Sulit Dihentikan, Ini 3 Tips Mengurangi Kebiasaan Menyentuh Wajah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Salah satu cara yang direkomendasikan agar risiko penularan COVID-19 rendah adalah mengurangi kebiasaan menyentuh wajah. Akan tetapi, kebiasaan ini ternyata sulit dihentikan bahkan dikurangi karena sering dilakukan tanpa sadar. 

Lantas, mengapa begitu banyak orang sering ‘gatal’ ingin menyentuh wajah dan bagaimana cara mengatasinya?

Kenapa kebiasaan menyentuh wajah harus dikurangi?

eksfoliasi wajah

Kesadaran untuk mencuci tangan dengan cara yang benar terus ditingkatkan agar tidak terpapar virus SARS-CoV-2. Bahkan, hal tersebut juga diikuti dengan meningkatnya pembelian hand sanitizer hingga menghabiskan stok di sebagian besar supermarket. 

Padahal, upaya mencegah penularan infeksi virus tidak sekadar tangan bersih saja, melainkan juga mengurangi kebiasaan menyentuh wajah. 

Begini, ketika setelah memegang pegangan di transportasi umum mungkin tanpa sadar Anda menyentuh wajah sendiri. Entah itu karena ada yang gatal atau sekadar menyandarkan tangan di pipi. 

Padahal, tidak ada yang tahu di pegangan atau benda yang disentuh terdapat bakteri atau virus berbahaya.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

882,418

Confirmed

718,696

Recovered

25,484

Death
Distribution Map

Menurut APCI (Association for Professionals in Infection Control and Epidemiology) kebiasaan menyentuh wajah perlu dikurangi.

Hal ini dikarenakan wajah yang disentuh oleh tangan yang kotor dapat membuat kuman menempel pada selaput lendir. Akibatnya, risiko infeksi pernapasan meningkat.

Sebagai contoh, infeksi pernapasan seperti pneumonia atau flu dapat tersebar melalui percikan air dari orang lain ketika mereka batuk, bersin, atau berbicara di dekat Anda. Selain itu, percikan air yang berisi virus dan bakteri tersebut juga dapat menempel di permukaan benda yang tanpa sadar mungkin Anda sentuh.

Anda mungkin rutin mencuci tangan dengan bersih. Namun, tantangan sebenarnya adalah tangan Anda tidak akan selalu bersih karena harus memegang sesuatu yang mungkin kotor.

 Agar risiko penularan infeksi virus dan bakteri berkurang, mengurangi kebiasaan menyentuh wajah sangat perlu dilakukan. 

Mengapa kebiasaan menyentuh wajah sulit dihentikan?

Bahaya memencet jerawat di area segitiga wajah

Tahukah Anda bahwa diperkirakan manusia rata-rata terbiasa memegang wajah mereka 23 kali dalam satu jam?

Angka yang cukup banyak dalam satu jam itu menandakan kebiasaan ini akan sulit dihentikan karena dinilai sebagai hal yang sangat wajar dan manusiawi. 

Pada saat Anda menyentuh wajah tanpa sadar, hal tersebut menandakan bahwa Anda sadar terhadap kehadiran orang lain di sekitar.

Umumnya, orang memeriksa wajah orang lain dengan menyentuh wajah mereka sendiri yang menandakan bahwa Anda peka terhadap ekspresi dan wajah sendiri. 

Selain itu, kebanyakan orang menganggap bahwa sering memegang wajah tidak berbahaya bagi kesehatan dan jarang mengaitkannya dengan infeksi bakteri serta virus seperti COVID-19

Maka itu, kebiasaan menyentuh wajah mungkin akan sulit untuk dihentikan, terutama dengan tangan kotor. 

cemas covid-19

Tips mengurangi kebiasaan memegang wajah 

cara membersihkan kulit berminyak

Setelah mengetahui bahaya dari terbiasa memegang wajah dengan tangan yang kotor, tentu Anda ingin mengurangi kebiasaan tersebut, bukan?

