Sering Makan Makanan Berminyak? 6 Akibat Ini Tak Bisa Disepelekan!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sering merasa tak berdaya untuk menahan godaan menikmati makanan berminyak. Ya, meski Anda sudah tahu bahwa makanan tersebut bukan pilihan makanan sehat, tetap saja sulit menolak godaan tersebut. Karena mengandung kadar lemak yang tinggi, makanan berminyak bisa merusak kesehatan dengan berbagai cara. Ketahui apa saja akibat dari keseringan makan makanan berminyak di bawah ini. 

Bahaya terlalu banyak makan makanan berminyak

1. Gangguan sistem pencernaan

Saat Anda makan-makanan berminyak seperti gorengan, jumlah minyak yang berlebih akan memberikan tekanan pada sistem pencernaan. Di antara nutrisi lainnya seperti karbohidrat dan protein, lemaklah yang paling lambat untuk dicerna dan memerlukan enzim untuk memecahnya.

Nah, hal ini akan membuat sistem pencernaan Anda bekerja lebih berat untuk memecah lemak yang berasal dari makanan berminyak tersebut. Gejala yang paling umum saat seseorang mengalami gangguan pencernaan akibat mengonsumsi makanan berminyak adalah sakit perut dan diare.

2. Merusak bakteri baik di usus

Saat ini sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa apa yang Anda makan akan memengaruhi keseimbangan bakteri di dalam usus Anda. Di dalam usus terdapat bakteri baik yang dikenal dengan mikrobioma. Fungsinya adalah menjaga kekebalan tubuh (sistem imun). Nah, jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak, hal tersebut akan merusak bakteri baik di dalam usus Anda. Tentu akibatnya adalah sistem imun melemah. 

Jika Anda ingin mengonsumsi makanan berminyak, pilihlah makanan berminyak yang mengandung lemak sehat dan bergizi seperti alpukat, ikan, minyak zaitun, kacang-kacangan, atau mentega (bukan margarin).

3. Memicu munculnya jerawat

Anda memang tidak akan langsung jerawatan setelah mengonsumsi gorengan dan makanan lainnya yang banyak mengandung minyak. Meski begitu, sebagian besar jerawat bisa terjadi akibat ketidakseimbagan hormon dan/ atau ketidakseimbangan bakteri di dalam usus sehingga makanan berminyak sangat memungkinkan memicu tumbuhnya jerawat.

Selain itu, makanan berminyak juga dapat membuat kelenjar minyak di kulit memproduksi lebih banyak minyak. Nah, tambahan minyak ini yang nantinya akan berkontribusi terhadap pertumbuhan jerawat. Jika sebelumnya Anda sudah memiliki satu dua jerawat di wajah, makanan berminyak juga dapat meningkatkan peradangan. Akibatnya, ini akan membuat jerawat yang sudah ada di wajah Anda makin bertambah parah.

4. Meningkatkan risiko obesitas

Makanan tinggi lemak biasanya juga tinggi kalori, karena satu gram lemak setara dengan 9 kalori. Jadi, satu sendok teh minyak gorengan dapat diperkirakan menyumbang sekitar 45 kalori. Jika Anda rutin mengonsumsi makanan yang digoreng, bukan tidak mungkin lama kelamaan berat badan Anda akan bertambah.

Kegemukan dan obesitas merupakan faktor risiko pada sebagian besar penyakit degeneratif, ini berarti jika berat badan Anda lebih dari normal maka risiko Anda untuk menderita penyakit lain juga meningkat.

5. Meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes

Jika Anda keseringan mengonsumsi makanan yang mengandung minyak, kemungkinan terbesar Anda akan berisiko lebih besar terkena penyakit kronis, terutama penyakit jantung dan diabetes. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan jangka panjang oleh para periset di Harvard T.H. Chan School of Public Health, kepada 100.000 orang pria dan wanita selama 25 tahun.

Dari penelitian tersebut para peneliti menemukan bahwa mereka yang makan gorengan sebanyak 4-6 kali seminggu memiliki risiko hingga 39 persen untuk terkena diabetes tipe 2 dan 23 persen terkena penyakit jantung dibandingkan dengan yang makan gorengan sekali seminggu.

Sementara bagi mereka yang makan gorengan tujuh kali atau lebih selama seminggu mengalami peningkatan risiko mengalami penyakit diabetes hingga 55 persen.

6. Meningkatkan risiko kanker

Pola makan yang tinggi lemak dan minyak tidak hanya berperan terhadap obesitas dan penyakit jantung, tetapi juga meningkatkan risiko kanker payudara, kanker usus besar atau kanker paru.

Meskipun sampai saat ini para peneliti masih terus mengembangkan riset untuk memastikan hubungan tersebut, National Cancer Institute menyarankan untuk mengkonsumsi tidak lebih dari 10 persen kalori Anda dari lemak jenuh setiap hari dan sebisa mungkin untuk menghilangkan lemak trans dari makanan yang Anda konsumsi setiap hari untuk mengurangi risiko kanker.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Misophonia, Alasan Mengapa Anda Benci Suara Tertentu

Misophonia merupakan suatu keadaan dimana Anda merasa tidak nyaman ketika mendengar suara tertentu. Cari tahu lebih jauh terkait misophonia disini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Gangguan Kecemasan 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

9 Manfaat Pisang yang Jadi Buah Favorit Banyak Orang

Tak banyak yang tahu bahwa kandungan kalium dalam pisang berkhasiat menurunkan risiko stroke. Apa lagi manfaat pisang untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Waspadai 3 Ciri Tipes yang Sudah Parah Agar Tidak Berakibat Fatal

Tipes yang parah bisa berakibat fatal jika tidak cepat-cepat ditangani. Satu dari 5 orang bisa meninggal karena tipes. Seperti apa ciri tipes yang parah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 4 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
obat alami dan tradisional sakit gigi berlubang

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit