan jerawat di badan dan punggung juga dapat dilakukan dengan menggunakan pakaian longgar. Hal ini dikarenakan pakaian yang ketat justru dapat menjebak kotoran dan keringat.

Bila hal ini terjadi, keduanya akan masuk ke dalam pori saat beraktivitas dan membuatnya tersumbat. Selain memicu jerawat baru, pakaian ketat juga dapat memperparah jerawat yang sudah ada.

Tidak memencet jerawat

Salah satu kebiasaan buruk yang dapat memperparah kondisi jerawat Anda adalah memencet jerawat. Kebiasaan ini justru menyebabkan peradangan semakin parah dan meninggalkan bekas jerawat. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan ini agar kulit berjerawat Anda cepat sembuh.

Pakai obat dari bahan alami

Berbeda dengan obat jerawat yang dijual di apotek atau dokter, kandungan bahan-bahan alami di bawah ini dapat mengobati jerawat secara alami.

  • Madu digunakan sebagai pengobatan luar terhadap infeksi yang kebal antibiotik.
  • Kunyit karena mengandung antibakteri dan dapat menyeimbangkan pH kulit.
  • Lidah buaya yang cocok untuk kulit sensitif karena mengurangi peradangan dan bersifat antioksidan.
  • Lemon dengan kandungan vitamin C dapat mengangkat sel-sel kulit mati.
  • Teh hijau karena mengandung katekin yang dapat membantu melawan bakteri penyebab jerawat.

Kelima bahan alami untuk mengobati jerawat di badan di atas dapat dioleskan atau rutin diminum sesuai aturan penggunaannya.

Apakah kondisi ini bisa dicegah?

Istilah mencegah lebih baik daripada mengobati juga berlaku ketika Anda berhasil menghilangkan jerawat di badan dan punggung. Sebenarnya, mencegah jerawat di badan, terutama di punggung dan leher dapat dilakukan dengan beberapa kebiasaan sehat ini.

  • Segera mandi setelah berolahraga atau berkeringat.
  • Hindari pakaian ketat saat berolahraga.
  • Eksfoliasi, baik punggung maupun seluruh area badan.
  • Gunakan produk bebas minyak, seperti non-comedogenic dan non-acnegenic.
  • Mengurangi pemakaian ransel.
  • Rutin mengganti sprei dan pakaian yang sudah kotor.

Pada dasarnya, perawatan kulit yang baik dan telaten akan membuat jerawat enggan muncul, baik punggung maupun area lain kulit Anda. Bila memiliki pertanyaan lebih lanjut, hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Clarke, K., Dew, T., Watson, R., Farrar, M., Osman, J., & Nicolaou, A. et al. (2016). Green tea catechins and their metabolites in human skin before and after exposure to ultraviolet radiation. The Journal Of Nutritional Biochemistry, 27, 203-210. doi: 10.1016/j.jnutbio.2015.09.001

Kern, D. (2019). Back and Body Acne. Acne.org. Retrieved 12 September 2019, from https://www.acne.org/body-acne.html 

Back Acne: how to see clearer skin. (n.a). American Academy of Dermatology. Retrieved 12 September 2019, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/DIY/back-acne 

Eating lemon peel. (2014). New Health Guide. Retrieved 8 September 2020, from https://www.newhealthguide.org/Eating-Lemon-Peel.html 

Koplon, S. (2019). What is causing my acne? UAB News. Retrieved 8 September 2020, from https://www.uab.edu/news/youcanuse/item/10960-what-is-causing-my-acne 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adinda Rudystina Diperbarui 09/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x