home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Tips Manajemen Stress untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

6 Tips Manajemen Stress untuk Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Setiap individu membutuhkan kemampuan manajemen stress yang baik. Pasalnya, stres bisa datang dari mana saja. Mulai dari pekerjaan yang terlalu banyak, hubungan kurang baik dengan orang lain, hingga beragam hambatal, contohnya jalanan macet, listrik padam, dan masih banyak lagi. Jika tidak dikelola dengan baik, stres bisa berdampak negatif kepada kesehatan fisik, mental, hingga emosional. Oleh sebab itu, cari tahu cara mengelola stres dengan baik berikut ini.

Mengapa manajemen stress itu penting?

Tahukah Anda bahwa stres bisa menjadi malapetaka terhadap keseimbangan emosional dan kesehatan fisik setiap individu? Ya, khususnya bagi Anda yang memiliki tingkatan stres yang begitu tinggi. Stres membuat Anda tidak bisa berpikir secara jernih, bahkan hingga tidak mampu menikmati hidup.

Masalahnya, stres bisa datang dari mana saja, dan tidak ada orang yang bisa benar-benar menghindari penyebab stres itu sendiri. Jika stres tidak dikelola dengan baik, Anda bisa saja “lari” dari stres dengan melakukan hal-hal yang dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental, seperti:

  • Merokok.
  • Mengonsumsi alkohol.
  • Makan berlebihan atau kehilangan nafsu makan.
  • Menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat.
  • Mengisolasi diri dan menjauhi orang-orang tersayang.
  • Mengonsumsi obat penenang.
  • Menghabiskan waktu hanya untuk tidur.
  • Menunda-nunda pekerjaan.
  • Memilih lari dari penyebab stres dan tidak menyelesaikannya.
  • Melampiaskan stres kepada orang yang tak bersalah dengan melakukan kekerasan, marah-marah, dan sejenisnya.

Oleh sebab itu, memiliki kemampuan manajemen stress yang efektif sangatlah penting untuk membuat Anda lebih bahagia, sehat, dan produktif meski harus menghadapi berbagai masalah dalam hidup yang dapat menyebabkan stres.

Tujuan utama dari manajemen stress yang efektif adalah menjaga keseimbangan hidup. Dengan begitu, Anda bisa tetap bekerja dengan baik serta menjaga hubungan yang sehat dengan pasangan, keluarga, dan orang-orang terdekat.

Bahkan, manajemen stress yang tepat dapat membantu Anda untuk tetap bisa menikmati hidup dan menghadapi berbagai tekanan dan tantangan hidup dengan lebih santai. Namun, terdapat berbagai teknik atau metode untuk mengelola stres, dan Anda perlu mencari tahu metode yang paling sesuai dan bisa diterapkan untuk diri sendiri.

6 langkah manajemen stress secara mandiri

Ada banyak metode atau teknik manajemen stress, tapi belum tentu semua metode sesuai dengan kondisi Anda. Untuk mengetahui mana yang paling tepat untuk mengelola stres yang dialami, Anda perlu melakukannya dan menjalaninya terlebih dahulu.

Bisa jadi, Anda harus mencobanya satu per satu hingga menemukan metode yang sesuai. Berikut adalah beberapa metode manajemen stres yang bisa Anda lakukan secara mandiri:

1. Mencari tahu apa penyebab stres

Tidak semua orang yang mengalami stres langsung tahu apa penyebab dari kondisi yang dialaminya tersebut. Apalagi jika ada banyak hal yang harus ditangani dan dilakukannya setiap hari. Bagaimana bisa terlepas dari stres jika Anda sendiri tidak tahu apa penyebabnya?

Maka itu, salah satu cara manajemen stress yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu apa penyebab munculnya stres. Masing-masing individu bisa jadi memiliki penyebab yang berbeda, sehingga Anda perlu memerhatikan apa saja yang Anda alami beberapa waktu belakangan ini.

Salah satu caranya adalah menulis jurnal selama kurang lebih satu hingga dua minggu untuk mengidentifikasi apa situasi atau kondisi yang membuat Anda merasa tertekan. Lalu, pahami pula bagaimana Anda merespons situasi tersebut selama ini.

Dengan terus mencari tahu pemicu stres dan cara apa yang selama ini terasa paling efektif, Anda bisa lebih tepat dalam memilih metode untuk mengelola stress di kemudian hari.

8 Hal yang Tidak Disadari Membuat Anda Mudah Stress

2. Hindari stres yang tidak perlu

Anda mungkin termasuk satu dari sekian banyak individu yang sangat mudah merasa stres. Memang benar jika ada beberapa pemicu stres yang harus dihadapi. Namun, ada pula beberapa pemicu stres yang sebenarnya bisa Anda hindari. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda coba lakukan:

  • Berani berkata tidak, baik dalam urusan pribadi atau urusan profesional.
  • Pahami kemampuan dan batasan agar tidak memberikan beban tambahan kepada diri sendiri.
  • Hindari orang-orang yang dapat menjadi penyebab munculnya stres.
  • Hindari topik yang berpotensi membuat Anda stres, kepikiran, dan menimbulkan perasaan tak nyaman.
  • Atur jadwal harian Anda sesuai dengan kemampuan. Hapus aktivitas yang sekiranya tidak harus dilakukan pada hari itu juga.

3. Ubah kondisi penyebab stres

Manajemen stress yang bisa Anda lakukan berikutnya adalah mengubah situasi yang mungkin dapat menimbulkan stres. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mencegahnya untuk muncul kembali di kemudian hari.

Sebagai contoh, jika penyebab stres yang Anda alami adalah perlakuan dan sikap orang lain, cobalah untuk menyampaikan perasaan tak nyaman yang selama ini Anda rasakan dengan cara yang baik dan sopan. Pasalnya, memendam emosi dan perasaan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

Dengan mendiskusikannya, Anda dan orang tersebut bisa sama-sama mengerti apa yang ada di pikiran dan hati masing-masing. Jangan ragu untuk berkompromi untuk menemukan solusi terbaik.

4. Adaptasi dengan penyebab stres

Jika Anda merasa penyebab stres yang terjadi bukan suatu hal yang bisa dihindari atau diubah, manajemen stress yang tepat adalah dengan menghadapi dan menerimanya. Dengan mengubah pola pikir dan sudut pandang terhadap penyebab stres, Anda bisa mengelola stres itu sendiri.

Sebagai contoh, jika Anda merasa stres karena terjebak macet di jalanan, cobalah untuk melihat kondisi tersebut dengan sudut pandang yang lebih positif. Saat Anda terjebak macet, Anda bisa berhenti sejenak untuk mendengarkan lagu kesukaan sekaligus menikmati waktu sendiri.

Selain itu, Anda perlu mengubah standar yang mungkin terlalu tinggi, sehingga begitu sulit dicapai dan pada prosesnya menyebabkan munculnya stres. Ya, menjadi seorang perfeksionis menyebabkan Anda rentan mengalami stres, apalagi jika banyak hal yang tidak terjadi sesuatu standar dan ekspektasi.

5. Luangkan waktu untuk melakukan hal yang disukai

Di dalam jadwal yang begitu padat, jangan lupa untuk menyempatkan waktu beristirahat dan melakukan hal yang Anda sukai. Pasalnya, ini bisa saja menjadi metode manajemen stress yang cukup efektif untuk Anda. Dengan ini, Anda bisa lebih siap menghadapi berbagai penyebab stres yang mungkin menghadang.

Ada beberapa hal yang dapat membantu Anda terlepas dari stres, yaitu:

Sebenarnya, masih banyak hal-hal sederhana lain yang bisa Anda lakukan disela kesibukan yang menumpuk. Jangan sampai menyepelekan waktu untuk beristirahat sejenak karena mencintai dan merawat diri sendiri adalah kewajiban yang harus Anda lakukan demi kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.

6. Terapkan gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat tak hanya baik untuk kesehatan fisik semata, tapi juga bermanfaat untuk kesehatan mental Anda. Oleh sebab itu, Anda bisa melakukan metode ini untuk manajemen stress yang efektif.

Mulailah dengan menerapkan pola makan sehat, karena dengan gizi yang seimbang, Anda bisa lebih kuat dan positif dalam menghadapi berbagai penyebab stres. Tak hanya itu, sebaiknya kurangi konsumsi gula dan kafein demi suasana hati yang lebih stabil. Bahkan, Anda bisa tidur lebih nyenyak jika mengontrol asupan keduanya.

Jangan lupa untuk memperbanyak istirahat, misalnya dengan tidur yang cukup dan tepat waktu. Kurang tidur dapat membuat Anda mudah lelah dan stres sehingga tidak bisa berpikir dengan rasional.

Manajemen stress dengan bantuan ahli

Jika Anda merasa telah mencoba berbagai cara untuk mengelola stres secara mandi dan tidak ada yang berhasil, jangan khawatir. Pasalnya, tingkat stres yang Anda alami mungkin sudah cukup parah dan manajemen stres pada level tersebut membutuhkan bantuan khusus dari para ahli profesional.

Menurut GoodTherapy, ada beberapa jenis terapi yang bisa Anda jalani untuk mengelola stres dengan bantuan ahli profesional, contohnya cognitive behavioral therapy (CBT). Terapi psikologi yang satu ini cukup efektif untuk mengatasi stres. CBT dapat membantu Anda mengubah pikiran negatif yang sering kali menjadi pemicu stres.

Dengan menjalani terapi ini, Anda dapat memiliki perspektif yang lebih positif dalam menjalani atau melakukan banyak hal. Hal ini tentu saja dapat mengubah pola pikir Anda terhadap berbagai penyebab stres.

Selain itu, ada beberapa jenis psikoterapi lainnya yang fokus untuk mengubah pola pikir dan sudut pandang terhadap berbagai hal menjadi lebih positif.

Bahkan, sebagian besar psikoterapi yang efektif untuk manajemen stress adalah yang berbasis pada mindfullness, contohnya mindfullness-based cognitive therapy (MBCT), dialectial behavior therapy (DBT), dan acceptance and commitment therapy (ACT).

Cobalah diskusikan dengan ahli terapi yang Anda temui mengenai berbagai penyebab dan gejala stres yang muncul. Dengan begitu, sang ahli terapi bisa lebih mudah menentukan strategi terapi yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Coping with Stress at Work. Retrieved 8 February 2021, from https://www.apa.org/topics/work-stress

Getting Help for Stress. Retrieved 8 February 2021, from https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/stress/get-help

Stress Management. Retrieved 8 February 2021, from https://www.helpguide.org/articles/stress/stress-management.htm

Brainline. Retrieved 8 February 2021, from https://www.brainline.org/article/stress-management-how-reduce-prevent-and-cope-stress

3 Tips to Manage Stress. Retrieved 8 February 2021, from https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-lifestyle/stress-management/3-tips-to-manage-stress

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 09/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x