Apa Itu Infeksi Jerawat dan Bagaimana Ciri-Cirinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kemunculan jerawat memengaruhi kesehatan kulit terutama ketika sudah terinfeksi. Infeksi jerawat bisa terjadi karena beberapa hal dan ciri-cirinya pun beragam. Kenali penyebab jerawat bisa terinfeksi dan cara mengobatinya dalam ulasan berikut. 

Penyebab infeksi pada jerawat

jerawat-batu produk olahan susu memicu jerawat

Penyebab jerawat yang utama adalah penyumbatan pori oleh tiga hal: produksi minyak berlebih, penumpukan sel kulit mati, dan infeksi bakteri. Infeksi bakteri adalah salah satu faktor yang mengakibatkan infeksi pada jerawat. Mengapa demikian?

Selain perubahan hormon, masa pubertas juga mengalami peningkatan jumlah bakteri jenis tertentu, seperti:

  • Propionibacterium acnes (P. acnes) atau Cutibaterium acnes (C. acnes),
  • Propionibacterium granulosum, dan
  • Staphylococcus epidermidis.

Meski begitu, tingkat keparahan jerawat yang terinfeksi tidak tergantung pada jumlah bakteri di permukaan kulit. Jumlah dan aktivitas bakteri biasanya berdasarkan dengan kadar oksigen, nutrisi, dan tingkat pH kulit. 

Beberapa jenis jerawat memang dapat disebabkan oleh bakteri P. acnes, sedangkan yang lainnya mungkin diakibatkan oleh bakteri lain atau penyebab yang lain lagi.

P. acnes adalah jenis bakteri yang paling sering menyebabkan jerawat terinfeksi dan bengkak. Hal ini dikarenakan P. acnes dapat menghasilkan enzim aktif dan peradangan bawaan, sehingga memicu peradangan kulit akibat dari respon sistem imun. 

Selain itu, kebiasaan memencet jerawat juga dapat menyebabkan infeksi karena bakteri dapat masuk ke dalam luka . Jika segera ditangani, jerawat terinfeksi dapat berkembang menjadi jerawat kistik dan dapat meninggalkan bekas jerawat yang sulit dihilangkan. 

Gejala infeksi pada jerawat

jerawat nodul
Hormonal Acne Treatments in Singapore

Jerawat yang muncul di permukaan kulit biasanya lebih rentan terserang bakteri, terutama ketika Anda sering menyentuhnya dengan tangan kotor. Alhasil, jerawat dapat meradang dan tumbuh lebih besar. 

Jika Anda memiliki jerawat, kenali apakah jerawat Anda sudah terinfeksi atau belum. Pasalnya, menghilangkan jerawat yang infeksi tidak sama dengan jerawat biasa. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa tanda yang menandakan jerawat sudah terinfeksi.

  • Sakit saat disentuh.
  • Lebih besar dari jerawat biasa.
  • Jerawat memerah karena meradang.
  • Ukurannya lebih besar dari jerawat biasanya.
  • Terdapat bintik putih yang menandakan adanya nanah.

Cara mengatasi jerawat yang terinfeksi

Salah satu kunci utama mengobati jerawat yang terinfeksi adalah menghentikan kebiasaan memencet jerawat. Memencet jerawat, terlebih yang sudah mengalami infeksi, hanya akan memperparah kondisi kulit Anda. 

Selain itu, jenis jerawat ini disebabkan oleh bakteri yang tentu perlu dilawan agar jerawat dapat hilang. 

Obat-obatan seperti asam salisilat biasanya tidak ampuh mengobati jerawat ini. Pasalnya, asam salisilat tidak dapat membunuh bakteri, tetapi hanya mengurangi penyebaran jerawat ke daerah lainnya. 

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan infeksi bakteri pada jerawat. 

Antibiotik dan benzoil peroksida biasanya diresepkan bersamaan oleh dokter. Selalu ikuti instruksi dari dokter agar proses penyembuhan jerawat berjalan lebih cepat.

Ragam Jenis Vitamin untuk Kulit Sehat, Cerah, dan Awet Muda

Jika jerawat tidak kunjung sembuh, dokter biasanya akan menggunakan metode lain untuk menghilangkan jerawat, seperti ekstraksi jerawat. Ekstraksi jerawat adalah pengangkatan jerawat secara manual dengan alat khusus untuk menghilangkan komedo. 

Metode ini biasanya dianjurkan ketika obat jerawat tidak efektif membersihkan kulit dan jarang menjadi pilihan pertama karena cukup mahal. 

Tidak hanya ekstraksi, infeksi pada jerawat, terutama jerawat nodul, dapat dihilangkan dengan menyuntikkan kortikosteroid. Dengan begitu, proses penyembuhan berjalan lebih cepat dan mengurangi risiko kemunculan bekas jerawat.  

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait ekstraksi jerawat dan suntikan kortikosteroid, silakan konsultasikan dengan dokter. 

Pengobatan jerawat di rumah

Selain obat-obatan dari dokter, Anda juga dapat menggunakan obat alami jerawat serta penanganan jerawat di rumah untuk mendukung pengobatan dari dokter. 

  • Kompres jerawat dengan air hangat agar nanah dan minyak berlebih keluar.
  • Tidak menekan jerawat.
  • Hindari menyentuh, menggaruk, atau memencet jerawat dengan tangan.
  • Bersihkan kulit secara teratur tanpa menggosok bagian yang berjerawat.
  • Ganti seprai dan sarung bantal secara rutin untuk menghindari berkumpulnya bakteri.
  • Segera mandi setelah berolahraga atau berkeringat.

Jika infeksi pada jerawat tidak kunjung hilang selama beberapa minggu atau gejalanya semakin parah, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jenis dan Fungsi Serum untuk Kulit Anda

Sebetulnya, apa fungsi serum? Bagaimana cara pemakaiannya? Dan jenis kulit wajah seperti apa yang perlu menggunakan serum?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Eksfoliasi, Apakah Aman dan Cocok untuk Semua Tipe Kulit?

Salah satu tren baru dalam dunia kecantikan adalah eksfoliasi. Simak apakah tipe kulit Anda bisa cocok dengan prosedur skincare yang satu ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Niacinamide untuk Kulit, Apa Manfaatnya?

Niacinamide adalah zat turunan vitamin B3 (niacin) yang kerap dipakai sebagai bahan aktif untuk kulit. Apa yang perlu diperhatikan dari bahan ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Bedanya AHA, BHA, dan PHA Sebagai Bahan Aktif dalam Produk Skincare?

Perhatikan koleksi produk skincare yang Anda miliki saat ini. Mungkin ada yang mengandung AHA, BHA, dan PHA. Apa fungsinya masing-masing?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit



Direkomendasikan untuk Anda

masker mengecilkan pori-pori

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
es batu untuk wajah

4 Cara Memanfaatkan Es Batu Untuk Wajah Lebih Cerah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
hidradenitis suppurativa

Hidradenitis Suppurativa

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 26 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
manfaat masker lidah buaya

Segudang Manfaat Masker Lidah Buaya dan Tips Membuatnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit