home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Itu Infeksi Jerawat dan Bagaimana Ciri-cirinya?

Apa Itu Infeksi Jerawat dan Bagaimana Ciri-cirinya?

Kemunculan jerawat memengaruhi kesehatan kulit terutama ketika sudah terinfeksi. Infeksi jerawat bisa terjadi karena beberapa hal dan ciri-cirinya pun beragam. Kenali penyebab jerawat bisa terinfeksi dan cara mengobatinya dalam ulasan berikut.

Penyebab infeksi pada jerawat

jerawat-batu produk olahan susu memicu jerawat

Penyebab jerawat yang utama adalah penyumbatan pori oleh tiga hal: produksi minyak berlebih, penumpukan sel kulit mati, dan infeksi bakteri. Infeksi bakteri adalah salah satu faktor yang mengakibatkan infeksi pada jerawat. Mengapa demikian?

Selain perubahan hormon, masa pubertas juga mengalami peningkatan jumlah bakteri jenis tertentu, seperti:

  • Propionibacterium acnes (P. acnes) atau Cutibaterium acnes (C. acnes),
  • Propionibacterium granulosum, dan
  • Staphylococcus epidermidis.

Meski begitu, tingkat keparahan jerawat yang terinfeksi tidak tergantung pada jumlah bakteri di permukaan kulit. Jumlah dan aktivitas bakteri biasanya berdasarkan dengan kadar oksigen, nutrisi, dan tingkat pH kulit.

Beberapa jenis jerawat memang dapat disebabkan oleh bakteri P. acnes, sedangkan yang lainnya mungkin diakibatkan oleh bakteri lain atau penyebab yang lain lagi.

P. acnes adalah jenis bakteri yang paling sering menyebabkan jerawat terinfeksi dan bengkak. Hal ini dikarenakan P. acnes dapat menghasilkan enzim aktif dan peradangan bawaan, sehingga memicu peradangan kulit akibat dari respon sistem imun.

Selain itu, kebiasaan memencet jerawat juga dapat menyebabkan infeksi karena bakteri dapat masuk ke dalam luka . Jika segera ditangani, jerawat terinfeksi dapat berkembang menjadi jerawat kistik dan dapat meninggalkan bekas jerawat yang sulit dihilangkan.

Gejala infeksi pada jerawat

jerawat nodul
Hormonal Acne Treatments in Singapore

Jerawat yang muncul di permukaan kulit biasanya lebih rentan terserang bakteri, terutama ketika Anda sering menyentuhnya dengan tangan kotor. Alhasil, jerawat dapat meradang dan tumbuh lebih besar.

Jika Anda memiliki jerawat, kenali apakah jerawat Anda sudah terinfeksi atau belum. Pasalnya, menghilangkan jerawat yang infeksi tidak sama dengan jerawat biasa. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa tanda yang menandakan jerawat sudah terinfeksi.

  • Sakit saat disentuh.
  • Lebih besar dari jerawat biasa.
  • Jerawat memerah karena meradang.
  • Ukurannya lebih besar dari jerawat biasanya.
  • Terdapat bintik putih yang menandakan adanya nanah.

Cara mengatasi jerawat yang terinfeksi

Salah satu kunci utama mengobati jerawat yang terinfeksi adalah menghentikan kebiasaan memencet jerawat. Memencet jerawat, terlebih yang sudah mengalami infeksi, hanya akan memperparah kondisi kulit Anda.

Selain itu, jenis jerawat ini disebabkan oleh bakteri yang tentu perlu dilawan agar jerawat dapat hilang.

Obat-obatan seperti asam salisilat biasanya tidak ampuh mengobati jerawat ini. Pasalnya, asam salisilat tidak dapat membunuh bakteri, tetapi hanya mengurangi penyebaran jerawat ke daerah lainnya.

Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan infeksi bakteri pada jerawat.

Antibiotik dan benzoil peroksida biasanya diresepkan bersamaan oleh dokter. Selalu ikuti instruksi dari dokter agar proses penyembuhan jerawat berjalan lebih cepat.

Jika jerawat tidak kunjung sembuh, dokter biasanya akan menggunakan metode lain untuk menghilangkan jerawat, seperti ekstraksi jerawat. Ekstraksi jerawat adalah pengangkatan jerawat secara manual dengan alat khusus untuk menghilangkan komedo.

Metode ini biasanya dianjurkan ketika obat jerawat tidak efektif membersihkan kulit dan jarang menjadi pilihan pertama karena cukup mahal.

Tidak hanya ekstraksi, infeksi pada jerawat, terutama jerawat nodul, dapat dihilangkan dengan menyuntikkan kortikosteroid. Dengan begitu, proses penyembuhan berjalan lebih cepat dan mengurangi risiko kemunculan bekas jerawat.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait ekstraksi jerawat dan suntikan kortikosteroid, silakan konsultasikan dengan dokter.

Pengobatan jerawat di rumah

Selain obat-obatan dari dokter, Anda juga dapat menggunakan obat alami jerawat serta penanganan jerawat di rumah untuk mendukung pengobatan dari dokter.

  • Kompres jerawat dengan air hangat agar nanah dan minyak berlebih keluar.
  • Tidak menekan jerawat.
  • Hindari menyentuh, menggaruk, atau memencet jerawat dengan tangan.
  • Bersihkan kulit secara teratur tanpa menggosok bagian yang berjerawat.
  • Ganti seprai dan sarung bantal secara rutin untuk menghindari berkumpulnya bakteri.
  • Segera mandi setelah berolahraga atau berkeringat.

Jika infeksi pada jerawat tidak kunjung hilang selama beberapa minggu atau gejalanya semakin parah, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sutaria AH, Masood S, Schlessinger J. (2020).  Acne Vulgaris. [Updated 2020 Aug 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls. Retrieved 25 September 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459173/

Don’t mistake these skin conditions for acne. (2018). Cedars Sinai. Retrieved 25 September 2020, from https://www.cedars-sinai.org/blog/skin-conditions-look-like-acne.html 

Pimple Popping: why only a dermatologist should do it. (n.a). American Academy of Dermatology. Retrieved 25 September 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/acne/skin-care/popping 

Oakley, A. (2014). Bacteria in Acne. DermNet NZ. Retrieved 25 September 2020, from https://dermnetnz.org/topics/bacteria-in-acne/ 

Acne. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 25 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/symptoms-causes/syc-20368047 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 26/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x