Sebenarnya, mencoba memberitahu diri sendiri bahwa Anda perlu mengurangi kebiasaan menyentuh wajah mungkin adalah langkah yang tidak tepat. Hal ini mungkin dikarenakan ketika Anda dilarang ternyata semakin besar untuk memegang wajah sendiri. 

Maka itu, bersikap keras pada diri sendiri mungkin tidak akan membantu sama sekali karena pikiran tertekan justru tidak berhasil mengekang perilaku Anda. 

Berikut beberapa cara mengurangi kebiasaan ini dengan cara yang lebih fleksibel dan sederhana.

1. Buat tangan tetap sibuk

Salah satu cara agar kebiasaan menyentuh wajah berkurang dengan tangan yang kotor adalah membuatnya tetap sibuk. 

Maksudnya, Anda bisa melawan keinginan untuk memegang wajah dengan bantuan dari stress ball agar tangan tidak ada kesempatan untuk mendarat di bagian mata, hidung, dan mulut.

Stess ball adalah mainan lentur kecil dengan bentuk beragam tapi kebanyakan seperti bola yang bisa dipencet dan ditekan.

Selain stress ball, Anda juga bisa mencoba memainkan karet gelang yang dikaitkan di pergelangan tangan. 

Apabila kurang efektif, cobalah untuk menyelipkan tangan di bawah paha ketika duduk. Dengan begitu, Anda akan berpikir dua kali ketika ingin memegang wajah sendiri.

2. Minta tolong kepada teman

Kebiasaan menyentuh wajah ternyata juga bisa dikurangi dengan bantuan teman Anda. Cobalah untuk meminta teman, pasangan, atau anggota keluarga yang memperingatkan Anda ketika menyentuh wajah sendiri. 

Selain bantuan dari teman, ternyata mengatur reminder dari ponsel yang membantu mengingatkan Anda juga cukup efektif.

Bosan Saat Social Distancing dan Karantina di Rumah? Coba 6 Kegiatan Ini, Yuk!

3. Memperhatikan pemicu kebiasaan

Sebenarnya, salah satu hal yang membuat Anda mungkin sulit menghentikan kebiasaan menyentuh wajah adalah kebiasaan lainnya. Misalnya, menggigit kuku

Pada saat menggigit kuku, terutama dengan tangan yang kotor, ternyata kesempatan untuk memegang wajah menjadi lebih besar dan sering. Bahkan, ketika ada jerawat di wajah pun menjadi salah satu alasan keinginan untuk memegang muka lebih besar. 

Maka itu, memperhatikan pemicu yang dapat membuat Anda terbiasa menyentuh wajah juga diperlukan, seperti menggosok mata, menggigit kuku, atau memencet jerawat

Intinya, Anda perlu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan hingga bersih dan mengurangi kebiasaan menyentuh wajah agar risiko infeksi virus dan bakteri pun mengecil.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Kenali Tanda dan Gejala Aktinomikosis, Infeksi Langka Penyebab Rahang Kaku

Aktinomikosis (actinomycosis) adalah infeksi bakteri langka yang dapat membahayakan tulang atau otak jika tidak ditangani dengan baik. Apa gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Tak Hanya Anak, Imunisasi Juga Penting untuk Orang Dewasa

Tak hanya bayi dan balita, orang dewasa juga perlu perlindungan dari penyakit menular lewat imunisasi. Apa saja jenis vaksin yang dibutuhkan orang dewasa?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Infeksi 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Apa Bedanya?

Beda jenis infeksinya, beda pula cara mengobatinya. Tapi bagaimana cara mengetahui perbedaan infeksi virus dan infeksi bakteri?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 8 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Infeksi virus

Infeksi Virus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Penyakit zoonosis

Zoonosis, Penyakit Infeksi dari Hewan yang Menular pada Manusia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 4 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
smallpox variola cacar

Cacar (Smallpox)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
cacar monyet monkeypox

Cacar Monyet (Monkeypox)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit